
“Ah mengenai itu, aku tidak keberatan dengan namanya. T-tidak perlu di ambil pusing Feng’er.” Timpal kura-kura hitam yang masih kaku untuk tidak berbicara formal kepada Ling Feng. Ling Feng tersenyum menganggukkan kepalanya lalu berkata.
“Baiklah aku mengerti. Mulai dari sekarang, Mohon kerja samanya Paman Gui.” Ucap Ling Feng tersenyum tipis.
>>>>>>______
Dua Jam Kemudian
“Fyuhhhhh selesai juga.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum puas setelah berhasil membuka formasi tersebut.
“Apakah kami perlu ikut ke dalam bersamamu Feng’er?” Ujar Hei Gui bertanya kepada Ling Feng. Dirinya telah mengubah wujudnya menjadi seorang manusia, karena Ling Feng meminta hal tersebut supaya tidak memakan tempat karena tubuhnya yang memang besar.
Ling Feng sedikit memutar kepalanya menoleh ke arah Hei Gui lalu berkata, “Tidak perlu Paman. Aku sendiri saja sudah cukup untuk masuk ke dalam.” Jawab Ling Feng tersenyum sekilas kepada Hei Gui lalu dirinya pun masuk ke dalam formasi tersebut.
Menyadari raut wajah rumit Hei Gui, Long Tian pun berkata, “Tidak perlu di pikirkan, Feng’er memang seperti itu. Cukup di bawa santai saja dan sebagai gantinya kita berjaga saja di sini selagi dirinya berfokus untuk menyatu dengan warisan dari tuan penguasa.” Ucap Long Tian tanpa beban lalu menutup kedua matanya.
“Santai sih santai, tapi bukankah kau terlalu santai saudara.” Celetuk To Mu seraya mendelik tajam ke arah naga kecil yang tengah berbaring santai melingkari tubuhnya di sebuah batu dekat sana. Mendengar nada bicara To Mu, Long Tian pun membuka kedua matanya seraya menoleh ke arah To Mu yang terlihat jelas memasang raut wajah kesal.
“Tidak perlu marah-marah seperti itu, lagipula aku sudah memasang persiapan disekitar ruangan ini dan juga di tangga pertama menuju ruangan ini. Sekalipun ada yang mencoba untuk datang kemari, aku bisa langsung mengetahuinya. Terlebih lagi, memangnya apa yang bisa di lakukan oleh penyusupnya jika menghadapi kita bertiga sekaligus.” Jelas Long Tian dengan percaya dirinya.
>>>>>>______
Langit-langit Pulau Ujung Benua
“Apakah kita hanya akan diam di sini saja jendral?” Tanya sosok berpenampilan mengerikan kepada pria bertopeng yang tengah menatap lurus ke arah sebuah lubang besar di bawahnya.
“Jika kalian ingin mati saat ini juga, coba saja masuk ke dalam lubang itu.” Ucap Lu Xifa dengan santainya mempersilahkan dua komandan iblis tersebut. Mendengar Lu Xifa berkata seperti itu tentu membuat keduanya terkejut sekaligus merasa penasaran.
Mereka saling pandang lalu komandan iblis yang tadi berkata pun langsung meminta maaf kepada Lu Xifa. Pria bertopeng itu menganggukkan kepalanya seraya berkata, “Jika kalian lihat baik-baik, ada sebuah formasi terpasang di pintu masuk. Jika kalian ketahuan, binatang buas yang berada di dalam lubang tersebut akan keluar dan menghabisi kalian tanpa sisa.” Jelas Lu Xifa dengan tenang membuat kedua komandan iblis itu pun tersentak ketika mendengarnya.
Pasalnya mereka tidak menyadari ada sesuatu yang aneh dari lubang yang menuju ke bawah tanah itu. Jika memang seperti yang dikatakan oleh sang jendral, maka riwayat mereka benar-benar akan tamat saat ini juga. Sementara itu Lu Xifa sudah tidak bisa berhenti tersenyum di balik topengnya. Lebih tepatnya ia seperti tengah menunggu sesuatu.
“Sepertinya memang sudah mustahil untuk mendapatkan warisan dari tuan penguasa. Jika sudah begini maka tidak ada lagi yang harus di lakukan kecuali membuat persiapan lebih cepat dari yang di jadwalkan.” Batin Lu Xifa seraya menatap lubang dimana Ling Feng dan Long Tian masuk sebelumnya.
“Kalau tidak salah namanya Ling Feng ya.... Hehehehe, aku menunggu dimana pertemuan kita akan datang.” Gumam pelan Lu Xifa lalu berbalik dan berkata kepada dua komandan iblisnya dan berkata, “Kita akan kembali.” Ujar Lu Xifa yang membuat kedua komandan iblis itu membelalakkan kedua matanya terkejut tentunya.
“T-tentang misinya tuan jendral?” Ujar salah satu komandan membuat Lu Xifa yang hendak pergi dari sana pun mendadak berhenti membuat dua komandan iblis itu refleks menegang tubuhnya lalu menundukkan kepalanya masing-masing.
“Aku mempunyai banyak hal yang di benci. Salah satunya adalah harus mengulang perkataan yang telah aku ucapkan sebelumnya.” Ujar Lu Xifa dengan nada riang, namun terdengar horor di telinga kedua komandan iblis tersebut. Tubuh keduanya pun sudah tidak berhenti bergetar dengan keringat dingin yang telah mengalir deras di dahinya.
“M-mohon ampun tuan jendral.” Ujar kedua komandan iblis tersebut dengan suara bergetar dan telah bersujud di hadapan Lu Xifa yang sudah menatap dingin mereka berdua.
“Aku maafkan kalian. Sebagai gantinya kalian masing-masing kehilangan dua lengan kalian. Apakah kalian keberatan dengan keputusan ku.” Ucap Lu Xifa dengan nada bicara sangat dingin disertai aura membunuh yang sangat menusuk.
“K-kami tidak keberatan.” Jawab kedua komandan iblis itu serempak sembari mengigit bagian bawah bibirnya menahan teriakan dari mulut masing-masing, karena rasa sakit yang menjalar dari kedua lengan mereka.
“Tidak ada kesempatan kedua. Berikutnya kepala kalian yang akan hilang.” Ujar Lu Xifa lalu berbalik dan menarik kembali niat membunuh pada dua komandan iblis tersebut.
“Terima kasih jendral, karena sudah mengampuni nyawa kami yang rendahan ini.” Ujar kedua komandan iblis itu serempak, lalu mengikuti Lu Xifa tanpa berkata sepatah kata pun pergi dari sana.
>>>>>>______
Kembali Kepada Long Tian dan Yang Lainnya
“Heummmm...?” Ujar Long Tian tiba-tiba membuka salah satu matanya dan memasang ekpsresi wajah serius ketika merasakan aura yang samar-samar tersebut. Hei Gui yang menyadari itu pun langsung bertanya kepadanya, “Ada apa saudara?” Tanya Hei Gui yang menyadari raut wajah Long Tian yang mendadak serius. To Mu juga menyadarinya, namun dirinya lebih memilih untuk diam saja menunggu jawab dari naga kecil tersebut.
“Aku tiba-tiba merasakan sesuatu yang samar.” Jawab Long Tian terdengar ambigu di telinga Hei Gui dan To Mu.
“Sesuatu yang samar? Apa maksudmu Saudara?” Ujar To Mu bertanya balik, karena merasa tidak mengerti ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Long Tian. Namun gelengan kepala Long Tian membuat keduanya pun benar-benar di buat bingung sekaligus penasaran.
“Mungkin hanya perasaan mu saja saudara.” Ujar Hei Gui berpendapat walaupun dirinya juga penasaran akan hal samar yang di maksud oleh Long Tian.
“Hoaaaaammmm... Ya, mungkin saja memang begitu.” Gumam Long Tian seraya merenggangkan tubuhnya yang kaku. Ia lalu melirik ke arah formasi tersebut seraya berkata, “Apakah Feng’er masih belum bergerak dari sana?” Tanya Long Tian yang dianggukki oleh keduanya.
“Sejak ia pertama kali masuk ke sana, dirinya belum beranjak dari tempat ia berdiri sekarang.” Jawab To Mu yang dianggukki oleh Long Tian. Sementara itu Hei Gui sudah terlihat panik, karena merasa telah terjadi sesuatu yang buruk sampai-sampai membuat Ling Feng tidak bergerak seinci pun dari pertama kali ia masuk ke dalam formasi tersebut.
“Tenang saja. Jika itu Feng’er, dirinya pasti baik-baik saja. Kita tunggu dan percaya saja di sini.” Ujar To Mu menyadarkan Hei Gui yang tenggelam dalam lamunan negatifnya.
“Benar itu, daripada berpikiran aneh-aneh tidak jelas, lebih baik temani aku menikmati arak ini.” Kata Long Tian membuat To Mu dan Hei Gui menoleh ke arah naga kecil yang entah sejak sudah ada dua botol arak tersedia dan satunya sedang ia teguk.
“Kamu masih saja tidak berubah ya saudara. Bahkan setelah puluhan ribu tahun lamanya kamu masih tidak bisa jauh dari arak.” Ucap Hei Gui seraya menggelengkan kepalanya. To Mu yang mendengar itu memutar bola matanya malas lalu berkata, “Ya mau bagaimana pun ia hanya penggila arak saja.” Ucap To Mu lalu duduk bersimpuh di sebelahnya diikuti oleh Hei Gui.
Tepat ketika dirinya hendak meneguk arak tersebut, To Mu menyadari sesuatu dari arak tersebut. “Tunggu?! Arak ini, bukankah arak yang di simpan oleh Feng’er?! Bagaimana kamu bisa mengambilnya saudara?!” Ujar To Mu yang terkejut ketika menyadarinya.
“Shutttt... Jangan berisik. Nanti didengar oleh yang punya.” Kata Long Tian berbisik pelan. “Aku menggunakan cincin ruang Feng’er yang aku pinjam untuk bisa mengelabui segelnya. Perlu beberapa usaha untuk mengambil nya tahu.” Jawab Long Tian tanpa beban membuat To Mu dan Hei Gui tidak bisa berkata apa-apa lagi mengenai tingkah Long Tian yang benar-benar di luar dugaan mereka.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.