
Yang Sun yang menundukkan kepalanya pun berkata, “Minggirlah. Aku tidak punya urusan dengan mu. Tetua Ling sudah memanggil kami untuk segera kembali.” Ucap Yang Sun yang kembali melangkah mengambil jalan lain, namun langsung di tahan oleh pemuda yang di tengah dan langsung mendorong Yang Sun ke belakang menggunakan Qi nya membuat Yang Sun mungkin akan jatuh cukup keras dan berakhir terluka, jika tidak di tahan oleh Ling Feng.
“Eittss... Tunggu dulu, jangan terburu-buru kembali ke puncak. Bukankah jarang-jarang kita saling bertemu, tidakkah kita harus sedikit berlatih saat ini.” Ucap pemuda tersebut dengan nada mengejek dan di sambut oleh tawa mengejek oleh pengikut dari pemuda tersebut.
“Oi... Bukankah tindakan mu terlalu berlebihan, jika sampai menggunakan Qi?” Ucap Ling Feng terang-terangan menggunakan nada tidak suka kepada pemuda yang hendak mencelakai Yang Sun. Ucapan Ling Feng tentunya membuat pemuda yang membully Yang Sun langsung meliriknya tidak senang.
“Siapa kau berani-beraninya ikut campur urusanku?” Ucap pemuda itu tidak senang dengan nada ucapan Ling Feng yang baginya itu sama saja dengan menentangnya.
Ling Feng bangkit setelah membantu menahan Sang Yun, namun pada saat Ling Feng hendak melangkah ke depan, pergelangan tangannya di tahan oleh Sang Yun. Ling Feng melirik ke arah Sang Yun seraya tersenyum tipis memberi isyarat bahwa semua akan baik-baik saja seraya mengurai tangan Sang Yun yang memegang pergelangan tangannya.
Ling Feng lalu berdiri di hadapan pemuda yang tadi mengejek Sang Yun. Melihat Ling Feng yang begitu santainya berdiri di hadapan dirinya, membuat pemuda sombong tersebut tidak merasa senang dengan Ling Feng. “Oi sampah, aku bertanya kepadamu, kenapa kau malah mengabaikan nya?” Ucap pemuda tersebut dengan nada angkuh serta tidak senang.
Ling Feng terkekeh mengejek ketika mendengar hal itu, melihat Ling Feng yang tertawa, membuat orang-orang yang berada di belakang pemuda itu hendak maju ke arah Ling Feng, namun pemuda yang merupakan pemimpin dari mereka mencegah orang-orangnya untuk maju.
“Kau bertanya kenapa? Bukankah jawabannya sudah jelas. Untuk apa menanggapi sekelompok anjing yang bisanya cuma menggonggong.” Ucap Ling Feng yang tanpa pikir panjang langsung terus terang mengejek pemuda angkuh tersebut beserta orang-orang yang mengikutinya.
“Kurang ajar! Berani-beraninya kau menghina tuan Nang Li. Asal kau tahu ya, pemuda tampan yang berdiri di hadapan mu saat ini adalah cucu dari Tetua Nang, salah satu tetua Sekte Naga Langit, dan kau telah berani menghina tuan muda Nang Li, maka tidak ada lagi jalan bagimu di sekte ini.” Ucap salah satu pengikut dari pemuda angkuh yang berdiri di hadapan Ling Feng. Pemuda angkuh yang bernama Nang Li itu langsung membusungkan dadanya, merasa sangat sombong. Ling Feng sendiri memandang jijik pemuda yang berdiri di hadapannya saat ini, lebih tepatnya ia merasa jijik ketika mendengar kata ‘tampan’ yang kenyataannya berbanding terbalik saat ini.
“Sudahlah~, sudahlah~, kalian terlalu memuji diriku. Seperti yang kau dengar wahai sampah. Namaku adalah Nang Li cucu dari Tetua Ling yang menjabat di Sekte Naga Langit.” Ucap Nang Li dengan sangat angkuh membusungkan dadanya dan menyeringai mengejek ke arah Ling Feng. Ia berpikir bahwa Ling Feng akan merasa takut ketika mendengar nama kakeknya, namun secara tidak terduga Ling Feng berkata lain.
“Lalu?” Satu kata yang keluar dari mulut Ling Feng membuat Nang Li terkejut akan reaksi datar Ling Feng. “K-kau bilang apa tadi? Lalu?!” Kata Nang Li yang terkejut akan reaksi Ling Feng yang ternyata sangat datar.
“Memangnya kenapa kalau kau cucu dari tetua sekte ini? Apakah aku harus takut begitu, kah.” Ucap Ling Feng yang acuh tak acuh membuat Nang Li menggertakkan giginya, merasa terhina dengan Ling Feng yang masih bisa bersikap angkuh. “Kepa*at! Berani-beraninya kau bersikap acuh tak acuh kepada tuan ini!” Teriak Nang Li yang kini benar-benar marah, karena merasa terhina akan tindakan Ling Feng.
“Kalian semua hajar bocah angkuh ini! Hajar sampai ia tidak bisa bergerak selama seminggu penuh!” Teriak Nang Li memberikan perintah kepada pengikutnya. Sontak empat pengikutnya yang di belakang langsung bergerak cepat mengelilingi Ling Feng.
Ling Feng tersenyum tipis menanggapi hal itu, Sang Yun yang sudah bangkit memegang pakaian Ling Feng dan sedikit menariknya, Ling Feng yang menyadari itu sekali lagi tersenyum tipis menenangkan Sang Yun. Ling Feng berkata tanpa suara, namun dapat dipahami oleh Sang Yun.
“Ingin membuatku tidak bisa bergerak selama seminggu?” Ucap Ling Feng dengan nada meremehkan mengulang perkataan Nang Li. Salah satu anak buahnya pun langsung menerjang ke arah Ling Feng dengan tinju yang terkepal dan Qi yang sudah terfokuskan di tinjunya.
“Rasakan ini!” Teriak anak buah dari Nang Li. “Feng cepat menghindar!” Teriak Yang Sun memberitahunya, akan tetapi Ling Feng sama sekali tidak bergeming, ia hanya menatap remeh, lalu mengangkat satu tangannya dan...
“Ehhh.” Kata yang refleks keluar dari mulut seluruh orang yang berada di sana. “Apa ini? Kau ingin membuat ku tidak bisa bergerak selama seminggu hanya dengan serangan seperti ini?” Ucap Ling Feng dengan nada meremehkan langsung mencengkram tinju anak buah Nang Li sampai terdengar suara retakan yang sangat jelas dari tangan anak buah Nang Li.
Kraaakkkk
Nang Li dan ketiga anak buahnya yang tersisa merasakan linu di pergelangan tangan mereka ketika mendengar suara retakan itu dan teriakannya. Bahkan Yang Sun yang melihat itu terkejut bukan main.
“Akhhhh......!!! Tanganku! Tanganku! Sakit! Sakit! Lepaskan! Lepaskan tanganku!” Teriak anak buah Nang Li sangat mengenaskan meronta-ronta. Ling Feng tidak melepaskannya, sebaliknya ia langsung meraih pergelengan tangan lainnya pengikut Nang Li dan melakukan hal yang serupa.
Kraaakkkk
“Akkkkhhhhh! Tidak! Tidak! Ampuni aku! Ampuni aku! Aku salah! Aku bersalah! Oleh karena itu ampuni aku tolong!” Teriaknya seraya menangis-nangis memohon kepada Ling Feng. Melihat Ling Feng yang ternyata sangat kuat, membuat Nang Li dan ketiga anak buahnya yang tersisa bergetar ketakutan. Bahkan ketiga anak buah Nang Li yang awalnya mengitari Ling Feng, kini langsung berpindah tempat berlindung di belakang Nang Li yang tidak jauh berbeda dengan mereka, merasa ketakutan.
Setelah menghancurkan kedua pergelengan tangan anak buah Nang Li yang pertama, Ling Feng melepaskannya. Sontak orang tersebut langsung jatuh tersungkur, karena sudah tidak kuat untuk berdiri saking sakitnya kedua tangannya itu. Ling Feng lalu melirik ke arah Nang Li dan ketiga anak buahnya yang tersisa. Sontak Nang Li dan ketiga anak buahnya itu langsung refleks melangkah mundur ketika mendapati tatapan tajam dari Ling Feng.
“K-kau... Aku adalah Nang Li cucu dari Tetua Nang. J-jika kau berbuat s-sesuatu kepada ku, k-kakek ku pasti akan menghabisi mu loh.” Ucapnya berusaha untuk mendominasi Ling Feng, walaupun saat ini sudah ketakutan setengah mati melihat Ling Feng yang begitu santainya menghancurkan lengan seseorang.
Ling Feng langsung tertawa ketika mendengar Nang Li yang berusaha untuk menakut-nakutinya menggunakan nama kakeknya. “Oh ayolah... Kau ini mengatakan hal yang tidak perlu lagi. Bukankah aku sudah berkata tadi, memangnya kenapa kalau memang kakek mu itu di sini? Toh jika memang ia di sini, aku tetap tidak akan berhenti loh.” Ucap Ling Feng sangat jelas terdengar di telinga Nang Li dan anak buahnya.
Sontak ketiga anak buahnya yang mendengar itu, tanpa pikir panjang langsung pergi dari sana meninggalkan Nang Li yang masih berdiri bergetar di sana, namun Ling Feng tidak semurah hati itu, membiarkan ketiganya pergi begitu saja. Dalam sekejap, ketiga pemuda yagn awalnya sudah berpencar, langsung Ling Feng bawa kembali dalam sekejap. Bukan hanya itu saja, Ling Feng bahkan dengan tanpa ampun menghajar ketiganya sama mengenaskanya dengan orang yang pertama.
“Baiklah... Karena kalian berniat untuk membuat ku tidak bisa bergerak selama satu minggu, sebagai balasanya akan ku buat kalian tidak bisa bergerak selama dua minggu atau bahkan bisa lebih.” Ucap Ling Feng tanpa beban kepada keempat anak buah Nang Li yang tersungkur di tanah.
Yang Sun yang melihat Ling Feng yang dengan mudahnya menghajar keempat anak buah Nang Li yang bahkan dirinya saja kesulitan untuk melawan satu orangnya saja. Benar-benar merasa takjub. Ia tidak menyangka bahwa Ling Feng akan sekuat itu. “Hebat sekali. Benar-benar Sangat Kuat.” Gumam Yang Sun takjub kepada Ling Feng.
“Baiklah anak buah mu telah selesai, sekarang bagaimana aku harus mengurus mu ya.” Ucap Ling Feng melemaskan kedua telapak tangannya, membuat Nang Li langsung jatuh tersungkur ke tanah, saking takutnya ketika melihat Ling Feng.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.