
“Bunuh semua manusia! Bunuh semua manusia!” Teriak pasukan mengikuti postur tubuh Lu Xong yang mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan langsung berbondong-bondong masuk ke dalam ke dalam formasi teleportasi. Lu Xong pun melirik Lu Sii dan berkata, “Lu Sii kau yang bertugas menjadi komandan dari pasukan ini. Mengamuklah sesuka mu.” Ucap Lu Xong.
“Baiklah kak dengan senang hati ku terima tugas ini. Sudah sangat lama rasanya aku tidak mengamuk seperti ini. Tubuh ku sudah menjerit keras ingin memakan daging manusia.” Timpal Lu Sii menyeringai lebar dan tertawa menyeramkan. Lu Xong membalasnya dengan seringai dan berkata, “Ya lakukan sesuka mu.” Ucap Lu Xong.
“Kalau begitu... Aku pergi dulu kak. Saudara Seen aku duluan ya~ kekeke...” Kata Lu Sii pamit lalu melirik saudaranya dan sedikit menggodanya, karena Lu Seen memperlihatkan raut wajah gelap terlihat sangat ingin juga terjun langsung dalam penyerangan.
Lu Sii melangkah santai seraya memejamkan matanya masuk ke dalam formasi teleportasi dan menghilang begitu dalam sekejap berpindah ke kota Cheng Du, seharusnya. Pada saat ia baru saja sampai, dirinya langsung di kejutkan dengan niat membunuh yang sangat dekat dengan dirinya, Lu Sii dengan sigap tanpa kesulitan sedikitpun langsung menghindar dengan gerakan sangat lentur seraya menarik pedangnya dan menangkis serangan yang menuju ke arahnya.
Shringggg
Ctangggg
Terlihat Lu Sii dengan sosok manusia berzirah perang saling mendorong. Ketika ia melihat sosok yang menyerangnya, kedua matanya terbelalak terkejut melihat orang tersebut sangat familiar dalam pandangannya. “Kau... Bagaimana mungkin kau bisa ada di sini?!” Lu Sii mengajukan pertanyan kepada sosok manusia berzirah tersebut, karena terkejut bukan main malah melihat kehadirannya.
“Terlebih lagi dimana ini?! Kenapa aku bisa ada di sini?! Bukan kota Cheng Du?!” Ujar Lu Sii juga menyapu pandangan nya, yang mana dirinya saat ini tidak berada di dalam wilayah kota Cheng Du. Melainkan hamparan padang rumput yang sangat luas sejauh mata memandang. Sosok berzirah perang itu terkekeh mengejek ketika mendengar pertanyaan tersebut, namun ia tetap menjawabnya. “Kenapa aku harus tidak ada di sini, aku adalah jendral Kota Cheng Du. Sebagai jendral kota, bagaimana bisa aku diam saja di saat kalian ingin mengacaukan Kota Cheng Du.” Kata sosok manusia berzirah itu yang tidak lain adalah jendral kota. Mendengar hal itu, Lu Sii menggertakkan giginya, dan Jendral kota langsung memanfaatkan hal itu untuk langsung melakukan serangan balik.
Ia secara tiba-tiba mendorong Lu Sii, yang membuat Lu Sii refleks ikut mendorong juga supaya tidak terbawa arus, namun ia termakan oleh trik jendral kota, dimana jendral kota langsung menarik kembali kekuatan nya membuat Lu Sii terhuyung ke depan kehilangan keseimbangan tubuhnya. Jendral kota langsung memanfaatkan hal itu melakukan serangan balik menghempaskan Lu Sii.
“Ughkkk sial... Aku lengah.” Gumam Lu Sii bertumpu satu kaki memegangi bagian perutnya yang terkena serangan tebasan jendral kota. “Apa ini... Jadi hanya segini saja kekuatan dari salah satu petinggi iblis bersaudara yang hendak menyerang kota kami.” Ucap jendral kota dengan nada mengejek berniat untuk memprovokasi Lu Sii.
“Kau mengetahui siapa kami?!” Lu Sii terkejut mengetahui identitas nya telah diketahui oleh jendral kota. Bukan hanya dirinya saja, mendengar kata bersaudara, mungkin saja ia sudah mengetahui saudara-saudara nya yang lain. Tidak, bukan mungkin lagi, faktanya ia benar-benar sudah mengetahuinya semuanya.
“Ya tidak terlalu banyak, petinggi dari kelompok mu ada empat termasuk dengan mu, satunya mendapatkan tugas untuk menyamar ke kota untuk mengumpulkan informasi dan sisanya mempersiapkan penyerangannya. Upss... Aku bicara terlalu banyak. Tolong lupakan yang aku katakan, dan kita bertarung saja sampai diantara kita ada yang terbunuh.” Ucap jendral kota tanpa beban lalu kembali melesat menyerang Lu Sii kembali lagi.
Lu Sii hanya bisa memikiran satu hal mengenai yang terjadi di sini. “Sial...! Bagaimana mungkin informasi kami bisa bocor di saat hari penyerangan?!” Batin Lu Sii tidak bisa fokus, karena jendral kota terus-menerus menekannya dengan serangan yang jauh lebih berbobot dari sebelum-sebelumnya.
“Aku harus segera mengabari kakak.” Batin Lu Sii hendak mengirimkan transmisi suara kepada Lu Xong dan Lu Seen, namun sesuatu yang tidak terduga terjadi, ia tidak bisa mengirimkan transmisi suara, lebih tepatnya ada semacam penghalang yang membuat transmisi suara yang ia kirimkan terpental.
Lu Sii pada saat itu baru menyadari bahwa ada sebuah penghalang besar yang membelenggu pasukannya. Ia lalu melirik ke arah jendral kota yang menatapnya seraya tersenyum. “J-jangan bilang...” Ucapan Lu Sii yang dapat di dengar oleh jendral kota.
“Teknik Pedang Air Gerakan pertama: Roda Air berputar.” Ucap jendral kota mengeluarkan teknik berpedangnya. Ayunan yang sangat tenang diiringi dengan mengalirkan qi ke dalam pedangnya, membentuk roda air yang dengan cepat melesat berputar cepat ke arah Lu Sii.
Swossshhh
“Ckkkk sial... Teknik Pedang Iblis Gerakan Pertama: Api Melahap Bumi.” Lu Sii yang juga mengeluarkan teknik berpedangnya, lalu mengayunkan cepat ke arah serangan jendral kota. Elemen Api dan Air pun beradu menciptakan ledakan yang cukup kuat diiringi dengan kabut putih yang sangat tebal menyusul.
Caaashhhh
Tidak berhenti di situ, jendral kota langsung berlari cepat menembus kabut putih tebal itu, begitu pula dengan Lu Sii yang tidak bisa lagi, untuk tidak fokus menghadapi jendral kota yang sudah mulai serius. Adu pedang diantara keduanya pun tidak terelakan.
“Hohhh... Kau akhirnya serius juga menghadapi ku. Kalau begitu, maka aku tidak akan sungkan lagi untuk membunuh mu.” Ucap jendral kota memberikan serangan kejutan, dan langsung melancarkan serangan cepat. Lu Sii juga tidak mau kalah, ia langsung dengan cepat berusaha untuk mengimbangi teknik berpedang jendral kota yang terlihat cepat dan liar dalam sudut pandangnya.
Walaupun terlihat bahwa Lu Sii tertekan, namun ia tidak mendapatkan luka sama sekali dari adu pedang dengan jendral kota. “Teknik berpedangnya tidak mempunyai titik tetap dan selalu berubah-ubah seiring berjalannya situasi yang ia alami.” Gumam Lu Sii mengambil kesimpulan ketika melihat langsung teknik berpedang jendral kota.
“Sepertinya kau menyadari inti dari teknik berpedang ku ya. Tidak kusangka ada ras iblis yang mempunyai mata jeli sampai dapat melihat teknik berpedang abstrak ku.” Ucap jendral kota sekali lagi menjaga jarak. “Teknik berpedang mu tidak mempunyai titik tetap, dan akan berubah tergantung lawan yang akan kau hadapi. Kau juga mempunyai mata yang jeli, untuk menilai hal itu. Dapat kupastikan teknik berpedang mu lahir, hasil dari kemampuan mata mu yang jeli.” Ucap Lu Sii. Membuat jendral kota terkekeh pelan.
“Ternyata masih ada bangsa iblis yang menggunakan otaknya ya.” Ucap jendral kota terkekeh kecil lalu kembali menyerang.
Ctangggg
“Kalau begitu mari tentukan siapa yang mempunyai mata lebih jeli diantara kita.” Ucap jendral kota menyeringai lebar disertai aura yang sangat kuat lepas dari dalam tubuhnya.
>>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.