Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Malam yang Membosankan


Zhi Yang pun langsung membalas sapaan Ling Feng dengan melakukan gerakan yang sama dan bertanya kembali lagi. “Kalau boleh tahu, Tuan Feng dan muridnya hendak apa ke kota?” Tanya Zhi Yang kepada Ling Feng.


“Kami hanya singgah untuk mengisi ulang perbekalan kami yang sudah mulai menipis sebelum melanjutkan perjalanan kembali.” Jawab Ling Feng yang tentunya hanya alasan saja.


>>>>>>______


“Oh, jadi Tuan Feng itu berasal dari luar Kekaisaran Wu?” Tanya Zhi Yan yang dianggukki oleh Ling Feng. Baik diri nya, maupun Hao Xiang sama-sama berasal dari Kekaisaran yang sama, yaitu wilayah Kekaisaran Han. Tentu Ling Feng tidak mengatakan berasal darimana diri nya, sekalipun di tanya ia akan menjawab nya dengan samar-samar, mengingat dirinya masih tetap waspada pada Zhi Yan, jadi untuk mencegah hal yang tidak di inginkan, ia sebisa mungkin untuk menjawab nya dengan singkat.


“Kalau begitu, apakah Tuan Feng pernah singgah di Kota suma?” Tanya Zhi Yan dan sontak membuat Ling Feng sedikit aneh ketika mendengar hal itu, lebih tepatnya ia tidak terlalu mengerti, alasan mengapa wanita tersebut seperti ingin mengenal dirinya lebih jauh. Terlebih lagi Ling Feng tidak bisa menganggap remeh wanita di depannya ini, karena ia lebih pandai dari yang ia duga.


Menyadari tatapan Ling Feng menjadi waspada kepadanya, Zhi Yan pun langsung berkata kembali, “Ah jangan salah paham Tuan Feng, aku tidak bermaksud menyelidiki mu atau semacamnya, aku hanya penasaran saja tentang kebenaran rumor ledakan besar yang terjadi di Kota Suma. Apakah benar atau tidaknya. Aku sudah pernah singgah di kota itu beberapa hari yang lalu, namun ketika mencoba untuk mencari informasi mengenai kebenaran dari rumor tersebut benar-benar sangat sulit.” Jelas Zhi Yan.


“Ya aku pun tidak mengetahui jelas apa yang terjadi saat itu, tapi jika Nona Zhi bertanya benar atau tidaknya tentang rumor ledakan tersebut, maka aku akan menjawabnya, bahwa itu benar adanya. Kebetulan pada saat aku singgah di kota itu, bertepatan dengan terjadinya ledakan besar itu.” Jawab Ling Feng yang seketika membuat Zhi Yan semakin tertarik untuk mendengar.


“Bisakah Tuan Feng untuk menjelaskannya lebih rinci lagi tentang apa yang terjadi pada saat itu.” Ucap Zhi Yan mengubah nada bicaranya menjadi lebih serius, seraya memberikan hormat kepada Ling Feng.


“Tentu saja. Anggap saja sebagai balas budi ku, karena Nona Zhi telah membantuku.” Timpal Ling Feng. Ling Feng pun mulai menjelaskan tentang kejadian yang terjadi kala itu. Zhi Yan yang berada di hadapan Ling Feng pun mulai menyimak nya dengan seksama, dengan raut wajah serius.


>>>>>>______


“Ya begitulah tentang kebenaran dari ledakan di kota suma. Aku minta maaf, jika informasi yang bisa kausampaikan hanya sebatas ini saja Nona Zhi.” Kata Ling Feng setelah selesai bercerita.


“Tidak, tidak, tidak perlu meminta maaf Tuan Feng. Sebaliknya aku yang berterima kasih, karena sudah mau berbagi informasi tentang apa yang terjadi di kota suma. Informasi yang kamu sampaikan itu benar-benar sangat berharga, mengingat susahnya mencari informasi dari para warga kota suma.” Ujar Zhi Yan seraya melambai-lambaikan tangannya di depan, meminta Ling Feng untuk tidak perlu bersikap seperti itu kepadanya.


“Kalau memang begitu kebenarannya, maka aku senang bisa membantu Nona Zhi dalam penyelidikan nya.” Ujar Ling Feng dengan tenang. Setelah berkata seperti itu, tidak ada percakapan lagi antara keduanya, sampai kemudian waktu pun sudah menunjukkan sore hari. Mengingat sebentar lagi malam akan tiba, mereka pun memutuskan untuk beristirahat, karena perjalanan malam hari sangatlah berbahaya, mengetahui para beast banyak yang aktif berburu pada malam hari.


Orang-orang yang tidak lain adalah para penjaga Zhi Yan, mulai membangun sebuah tenda untuk Zhi Yan. Awalnya Ling Feng sempat di tawari untuk memasang tenda juga, namun dirinya langsung menolak tawaran tersebut.


“Tidak perlu repot-repot Nona Zhi, aku lebih nyaman seperti.” Kata Ling Feng menolak dengan halus tawaran Zhi Yan.


“Kalau begitu aku tidak akan memaksa lagi, dan menghormati keputusan Tuan Feng.” Kata Zhi Yan menganggukkan kepalanya dengan lembut lalu masuk ke dalam tendanya sendiri.


Setelah itu Ling Feng pun memutuskan untuk bersadar di sebuah pohon seraya menatap langit yang kebetulan kala itu sedang cerah, sehingga terlihat begitu banyak bintang yang bersinar terang di sana.


“Xiang’er tolong jaga tubuh guru. Guru ingin berkultivasi terlebih dahulu.” Kata Ling Feng menegakkan postur tubuhnya mengambil sikap lotus bersiap-siap hendak berkultivasi.


“Baiklah guru.” Timpal Hao Xiang singkat seraya menganggukkan kepalanya.


Ling Feng pun mengeluarkan sebuah pil dari cincin ruangnya, lalu menelan pil tersebut. Setelah itu, ia pun mulai memejamkan kedua matanya, fokus untuk menyerap khasiat pil tersebut seraya berkultivasi.


“Oi kucing jadi-jadian.” Panggil Hao Xiang.


“Ada apa bocah. Jangan membangunkan ku jika bukan sesuatu yang penting.” Ujar Ling Laohu dengan singkat.


“Aku tahu kau sedang bosan saat ini, sebenarnya kau tidak bisa fokus tidur, kan.” Ucap Hao Xiang seraya terkekeh kecil. Hao Xiang bisa menyadari itu, karena sedari tadi Ling Laohu tidak bisa diam di atas kepalanya, menyadari itu Hao Xiang yakin, bahwa dirinya tidak bisa tidur saat ini.


“Apa yang kau mau dari ku bocah maniak.” Balas Ling Laohu seraya membuka sebelah matanya.


“Temani aku berlatih. Bukankah itu lebih baik daripada tidak bisa beristirahat sama sekali.” Ucap Hao Xiang.


“Baiklah. Seperti yang kau katakan bocah. Aku juga bosan dan tidak bisa tidur, jadi aku akan menemani berlatih. Juga bersiap-siaplah, aku tidak akan menahan diri walaupun ini hanya berlatih.” Kata Ling Laohu menatap Hao Xiang dengan tajam.


“Malah itu yang kuharapkan, aku akan menendang pantat mu lagi kucing jadi-jadian.” Ujar Hao Xiang seraya menyeringai lebar menatap sinis Ling Laohu. Keduanya pun berjalan beberapa langkah jauh dari Ling Feng yang sedang berkultivasi, Hao Xiang juga meminta Ling Laohu untuk memasang penghalang, supaya Ling Feng dan yang lainnya tidak terganggu dengan latih tanding mereka berdua.


Tentu Ling Laohu tidak menolaknya, ia dengan sigap memasang sebuah formasi penghalang kedap suara di antara mereka berdua. Setelah selesai, Ling Laohu pun mengambil wujud harimaunya, Hao Xiang juga tidak tinggal diam, ia bahkan langsung menggunakan api birunya dan mengubahnya menjadi sebuah pedang.


“Hehhh... Langsung menggunakan api biru, kah... Jadi kau benar langsung serius ya.” Ujar Ling Laohu.


“Kenapa aku harus bersikap tidak serius, ketika lawanku menghadapi ku dengan serius.” Kata Hao Xiang terkekeh pelan.


“Baguslah bocah, jadi aku tidak perlu merasa sungkan untuk membuat mu babak belur.” Ucap Ling Laohu seraya maju menyerang terlebih dahulu. Hao Xiang juga tidak tinggal diam, ia langsung melesat cepat menyerang ke arah Ling Laohu juga.


“Cakar Membelah langit!”


“Teknik Perwujudan Pedang Api Phoenix: Transformasi Burung Phoenix!”


Boooommmmm...?!!


“Tidak buruk bocah. Kau ternyata sudah meningkat. Roaaarrr... Bagus sekali!” Ucap Ling Laohu seraya meraung lalu menerjang kembali ke arah Hao Xiang.


“Mana mungkin aku sama saja kucing jadi-jadian! Memangnya hanya kau saja yang mengalami peningkatan!” Timpal Hao Xiang dan maju menyerang lagi tidak mau kalah. Jual beli serangan antara keduanya pun begitu intens, jika saja tidak ada penghalang di sana, mungkin saja mereka sudah membuat daerah sekitar porak poranda, hanya dalam beberapa menit saja.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.