Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Rencana Meninggalkan Desa


Terlihat seekor kucing gemuk sedang Malas-malasan diatas tempat tidur. Kucing itu adalah Laohu yang berbaring tidak bisa diam diatas tempat tidur tersebut. Tiba-tiba muncul sebuah portal dan Ling Feng keluar dari sana diikuti oleh Hao Xiang. Laohu yang melihat Ling Feng keluar dari portal tersebut langsung melompat ke arahnya. Ling Feng yang baru keluar dari portal tersebut cukup terkejut ketika Laohu melompat kearahnya.


"Kucing gemuk sepertinya kau cukup hidup nyaman beberapa hari ini" ucap Ling Feng mengangkat Laohu dengan kedua lengannya. Laohu sendiri hanya bersikap imut. Namun sayang, sikap imut itu malah terlihat menjijikkan dimata Hao Xiang. Laohu mengalihkan pandangannya ke Hao Xiang lalu menatapnya sinis, Hao Xiang yang melihat tatapan itu entah kenapa merasa sangat kesal dan ingin sekali meremuk-remukkan wajah kucing gemuk itu, namun sayang hal itu tidak bisa dilakukan dikarenakan ada Ling Feng disini.


"Oiii kucing gemuk, aku tanya sekarang. Apakah kau telah melakukan sesuatu belakangan hari ini tanpa kuketahui ?" ucap Ling Feng mendekati Laohu ke wajahnya. Kucing tersebut hanya menghindari tatapan mata Ling Feng dengan membuang wajah kesampingnya.


Ling Feng yang melihat gelagat Laohu yang tidak beres hanya bisa menepuk dahinya. Ia tidak tau apa yang telah dilakukan kucing gemuk ini selama beberapa hari terakhir. Namun memilih tidak ambil pusing tentang apa yang telah dilakukan Laohu beberapa hari ini.


"Sudahlah kita keluar dulu dari rumah" ucap Ling Feng keluar dari kamar tersebut lalu berkata lagi. "Hao Xiang lanjutkan kembali latihannya dan teruskan sampai mencapai tingkat pemahaman sempurna." ucap Ling Feng berjalan keluar dari kamar tersebut. Hao Xiang yang mendengar itu menganggukkan kepalanya dan bertanya kepada Ling Feng.


"Kakak ingin pergi kemana ?" tanya Hao Xiang kepada Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu hanya menjawab.


"Menemui satu lagi tukang buat masalah." kata Ling Feng langsung menghilang dihadapan Hao Xiang bersama Laohu yang berada di pelukannya. Hao Xiang yang melihat itu sangat takjub. Hao Xiang tidak menyangka bahwa Ling Feng bisa melakukan hal seperti itu. Dalam ingatannya terlihat bahwa hal itu bisa dilakukan jika sudah sepenuhnya memahami esensi dari elemen tersebut.


"Kakak memang hebat, tidak salah memang mengikutinya. Sekarang aku sudah bisa berkultivasi, dengan semua ingatan Phoenix dan api khusus ini aku akan menjadi kuat supaya bisa membantu kakak dimasa depan." ucap Hao Xiang bertekad untuk menjadi kuat supaya bisa membantu Ling Feng suatu saat nanti.


"Baiklah saatnya berlatih." ucap Hao Xiang keluar dari kamar menuju halaman rumahnya mengulang metode pelatihan yang sama pasca di dunia jiwa Ling Feng.


Kembali ke Ling Feng


Terlihat ditengah desa tersebut suasana cukup ramai oleh para warga desa yang datang memenuhi panggilan. Lalu disana ada sebuah panggung kecil yang sudah berdiri kepala desa disana.


"Kepala desa ada perlu apa sampai-sampai menggunakan lonceng darurat ? apakah ada serangan lagi ?" ucap salah satu warga desa diangguki oleh yang lainnya.


"Tidak ada penyerangan lagi... Kelompok itu sudah dibasmi habis oleh seorang pendekar tanpa nama yang melakukan hal itu." ucap Kepala desa tersebut. Warga desa yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya.


"Lalu apa yang ingin dibicarakan kepala desa ?" ucap warga desa lainnya. Kepala desa tersebut langsung mengutarakan bahwa ia mempunyai rencana untuk pindah dari desa menuju kota besar yaitu, kota Cheng Du. Para warga desa yang mendengar itu menjadi heran mengapa kepala desa menginginkan kepindahan.


"Kenapa kita harus pindah kepala desa ? bukankah jarak desa menuju kota tersebut sangat jauh ? kenapa perlu repot-repot meninggalkan desa ?" ucap salah satu warga diangguki oleh yang lainnya. Kepala desa yang mendengar itu langsung menjelaskan.


"Kita harus segera pergi dari sini, Pendekar tanpa nama itu mengatakan bahwa yang menyerang kita hanya sekelompok kecil dari bagian kelompok besar yang lainnya. Jika kita menetap disini terus kematian yang akan menghampiri kita." ucap kepala desa menjelaskan. Para warga desa yang mendengar itu langsung berfikir seperti itu juga. Karena, hal itu tidak mungkin bahwa kelompok besar akan diam saja setelah mengetahui kelompok kecilnya telah dibasmi. Begitulah pendapat para warga desa.


"Tetapi kepala desa. Jika kita pindah ke kota tersebut apakah kita akan langsung diterima untuk menetap disana ? Peraturan kota besar sangatlah ketat dan jika kita tidak dapat memenuhi peraturan tersebut, bukankah hal itu sama saja." ucap warga desa tersebut. Para warga yang lainnya yang mendengar itu mulai berfikir seperti itu juga.


"Lalu bagaimana dengan perjalanan kita menuju kesana kepala desa ? bukankah jaraknya akan sangat jauh ? bukan hanya jauh pasti akan banyak bahaya yang tidak terduga ?" ucap salah satu warga desa. Kepala desa yang mendengar itu juga baru memikirkannya.


"Ehhhhh, tentang ini...." kepala desa juga mulai berfikir bagaimana cara bisa selamat dari perjalanan yang terbilang cukup jauh ini.


Ling Feng yang memperhatikan dari jauh sang Kepala desa itu kebingungan dalam mengambil langkah langsung mengirimkan transmisi suara. Kepala desa yang sedang berfikir tersebut tiba-tiba langsung terkejut ketika mendengar suara yang terdengar dikepalanya.


"Tidak perlu khawatir tentang hal itu. Kalian akan ku jamin selamat menuju kota Cheng Du." transmisi suara yang dikirimkan oleh Ling Feng kepada kepala desa tersebut. Kepala desa yang mendengar itu tersenyum percaya kepada langkah yang diambil oleh Ling Feng.


"Terima kasih Pendekar muda." ucap kepala desa tersebut menjawab transmisi suara Ling Ling.


"Tidak perlu sungkan, anggap saja aku membalas Budi atas tentang tumbuhan Suci kegelapan yang kemarin." balas Ling Feng. Kepala desa yang mendengar itu tersenyum kembali.


"Kalian tidak perlu khawatir, Pendekar tanpa nama itu akan menjamin keselamatan kita menuju kota Cheng Du. Sekarang apakah kalian akan mengikutiku pergi dari desa ini ?" ucap Kepala desa kepada para warga desa disana. Warga desa disana yang mendengar itu menjadi saling pandang lalu memutuskan.


"Baiklah kepala desa jika Pendekar tanpa nama itu bisa menjamin keselamatan aku bersedia ikut pindah dari desa ini." ucap salah satu warga. Lalu diikuti oleh yang lainnya.


"Aku juga ikut."


"Aku juga."


"Jangan lupakan aku."


Dan masih banyak lagi teriakan-teriakan yang terdengar. Ling Feng yang melihat itu hanya biasa saja lalu pergi dari sana mencari keberadaan Long Tian yang entah dimana.


"Naga tua sia*an ini sepertinya sedang mabuk-mabukan. Sudah ingin pergi malah harus repot-repot mencarinya." Ling Feng berdecak kesal pergi mencari keberadaan Long Tian.


>>>>> Bersambung


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )


( Blizzardauthor)