Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Eksistensi yang Tidak Terduga


“Tenang saja tidak perlu sepanik itu, kita ini berada di kubu yang sama kok.” Katanya lagi dengan tanpa beban. Selang beberapa detik kemudian, secara tiba-tiba muncul di hadapan semuanya sosok yang mengenakan pakaian serba hitam. Semua pihak yang berada di sana semakin waspada, karena tidak ada yang bisa melihat ranah dari sosok yang tiba-tiba muncul itu.


>>>>>>______


“Kami akan bertanya sekali lagi. Siapa Anda?” Tanya Tetua Han memandang serius kepada sosok yang tiba-tiba muncul itu. Sosok hitam itu tidak mengindahkan pertanyaan Tetua Han sontak langsung mengambil salah satu kursi yang masih kosong di sana, lalu menduduki nya.


Sosok serba hitam itu pun membuka selendang hitam yang membalut wajahnya, memperlihatkan wajah seorang pria yang tidak terlalu muda, tidak juga terlalu tua. Qing Xian dan Lin’er yang melihat wajah itu tentunya terkejut, karena mengenal siapa sosok pria itu.


“Paman Mu?” Ujar Lin’er secara refleks ketika melihat wajah pria misterius itu yang ternyata adalah To Mu. Sontak semua pihak yang berada di sana melirik ke arah Lin’er, dengan pandangan bertanya-tanya.


Mereka lalu beralih kepada Qing Xian, dan Qing Xian pun memperkenalkan To Mu dengan identitas sebagai tetua dari keluarganya yang menemaninya ke Kaisaran Shu. Pada saat itulah perwakilan dari sekte lembah neraka terkejut, karena ia tidak menyangka bahwa To Mu selama ini telah mengikuti rombongannya, namun mereka tidak menyandari keberadaan Pria itu.


Situasi yang awalnya tegang, perlahan mulai kembali membaik. Semua pihak pun kembali duduk di tempatnya masing-masing. Walaupun mereka masih terkejut, karena tidak menyangka bahwa keluarga Qing mempunyai ahli kuat tersembunyi seperti ini.


“Baiklah, kita kembali ke topik pembicaraan tadi. Tuan Mu bilang tadi, bahwasanya Anda mempunyai sebuah cara untuk membedakan antara manusia dan ras iblis. Kalau boleh tahu, bisa Anda jelaskan kembali apa maksud dari perkataan Anda tadi?” Ujar Raja Shu dengan nada sopan tentunya.


“Xian’er. Apakah ada sesuatu yang di titipkan oleh pemuda itu kepadamu?” Tanya To Mu yang membuat Qing Xian bingung, lalu menggelengkan kepala nya.


“Tidak ada paman. Feng tidak menitipkan apapun kepadaku sebelu...” Perkataan Qing Xian tiba-tiba terhenti, karena secara tiba-tiba cincin ruangnya miliknya menimbulkan getaran. Qing Xian sontak mengangkat tangannya tersebut, dan secara tiba-tiba tanpa ia melakukan apapun, sebuah benda berbentuk lingkaran keluar secara tiba-tiba dari cincin ruangnya.


Benda lingkaran itu mempunyai dua buah jarum yang saling berlawanan, yang mana satunya kecil dan satunya lagi besar (Anggap saja kompas). Qing Xian yang terkejut pun mengambil benda tersebut, pasalnya ia tidak mengingat mempunyai artefak semacam itu di dalam cincin ruang nya.


“Benar benda itu. Berikan benda itu kepada ku Xian’er.” Pinta To Mu kepada Qing Xian. Qing Xian menganggukkan kepalanya, lalu mendekati To Mu memberikan benda tersebut kepadanya. Semua orang yang di sana pun memandang benda lingkaran itu, sekilas terlihat hanya seperti benda biasa saja, dan bukanlah sesuatu yang istimewa.


“Benda ini bernama kompas kebenaran, dengan adanya benda ini, kita bisa membedakan keberadaan ras iblis, walaupun saat ini ia sedang menyamar sebagai manusia.” Ujar To Mu menyampaikan kegunaan dari benda tersebut.


“Ini... Jika Anda mengetahui benda apa ini, apakah anda bisa menggunakannya?” Tanya Raja Shu.


“Ya aku bisa menggunakannya, lagipula tidak sulit bagiku untuk menggunakan benda ini.” Ujar To Mu dengan tenang. Semua orang yang berada di sana saling pandang, pasalnya mereka merasa ragu tentang kebenaran dari benda tersebut.


Tentunya To Mu menyandari bahwa beberapa pihak merasa ragu tentang kegunaan dari benda tersebut, namun dirinya memilih diam saja, dan langsung menunjukkan cara menggunakan nya. To Mu pun mengalirkan Qi nya ke dalam kompas tersebut, beberapa detik kemudian, kompas itu pun bersinar cerah dan sebuah gambar yang tidak lain adalah peta muncul tepat di hadapan semua pasang mata di sana.


Terlihat di dalam peta tersebut ada banyak titik biru, namun juga ada beberapa titik berwarna merah yang berdekatan dengan titik biru. Melihat titik biru dan merah itu saja mereka sudah paham tanpa perlu di jelaskan lagi, bahwasanya titik biru adalah manusia dan untuk titik yang berwarna merah adalah ras iblis.


“Sial mereka benar-benar berbaur dengan manusia di sekitar.” Ucap salah satu tetua menggebrak meja cukup kuat, merasa marah.


“Tentu saja langsung bunuh semuanya.” Ujar To Mu dengan seringai dingin muncul di wajahnya. Semua pihak pun menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang dikatakan oleh To Mu. Para tetua dari tiap-tiap sekte pun langsung memberikan transmisi suara kepada murid-muridnya, dengan perintah melenyapkan ras iblis yang sedang menyamar itu dengan satu kali serangan.


“Paman Mu. Aku tidak menyangka kamu akan turun tangan langsung. Bahkan sampai datang kemari.” Ujar Lin’er seraya mendekati To Mu.


“Ya sebenarnya, ini perintah dari kakakmu. Sebelum ia masuk ke dalam tanah rahasia, kami sudah menyusun rencana untuk menghadapi situasi ini.” Jelas To Mu yang membuat ketiga wanita itu terkejut, tidak menyangka bahwa semua yang terjadi saat ini sudah termasuk dalam rencana Ling Feng.


“Lalu tunggu apa lagi paman. Ayo kita bunuh semua iblis menjijikan ini.” Kata Lin’er yang sudah bersemangat. Bahkan kedua matanya sudah berbinar-binar tidak sabar. To Mu yang mendengar itu hanya terkekeh, lalu menepuk-nepuk pelan puncak kepala gadis kecil itu.


“Untuk apa repot-repot melakukan hal itu.” Kata To Mu dengan tenang, seraya tersenyum tipis di wajahnya membuat ketiga wanita itu bingung dengan reaksi tenang Pria tersebut. Tepat setelah berkata seperti itu, secara tiba-tiba terdengar suara teriakan yang bergema.


“Akhhhh.... Sia*an!”


“B-bagaimana mungkin?! Padahal kami sudah menutupinya sangat rapih!”


“Akhhh... Tidak! Tidak!”


Teriakan demi teriakan pun terdengar sangat jelas membuat ketiga wanita itu langsung berlari keluar tenda. Terlihat di luar tenda, keadaannya telah benar-benar cukup kacau, dengan beberapa orang berpakaian serba hitam tiba-tiba muncul dan menyerang secara acak membuat semua orang yang berada di sana terkejut, dengan hal itu.


Bahkan tidak sedikit ada yang merasa sangat marah kepada rombongan sosok hitam itu, karena menyerang secara membabi buta, namun ketika manusia yang di bunuh oleh sosok hitam itu memancarkan aura yang sangat menjijikan, barulah mereka semua sadar bahwa orang-orang yang dibunuh itu adalah sosok iblis yang menyamar.


Semua orang yang awalnya tidak bereaksi, karena kejutan itu, langsung memahami situasinya dan membantu penyerangan itu, dengan cara menanyakan tentang siapa lagi yang harus di bunuh. Tentunya para sosok hitam itu memberitahukannya, tentang siapa yang harus di bunuh diantara manusia itu.


Melihat itu, pihak kekaisaran, tetua dari empat sekte besar beserta murid-muridnya, Qing Xian, Bing Jiao, dan Lin’er di buat tercengang dengan pemandangan kacau itu. Tentunya mereka menyadari bahwa ada beberapa sosok hitam yang berpakaian sama dengan To Mu.


Mereka semua menyadari satu hal ketika melihat para penyerang berpakaian serba hitam itu, yang tidak lain adalah orang-orang To Mu, mereka semua lantas melirik ke arah To Mu yang nampak begitu tenang dengan seringai tipis di wajahnya. Pihak kekaisaran dan para tetua lalu kembali memandang lagi para penyerang itu. Setidaknya mereka dapat merasakan yang lemah diantara para penyerang itu, berada di ranah bumi bintang sembilan.


“Salam Paman Mu. Semua ras iblis yang menyamar sudah di bantai habis.” Ujar seorang pemuda berbaju serba hitam yang tidak lain adalah pemimpin dari penyerang itu, muncul tepat di hadapan To Mu.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.


Nb: Lagi sibuk di real life, mohon pengertiannya para readers kalo telat up🙏🏼🙏🏼