Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Kekacauan di Kota Cheng du ( 5 )


"Kita tidak akan tau sebelum mencobanya iya kan" Kata Ling San dan langsung melesat dengan menggunakan teknik eklusif nya.


"Teknik Petir Surgawi gerakan pertama : langkah Kilat" kata Ling San mengalirkan qi ke bagian kakinya dan langsung melangkah dengan sekali hentakan langsung tepat berada di depan Merah.


Merah yang sudah terbiasa dengan pertarungan hidup dan mati langsung melangkah mundur ketika instingnya merasakan bahaya.


"Boleh juga kau tua Bangka, bisa bergerak secepat itu dengan tubuh keropos mu. Tetapi, cara yang sama tidak akan bekerja tua Bangka bersiap-siaplah untuk mati saat ini juga" Kata Merah tersenyum sinis masih dengan mengeluarkan niat membunuh yang besar.


"Refleks yang sangat bagus, sudah sangat lama ada yang bisa menghindari serangan kejutan ku. Niat membunuh itu ternyata memang bukan panjangan saja" Kata Ling San santai.


"Cihh, Hanya Serangan seperti itu tidak apa-apa nya" Kata Merah menggenggam kedua belati di kedua tangan nya langsung menerjang.


Ling San yang melihat lawannya mulai maju menerjang tidak lengah sama sekali. Dirinya sudah mempersiapkan kuda-kuda dan langsung melesat menggunakan langkah petir kembali dan mengalir kan qi kedalam pedangnya.


Merah juga tidak tinggal diam, dirinya juga mengalirkan qi ke kedua belatinya dan....


Booommmmmm


Benturan Serangan tingkat ranah Mahaguru meledak membuat getaran yang sangat dahsyat hingga mencapai 100 Meter jauhnya.


"Ara-ara, ternyata "Si Kilat Ling San" hanya ahli dalam serangan kejutan saja. Teknik yang lainnya hanya sekuat ini saja, sungguh mengecewakan" Kata Merah mengatakan hal tersebut dengan nada menggoda tetapi, mengandung hinaan.


"Kau ini Sudah tua, jadi bersikaplah layaknya seperti nenek. Sudah tua jangan banyak cerewet nanti keriputannya tambah banyak" Kata Ling San membalasnya membuat Merah semakin emosi dan langsung menyerang secara berantakan.


"Kepa*at !!!!! Akan ku beritahu konsekuensi orang yang telah menghina ku" Teriak marah Merah.


Ling San yang melihat itu hanya tersenyum sinis. Merah yang melihat Ling San tersenyum semakin marah dan tidak bisa mengkontrol emosi nya. Merah hanya menyerang membabi buta. Kedua orang tersebut beradu kekuatan yang membuat kerusakan yang cukup parah di kota Cheng du


Kedua orang tersebut sudah bertukar jurus sebanyak ratusan kali hanya dalam waktu yang terbilang singkat. Bahkan teknik yang dikeluarkan menggunakan qi yang tidak sedikit.


Setelah bertukar jurus hampir ber jam-jam lamanya Ling San merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Walaupun menyerang secara ceroboh Merah tetap tidak terlihat kelelahan padahal mereka sudah bertarung sangat lama dan itu membuat Ling San menjadi heran.


"Tidak baik, dia mempunyai teknik yang aneh seperti nya" Batin Ling San kesal.


"Sepertinya kau sudah mengetahui ada yang aneh kan" Terkekeh Merah Membuat Ling San makin kesal.


"Ini adalah teknik khusus yang aku latih. Aku membuat amarah ku sendiri menjadi sumber kekuatan untuk tubuhku bahkan bisa menjadi sumber qi ku" Kata Merah Membuat Ling San hanya mendengus.


"Cih, menyebalkan, aku tidak menyangka bahwa ada teknik seperti itu di dunia ini" Gumam Ling San tetapi, sedetik kemudian tersenyum lebar Membuat Merah mengkerutkan keningnya.


"Apa yang kau tertawakan tua Bangka" Geram Merah melihat senyuman di wajah Ling San.


Walaupun sudah berumur hampir seribu tahun penampilan Ling San terlihat seperti pria berumur yang hampir menginjak kepala tiga dan bahkan bisa dibilang masih tampan untuk seukuran umurnya.


"Tidak ada" Kata Ling San Membuat merah semakin geram.


"Baiklah sudah cukup bermain-main nya kita mulai ronde ke duanya" Kata Ling San mulai serius mengeluarkan teknik eklusif nya.


"Entahlah kita tidak akan tau sebelum mencoba" Kata Ling San memasang kuda-kuda yang sama.


"Ada apa ini ? perasaan ini, ini adalah perasaan bahaya dan lagi bahaya ini bukan bahaya biasa" Batin merah melihat Ling San.


"Walaupun kuda-kudanya sama, entah kenapa insting ku merasakan akan sesuatu hal yang buruk terjadi" Merah menjadi waspada.


"Dia datang" gumam Merah.


"Teknik Petir Surgawi gerakan pertama : Langkah Kilat" Ling San langsung mengalirkan qi ke bagian kakinya kembali melakukan pola serangan seperti pertama kali menyerang merah.


Merah langsung kembali menghindar tetapi, dirinya merasakan sesuatu yang aneh dengan dirinya. Walaupun merasakan ada hal yang ganjil dirinya hanya menepis hal yang mengganjalnya itu.


"Apakah cuman perasaanku saja ?" Batin Merah mengabaikan nya.


Ling San sendiri menyeringai melihat kewaspadaan lawannya. Ketika lawannya lengah, Ling San langsung memanfaatkan hal tersebut. "Baiklah, Sepertinya memang tidak ada cara yang lainnya" Kata Ling San mengeluarkan teknik gerakan pertama "Langkah Kilat" dan langsung d kombinasi dengan gerakan kedua "Teknik Petir Surgawi gerakan kedua : Tinju Halilintar" Teriak Ling San dengan cepat mengerahkan tangan yang sudah dialiri oleh qi serta kekuatan elemen petir nya dan ia langsung muncul melalui titik buta Merah. Merah yang melihat itu tidak bisa tidak terkejut melihat Ling San. Karena, serangan tersebut berasal dari titik buta nya mau tidak mau dirinya hanya berbalik badan Dan menyilang kan tangan yang sudah dialiri qi menerima serangan Ling San dan.....


Boommmmmm


Sekali lagi ledakan yang sangat besar akibat benturan dua kekuatan yang sangat kuat. Merah terpental sepuluh meter kebelakang sedangkan Ling San tidak terpental hanya saja dirinya sempat batuk darah, ia mengalami luka dalam karena, menggunakan dua gerakan teknik Petir Surgawi sekaligus ketika dalam kondisi kekurangan qi yang mengakibatkan luka dalam yang cukup serius.


"Uhukkk...Uhukkk...Aku tidak menyangka akan separah ini jika terlalu memaksakan menggunakan dua teknik sekaligus" Kata Ling San yang Langsung ambruk karena, sudah tidak kuat berdiri kehabisan qi dan juga tenaga.


"Lumayan juga, aku tidak menyangka kau nekat menggunakan teknik yang membuat dirimu sendiri mengalami luka dalam yang sangat serius hanya untuk melukai ku" Kata Merah keluar dari kepulan asap menatap Ling San dengan senyum sinisnya, kedua tangannya yang ia gunakan untuk menahan teknik Ling San terluka cukup parah akan tetapi, masih dapat digerakkan.


Ling San yang mengalihkan pandangannya, melihat itu dengan pandangan sengit lalu menghela nafas panjang. "Setidaknya kau cukup mengalami luka serius" Kata Ling San yang langsung berbaring terlentang diatas tanah.


"Hahahahahaha, Walaupun tangan ini terluka cukup parah, tangan ini masih bisa dengan mudah membunuhmu yang sudah tidak berdaya lagi" kata merah dengan nada angkuh dan sinisnya. Ling San yang mendengar itu hanya terkekeh lalu berkata.


"Sepertinya kau melupakan satu orang lagi yang seperti ku ya" Kata Ling San dengan senyuman mengejeknya. Membuat Merah mengkerutkan keningnya.


"Jangan-jangan" Merah langsung menyebar kan persepsi jiwanya namun terlambat. Seorang pria sepuh lainnya menyerang titik buta nya dengan kecepatan penuhnya Membuat Merah tidak sempat menghindar dan dirinya terlempar tiga puluh meter kebelakang dengan menembus puing bangunan kota Cheng du yang sudah hancur.


Boommmmmm


"Akhirnya aku bisa terjun juga dalam pertarungan ini" Kata pria sepuh yang tidak lain adalah Tetua Han.


"Baiklah, kali ini aku akan serius" Kata Tetua Han langsung melesat kembali ke arah tempat Merah terlempar akibat dari serangannya.


>>>>> Bersambung


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara serasku )


( Blizzardauthor)