Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Menuju Kota


Shringgggggg


Tappppppp


"Ehhhhhh…Apa ini, kenapa serangan ku berhenti ditengah-tengah?" Batin pemimpin bandit tersebut terkejut. Bukan hanya pemimpin bandit saja yang terkejut, tetapi seluruh bandit yang lainnya dan kedua target mereka terkejut akan hal itu.


"Siapa yang telah melakukan ini." Batin pemimpin bandit tersebut melirik Pedangnya terkejut merasakan samar-samar ada pelindung angin yang menahan pedang nya. Tanpa pikir panjang Pimpinan bandit tersebut langsung refleks mundur menjaga jarak.


Hening sejenak setelah kejadian itu. Sementara sang empu yang tidak lain adalah seorang pemuda hanya memperhatikan saja dari balik pohon, "Hooo pimpinan bandit itu cukup pintar merasakan bahaya, tapi sayang semua tetap akan sama hasilnya." Gumam Pemuda tersebut terkekeh lalu menjentikkan jarinya.


Dalam sekejap energi kuat pun mulai berkumpul di satu tempat, tentu para bandit dan kedua orang tersebut pun menjadi bingung dengan apa yang terjadi, tapi kedua orang tersebut merasakan bahwa badai energi itu tidak menyakiti mereka berdua dan hanya para bandit saja.


"Tuan muda seperti nya kita telah selamat. Ada seorang master yang membantu kita." Kata Pria berumur itu dengan wajah berseri-seri. Pemuda itu juga ikut tersenyum mendengar perkataan dari pengawalnya itu. "Iya paman, aku juga tidak menyangka sama sekali dengan takdir ini." Kata Pemuda tersebut juga.


"Terpotonglah." Satu kata yang keluar dari mulut Ling Feng.


Shirngggg


Shirngggg


Shirngggg


Shirngggg



Bersamaan dengan satu kata yang keluar, badai energi kuat tiba-tiba langsung mengganas dan mencabik-cabik seluruh tubuh bandit-bandit tersebut termasuk dengan pemimpin bandit nya sebelum mereka bereaksi.


"Hoohhh hasilnya melebihi ekspektasi ku. Padahal hanya mengeluarkan sedikit Qi dan kekuatan elemen, tapi hasilnya benar-benar sangat luar biasa." Gumam Ling Feng tidak menyangka. Ia awalnya hanya ingin mencoba sesuatu saja, tetapi tidak tau bahwa dampak nya akan semengerikan itu.


"Sepertinya aku harus belajar untuk menahan diri." Gumam Ling Feng melihat para bandit tersebut mati tanpa tersisa dan bahkan tidak ada yang sempat berteriak saking cepatnya badai energi yang Ling Feng buat.


"Terima kasih senior yang telah membantu saya dan pengawal saya. Jika kita mempunyai kesempatan bertemu kembali, maka pada saat itu aku bersumpah atas nama ku akan membalas kebaikan senior." Kata Pemuda tersebut dengan lantang. Ling Feng melirik sejenak sebelum pergi ke arah Pemuda tersebut lalu tersenyum simpul.


"Pemuda yang menarik, kalau begitu sampai bertemu kembali." Gumam Ling Feng langsung menghilang dari sana pergi entah kemana. Pemuda yang diselamatkan oleh Ling Feng benar-benar menatap sangat kagum dengan kekuatan yang dikeluarkan oleh Ling Feng.


"Ya kau benar Paman dunia ini sangat lah kecil dan aku yakin aku bisa bertemu dengan senior itu lagi." Kata Pemuda tersebut. "Lebih baik kita kembali terlebih dahulu melaporkan hal ini kepada raja. Aku merasakan apa yang telah kita alami tidak sesederhana yang terlihat." Kata pengawal tersebut dan diangguki oleh pemuda tersebut. Kedua nya langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.


Kembali ke Ling Feng


"Terbang memang sangat menyenangkan rupanya." Gumam Ling Feng memandang pepohonan di bawah. Semenjak dirinya menginjak ranah saint, hal pertama yang ia lakukan adalah mencoba terbang.


Bahkan ia memadukan kecepatan terbang nya dengan sayap elemen yang bisa ia ciptakan membuat kecepatan terbang meningkatkan beberapa kali lipat dari seorang saint jika terbang dengan kecepatan penuh.


"Heummmm aku tidak melewati jalan ini ketika pergi ke Jurang Keabadian, tidak disangka ada kota yang cukup besar disini." Gumam Ling Feng melihat sebuah kota seribu mil dari jarak pandang nya. Tanpa basa-basi ia langsung mempercepat terbangnya untuk mencapai kota tersebut.


"Kota Xiangyang." Gumam Ling Feng melihat papan nama kota tersebut. Sebelum masuk ia turun sekitar beberapa mil dari sana tentu alasannya adalah menghindari perhatian kepadanya. Jadi ia turun di sekitar kota tersebut lalu di lanjut dengan berjalan kaki menuju ke kota.


Ia menggunakan pakaian sesederhana mungkin dilengkapi dengan tudung di kepala nya. "Berikutnya." Ucap salah satu penjaga gerbang kota. Ling Feng yang mendapatkan giliran pun maju ke sana. "Tunjukkan kartu identitas mu." Pinta prajurit kota tersebut kepada Ling Feng.


Ling Feng lantas mengeluarkan sebuah lencana silver yang ia dapatkan ketika ingin masuk ke dalam kota Anyi. Prajurit kota tersebut melihat lencana tersebut lalu memberikan nya kembali kepada Ling Feng dan berkata, "Dua koin emas." Kata prajurit tersebut.


Ling Feng tanpa banyak bicara langsung mengeluarkan dua koin emas memberikan kepada penjaga tersebut. Sebelum masuk, Ling Feng sempat bertanya kepada prajurit kota tersebut, "Apakah kau mempunyai saran tempat makan yang enak tuan?" Tanya Ling Feng.


Tentunya prajurit kota memahami hal itu, bahkan ia sering ditanyai seperti itu oleh para pendatang yang baru mengunjungi kota ini. "Sepertinya kau baru pertama kali ya ke kota ini…Kalau begitu kau ikuti saja jalan kota ini, nantinya tidak jauh dari jalan ada sebuah papan rumah makan dengan gambar angsa di sana." Kata prajurit tersebut menjawab pertanyaan Ling Feng. Ling Feng menganggukan kepalanya tersenyum berterima kasih kepada prajurit tersebut.


"Tidak buruk…Mereka sangat menghargai para pendatang." Gumam Ling Feng lalu melangkah ke dalam kota tersebut. Ketika di dalam kota, Ling Feng langsung di sambut dengan keramaian kota tersebut. "Dua tahun lamanya, aku jadi sedikit rindu dengan keramaian kota Anyi dua tahun yang lalu." Gumam Ling Feng terkekeh. Ia lantas berjalan santai sembari menikmati keramaian jalan kota tersebut.


"Pertama-tama mari puaskan hasrat penasaran tentang makanan benua biru yang telah dua tahun tidak konsumsi." Gumam Ling Feng terkekeh dan melangkah masuk ke dalam sebuah bangunan dua tingkat dengan ciri-ciri yang sesuai di beritahu oleh prajurit kota.


Kringggg


Kringggg


Suasana ramai. Itulah kesan pertama yang dirasakan oleh Ling Feng saat ini ketika melihat rumah makan tersebut. Ling Feng langsung melangkah kembali menuju meja kosong yang berada di pojok ruangan.


Tepat setelah ia duduk, seorang pelayan wanita langsung datang menghampirinya. "Apa yang ingin anda pesan tuan muda?" Ucap pelayan tersebut tersenyum dengan ramah.


\=> Bersambung