
Di Sisi Lain
Seorang pria yang tidak lain adalah Long Tian terlihat sedang bersantai dengan ditemani arak disebelahnya. Walaupun ia terlihat sedang bersantai-santai saat ini, informasi yang ia dapatkan dari pemuda bertudung lebih banyak dari yang ia kira. Bahkan ia telah melakukan jual beli informasi yang ia dapatkan dari pemuda bertudung itu.
Dan disinilah ia, di rumah makan Bulan Matahari tepatnya, dilantai paling atas dengan pelayanan istimewa. Padahal ia hanya berniat untuk mengumpulkan informasi yang penting-penting saja, namun siapa sangka ia mendapatkan informasi yang tidak terduga dan sebuah pemikiran terlintas dikepalanya untuk menjual informasi-informasi tersebut.
"Apakah kau yakin orang ini adalah orang yang sama dengan pendamping orang itu." Bisik kepala keluarga Qing kepada Qing Xian. Qing Xian yang mendengar bisikan ayahnya itu menghela nafas berpikir bahwa ayahnya ini sedikit bertingkah bodoh. Namun, ia tidak berniat untuk mengabaikannya dan menganggukan kepalanya.
"Jadi Informasi apa yang ingin kau berikan kepada kami tuan." Ucap pria yang seumuran dengan kepala keluarga Qing yaitu, Walikota Anyi. Bukan hanya walikota saja, bahkan Ketua paviliun obat juga masih disana. Ia masih menatap untuk beberapa hari, karena ada hal yang masih diperlukan di kota ini.
Long Tian meminum arak layaknya seorang bangsawan lalu melirik kepada Qing Xian. Melihat tatapan Long Tian mengarah kepadanya, Qing Xian langsung membisikkan beberapa kata kepada Walikota Anyi. Ketika dibisikkan beberapa kata oleh Qing Xian, walikota langsung memasang ekspresi terkejut dan terhentak bangun.
"Bagaimana mungkin informasi seperti itu." Kata yang keluar dari walikota Anyi sembari bangun dengan raut wajah yang benar-benar terkejut. "Tuan jangan main-main dengan kami bukti apa yang membuat yakin bahwa itu benar faktanya." Ucapnya lagi. Long Tian tidak banyak bicara hanya sekali lagi melirik kepada Qing Xian menandakan bahwa ia boleh mengatakan hal selanjutnya.
Melihat tatapan Long Tian, Qing Xian mengerti lalu sekali lagi membisikkan ke telinga walikota Anyi. Walikota Anyi yang mendengar itu jatuh terduduk dengan raut wajah tidak percaya saat ini. Kepala keluarga Qing dan ketua paviliun obat menjadi bingung dengan apa yang terjadi di meja ini sampai-sampai walikota Anyi memasang wajah buruk seperti itu.
"Bisakah katakan dengan jelas, jika kalian berbisik-bisik seperti itu kami tidak mengetahui apa yang akan terjadi nanti." Ucap Kepala Keluarga Qing yang sudah tidak tahan dengan suasana yang cukup aneh menurutnya. Ketua paviliun obat tidak berkata apa-apa, namun ia setuju dengan apa yang dikatakan oleh Kepala Keluarga Qing.
Long Tian yang mendengar itu pun mengedikan bahunya lantas berkata, "Ya, lagipula informasi ini sudah dibayar jadi untuk apa aku sembunyikan juga." Ucap Long Tian tanpa beban. Long Tian langsung membentuk segel tangan dan seketika formasi kasat mata mengelilingi meja mereka, semua orang takjub ketika melihat formasi kedap suara semudah itu dibuatnya.
"Kota ini sedang di incar oleh kekuatan besar. Ya aku tidak tau mereka sebesar apa itu, tapi kalian pasti tidak asing dengan sekte bayangan bukan." Ucap Long Tian tanpa beban membuat semua orang selain Qing Xian terdiam, bahkan detak jantung mereka sempat berhenti ketika mendengar nama sekte itu.
"K-kau apa yang kau katakan tadi. Sekte bayang kau bilang." Ulang kepala keluarga Qing menjadi serius. Long Tian kembali meminum araknya ketika mendengar itu ia hanya diam. Ketika ia diam, kepala keluarga Qing mengeratkan genggaman tangannya.
"Hanya itu saja yang bisa aku beritahu tindakan apa yang akan kalian ambil itu urusan kalian." Kata Long Tian. Ia berkata kembali, "Juga jika kalian ingin lebih spesifiknya bisa tanyakan nona yang disana." Katanya lagi menunjuk Qing Xian. Long Tian lantas bangkit dari tempat duduknya sebelum pergi ia berkata kepada Qing Xian, "Nona kesepakatan kita." Ucap Long Tian.
Melihat Long Tian yang terburu-buru tidak ada yang mencegahnya sampai terdengar suara membuat Long Tian berhenti ditempat. "Kau mau kemana paman, padahal aku sudah datang kesini." Ucap suara pemuda, membuat semua orang yang berada di ruangan itu terkejut tidak terkecuali dengan kemunculannya yang sama sekali tidak bisa dirasakan.
Sebelumnya Ling Feng
"Paman tidak ada disini padahal ia yang meminta untuk datang kesini." Gumam Ling Feng ia kemudian merasa aneh dan pergi dari tempat itu juga. Ia memejamkan mata sebentar dan menemukan keberadaan Long Tian.
"Naga tua sepertinya ia sedang melakukan hal yang tidak terduga lagi." Gumam Ling Feng. Ia melirik Hao Xiang yang masih melirik sana-sini dengan mata berbinar. "Hao'er kemari peluk kaki kakak. Kita akan langsung ketempat paman Tian." Ucap Ling Feng. Hao Xiang yang mendengar itu patuh dengan Perkataan Ling Feng.
Ling Feng langsung menggunakan elemen anginnya dan menghilang dari sana saat angin disekitarnya berhembus. Dan disinilah ia lantai teratas tempat Long Tian berada. "Kau mau kemana paman, padahal aku sudah datang kesini." Ucapnya saat tiba di ruangan tersebut dengan nada tanpa beban.
"Feng'er kau disini, tapi disini bukan tempat kita seharusnya bertemu." Ucap Long Tian sembari menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya. Ling Feng yang mendengar itu hanya acuh tak acuh dan berkata, "Entah disana ataupun disini sama saja. Karena kau sudah disini di tambah dengan orang-orang ini tentunya pasti kau memberikan informasi kepada mereka juga kan paman." Ucap Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu hanya tertawa tidak enak sembari menggaruk bagian belakang kepalanya.
"Ya hanya sedikit bisnis kecil disini. Tidak berlebihan sama sekali, kan nona Qing Xian." Ucap Long Tian menyebutkan nama Qing Xian. Membuat sang empu sedikit terkejut ketika namanya dibawa kedalam.
"Ah, itu…Ya tuan muda. Tuan Long Tian hanya melakukan sedikit bisnis dengan kami." Ucap Qing Xian tidak enak. Ling Feng lantas berkata lagi, "Baiklah lupakan itu. Kit-" Ucapan Ling Feng dipotong oleh kepala keluarga Qing.
"Tunggu dulu bukankah kau adalah peserta alkemis yang waktu itu pergi dalam sekejap bagaimana bis-" Ucapannya terhenti ketika merasakan suhu disekitarnya meningkat drastis.
"Tua Bangka, punya berapa nyawa kau sampai-sampai berani memotong perkataan kakakku." Ucap seorang anak kecil dengan nada acuh tak acuh membuat seluruh orang terkejut termasuk Ling Feng ketika Hao Xiang berkata seperti itu.
>>>>> Bersambung