Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Tanah Rahasia


“Merangsang titik meridian? Apa maksud mu?” Han Ying balik bertanya tidak mengerti. Ling Feng memutar kedua bola matanya malas seraya menghela nafas pendek, dan mulai menjelaskan nya. Mendengar penjelasan Ling Feng, Rona merah di wajahnya pun terlihat jelas. Tentu saja ia merasa sangat malu, karena sudah salah paham kepada Ling Feng yang ia kira berniat untuk menyakiti Bing Jiao.


>>>>>>>______


Malam Harinya


Matahari pun telah menyelesaikan tugasnya, digantikan dengan bulan yang merangkak naik untuk menggantikan matahari. Setelah meluruskan kesalahpahaman, Han Ying pun meminta maaf kepada Ling Feng. Han Ying juga meminta sedikit petunjuk kepada Ling Feng, karena dirinya yang merasa akan naik tingkat. Ling Feng pun memegang pergelangan tangan Han Ying untuk mengecek nadi serta kondisi bagian dalam tubuhnya.


Setelah satu menit, Ling Feng pun menganggukkan kepalanya dan mengatakan satu kalimat yang membuat Han Ying merenung dengan serius ketika memikirkan nya. “Pikirkanlah dan renungi dengan seksama. Setelah kau berhasil memahaminya, belenggu yang menahan mu akan terlepas dan kau akan naik tingkat.” Ucap Ling Feng lalu menghilang begitu saja.


Han Ying yang hendak mencegahnya terlambat, karena Ling Feng menghilang begitu cepat. “"Petarung terbaik tidak pernah marah?"Gumam Han Ying berusaha untuk memahami setiap katanya, namun terbilang sangat sulit, karena setiap katanya mengandung makna yang berbeda.


“Haihhh... Apa maksudnya? Aku benar-benar tidak mengerti sama sekali.” Gumam Han Ying menghela nafasnya kasar, seraya melangkah masuk ke dalam penginapan menuju ke kamarnya untuk merenungkan satu kalimat yang dikatakan oleh Ling Feng.


>>>>>>______


“Paman Mu kau sudah di sini rupanya.” Ujar Ling Feng yang saat ini sedang bertemu dengan To Mu di salah satu kedai makanan dua lantai tengah-tengah kota kekaisaran. Dirinya tidak sendiri, ada Ren Hu juga yang sedang duduk bersama dengan nya. “Ya aku datang beberapa menit yang lalu, namun untuk nona kecil ini sepertinya sudah menunggu lama di sini.” Ujar To Mu merujuk kepada Ren Hu. Ren Hu yang namanya di bawa-bawa, langsung menyanggahnya dengan cepat, “T-tidak kok... Saya hanya datang beberapa menit lebih cepat dari Tuan Mu.” Sanggah Ren Hu, yang padahal, ia sudah datang dari setengah jam yang lalu.


“Jadi Feng’er. Ada apa memintaku datang kemari?” Tanya To Mu membuat sang empu melirik ke arahnya. “Ah aku ingin menitipkan ini untuk diberikan kepadanya.” Ucap Ling Feng seraya memberikan dua buah botol pil yang telah ia siapkan kemarin malam. To Mu yang paham langsung menerima dan menganggukkan kepalanya tidak bertanya lagi. “Terima kasih paman. Aku sangat terbantu.” Ling Feng mengucapkan terima kasih seraya tersenyum kepada To Mu.


“Santai saja... Aku tahu posisi mu saat ini, namun jika aku memberikan pil ini kepadanya, kemungkinan besar ia akan mengetahui, bahwa kaulah yang menyuling pil ini.” Ucap To Mu. “Ya tidak apa-apa paman. Lagipula kita pastinya akan bertemu, entah itu cepat atau lambat. Jadi berikan saja tidak apa-apa.” Ujar Ling Feng mengedikan kedua bahunya. “Katakan kepadanya untuk selalu berhati-hati.” Ucap Ling Feng yang diangguki oleh To Mu.


“Baiklah, baiklah, aku mengerti maksud mu.” Ucap To Mu lalu menyimpan kedua botol pil tersebut. “Sekarang giliran ku untuk berbicara sekarang.” Ujar To Mu yang membuat Ling Feng sedikit tidak menduganya, karena ia kira To Mu tidak ada yang ingin di bicarakan dengannya.


“Ya aku mendapatkan informasi yang cukup tidak terduga. Lebih tepatnya, itu adalah sebuah cerita legenda daripada informasi.” Ujar To Mu. Ling Feng yang mendengar itu tentunya menjadi penasaran dan tertarik dengan cerita legenda yang dikatakan oleh To Mu ini.


“Apa maksud paman? Cerita tentang legenda apa?” Tanya Ling Feng penasaran.


“Cerita legenda Pedang Elemen dan Api bumi yang tidak pernah padam. Konon katanya, ada di dalam tanah rahasia.” Jelas To Mu membuat Ling Feng semakin menaikkan alisnya menjadi semakin penasaran tentang cerita legenda ini.


“Dari yang aku ketahui, Pedang elemen ini adalah pedang legendaris yang terkenal akan kekuatannya. Konon katanya, siapa saja yang dapat menemukan dan menaklukkan pedang elemen ini, orang tersebut akan menjadi sangat kuat. Lalu jika orang tersebut berhasil menaklukkan pedang elemen, pedang elemen itu akan menuntunnya menuju Api Bumi yang berada di tanah rahasia. Namun, aku tidak dapat memastikannya dengan jelas, karena dari yang aku dengar-dengar itu hanyalah sekedar sebuah legenda dan cerita pengantar tidur saja. Baik itu Pedang elemen, maupun api bumi. Orang-orang menganggapnya seperti itu, karena tidak ada yang pernah melihatnya sama sekali.” Jelas To Mu.


“Hohhh... Alasan apa yang membuat mu sangat yakin Feng’er.” Ujar To Mu.


“Karena aku memiliki salah satu dari api yang tidak pernah padam itu.” Kata Ling Feng dengan senyuman tercetak di wajahnya, seraya mengangkat satu tangannya, dimana dari telapak tangannya, keluar api berwarna hitam pekat. To Mu yang melihat api hitam itu tentunya terkejut tidak menyangka sama sekali, bahwa Ling Feng akan mempunyai api ilahi yang tidak akan pernah padam itu.


Tanah rahasia. Adalah Sebuah tanah di dimensi lain yang terpisah dari benua biru. Tanah rahasia ini tidak muncul begitu saja, setidaknya tanah rahasia ini akan terbuka dengan sendirinya lima tahun sekali. Untuk tempat munculnya tanah rahasia ini adalah acak, dan untuk tahun ini, Tanah rahasia muncul di Kekaisaran Shu.


Kouta untuk masuk ke dalam tanah rahasia ini sebanyak seribu orang saja, jika lebih dari seribu orang, tanah rahasia akan menolaknya. Lalu, untuk masuk ke dalam tanah rahasia itu juga ada batasnya, dimana yang bisa masuk ke dalam tanah rahasia itu hanyalah seorang kultivator yang berada di ranah Langit. Lebih dari itu, tanah rahasia akan menolaknya juga.


Tidak sampai di situ saja, kultivator yang masuk ke dalamnya pun ranahnya akan langsung di tekan dan di sama ratakan yaitu, keseluruhan nya menjadi di ranah bumi bintang satu. Alasan tanah rahasia itu bisa menekan ranah orang-orang yang masuk ke dalamnya, dahulunya tanah rahasia itu di buat oleh seorang kultivator yang sangat kuat, kultivator kuat itu membuat tanah rahasia, guna melatih generasi muda supaya bisa melewati batas dirinya. Lalu penekanan itu juga sangat berguna bagi fondasi tubuh supaya menjadi lebih kokoh lagi.


“Ya begitulah yang aku ketahui tentang tanah rahasia ini. Untuk turnamen nya, hanyalah sebuah turnamen yang biasanya akan selalu diadakan sebelum menyambut tanah rahasia terbuka. Terlebih lagi ada hadiah yang berlimpah juga di turnamen ini, memangnya siapa yang tidak tertarik akan hal itu.” To Mu selesai mengatakan seluruh informasi yang telah ia peroleh. Ling Feng manggut-manggut, lalu melirik ke arah Ren Hu yang terlihat sedang tenggelam dalam pikirannya.


“Ren Hu? Apa yang sedang kau pikirkan?” Ling Feng menegur wanita yang terlihat termenung itu.


“Ah iya tuan muda. Ada apa memanggilku?” Kata Ren Hu yang telah kembali sadar dari lamunannya.


“Apa yang sedang kau pikirkan? Kau terlihat gelisah ketika mendengar cerita paman Mu tadi. Katakan ada apa?” Tanya Ling Feng.


“Aku dengar kau mendapatkan informasi tentang ras iblis. Apakah cerita ku tadi ada kaitannya dengan informasi ras iblis yang kau dapatkan?” Kata To Mu menyimpulkan nya, dan diangguki oleh Ren Hu dengan wajah yang serius.


“Saya juga belum tahu pasti, karena ras iblis yang saya temui hanyalah iblis-iblis tingkat rendah saja. Terlebih lagi mereka pandai bersembunyi yang membuat saya tidak bisa melacak keberadaan mereka. Membuat saya tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa mencari lebih jauh lagi tujuan dari mereka, namun ketika medengar cerita dari tuan Mu, saya rasa tujuan dari ras iblis ini adalah...” Jelas Ren Hu menggantung perkataan di akhir kalimatnya.


“Pedang elemen dan Api bumi. Itu maksud mu Ren Hu.” Ujar Ling Feng yang diangguki oleh Ren Hu.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.