
Sampai kemudian ia pun melihat sosok wanita yang sedang dalam posisi lotus di atas batu besar, juga sebagai sumber dari Qi dingin yang begitu besar tersebut. Walaupun Ling Feng tidak bisa melihat wajah dari wanita tersebut Ling Feng tentunya sangat familiar dengan punggung gadis tersebut.
Ling Feng sontak melangkah mendekatinya seraya memanggil namanya, “Jiao’er.” Ling Feng memanggil nama wanita tersebut yang tidak lain adalah Bing Jiao. Bing Jiao yang mendengar namanya di panggil, sontak tubuhnya sedikit mengenjang lalu melirik ke belakang menatap sosok Ling Feng. Cadar yang selama ini menutupi wajahnya telah tiada, alhasil Ling Feng bisa melihat wajah putih seputih salju di balik cadarnya tersebut.
Bing Jiao menatap Ling Feng seraya tersenyum, namun ketika Ling Feng melihat senyuman tersebut, ia pun sontak tertegun, karena senyum tersebut alih-alih membuatnya nyaman, instingnya berkata ada sesuatu yang berbahaya di depannya. “Sudah kuduga kamu pasti akan datang menemuiku... Feng gege~.” Ucap Bing Jiao dengan senyum tipis tercetak di wajahnya serta kedua pipinya berubah merah menatap Ling Feng dengan pandangan yang lembut, namun hal itu hanyalah membuat Ling Feng terkejut ketika melihatnya.
“J-jiao’er... K-kamu... A-apa yang telah terjadi kepadamu?”
>>>>>______
Bing Jiao menatap Ling Feng dengan senyuman tipis seraya bangkit dari posisi lotusnya berjalan beberapa langkah dan berhenti tiga meter dari tempat dirinya berdiri. “Apa yang terjadi kepadaku? Kakak ini bilang apa sih... Aku baik-baik saja kok.” Ucapnya seraya menatap Ling Feng dengan senyum cerah, yang mana senyuman kali ini adalah senyuman yang biasanya Bing Jiao tunjukan kepadanya.
Bing Jiao terlihat sangat cantik kali ini, siapapun yang melihatnya pasti akan langsung jatuh hati ketika melihat senyuman tersebut. Namun berbeda dengan Ling Feng yang menatapnya dengan pandangan yang berbeda, karena menurutnya, wanita yang berada di hadapan nya saat ini adalah Bing Jiao yang bukan Bing Jiao.
Bing Jiao yang melihatnya Ling Feng memasang raut wajah yang rumit, masih tetap menatapnya dengan senyuman di wajahnya. Ia lalu melirik ke arah pedang biru langit yang ia pegang di lengan kanannya. Ling Feng juga melirik ke arah lengan kanan Bing Jiao lalu kembali menatap wajahnya dengan pandangan yang rumit. Ling Feng sepertinya menyadari alasan mengapa Bing Jiao berubah menjadi bukan dirinya.
“Jiao’er... Kau nampaknya sudah menjadi kuat ya setelah beberapa tahun terakhir ini.” Ucap Ling Feng lalu mengubah raut wajahnya menatap Bing Jiao dengan pandangan yang hangat kali ini. Mendengar hal itu Bing Jiao tidak bereaksi apa-apa ketika di puji oleh Ling Feng. “Begitu, kah.... Ya jika kakak berkata seperti itu, maka kerja keras ku selama ini tidak sia-sia ya.” Ucap Bing Jiao masih dengan senyuman yang sama.
Ling Feng tersenyum menganggukkan kepalanya dan berkata, “Ya Jiao’er... Kau bekerja sangat keras dan jauh melebihi ekspektasi ku. Oleh karena itu, kembalilah menjadi dirimu yang dulu. Aku datang kemari untuk bertemu dengan Bing Jiao yang sebenarnya.” Ucap Ling Feng seraya mengulurkan tangannya kedepan tersenyum hangat kepada Bing Jiao.
“Aku datang kemari untuk menemuimu dan menjemputmu pulang.” Katanya lagi. Bing Jiao yang mendengar itu pun berkata dengan raut wajah yang heran, “Apa yang kakak bicarakan. Aku ini Bing Jiao yang sebenarnya. Lalu untuk apa aku kembali, karena pada dasarnya diriku yang saat ini adalah Bing Jiao sebenarnya.” Sangkal Bing Jiao.
Ling Feng yang mendengar itu pun kembali berkata dengan senyuman hangat di wajahnya. “Bukan. Ini bukan Bing Jiao yang kukenal. Bing Jiao yang kukenal tidak memanggilnya nama nya sendiri di hadapanku. Oleh karena itu, ikutlah dengan ku kembalilah menjadi Jiao’er yang sebenarnya.” Ucap Ling Feng dengan tenang masih dalam posisi dirinya megulurkan tangan seraya tersenyum hangat.
Bing Jiao yang mendengar itu sontak mengubah raut wajahnya. Senyuman sudah hilang dari wajahnya menatap Ling Feng dengan ekspresi yang datar lalu berubah menjadi tersenyum meremehkan. “Begitu, kah.... Aku tidak menyadari sampai sedetail itu, namun kau benar-benar sangat menyadarinya. Pantas saja wanita ini begitu sangat berharap akan kehadiran mu.” Ucap Bing Jiao mengubah nada bicaranya seraya menarik pedang biru dari sarung pedangnya. Qi dingin yang sangat ekstrem meledak di sekitar Bing Jiao.
Swusssshhhh
“Menyerahlah! Bing Jiao yang kau kenal itu sudah tidak ada di dunia ini!” Teriak Bing Jiao seraya memasang kuda-kuda berpedangnya dalam posisi menyerang. Sekali lagi Qi dingin yang sangat ekstrem kembali meledak di sekitar Bing Jiao. Ling Feng yang melihat itu pun juga menarik pedang hitam dari sarung pedangnya yang ia letakan di punggungnya, setidaknya ia tidak terkena dampak apapun dari ledakan Qi dingin dari Bing Jiao.
Ling Feng yang mendengar perkataan yang keluar dari mulut Bing Jiao pun menimpali perkataannya. “Tidak, kau salah. Jiao’er itu tidak lemah. Aku yang paling mengenal dirinya dan mengetahui sekuat apa dirinya. Jadi jangan mengatakan seolah-olah kau yang paling mengenal dirinya.” Ucap Ling Feng mengacungkan pedangnya ke arah Bing Jiao.
Mendengar hal itu, Bing Jiao menggertakkan giginya lalu melesat maju dengan cepat ke arah Ling Feng. “Persetan dengan apa yang kau katakan... Kau hanyalah orang memangnya tahu apa! Manusia biasa seperti mu memangnya tahu apa hahhh!” Teriak Bing Jiao seraya melesat lalu menghunuskan pedangnya ke arah Ling Feng.
Shrringgggg
Ling Feng yang melihat serangan cepat itu mundur selangkah seraya menyesuaikan serangan pedang Bing Jiao menahannya, lalu mengehempaskanya ke belakang.
Ctanggggg
Bing Jiao yang melihat itu membelalakkan kedua matanya terkejut. Pasalnya serangan pedang yang ia lancarkan sekuat tenaga, dengan sangat mudah di hempaskan oleh Ling Feng. Ia menggertakkan giginya mengeluarkan lebih banyak Qi dingin lagi lalu kembali menyerang Ling Feng dengan teknik pedang yang rumit.
Ling Feng mengambil sedikit jarak dengan mundur beberapa langkah ke belakang. Dirinya menatap Bing Jiao yang melesat cepat ke arahnya, kembali melakukan hal yang sama kembali menahan serangan pedang Bing Jiao dan sesekali menghempaskan nya.
Shringggg
Shringggg
Shringggg
Ctangggg
Ctangggg
Ctangggg
“Menyerahlah dan keluar dari tubuh Jiao’er... Itu bukan tempat mu.” Ucap Ling Feng kepada Bing Jiao. Mendengar hal itu Bing Jiao menggertakkan giginya dan berteriak kencang kepada Ling Feng, “Jangan bercanda! Apa-apaan ini! Padahal kau hanya manusia biasa, tapi, tapi bagaimana bisa?! Bagaimana bisa!” Teriak Bing Jiao yang tidak terima, karena setiap serangan yang ia lancarkan selalu di tahan. Ya selalu ‘di tahan’ itulah yang membuatnya merasa frustasi, jengkel dan marah kepada Ling Feng.
Ling Feng tidak mengatakan apapun dan hanya diam saja mendengarkan perkataan dari Bing Jiao. Melihat Ling Feng yang tidak menjawab pertanyaan, membuat kemarahan Bing Jiao semakin memuncak dan sekali lagi menerjang ke arah Ling Feng.
“Kau kuat sangat kuat. Oleh karena itu, aku sepertinya memang harus bertarung dengan mempertaruhkan nyawaku untuk melawan mu!” Teriak Bing Jiao yang mana ia terlihat seperti mengeluarkan seluruh Qi dingin yang ia miliki saat ini.
Ling Feng yang awalnya diam, lalu ia pun membuka mulutnya berkata, “Aku tidak berani membandingkan diriku ini kuat atau tidaknya, karena dunia ini sangatlah luas dan masih banyak lagi kultivator yang jauh lebih kuat dariku.” Ucap Ling Feng lalu menahan sepenuhnya ayunan pedang Bing Jiao yang mengandung seluruh Qi dinginnya.
Ctangggg
“Persetan dengan ucapan mu itu kak...! Kau selalu seperti itu! Kau selalu berkata seperti itu! Bahkan saat ini, kau masih sangat kuat dimana aku sudah mengeluarkan seluruh kekuatan ku!” Teriak Bing Jiao didepan Ling Feng yang hanya diam, namun sebenarnya sedang menyimak dengan seksama apa yang dikatakan oleh Bing Jiao.
“Apakah kerja keras ku selama ini untuk mengejar mu itu hanya sia-sia saja? Apakah semua yang kulakukan untuk mu sampai saat ini tidak ada artinya apa-apa! Apakah selama ini hanya aku saja yang terus-terusan gelisah seperti ini!” Bing Jiao kembali melanjutkan perkataannya.
Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Bing Jiao dan menyimaknya dengan seksama, Ling Feng pun tersenyum hangat di wajahnya menatap Bing Jiao dengan sangat hangat membuat Bing Jiao yang tubuhnya sedang di ambil itu sempat tersentak ketika melihat senyuman hangat Ling Feng.
“Akan kakak katakan dengan sangat yakin, bahwa kerja keras Jiao’er itu tidaklah sia-sia.” Kata Ling Feng dengan lembut membuat Bing Jiao tersentak ketika mendengarnya, akan tetapi dengan cepat ia menggeleng-geleng kan kepalanya, “Tidak! Kakak Bohong! Semua yang kakak katakan itu bohong!” Teriak Bing Jiao menyangkalnya seraya menghempaskan pedang Ling Feng menjaga jarak darinya.
Ling Feng sendiri sontak menurunkan lengan yang memegang pedang dan kembali berkata seraya terkekeh pelan, “Sejak kapan kakak pernah berbohong pada Jiao’er memangnya. Bukankah di awal tadi kakak sudah berkata kepada Jiao’er bahwa Jiao’er telah bekerja sangat keras sampai saat ini.” Kata Ling Feng lalu kembali mengulurkan tangannya ke depan lalu kembali berkata, “Nah, Jiao’er... Kembalilah... Aku ingin mendengar seluruh ceritamu, sejak kita berpisah di kota Cheng Du, sampai saat ini.” Kata Ling Feng kembali membujuk Bing Jiao dengan nada ucapan yang lembut.
Mendengar hal itu, tubuh Bing Jiao pun tiba-tiba tersentak, menyadari itu, sisi lain Bing Jiao yang saat ini menguasai tubuh Bing Jiao, menggertakkan giginya, karena apa yang di ucapkan oleh Ling Feng mulai membangkitkan Bing Jiao yang awalnya sudah ia telan. Sisi lain Bing Jiao pun berteriak lantang, “Kau diam saja di dalam sana! Dirimu yang lemah itu berdiam diri saja tidak perlu keluar lagi! Dirimu yang lemah itu harus menghilang!” Teriak Bing Jiao merujuk kepada kesadaran Bing Jiao yang berusaha untuk mengambil alih tubuhnya.
Ling Feng menyadari bahwa, Bing Jiao yang sebenarnya dan sisi yang bukan Bing Jiao saling tumpah tindih, memanfaatkan hal itu. Ling Feng lalu menarik pedang putih nya, lalu mengambil sikap kuda-kuda teknik pedang ganda nya.
“Teknik Pedang Yin Yang Gerakan Keenam: Kekosongan Tak Terbatas.” Ucap Ling Feng mengayunkan pedangnya secar bersamaan dari bawah ke atas melesatkan ke arah Bing Jiao yang terlambat sadar dan hanya bisa pasrah menerima serangan Ling Feng.
Shringggg
Shringggg
Boooommmm
Ledakan sangat besar akibat dari tebasan pedang ganda yang Ling Feng keluarkan, menghempaskan semua yang ia laluinya termasuk Bing Jiao yang langsung terpental tidak sadarkan diri. Ling Feng lalu sekali lagi mengibaskan pedangnya, membersihkan kabut tebal, akibat dari tebasan pedangnya.
Ling Feng lalu melangkah mendekati Bing Jiao yang tidak sadarkan diri, terlihat ia tidak terluka di sana kecuali, seluruh Qi di dalam tubuhnya telah terkuras habis. Ling Feng lalu melirik ke arah pedang biru yang tergeletak di sisi Bing Jiao. Ia lantas mendekati pedang tersebut lalu menatapnya dengan intens, sampai beberapa detik kemudian Ling Feng berkata.
“Jadi kau yang merasukinya ya.” Ucap Ling Feng seraya menatap pedang biru Bing Jiao. “Aku dengar bahwa Jiao’er yang telah menemukan mu, dan kau merasa sangat senang ketika Jiao’er menemukanmu.” Kata Ling Feng berbicara kepada pedang biru tersebut.
“Akan tetapi, hal itu tidak boleh dilakukan seperti itu. Soalnya, tindakan yang telah kau lakukan itu membuat semua orang takut kepadanya.” Kata Ling Feng lagi seperti sedang menegur anak kecil. “Oleh karena itu, kali ini tolong lakukanlah dengan benar kali ini. Serta aku meminta tolong kepadamu. Jadilah kekuatan untuk Jiao’er dan bantu aku untuk melindunginya.” Kata Ling Feng seraya membelai pedang biru tersebut, dan pada saat itulah pedang biru yang awalnya tidak menunjukkan respon apapun, tiba-tiba berdengung seraya sedikit bersinar.
Ling Feng yang melihat itu tersenyum dan berkata, “Terima kasih sudah mau mendengarkan permintaan egoisku ini.” Ucap Ling Feng lalu kembali melirik ke arah Bing Jiao dan duduk di depan nya menunggu wanita tersebut bangun dari pingsan nya.
>>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.
Nb: Selamat malam nisfu sya'ban dan membaca amalan nisfu sya'ban (Bagi yang melaksanakannya🙏🏼🥳)