Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Tidak Perlu Sungkan


Ling Feng yang melihat itu nampak tersenyum tipis lalu berkata, “Menarik, kerahkan semua yang kalian milikki Jiao’er, Xian’er.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum tipis.


>>>>>>______


Mendengar hal itu, baik itu Bing Jiao ataupun Qing Xian tidak berkata apapun. Keduanya hanya tersenyum di balik cadarnya masing-masing seraya maju menyerang ke arah Ling Feng. Qing Xian yang pertama kali melancarkan serangan kepada Ling Feng, dirinya tanpa ragu sedikit pun mengayunkan pedangnya ke arah Ling Feng.


Shringggg...!!


Ling Feng yang melihat itu masih biasa saja kedua ia hanya terus menatap ayunan pedang Qing Xian, sampai tepat pedang Qing Xian tinggal berjarak beberapa milimeter dari wajahnya, Ling Feng mundur selangkah dan ayunan pedang Qing Xian hanyalah mengenai angin kosong saja.


Shaaattttt...?!


“Apakah hanya itu saja?” Ucap Ling Feng tanpa beban seraya memasang raut wajah meremehkan kepada Qing Xian. Melihat raut wajah dari pria tersebut, Qing Xian sedikit jengkel, namun beberapa detik kemudian ia kembali tenang.


“Tentu saja tidak.” Ucap Qing Xian seraya tersenyum misterius di balik cadarnya membuat Ling Feng mengangkat sebelah alisnya ketika melihat senyuman yang jarang Qing Xian tunjukkan kepadanya. Serangan Qing Xian masih belum selesai, setelah serangan pertamanya berhasil di hindari oleh Ling Feng. Qing Xian kembali mengayunkan pedangnya dari bawah ke atas.


“Kecepatan ayunan pedangnya meningkat daripada yang pertama.” Batin Ling Feng seraya menghindari serangan ayunan pedang Qing Xian kembali. Walaupun begitu, Qing Xian nampak tidak berniat berhenti, ia kembali melancarkan serangan pedang beruntun kepada Ling Feng.


“Lebih cepat. Lebih cepat lagi. Lebih cepat lagi dari yang sebelumnya.” Batin Qing Xian seraya mengayunkan pedangnya, dan tempo ayunan pedangnya semakin cepat seiring berjalannya waktu.


Shringggg...! Shringgg...! Shringggg...!


Ling Feng juga menyadarinya, bahwa dirinya tidak bisa selalu menghindari ayunan pedang Qing Xian. Ia pun mengeluarkan Pedang Hitamnya dan mulai menahan ayunan demi ayunan pedang yang di lancarkan oleh Qing Xian.


“Jadi begitu ya. Ia memadukannya dengan elemen petir guna mempercepat ayunan pedangnya. Alhasil ia bisa meningkatkan tempo serangannya dan itu meningkat seiring berjalannya waktu.” Batin Ling Feng mengamati gerakan tangan Qing Xian yang benar-benar secepat kilat. Bahkan jika ada yang melihat Qing Xian yang sekarang, mereka hanya akan bisa melihat bayang-bayang tangannya saja, saking cepatnya ia mengayunkan pedangnya.


“Tidak buruk Xian’er. Kalau begitu, bagaimana jika aku mencobanya juga.” Ucap Ling Feng mengikuti trik yang sama dengan Qing Xian yaitu, menggunakan elemen petirnya guna mempercepat tempo serangan. Melihat itu Qing Xian membelalakkan kedua matanya terkejut bukan main, karena tempo serangan Ling Feng ikut menjadi cepat juga, sama persis dengan Qing Xian, bahkan kini terlihat Ling Feng lebih unggul dari Qing Xian.


“Cihhhh... Mencuri teknik orang itu perbuatan tidak baik tahu.” Ucap Qing Xian menggunakan punggung pedangnya membuat ayunan pedang Ling Feng terpental ke belakang.


Shringggg...! Ctaanngggg...?!


“Sekarang saudari!” Ucap Qing Xian membuat Ling Feng refleks menoleh ke arah sebaliknya di mana sudah ada Bing Jiao yang sudah mengangkat pedangnya ke atas. Terlihat di punggung gadis tersebut sudah tercipta ribuan pedang yang terbentuk dari elemen es saking banyaknya.


“Teknik Perwujudan Elemen Es: Seribu Pedang Es, Bekukan!” Ujar Bing Jiao seraya menunjuk ke arah Ling Feng dengan pedangnya dan satu persatu pedang es yang berada di belakang tubuhnya pun terbang dengan cepat ke arah Ling Feng.


“Sepertinya ini tidak mudah.” Gumam Ling Feng seraya tersenyum masam dan mulai menghancurkan satu persatu pedang es yang menuju ke arahnya.


Craassshhh...?! Craassshhh...?! Craassshhh...?!


Melihat itu, Bing Jiao pun tidak tanggung-tanggung menggerakkan seluruh pedang es yang berada di punggungnya.


“Oioioi... Yang benar saja ini, apakah kalian benar-benar berniat untuk membunuh pria kalian.” Gumam Ling Feng tersenyum masam melihat jumlah pedang es yang datang ke arahnya lebih terlihat seperti sebuah hujan yang datang ke arahnya. Ling Feng diam sejenak menarik nafasnya seraya memejamkan kedua matanya sejenak, beberapa saat kemudian ia pun kembali membuka matanya.


Kembali mengayunkan pedangnya dengan kecepatan yang luar biasa. Membuat Bing Jiao yang melihat itu benar-benar tidak menyangka, bahwa serangan seribu pedang esnya akan di hadapi secara langsung oleh Ling Feng. Eksperi tidak menyangka itu hanya bertahan beberapa saat saja, karena raut wajah Bing Jiao pun kembali tenang dan senantiasa menggerakkan pedang esnya, menghujaninya kepada Ling Feng.


“Jangan sampai meleset saudari.” Ucap Bing Jiao membuat Qing Xian yang berada di sebelahnya berkata, “Serahkan kepadaku saudari.” Ucap Qing Xian lalu melesat maju menerjang ke arah hujan pedang es Bing Jiao.


Ling Feng yang sedang fokus menahan serangan pedang es Bing Jiao, sedikit dikejutkan dengan Qing Xian yang secara tiba-tiba muncul dari arah titik buta nya. “Akhirnya kamu lengah juga sayang~.” Ucap Qing Xian yang bergerak sangat cepat menghindari seluruh pedang es Bing Jiao dengan tubuhnya yang telah diselimuti Elemen Petir. Tanpa pikir panjang lagi, Qing Xian menghunuskan pedangnya ke arah Ling Feng.


Shringgggg...!! Ctangggg...?!


“A-apa?!” Ucap Qing Xian terkejut, karena serangan yang sangat ia yakini akan berhasil mengenai Ling Feng, ternyata berhasil di tahan oleh pemuda tersebut. Dirinya pun refleks menjauh dari Ling Feng dan melihat lebih teliti, dimana di tangan satunya Ling Feng sudah ada Pedang seputih salju.


“Hei sayang, bukankah itu tidak adil?!” Ujar Qing Xian tidak terima, karena Ling Feng kini menggunakan dua pedang di tangan nya.


Ling Feng yang mendengar itu hanya mengedikan kedua bahunya seraya terkekeh pelan lalu dalam sekejap memasang kuda-kuda dan berkata, “Teknik Sembilan Matahari: Tebasan Badai Api.” Ujar Ling Feng mengayunkan kedua pedang nya secara bersamaan dan sebuah topan berwujud api keluar membakar habis seluruh pedang es Bing Jiao tanpa tersisa.


“Betul apa yang dikatakan oleh saudari kakak. Ini benar-benar tidak adil tahu.” Ucap Bing Jiao yang juga tidak terima.


“Hehhhh kenapa juga tidak adil. Aku tidak pernah bilang akan menggunakan satu pedang saja bukan sayang-sayangku~.” Ucap Ling Feng dengan santainya, lalu berkata di dalam hatinya, “Juga, sejak kapan ini menjadi sebuah kompetisi? Ya tidak apa-apa juga sih. Mengingat seperti ini juga menarik.” Batin Ling Feng di dalam hatinya seraya menggeleng-geleng kan kepalanya.


“Sayang, sayang matamu. Jika begini, pada akhirnya kami berdua tidak akan pernah menang melawan mu.” Ucap Qing Xian seraya menatap tajam ke arah Ling Feng seraya dianggukki oleh Bing Jiao tanda dirinya setuju dengan apa yang dikatan oleh Qing Xian.


“Haihhh... Baiklah, baiklah. Bagaimana dengan begini saja. Aku tidak akan melakukan serangan apapun kecuali serangan pedang vertikal. Untuk kalian berdua, bebas menggunakan serangan apapun kepadaku tanpa terkecuali. Apakah itu cukup?” Ucap Ling Feng membuat Bing Jiao dan Qing Xian terdiam sejenak lalu saling pandang dan beberapa saat kemudian, keduanya pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.


“Kalau begitu sudah di putuskan. Jadi, jangan sungkan untuk menyerang. Lalu, jika kalian berhasil membuat pakaian ku tergores sedikit saja, maka itu kemenangan kalian dan aku akan memberikan hadiah sebagai gantinya.” Ucap Ling Feng lagi.


“Kalau begitu kami berdua tidak akan sungkan lagi.” Ujar Bing Jiao dan Qing Xian secara bersamaan kembali maju menyerang Ling Feng bersemangat.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.