Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
insiden Pagi Hari


Pembunuh bayaran itu menganggukkan kepalanya ketakutan lalu berkata. "N-namanya adalah Guan Long. Orang itu bernama Guan Long. " Kata pembunuh bayaran tersebut dengan cepat. "A-aku sudah mengatakan jadi biarkan aku pergi juga." Kata pembunuh bayaran itu lagi.


Ling Feng yang mendengar nama Guan Long sudah tidak terlalu terkejut lagi. "Orang itu benar-benar terburu-buru ya…Padahal baru beberapa jam berlalu ia sudah sangat ingin sekali membunuh ku." Gumam Ling Feng menghela nafas panjang menggaruk bagian belakang kepalanya.


"Ya peduli setan lah…Lalu, terima kasih atas informasinya Tuan pembunuh bayaran." Kata Ling Feng tersenyum simpul kepada pembunuh bayaran sembari mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Sang Pembunuh bayaran yang melihat itu langsung berkata dengan cepat. "T-tunggu dulu bukankah aku sudah mengatakan semuanya kenapa kau masih mau membunuh ku juga." Kata Pembunuh bayaran tersebut.


Ia benar-benar ketakutan sekali ketika melihat aura pedang yang sangat kuat muncul di pedang Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu berkata dengan tanpa beban. "Tapi aku tidak bilang aku tidak akan membunuhmu tadi. Aku cuman bilang kalau kau tidak ingin merasakan hal seperti tadi katakan semua informasinya…Benar, kan." Kata Ling Feng. Mendengar hal itu pembunuh bayaran tersebut benar-benar mati kutu tidak bisa menjawab.


"Dasar ke*arat!!! terkutuk dirimu dan seluruh keluarga mu akan mati terbunuh dengan siks-" Teriakkan pembunuh bayaran tersebut terhenti, karena Ling Feng langsung menebas kepala pembunuh bayaran tersebut dalam sekali tebas. "Ya apapun itu…Jika ingin bersikap, bersikaplah layaknya orang jahat." Kata Ling Feng mengayunkan pedangnya membersihkan tetesan darah disana.


"Guan Long, kah…Sayang sekali aku harus masuk pelatihan tertutup secepatnya. Jadi, apa yang harus aku lakukan untuk membuatnya sedikit jera kali ini, apakah aku harus sedikit memberikannya peringatan agar tidak melakukan hal yang aneh atau langsung membunuhnya saja saat itu." Kata Ling Feng. Setelah selesai ia mengeluarkan kekuatan elemen apinya lalu membersihkan semua jejak bekas pertempuran dirinya.


Di Suatu Tempat


"Bagaimana dengan tugas yang kuberikan." Kata sosok tersebut yang tidak lain adalah Guan Long. "Salam tuan muda. Tenang saja aku sudah melaksanakan tugas sesuai dengan perintah anda. Kelompok pembunuh bayaran itu juga sudah mengkonfirmasi misinya akan dilaksanakan malam ini." Jelas anak buah Guan Long.


"Baguslah kalau begitu." Kata Guan Long tersenyum mengerikan. Anak buah Guan Long yang mendengar itu menganggukkan kepalanya lalu berkata kembali, "Saya izin pamit kembali tuan muda." Kata anak buahnya, Guan Long yang mendengar itu menganggukkan kepalanya mengiyakan.


Anak buahnya sekali lagi menganggukan kepalanya lalu pergi dari hadapan Guan Long. Setelah kepergian Anak buahnya Guan Long langsung tertawa sinis. "Cihhhhh rasakan hal itu. Itulah akibatnya jika dirimu yang rakyat jelata berani bermain-bermain dengan ku yang bangsawan ini." Kata Guan Long sinis.


"Siapapun yang berani merebut milik punyaku maka kau harus bersiap-siap untuk mati saat itu juga." Kata Guan Long menyeringai mengerikan.


Kembali ke Ling


"Achuuu! Brrrr siapa yang sedang mengumpat kepadaku." Kata Ling Feng yang sudah sampai di penginapan. Ia lantas langsung menuju kamarnya yang berada dilantai dua. Ketika ia masuk, ia tidak menyangka melihat pemandangan yang tidak terduga.


"Kukira wanita ini sudah kembali ke rumahnya setelah bermain dengan Lin'er." Kata Ling Feng yang merujuk kepada wanita yang terlelap disisi tempat tidur. Ling Feng lantas mengalihkan pandangannya ke Lin kecil yang tertidur pulas di tempat tidur. Bahkan ekspresi wajah senangnya tercetak jelas saat ini di wajah tidurnya. "Sepertinya ia senang bermain-main seharian ini." Kata Ling Feng tersenyum kemudian.


Ling Feng lalu mengalihkan pandangannya ke Qing Xian yang terlihat tidak merasa nyaman, Ling Feng yang menyadari itu, mendekatinya lalu menepuk pelan bagian belakang punggungnya mengalirkan Qi kedalam tubuh Qing Xian. Seketika wajah tidak nyaman itu hilang digantikan wajah polosnya yang sangat cantik.


Ling Feng yang melihat itu menahan nafasnya kasar, lalu ia menggelengkan kepalanya dan berjalan ke sisi ruangan lalu kembali lagi dengan membawa selimut ditangannya.


Keesokan harinya


Tidak terasa pagi pun datang dengan cepat. Sinar matahari juga mulai masuk kedalam ruangan tersebut. Qing Xian yang tertidur pulas dipaksa bangun oleh sinar matahari yang masuk melalui celah jendela kamar tersebut.


"Hoammmm tidurku nyenyak sekali." Gumam Qing Xian pelan merenggangkan tubuhnya yang sedikit kaku. Beberapa menit kemudian ia menyapu pandangannya menyadari bahwa ia saat ini bukanlah di kamarnya. Sedetik kemudian ia pun sadar bahwa ini adalah kamar penginapan milik Ling Feng.


"Ohhhh tidak aku ketiduran di sini." Kata Qing Xian panik lalu ia meraba-raba tubuhnya yang telah diselimuti oleh sesuatu. Lantas ia heran karena pada saat itu ia tidak ingat sama sekali pernah menggunakannya. Sampai suara khas terdengar ditelinganya.


"Oh kau sudah bangun nona kukira kau akan bangun sedikit lebih siang lagi." Kata sosok tersebut yang tidak lain adalah Ling Feng. Qing Xian yang mendengar itu menundukkan kepalanya, ia malu sangat malu saat ini. "Jangan bilang selimut ini Tuan muda Feng yang melakukannya." Batin Qing Xian menggenggam erat selimut tersebut.


Ling Feng yang melihat Qing Xian hanya bergetar saja, ia lalu bertanya kali ini. "Ah…nona Xian, ada apa dengan dirimu apakah kau sakit?" Tanya Ling Feng berjalan mendekati Qing Xian yang sedang menundukkan kepalanya. Ling Feng tidak menyadari bahwa dirinya saat ini sedang bertelanjang dada.


"Nona Xian apakah kau mendengar ku?" Ulang Ling Feng. Qing Xian yang mendengar itu sontak kembali ke dirinya, ia sedikit tersentak lalu mengalihkan tubuhnya dan hendak berkata sesuatu, namun tiba-tiba ia langsung terdiam ketika melihat Ling Feng, bahkan wajahnya kali ini benar-benar sangat merah ketika melihat Ling Feng.


Ling Feng yang melihat tindakan nona Qing Xian benar-benar tidak mengerti dengan kekakuannya. "Nona Xian apakah kau mendengar ku? Kalo iya maka jawablah." Kata Ling Feng melambai-lambai tangannya didepan wajah Qing Xian.


Qing Xian sangat sulit untuk berkata saat ini sampai detik kemudian ia langsung berteriak sangat keras. "Kyaaaaaaaaa!!!!!!!" Teriak Qing Xian sangat keras sembari menutup wajahnya. Ling Feng refleks langsung mundur kembali ketika Qing Xian berteriak keras.


Ling Feng lantas sangat heran Qing Xian yang berteriak kepadanya tadi. "Ada apa dengan wanita itu? kenapa dirinya berteriak?" Batin Ling Feng bertanya-tanya. Sampai Lin kecil terbangun dari tidurnya. Ia lantas merenggangkan tubuhnya lalu menyapu pandangannya dan berkata.


"Hoammmm…Selamat pagi Kakak Xian, selamat pagi juga tuan muda." Kata Lin kecil menyapa. "S-selamat pagi juga Lin'er." Kata Qing Xian. "Selamat pagi juga Lin'er." Kata Ling Feng hampir bersamaan dengan Qing Xian.


Lin kecil lantas menyapu pandangannya karena merasakan hal yang aneh. Ia lantas berkata, "Kenapa kakak Xian menutup wajah?" Tanya Lin kecil kepada Qing Xian, Qing Xian yang ditanya seperti itu tidak bergeming, pikirannya sudah benar-benar kacau. "B-bentuknya kotak-kotak." Batin Qing Xian tidak bisa menghilangkan gambaran yang ia lihat tadi.


Lin kecil lantas mengalihkan pandangannya ke Ling Feng dan berkata. "Pakaian tuan muda kemana? apakah hilang?" Tanya polos Lin kecil. Qing Xian yang mendengar itu refleks menegang tubuhnya. Terutama Ling Feng, ia refleks meraba tubuhnya dan bagaikan disambar petir di siang bolong. Ia benar-benar lupa akan hal itu.


>>>>>> Bersambung


>>>>>>