Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Pemuda Yang Kebetulan Lewat


“Sayang sekali. Padahal tadinya aku ingin menghabisi mu dengan cara yang praktis dan tidak menyakitkan, namun tidak di sangka kau malah memilih cara yang berbanding terbalik.” Ujar iblis yang tadinya menyamar sebagai anak perempuan.


“Maaf saja, aku ini orangnya tidak pandai berakting, jadi kalaupun berpura-pura toh hasilnya sama saja.” Ucap sang ajudannya memasang sikap kuda-kuda berpedangnya. “Terlebih lagi...” Sang ajudan menggantung perkataannya, sontak Lu Soon pun ikut mengucapkan perkataan yang sama.


“Terlebih lagi?” Lu Soon mengulang perkataan yang sang ajudan katakan tadi. “Terlebih lagi... Cara anak buah mu itu bersembunyi benar-benar tidak efektif. Setidaknya jika ingin bersembunyi, mandilah terlebih dahulu, karena kalian semua ras iblis mempunyai bau yang sangat menjijikan tahu.” Ucap sang ajudan dengan wajah mengejek.


“Hahahaha... Apa ini, apakah semacam lelucon yang kau pikirkan untuk membuat diriku dan anak buah ku marah, jika iya sayang sekali kau tidak akan bisa melakukannya.” Ucap Lu Soon balik mengejek, dan sekali lagi sang ajudan memberikan reaksi yang tidak terduga.


“Tidak, apa yang aku katakan saat ini adalah sebuah kenyataan. Kalian para ras iblis benar-benar memiliki bau yang sangat menjijikan. Jujur saja aku sudah sangat muak sekali saat ini dengan bau menjijikan kalian, terutama kau yang paling memberikan bau yang sangat menjijikan di antara anak buah mu yang lainnya.” Ucap sang ajudan mengatakan apa adanya. Membuat raut wajah Lu Soon berubah menjadi serius.


“Kau sepertinya benar-benar orang yang sangat menyebalkan ya. Terutama penciuman mu. Bagian yang paling merepotkan. Haruskah ku tebas kepala mu itu, supaya kau tidak tersiksa lagi.” Ucap Lu Soon dengan raut wajah tidak senang.


“Ingin meringankan siksaan ku itu mudah, dengan kalian mati sudah cukup untuk meringankan siksaan yang saat ini aku alami tahu.” Ucap sang ajudan langsung berlari cepat seraya menghunuskan pedangnya.


“Teknik Pedang Cepat Gerakan Pertama: Tebasan cepat dua kali lipat.” Ujar sang ajudan mengayunkan pedangnya secara acak dengan gerakan yang sangat cepat.


Shringggg


Shringggg


Dua tebasan aura keluar dari ayunan pedang sang ajudan dan membuat Lu Soon dan anak buahnya terpisah. “Tuan Lu Soon...” Panggil anak buahnya setengah berteriak. “Aku baik-baik saja.” Ucap Lu Soon. “Panggil iblis yang lainnya untuk datang kemari termasuk iblis-iblis yang kita utus untuk mengawasi kedua orang tersebut.” Kata Lu Soon kepada anak buahnya.


Mendengar itu, anak buahnya pun menganggukan kepalanya dan mulai memanggil iblis-iblis yang lainnya. “Memanggil bala bantuan, kah... Ya bukan cuman kalian yang mempunyai bala bantuan." Ucap sang ajudan menghacurkan sebuah kristal dan kembali melancarkan serangan pedang lagi.


“Teknik Pedang Cepat Gerakan Pertama: Tebasan cepat tiga kali lipat.” Ujar sang ajudan kembali menggunakan kuda-kuda berpedang yang sama, namun gerakan ayunan pedangnya lebih cepat dari yang awal.


Shringggg


Shringggg


Shringggg


“Cihhhh... Teknik Tinju Petir Gerakan Kedua: Tinju Kilat Ganda.” Ucap Lu Soon menggunakan seni beladirinya.


Baaammm


Baaammm


Dua tebasan aura milik sang ajudan dapat di tahan oleh seni beladiri Lu Soon, namun satu tebasan aura yang tersisa masih melesat lolos dan mengarah kepadanya. Lu Soon melompat ke samping menghindari tebasan aura tersebut, “Kuda-kudanya masih sama, akan tetapi kecepatan ia mengayunkan pedangnya meningkat.” Batin Lu Soon seraya melirik ke arah tebasan yang menembus dinding tersebut.


Tidak sampai di situ, sang ajudan langsung melesat cepat dengan pedang yang sudah mengarah kedepan, Lu Soon juga langsung mengambil sikap bertahan untuk menahan serangan sang ajudan, tetapi secara tiba-tiba... Anak buah Lu Soon langsung bergerak cepat dan menahan pedang sang ajudan.


“Apa?!” Ucap sang ajudan yang terkejut melihat tebasan pedangnya di tahan oleh anak buah Lu Soon. Lu Soon pun sama terkejutnya, anak buahnya pun langsung berteriak cukup kencang menyadarkan Lu Soon dari rasa terkejut nya. “Tuan Lu Soon serang sekarang!” Teriak anak buahnya menyadarkan Lu Soon.


“Teknik Tinju Petir Gerakan Pertama: Tinju Kilat Hitam.” Lu Soon yang langsung bergerak cepat ke sisi sang ajudan, dimana pertahanan tubuhnya terbuka lebar.


“Kena kau...” Ucap Lu Soon menyeringai sesaat lalu melancarkan serangannya tepat ke bagian tubuhnya yang terbuka lebar.


“Sial...” Umpat sang ajudan menggertakkan giginya, dan...


Booommmm


Kepulan asap tercipta sesaat selama beberapa detik, dan setelah asap kebul hilang sepenuhnya, terlihat sebuah pedang yang beradu dengan tinju Lu Soon. “Apa?!” Lu Soon bereaksi hampir sama persis dengan sang ajudan. Sebuah pedang panjang menghalangi serangan dari Lu Soon.


“Untung saja tepat waktu.” Ucap sosok yang menghalangi serangan Lu Soon, yang ternyata adalah salah satu prajurit elit. Lu Soon langsung melompat bersamaan dengan anak buahnya yang juga langsung mengambil langkah mundur.


“Terima kasih... Jika kau tidak datang, mungkin aku sudah terluka parah tadi.” Sang ajudan mengucapkan terima kasih kepada prajurit elit tersebut. “Tidak menjadi masalah tuan ajudan. Itu sudah menjadi tugasku mematuhi perintah ketua.” Ucap prajurit elit tersebut.


Sang ajudan menganggukkan kepala nya kembali menoleh ke arah Lu Soon. “Kali ini dua lawan dua. Mari lanjutkan.” Kata sang ajudan kembali maju bersamaan dengan Lu Soon yang maju dengan tinjunya.


Sementara Itu Di Sisi Ling Feng


Shringggg


“Akhhhhh...!” Teriak pilu dari sosok iblis yang tergeletak lemah dengan anggota tubuhnya yang sudah tidak lengkap. Sosok iblis itu benar-benar terlihat sangat mengenaskan saat ini. Bukan hanya dirinya saja, terlihat tumpukan iblis yang lainnya, dimana keadaan mereka pun terlihat jauh lebih mengenaskan dari dirinya.


“K-kau... Siapa sebenarnya kau... S-sejak kapan ras manusia mempunyai kultivator sekuat ini.” Ucap iblis itu dengan nada bergetar ketakutan setengah mati melihat dua sosok berjubah hitam tepat dihadapannya saat ini. Terutama aura yang berasal dari salah satunya, dimana itu adalah sosok Ling Feng. Monster, itulah yang dipikirkan ketika melihat perwujudan dari Ling Feng.


“Aku hanya seorang pemuda yang kebetulan sedang melewati kota ini. Hanya itu saja.” Ucap Ling Feng seraya membuka tudung kepalanya memperlihatkan wajah tampan dan rambut panjang terururai, serta sebuah senyuman tipis tercetak di wajahnya, dimana itu terlihat sangat mengerikan di mata sang iblis. Detik kemudian, pandangan iblis itu langsung berubah menjadi gelap gulita.


“Fyuhhh... Akhrinya aku bisa merenggangkan bagian sendi-sendi tubuh ku ya kaku.” Ucap Ren Hu seraya merenggangkan bagian tubuhnya dan tersenyum puas. “Jadi tuan muda... Apakah kita hanya perlu melakukan ini saja?” Tanya Ren Hu kepada Ling Feng. Pang kevetulan juga langsung muncul tepat di sisi Ren Hu mengejutkan wanita tersebut, karena kehadirannya.


“Tidak, masih belum. Kalian berdua bantulah kedua pilar kota Cheng Du. Walaupun kita sudah membalikkan rencana mereka, bukan berarti hal yang tidak terduga tidak akan terjadi. Sekalipun rencana itu sempurna, hal tidak terduga pasti terjadi.” Ucap Ling Feng. Keduanya menganggukan kepalanya dan berkata, “Siap laksanakan perintah tuan muda.” Ucap keduanya langsung menghilang.


Tepat setelah keduanya pergi, Ling Feng kembali tenggelam dalam pikirannya. “Apakah memang semudah ini saja?” Pikir Ling Feng dalam benaknya.


>>>>>> Bersaambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.