Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Melakukan Pelatihan Tertutup


“Yang menjadi masalahnya saat ini adalah naga ini nampak begitu menyukai Lin’er. Jika sampai dirinya kesal dan memanggil naga ini, maka tamat sudah riwayat kita.” Ucap Ling Shui secara tiba-tiba, membuat ketiga yang lainnya pun seketika bergidik ngeri seraya menggeleng-gelengkan kepalanya tidak ingin membayangkan apa yang akan terjadi jika seperti itu kebenarannya.


>>>>>>______


“Setelah kamu mengatakannya, aku benar-benar tidak ingin membayangkannya.” Batin Ling Huo dan yang lainnya dengan kepala tertunduk dan raut wajah lemas. Sementara itu Ling Lin’er sedang asyik bercerita tentang awal pertemuan dirinya dengan naga coklat tersebut kepada Ling Xiao.


Awal mula pertemuan nya dengan sang naga itu adalah ketika dirinya sedang berada di Kekaisaran Wei, tepatnya di salah satu puncak gunung yang berada di Kekasairan Wei. Kala itu dirinya hendak menuju puncak gunung tersebut untuk mencari sebuah tanaman spiritual yang kebetulan kabarnya berada di puncak gunung tersebut. Ia secara tidak kebetulan datang ke sarang dari naga tersebut lalu menyelamatkan anak dari naga coklat tersebut.


Awal mula pertemuan nya dengan naga tersebut adalah ketika dirinya sedang berteduh di sebuah gua besar di gunung tersebut, yang tidak lain juga adalah sarang dari naga coklat tersebut. Awal mula pertemuan keduanya tidak lah mulus, karena sang naga menganggap Ling Lin’er adalah musuh. Akan tetapi ketika gadis tersebut menjelaskan situasinya, naga itu pun nampak mengerti dan membiarkan Ling Lin’er.


Lalu secara tiba-tiba gelagat dari naga coklat itu menjadi aneh dan Ling Lin’er menyadari itu. Gelagat sang naga nampak panik, membuat Ling Lin’er yang penasaran pun mendekat ke arahnya. Sang naga itu tidak menyadari Ling Lin’er yang mendekat ke arah sarangnya, saking fokusnya ia menatap ke arah sarang yang terbuat dari dedaunan tebal itu.


Pada saat itulah Ling Lin’er melihat anak-anak dari naga coklat tersebut. Pandangan matanya lebih terfokus kepada salah anak naga yang terlihat pucat wajah serta kulit tubuhnya. Ia juga menyadari bahwa anak naga tersebut sudah terkena racun mematikan yang mengalir di dalam tubuhnya.


Laku kemudian, Ling Lin’er langsung sadar, bahwa ada sepasang mata yang sedang menatap tajam ke arahnya, dengan tanpa rasa takutnya ia menoleh kearah naga coklat yang tengah menatapnya tajam, dan siap melahapnya kapan saja. Walaupun begitu, gadis tersebut tidak takut, lalu dengan tegasnya ia berkata, “Aku bisa menyembuhkan anakmu.” Ucap Ling Lin’er dengan tegas membuat sang naga sempat tersentak lalu memasang raut wajah menyeramkan serta aura membunuh yang sangat kuat tertuju ke arahnya.


Akan tetapi, gadis itu masih tidak gempar serta masih dengan sorot mata yang tajam ke menatap ke arah sepasang mata naga coklat tersebut. “Aku mohon percayalah kepadaku. Jika di diamkan terlalu lama lagi, kondisi anak mu benar-benar akan bahaya.” Ucap Ling Lin’er memohon kepada sang naga membuat naga coklat itu memasang ekspresi terkejutnya.


Wajah menyeramkannya telah hilang di gantikan dengan wajahnya yang biasa. Aura membunuhnya pun telah ia tarik kembali sehingga Ling Lin’er bisa kembali bernafas lega. Ia lalu melirik ke arah sang naga dimana ia sudah memasang wajah biasa saja, dan raut wajah nya pun berubah sedih.


“Serahkan saja kepadaku. Aku bersumpah akan menyelamatkan anakmu.” Ucap Ling Lin’er dengan tegasnya lalu dirinya pun mengambil sikap lotus tepat di hadapan anak naga yang tengah terbaring kesakitan. Ia pun tanpa ragu sama sekali langsung melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan anak naga tersebut. Beberapa jam pun berlalu, dan sang naga itu pun merasa sangat senang melihat anak yang telah di racuni telah berhasil sembuh seperti semula.


Semenjak itulah sang naga itu pun mulai memandang Ling Lin’er berbeda, dan keduanya pun menjadi akrab dan berteman baik sejak hari itu. Mendengar cerita itu Ling Xiao, hanya manggut-manggut saja. Lebih tepatnya dirinya pun sama sekali tidak menduga, bahwa Ling Lin’er akan mengalami kejadian seperti itu.


>>>>>>______


Boommmm...?!


“Fyuhhhh... Akhir nya selesai juga. Untung saja ledakan nya tidak begitu besar.” Ucap Ling Feng bernafas lega seraya melangkah keluar dari gua tempat yang ia gunakan untuk menyuling pil. Ia tersenyum puas seraya menatap ke arah telapak tangannya di mana sudah ada tiga pil berwarna-warni yang berhasil ia buat. Ketiga pil tersebut adalah pil yang ia buat dan disebut sebagai pil elemen, karena ia membuatnya dengan salah satu bahan utamanya bernama tanaman spiritual, tanaman delapan elemen.


Akan tetapi ketika dirinya keluar dari gua tersebut, nampak To Mu dan Long Tian tertawa kepadanya membuat pemuda tersebut mengangkat sebelah alisnya melihat kedua nya tertawa sampai seperti itu. Terlebih lagi To Mu yang biasanya jarang mengekspresikan wajah nya, kini ia sedang tertawa cukup puas ketika melihat ke arahnya.


Ling Feng juga melirik ke arah sisi dimana ada sekelompok serigala hitam di sana, dimana mereka semua pun langsung tertawa ketika melihat ke arahnya yang membuat Ling Feng benar-benar bingung saat ini. Sampai beberapa saat kemudian, To Mu pun berbicara di sela-sela tawa nya.


“Lebih baik kamu pergi ke kolam di dekat sana, maka kamu akan mengerti nantinya.” Ucap To Mu membuat Ling Feng yang mendengar itu pun hanya menurutinya saja dan dirinya pun pergi ke kolam. Pada saat itulah ia menyadari bahwa saat ini penampilannya benar-benar berantakan.


Dirinya pun tanpa basa-basi langsung menjatuhkan dirinya ke dalam kolam tersebut untuk membersihkan wajahnya yang telah berubah menjadi hitam legam. Selang beberapa menit ia pun sudah selesai dan wajah hitam legamnya pun telah hilang.


“Oh ayolah, padahal penampilan mu yang sebelumnya benar-benar bagus Feng’er.” Ucap Long Tian sesekali tertawa kecil. “Bagus matamu paman.” Ucap Ling Feng seraya berdecak kesal, karena alih-alih di beritahu mereka semua malah menertawakan nya.


“Owh ya paman, sudah berapa hari aku melakukan pemurnian pil?” Tanya Ling Feng kepada To Mu.


“Sudah hampir satu bulan berlalu di sini. Jadi, sudah satu hari lebih berlalu di benua biru.” Ucap To Mu. Mendengar hal itu, Ling Feng pun menganggukkan kepalanya lalu berkata, “Kalau begitu aku pergi dulu ya paman. Terima kasih sudah menjaga ketika sedang melakukan pemurnian.” Ucap Ling Feng yang dianggukki oleh To Mu dan Long Tian yang masih tertawa sesekali.


Ling Feng pun keluar dari artefak dunia jiwanya dan muncul kembali di halaman puncak kediaman kakeknya. Terlihat suasana hari itu sudah menunjukkan hendak menjelang sore hari. Ling Feng tanpa menunggu lebih lama lagi, ia pun masuk ke dalam kamarnya berniat untuk melakukan pelatihan tertutup kali ini, guna menebus tingkat selanjutnya.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.