
“Pedang elemen dan Api bumi. Itu maksud mu Ren Hu.” Ujar Ling Feng yang diangguki oleh Ren Hu. “Aku juga tidak tahu pasti, namun jika menimbang dari cerita Tuan Mu, maka bisa jadi memang itu yang menjadi tujuan mereka kemari.” Ucap Ren Hu.
“Jika memang begitu, kita berarti harus mencegah jatuhnya pedang elemen dan api bumi ke tangan ras iblis. Jika sampai itu terjadi, malapetaka pastinya akan menimpa Benua biru ini. Walaupun Api bumi adalah Api yang terlemah dari Api yang tidak pernah padam, tetap saja itu masih api yang tidak pernah padam.” Ucap To Mu yang diangguki oleh Ling Feng dan Ren Hu.
Ketiganya pun terus berbincang-bincang sampai larut malam lamanya membahas rencana yang akan dilakukan nanti nya sebagai persiapan.
>>>>>>______
Keesokan Harinya
Hari yang ditunggu-tunggu pun datang juga. Turnamen empat benua yang akan diadakan lima tahun sekali, sebelum masuk ke dalam Tanah Rahasia akan diadakan hari ini. Setidaknya turnamen ini akan diadakan tiga hari lamanya. Sistem turnamen nya tidak jauh berbeda dengan turnamen-turnamen yang lainnya, yang mana tiap-tiap kekaisaran akan mengirimkan setidaknya empat perwakilannya dari kubunya masing-masing. Selain itu, turnamen empat benua ini juga mempunyai tujuan yang tidak lansung, dimana sebagai ajang unjuk gigi bagi tiap-tiap Kekaisaran untuk memamerkan seberapa berbakat daun mudanya.
“Saudari bagaimana keadaan mu sekarang? Apakah benar-benar sudah tidak apa-apa?” Tanya Han Ying kepada Bing Jiao yang baru saja keluar dari kamarnya. Bing Jiao tersenyum simpul menanggapi pertanyaan saudarinya dan menganggukkan kepalanya, lalu berkata, “Aku sudah tidak apa-apa saudari. Tubuhku baik-baik saja. Bahkan lebih baik daripada sebelum aku menembus ranah Langit.” Ucap Bing Jiao. Han Ying yang mendengar itu pun merasa bersyukur, walaupun ia sudah mengetahui bahwa apa yang Ling Feng lakukan kepada Bing Jiao adalah untuk kebaikan Bing Jiao, namun ia tetap saja merasa khawatir kepada saudarinya itu.
“Syukurlah jika memang begitu keadaan nya.” Kata Han Ying menghela nafas lega. “Terima kasih saudari, karena telah mengkhawatirkan ku.” Ucap Bing Jiao dengan lembut seraya menggenggam kedua tangan Han Ying. Han Ying juga membalas dengan senyum senang. “Bukankah sudah wajar. Sebagai saudari mu tentu saja aku sangat peduli padamu. Kau pun juga sebaliknya, kan saudari.” Ucap Han Ying seraya menatap kedua mata Bing Jiao. Bing Jiao pun memberikan pandangan yang lembut berkata, “Tentu saja bukankah kita berdua sudah bersumpah untuk saling melindungi satu sama lain.” Ucap Bing Jiao. Han Ying yang medengar itu pen terkekeh pelan. Keduanya pun bergegas ke lantai bawah bersama.
Terlihat di salah satu meja, sudah berada dua tetua yaitu, Tetua Han dan Tetua Sang. Tidak hanya kedua tetua saja, di sana ada seorang pemuda yang tidak lain adalah Han Shen yang juga sudah sadar dan terlihat sangat bugar dan bersemangat, terlihat dari ia yang sarapan tiga kali lebih banyak daripada biasanya.
“Jiao’er, Ying’er, kemarilah kita sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke arena turmanen empat benua.” Ujar Tetua Sang memanggil kedua wanita tersebut. Kedua wanita itu pun menganggukkan kepalanya mulai duduk dan memesan sarapan seperti biasanya.
“Jiao’er bagaimana dengan tubuhmu? Apakah ada perasaan yang tidak nyaman?” Tanya Tetua Han yang langsung di respon gelengan kepalanya dan berkata, “Aku tidak merasakan apa-apa guru. Sebaliknya aku merasa lebih baik sekarang, ketimbang diriku yang kemarin.” Jawab Bing Jiao. Mendengar hal itu Tetua Han menganggukkan kepalanya.
Tetua Han dan Tetua Sang awalnya terkejut ketika mengetahui fakta ketiganya naik tingkat. Keduanya tidak menyangka sama sekali, para generari muda yang mereka bawa akan naik tingkat sehari sebelum turnamen empat benua di mulai. Terlebih lagi, ketika mengetahui fakta alasan ketiganya naik tingkatlah yang membuat mereka syok. Mulai dari Han Shen yang naik dua tingkat sekaligus, hanya karena sebuah pil. Han Ying yang naik tingkat, hanya karena berhasil memahami sebuah kalimat, dan Fakta Bing Jiao yang naik ranah, hanya karena dipukul sekali tepat di bagian meridian nya.
Keduanya benar-benar tidak bisa berkata-kata mengenai fakta itu. Mereka tidak ingin mempercayainya, namun ketika mendengar penjelasan dari ketiganya, benar-benar tidak bisa membantahnya sama sekali, selain percaya dengan apa yang mereka dengar.
“Selain daripada itu, kemana Saudara Feng? Aku tidak melihatnya paman?” Tanya Han Ying kepada Tetua Han. Bing Jiao juga penasaran akan hal itu, ia bahkan sesekali melirik ke tangga yang menuju lantai dua, berpikir bahwa Ling Feng masih ada di kamarnya dan belum turun untuk sarapan.
“Ah mengenai hal itu, ia tadi bilang untuk berangkat terlebih dahulu saja dan jangan menunggunya. Ia akan datang menyusul nanti.” Jawab Tetua Han yang memang mendapatkan sebuah pesan suara tepat ketika Bing Jiao dan Han Ying belum turun.
“Turnamen akan dimulai pada waktu tengah hari. Sampai waktu tengah hari itu, kalian harus bersiap-siap dan jangan lengah sampai saat-saat terakhir.” Ucap Tetua Han yang diangguki oleh ketiganya.
>>>>>>______
Tengah Harinya
Terlihat sebuah arena yang sangat besar dan luas, dimana setiap sisi, daripada arena yang luas tersebut sudah di penuhi oleh banyak orang yang ingin menonton jalannya turnamen empat benua. Arena tersebutlah yang akan menjadi tempat diadakannya turnamen empat benua. Salah satu sisi arena tersebut, ada tempat duduk yang disiapkan khusus, yang mana tempat khusus tersebut sudah di tempati oleh beberapa orang penting.
Selain, Tetua Han dan Tetua Sang. Ada juga Tetua yang lainnya juga sama dengan Tetua Han dan Tetua Sang. pihak Kekaisaran Shu yang diantaranya, ada sang Kaisar yang datang bersama dengan sang putri di sisinya. Ada juga beberapa perwakilan Kekaisaran yang lainnya juga datang untuk memenuhi undangan dari pihak Kekaisaran Shu. Untuk para peserta turnamen, diberikan ruangan khusus tiap-tiap kubu.
“Sebelum itu aku ucapakan terlebih dahulu walaupun telat, karena sebagian sudah datang terlebih dahulu sebelum turnamen empat benua ini di mulai. Selamat datang para tetua dari tiga kekaisaran lainnya di kekaisaran Shu. Aku harap para tetua lainnya merasa betah di kekaisaran Shu ini sampai turnamen empat benua dan Tanah Rahasia selesai. Juga para perwakilan dari tiap-tiap kekaisaran, aku sangat berterima kasih, karena sudah mau menghormati udanganku untuk datang kemari. Jadi, tanpa basa basi lagi, turnamen empat benua ini kita mulai saja.” Ujar Sang Kaisar memberikan Sambutan sesaat sebelum turnamen empat benua di mulai.
Gonggggg
Suara lonceng raksasa yang dipukul langsung di sambut teriakan dan tepuk tangan yang meriah dari para penonton. Perwakilan dari tiap-tiap kekaisaran pun maju ke depan. Untuk Kekaisaran Han, Han Shen yang sebagai pangeran kedua yang maju sebagai perwakilannya. Sementara itu di sisi Han Shen, ada perwakilan dari Kekaisaran Wei yang juga seorang pemuda yang dikenal sebagai jenius dari Kekaisaran Wei juga murid dari sekte lembah neraka, Ju Yao.
Untuk di sebelah Perwakilan Kekaisaran Wei ada Kekaisaran Shu sendiri, adapun yang maju adalah seorang pria yang tinggi lagi besar. Sama dengan Kekaisaran Wei, Pemuda ini juga di kenal sebagai jenius Kekaisaran Shu, Sheng Ye. Lalu yang terakhir, adalah perwakilan dari Kekaisaran Wu, berbeda dari pihak-pihak kekaisaran yang lainnya, untuk pihak kekaisaran Wu ini adalah seorang wanita. Seperti dua yang lainnya, wanita tersebut juga menyandang gelar yang sama di Kekaisarannya. Namanya adalah Fang Yin.
Untuk sistem pertandingan nya itu sendiri di bagi menjadi empat grup, yang masing-masing dari tiap-tiap grup akan di isi oleh satu perwakilan dari tiap kekaisaran. Contoh nya, Grup A (1 perwakilan Kekaisaran Han, 1 Perwakilan Kekaisaran Wei, 1 Perwakilan Kekaisaran Shu, dan 1 perwakilan Kekaisaran Wu) dan begitupula dengan grup-grup yang seterusnya. Untuk nama dari perwakilan itu sendiri akan di acak tentunya supaya adil.
Hari pertama, Pertandingan akan diadakan delapan kali, yang mana dua kali tiap-tiap grup nya. Hari kedua, adalah babak untuk memperebutkan empat besar dan semi final, dan hari ketiga adalah babak final.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.