Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Kota Pesisir Laut


“Bahkan ketika dirinya ingin pergi jauh sekalipun, anak itu masih sempat-sempatnya memikirkan kebaikan untuk kita.” Ucap Chang Jin seraya tersenyum masam memandang ke arah langit. “Mau bagaimana lagi. Sifatnya benar-benar mirip dengan ayahnya.” Ujar Ling San terkekeh pelan lalu menggeleng-gelengkan kepalanya.


>>>>>>______


“Jadi kemana kita akan pergi sekarang nak?” Tanya Long Tian kepada Ling Feng. Kini hanya tersisa mereka berdua, karena To Mu memilih untuk tinggal di artefak jiwa Ling Feng.


“Kita akan pergi ke arah selatan paman. Aku rasa deskripsi tempat dari informasi yang kudapat tentang ‘Ujung Benua’ merujuk ke sana.” Jawab Ling Feng saat ini dirinya sudah menggunakan topeng yang hampir menutupi seluruh wajahnya kecuali bagian mulutnya. Ling Feng juga memperlihatkan kultivasinya, namun ia mengaturnya di Ranah Bumi bintang lima. Supaya tidak terlihat terlalu mencolok.


“Kenapa paman? Kamu nampak tidak nyaman, karena selalu bergerak-gerak di atas kepalaku?” Ujar Ling Feng seraya melirik ke atas kepalanya dimana ada Long Tian yang kini mengambil wujud seekor naga kecil.


“Begitulah, sudah sangat lama aku tidak menggunakan wujud ini. Rasanya nostalgia dan sedikit tidak nyaman.” Jawab Long Tian yang suaranya menjadi terdengar lucu, karena wujudnya yang berubah menjadi kecil.


“Kalau paman tidak nyaman, kenapa tidak diam di dunia jiwa saja seperti Paman Mu.” Ucap Ling Feng seraya terkekeh pelan. Sebelumnya Ling Feng memang meminta keduanya untuk masuk ke dalam dunia jiwanya. Mengingat jika ia pergi dengan keduanya sudah pasti akan menarik perhatian sekitarnya.


Mendengar itu To Mu mengerti dan menuruti permintaan Ling Feng untuk diam di dunia jiwa. Akan tetapi, berbeda dengan Long Tian yang nampak enggan, ia beralasan bahwa bisa mati kebosanan di sana terlebih lagi di dunia jiwa tidak ada siapa-siapa kecuali To Mu. Ling Feng yang mendengar itu pun tersenyum dan benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang dikatakan oleh Long Tian.


Sampai sebuah solusi pun terpikirkan olehnya yaitu meminta Long Tian untuk mengubah wujudnya menjadi tidak menarik perhatian. Mendengar hal itu, Long Tian pun berpikir sejenak dan pada saat itu ia pun langsung mengubah wujud manusia dan kembali ke wujud naga yang sangat besar.


Tidak berhenti di sana saja, Long Tian pun memejamkan kedua matanya dan pada saat itulah tubuhnya pun bersinar terang selama beberapa saat. Tepat sinar terang dari tubuhnya mulai meredup, bertepatan juga dengan tubuhnya yang ikut mengecil. Long Tian yang sekarang benar-benar terlihat sangat lucu ketimbang mengerikan daripada wujud naga yang sebenarnya.


Melihat wujud Long Tian yang berubah drastis, pemuda itu pun setuju tidak mempermasalahkan wujud Long Tian yang sekarang. Alhasil hanya To Mu yang masuk ke dalam dunia jiwa Ling Feng, dan Long Tian tetap di luar menemani Ling Feng.


“Daripada itu, arah selatan ya...” Gumam Long Tian yang dapat di dengar oleh Ling Feng refleks membuat pemuda itu mengerutkan keningnya.


“Ada apa paman?” Ling Feng refleks bertanya ketika mendengar nada bicara Long Tian.


“Aku sudah lupa rasa arak dari selatan. Sepertinya keputusan yang tepat untuk pergi ke sana supaya aku bisa mengingat kembali rasa araknya hehehehe.” Ucap Long Tian seraya tersenyum lebar seraya menjilati bagian bawah bibirnya membuat Ling Feng yang mendengar itu pun tersadarkan, Ya, walaupun wujudnya berubah drastis, Kepribadiannya masih tetap sama saja. Paman Tian ya tetap saja Paman Tian. Fikir Ling Feng seraya memutar kedua bola matanya malas lalu mempercepat terbang supaya sampai ke tempat yang ia tuju.


Arah selatan adalah arah dari Kekaisaran Wu berada. Jarak untuk sampai ke tempat yang ia tuju pun terbilang cukup jauh, setidaknya akan memakan waktu sampai sebulan penuh untuk sampai di daerah pinggiran Kekaisaran Wu jika hanya dengan terbang saja. Ling Feng tidak bisa menggukan kekuatan ruangnya, mengingat ia belum pernah ke tempat yang ia tuju sekarang. Alhasil mau tidak mau ia harus terbang untuk sampai ke sana.


>>>>>>______


Satu Bulan Penuh Berlalu


Kringggg...!! Kringggg...!!


“Selamat datang tuan silahkan duduk terlebih dahulu.” Sapa seorang pelayan kepada Ling Feng seraya mengarahkannya ke sebuah meja yang dekat jendela. Ling Feng menganggukkan kepalanya lalu mengekor di belakang pelayan tersebut. Setelah sampai di mejanya, pelayan tersebut pun langsung pamit kembali ke tempatnya, beberapa detik kemudian pelayan lainnya pun datang ke meja Ling Feng seraya menanyakan apa yang hendak ia pesan.


“Aku pesan empat porsi ikan bakar beast tingkat bumi dan dua kendi arak terbaik toko ini.” Ucap Ling Feng langsung di catat oleh sang pelayan. Walaupun ia sempat tidak menyangka bahwa pesanan Ling Feng sebanyak itu padahal dirinya hanya sendiri saja.


Setelah melakukan perjalanan selama satu bulan penuh, Ling Feng pun sampai di kota yang letaknya berada daerah pinggiran Kekaisaran Wu. Kota tersebut benar-benar dekat dengan lautan. Nama kota tersebut adalah Kota Binhai atau yang berarti kota pesisir laut. Ling Feng berniat untuk beristirahat dulu sebelum melanjutkan perjalanan nya. Dirinya juga berniat untuk mencari informasi lagi tentang Ujung Benua yang mungkin saja ia temukan di kota tersebut.


“Baiklah tuan semuanya menjadi dua koin emas.” Ucap sang pelayan dan Ling Feng tanpa ragu mengeluarkan tiga buah koin emas membuat sang pelayan tertegun dan memberikan kembali satu koinnya kepada Ling Feng, akan tetapi langsung di tolak olehnya.


“Untuk mu saja.” Ucap Ling Feng dan seketika langsung membuat pelayan tersebut langsung tersenyum lebar lalu pergi dari sana menyiapkan pesanan Ling Feng. Ling Feng sendiri hanya tersenyum tipis ketika melihat itu lalu mengalihkan pandangannya ke arah jendela sembari menikmati pemandangan laut yang kebetulan memang restoran yang di pilih oleh Ling Feng dekat dengan laut.


“Hei, hei kau tahu, Beberapa waktu yang lalu para bandit laut kembali berulah dan kali ini benar-benar sangat merajalela.” Ucap salah satu pelanggan restoran tersebut kepada teman di sebelahnya.


“Ahhh tentang itu. Aku memang sudah mendengarnya. Selain merampok, para bandit laut ini bahkan tidak segan-segan menghancurkan kapal yang ia jarah dan membunuh semua penghuni kapal tersebut kecuali para wanita yang di tangkap entah diapakan.” Timpal temannya yang berada di sebelah seraya berbisik pelan.


Ling Feng yang dapat mendengar pembicaraan kedua orang itu dengan jelas awalnya sedikit teralihkan, ketika dirinya berusaha menyimak kembali pembicaraan kedua orang tersebut makanan dan minuman yang ia pesan pun datang. Tanpa basa-basi ia pun mengambil porsi pertama dan melahap nya santai seraya menyimak dengan seksama pembicaraan kedua orang tersebut.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.