
“Baiklah, kita pergi dari sini. Walaupun tidak mendapatkan informasi yang tidak terlalu jelas, itu lebih baik daripada tidak mendapatkan nya sama sekali.” Ucap Ling Feng yang dianggukki oleh keduanya. Ling Feng pun meminta Hao Xiang untuk mendekat, dan Ling Laohu mengubah wujud nya kembali menjadi seekor kucing kecil putih. Setelah itu, Ling Feng menghilang begitu saja dari tempat kejadian, dan langsung sampai di kamar nya.
>>>>>>______
Sementara Itu di Luar Penghalang
Orang-orang masih banyak yang berkumpul di sana, setelah merasakan guncangan yang sangat dahsyat sebelumnya dari arah kediaman wali kota, tidak hanya sekali, bahkan terdengar beberapa kali guncangan membuat semua orang yang berada di balik penghalang bertanya-tanya apa yang terjadi di dalam penghalang tersebut. Tidak lama kemudian, secara tiba-tiba penghalang yang mengelilingi kediaman Wali Kota mulai terlihat retakan.
Kraaaaakkkk... Kraaaakkkk...
Melihat hal itu, semua orang yang ada di sana refleks menjauh dari daerah sekitar penghalang itu, memasang posisi bersiap-siap, jika saja ada semacam ledakan yang muncul atau sebagai nya. Jendral Tu dan Zhi Fu juga langsung berdiri di depan Wu Nian dan Zhi Yan, berjaga-jaga dengan niat yang sama. Seperti layaknya sebuah kaca yang di hancurkan, formasi penghalang yang mengelili kediaman wali kota sama seperti hal tersebut.
Crasssshhhh...
Setelah penghalang itu hancur sepenuhnya, sinar cahaya yang sangat terang tiba-tiba muncul membuat semua orang yang di sana, menggunakan lengan mereka untuk menghalau cahaya yang sangat menyilaukan mata. Setelah beberapa saat kemudian, cahaya itu pun perlahan menghilang, dan semua orang sudah bisa kembali melihat dengan normal, tetapi pemandangan yang terlihat saat ini benar-benar tidak dapat di percaya sama sekali.
“A-apa yang telah terjadi di sini?” Kata salah satu orang refleks mengatakan hal itu dengan nada bergetar bercampur ketakutan melihat kediaman Wali Kota Teratai Hitam telah berubah drastis. Tidak hanya orang itu saja yang terkejut, semua orang di sana juga sama persis dengannya, tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.
“Oioi... Kau bercanda, kan... Aku sudah menduga bahwa terjadi kekacauan di kediaman wali kota, tapi untuk meratakan kediaman nya kurang dari satu hari bukankah itu mustahil?” Ucap salah satu orang yang ada di sana dengan tatapan tidak percaya, dan keringat dingin sudah mengalir deras di dahinya.
Kediaman megah yang berdiri kokoh di sana, kini telah musnah hanya menyisakan puing-puingnya saja. Pada saat semua orang masih terkejut di sana, Wu Nuan secara tiba-tiba melewati Jendral Tu dan langsung masuk ke dalam kediaman wali kota yang sudah porak poranda itu. Jendral Tu awalnya terkejut melihat Wu Nuan tiba-tiba masuk ke dalam kediaman itu, namun ia langsung segera menyusulnya diikuti dengan sekelompok orang yang juga penasaran.
Pada saat itulah hal yang jauh mengerikan terlihat, para prajurit penjaga kediaman wali kota tergeletak dengan tubuhnya yang bersimbah darah dan anggota tubuhnya yang tidak utuh. Semua prajurit penjaga itu tidak ada yang hidup, mereka semua mati, karena terluka parah dan kehabisan darah.
Mereka semua masih terus masuk ke dalam, mengekor di belakang Wu Nuan yang masih terus masuk ke dalam kediaman Wali Kota. Terlihat di sepanjang jalan, banyak jasad prajurit penjaga, namun anehnya tidak terlihat sama sekali satupun seorang pelayan yang mati. Tentunya itu membuat semua orang-orang bertanya mengenai hal ini. Wu Nuan pun sampai di ruang jamuan yang sudah tidak terlihat seperti ruang jamuan lagi, lantai-lantai dan dindingnya yang sudah hancur, menandakan ada pertarungan dahsyat yang telah terjadi di sini.
Akan tetapi, bukan itu yang menjadi fokus wanita tersebut, perhatiannya langsung tertuju ke arah dinding yang masih terlihat cukup bagus dengan sebuah tulisan besar tercipta di sana. Semua orang yang ada di sana juga ikut menatap dan membaca “Mereka semua berada di sebelah ruang jamuan.” Batin semua orang yang di sana membaca tulisan tersebut.
Perasaan bingung dan penasaran pun semakin besar, “Mereka semua berada di sebelah ruang jamuan? Mereka siapa? Apa arti dari tulisan ini?” Batin seluruh orang bertanya-tanya mengenai maksud dari tulisan tersebut. Wu Nuan dan Zhi Yan yang membaca itu langsung mengerti, dan langsung bergegas keluar kembali.
Lalu pintu dari bangunan kecil itu di buka, terlihatlah ada banyak anak kecil dan wanita hamil berada di pojokan bangunan kecil tersebut. Kondisi mereka benar-benar sangat mengenaskan, dengan pakaian yang sudah compang-camping, layaknya seorang budak. Wu Nuan yang melihat itu benar-benar sangat prihatin dengan keadaan mereka, namun pasca ia hendak mendekati seorang anak kecil, secara refleks mereka langsung mundur menjauh darinya.
“Paman cepat panggil beberapa prajurit untuk membantu di sini sekarang juga!” Ucap Wu Nuan seraya menoleh ke arah Jendral Tu. Zhi Yan juga juga meminta Zhi Fu untuk melakukan hal yang sama, pasalnya jumlah wanita hamil dan anak-anak kecil itu tidaklah sedikit.
“Jangan takut. Aku adalah putri Kekaisaran Wu, kalian semua sekarang sudah aman.” Ucap Wu Nuan dengan lemah lembut mencoba untuk menenangkan seorang gadis kecil, yang terlihat masih ketakutan dengannya.
“K-kakak benar-benar Putri Nuan?” Tanya gadis kecil itu dengan nada bergetar, menandakkan ia masih takut dengannya.
Wu Nuan yang mendengar nada bicara anak perempuan itu bergetar, tidak bisa untuk tidak menahan air matanya lagi. “Ya gadis kecil. Kakak adalah putri kekaisaran ini. Maafkan kakak, karena terlambat untuk menyelamatkan kalian ya.” Ucap Wu Nuan meminta maaf dengan sangat tulus kepada gadis kecil itu.
Ia bahkan sudah duduk bersimpuh di tanah menangkup erat telapak tangan kecil anak perempuan tersebut, memberikannya kehangatan. Tidak lama kemudian, anak perempuan itu pun langsung menangis kencang. Wu Nuan yang tidak tega pun langsung memeluk erat tubuh gadis kecil tersebut.
“Selamat...! Selamat...! Akhirnya kita selamat...!” Teriak bahagia sekelompok anak kecil tersebut, diikuti dengan para wanita hamil yang langsung menangis terharu juga. Para wanita hamil dan anak-anak kecil itu pun langsung segera diamankan, dan diberikan perawatan intensif. Gadis kecil yang berada di pelukan Wu Nuan telah tertidur, karena kelelahan. Mengingat bagaimana gadis kecil itu sangat nyeyak tidurnya, Wu Nuan tidak bisa membayangkan sudah berapa hari gadis sekecil ini tidak bisa tidur dengan tenang, karena kehidupan nya bisa hilang kapan saja.
Setelah memberikan gadis kecil itu kepada Jendral Tu, Wu Nuan keluar dari bangunan kecil itu ia menatap langit-langit. Jauh di dalam lubuk hatinya, Wu Nuan sangat berterima kasih kepada Ling Feng. “Terima kasih Saudara Feng. Sisanya serahkan saja kepadaku.” Batin Wu Nian lalu berbalik kembali untuk mengurus masalah berikut nya.
>>>>>>______
“Haccchuuu...?!”
Ling Feng yang sedang asyik membaringkan tubuhnya, tiba-tiba bersin membuat Hao Xiang dan Ling Laohu yang sedang berkultivasi terkejut, karena memang cukup kencang.
“Apa ini? Siapa yang sedang membicarakan ku?” Batin Ling Feng bingung, namun itu hanya beberapa saat sampai diri nya mengedikkan kedua bahunya tidak memikirkan itu lebih jauh lagi. Hao Xiang dan Ling Laohu bertanya serempak mengapa dirinya yang tiba-tiba bersin, namun Ling Feng menggelengkan kepalanya, bahwa dirinya tidak apa-apa.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.