
“Ah mohon maaf tetua. Sebenarnya tuan muda tersebut menitipkan sebuah kalimat sebelum aku keluar.” Ujar komandan kota membuat tetua sekte gadis suci pun merasa bingung, namun ia tetap menganggukkan kepalanya.
>>>>>>______
Tepat kepergian komandan kota, Long Tian yang bersembunyi pun keluar kembali. Naga kecil itu dengan sangat bangganya berkata, “Apa aku kata. Mereka tidak akan pernah sadar. Sekalipun mereka sadar, mereka semua tidak akan pernah bisa untuk menemukan jejaknya.” Ujar Long Tian seraya memasang raut wajah puas. Ling Feng yang mendengar itu pun menggeleng-gelengkan kepalanya seraya tersenyum tipis.
Setelah itu Ling Feng pun mengeluarkan kembali dua buah cincin ruang yang sebelumnya. Ia pun memeriksa isi yang ada di dalamnya. Tepat seperti yang di katakan oleh Long Tian sebelum nya, terdapat banyak harta benda di dalam kedua cincin ruang tersebut. Tidak aneh menyebutkan bahwa di dalam kapal bandit laut tidak tersisa sedikitpun harta.
Sampai beberapa saat kemudian ia pun refleks mengerutkan keningnya ketika melihat sebuah gulungan kayu yang tersegel oleh sebuah formasi. Ling Feng yang melihat gulungan itu tersegel, langsung mengeluarkannya dari cincin ruangnya. Long Tian yang melihat Ling Feng mengeluarkan sebuah gulungan tersegel pun juga merasa bingung.
Ia tidak menyadari nya, karena ia mengambil seluruh harta benda tanpa pikir panjang tanpa memedulikan harta benda apa itu. Akan tetapi dirinya kini sadar ada sesuatu yang tidak biasa dari gulungan tersebut.
“Nak gulungan itu tersegel oleh sebuah segel kuno yang rumit.” Ujar Long Tian ketika melihat gulungan kayu yang dikeluarkan oleh Ling Feng. Gulungan kayu tersebut nampak terlihat sangat tua melihat dari usia kayunya. Ling Feng menganggukkan kepalanya, menandakan dirinya juga mengetahui hal tersebut. Ling Feng sontak mulai mengeluarkan kekuatan jiwanya dan mulai berusaha untuk membuka segel kuno tersebut. Ia melakukan gerakan tangan yang rumit untuk membuka segel daripada gulungan tersebut.
Selang beberapa menit kemudian segel kuno yang mengunci gulungan kayu itu pun terbuka. Ling Feng menarik kembali kekuatan jiwanya dan menatap nya serius ke arah gulungan kayu tersebut. Long Tian yang berada di hadapan Ling Feng pun langsung berpindah tempat ke bahu Ling Feng, dirinya pun nampak penasaran dengan isi gulungan kayu tersebut.
“Apa ini... Sebuah peta?” Ujar Ling Feng seraya mengangkat sebelah alisnya ketika melihat ada sebuah gambar pulau di dalam gulungan kayu tersebut.
“Nampaknya seperti itu nak.” Ujar Long Tian yang merasa ragu untuk menyebutkan nya. Ia pun melihat keseluruhan gambar tersebut sampai dirinya melihat sebuah tulisan samar-samar di sana. “Ah coba lihat lebih teliti ke bagian bawah pojok gulungan tersebut nak. Sepertinya ada sesuatu yang tertulis di sana.” Ucap Long Tian seraya menunjukkan ke arah sisi bagian bawah gulungan kayu tersebut.
Ling Feng yang mendengar itu pun mengikuti arah yang di tunjuk oleh Long Tian. Memang benar di sana ada sebuah tulisan yang samar-samar. Ia pun menyipitkan kedua matanya guna memperjelas penglihatan nya untuk membaca tulisan samar-samar tersebut. Ketika dirinya mengeja huruf demi huruf yang tertulis di sana, dan ketika selesai mengejanya sontak dirinya pun terkejut.
“Pulau Ujung Benua?!” Ujar Ling Feng yang selesai mengeja kalimat samar tersebut. Long Tian yang mendengar itu pun juga terkejut. Jika memang benar apa yang tertulis di sana adalah ‘Pulau Ujung Benua’ maka gulungan kayu tersebut adalah sebuah peta dari Pulau Ujung Benua.
“Siapa sangka kita menemukan peta dari pulau ujung benua diantara tumpukan harta benda yang di kumpulkan oleh Bandit Laut. Seperti yang di harapkan dari diriku yang penuh akan keberuntungan.” Ujar Long Tian seraya tersenyum lebar.
Ling Feng yang mendengar itu pun tidak bisa membantahnya. Memang benar jika Long Tian tidak pergi ke kapal bandit laut untuk mengambil seluruh harta bendanya, mereka tidak akan pernah mendapatkan petanya. Sekali lagi dirinya pun mendapatkan sebuah petunjuk baru dan mendapatkan satu fakta lagi, bahwa pulau ujung benua benar-benar ada.
“Baiklah, baiklah aku mengakuinya. Seperti yang di harapkan dari mu paman. Kalau begitu akan ku ambil peta ini.” Ujar Ling Feng membuat Long Tian menegakkan tubuhnya seraya berkata, “Bawa saja~, bawa saja~. Jika itu berguna untuk mu bawa saja. Tidak perlu sungkan.” Ujar Long Tian.
“Kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi, satu tong araknya aku ambil ya.” Ujar Ling Feng seraya menaik turun kan alisnya membuat Long Tian seketika langsung panik ketika mendengar hal itu. Melihat reaksi Long Tian yang dalam bentuk naga kecil membuat Ling Feng terkekeh, karena responnya terlihat sangat lucu.
>>>>>>______
Sebuah Hutan yang Lebat dan Gelap
Boooommmm...?! Boooommmm...?!
“Kughhhkkkk...?! Dasar ras rendahan! Berani-beraninya ras rendahan seperti kalian bertindak angkuh di hadapan ku ras unggul!” Teriak marah sosok mengerikan tersebut menatap sengit kepada sosok berjubah hitam di depannya. Walaupun begitu sosok berjubah hitam itu hanya biasa saja tanpa merespon perkataannya.
Ia hanya berbalik menatap sosok mengerikan yang tengah terluka berat itu dengan pandangan acuh tak acuh. Sosok berjubah hitam itu dengan santainya melangkah mendekat ke arah sosok mengerikan itu seraya mengeluarkan dua buah belati dari balik lengan jubah hitamnya.
“T-tidak... Jangan mendekat ras rendahan!” Teriak sosok mengerikan tersebut seraya melangkah mundur dengan tubuhnya yang sudah bergetar ketakutan.
Boooommmm...!! Boooommmm...!!
Ledakan kembali terdengar bersinar terang, tepat membelakangi sosok berjubah hitam tersebut. Sinar dari ledakan tersebut membuat sosok mengerikan itu semakin ketakutan dengan sosok berjubah hitam tersebut, karena samar-samar ia bisa melihat kedua bola matanya yang penuh akan hasrat membunuh.
“Aku bilang jangan mendekat sia*an!” Teriak sosok mengerikan itu hendak mengeluarkan sebuah serangan, namun dirinya langsung membelalakkan kedua matanya ketika melihat sosok berjubah hitam itu sudah berada di hadapannya.
Shringgg...!! Shringgg...!!
Crasshhhh...?!
Dalam sekejap sosok berjubah hitam itu menghunuskan kedua belatinya secara bersamaan menebas kepala sosok mengerikan tersebut. Nampak jelas bahwa sosok mengerikan itu memasang raut wajah kosong, ketika melihat dunia di sekitarnya tiba-tiba terbalik.
“K-ka-kau... Ter-terkutu-“ Ucapannya terhenti, karena sosok berjubah hitam langsung menginjak kepala sosok mengerikan tersebut. Terlihat sosok berjubah hitam itu diam sejenak sampai ia pun mengangkat kembali kakinya seraya berkata, “Ras rendahan, ras rendahan, persetan dengan ras rendahan. Penjajah harus di musnahkan.” Ujar sosok berjubah hitam itu dengan pandangan dingin ke arah tempat ia menginjak kepala sosok mengerikan tersebut.
Boooommmm...!! Boooommmm...!!
Beberapa saat kemudian, sosok berjubah hitam lainnya pun datang. “Saudara misi sudah selesai. Tempat persembunyian nya telah berhasil dimusnahkan seluruhnya.” Ujar sosok berjubah hitam yang baru datang itu kepadanya.
“Begitu, kah... Kerja bagus. Kita akan kembali setelah Lin’er memulihkan kekuatan jiwanya, lalu memberikan laporan kepada Paman Lang dan Bibi Hu.” Timpalnya seraya menyimpan belatinya kembalik di balik lengannya setelah mengibaskan darah yang menempel pada senjatanya.
Sosok berjubah hitam yang membawa kedua belati itu adalah Ling Xiao dan satunya lagi adalah Ling Huo. Adapun sosok mengerikan yang di bunuh oleh Ling Xiao adalah komandan iblis. Mereka saat ini sedang berada di sebuah hutan lebat nan gelap yang berada di Kekaisaran Shu dengan mengemban misi yaitu, memusnahkan tempat persembunyian ras iblis.
“Kalau begitu kita berkumpul dengan yang lainnya saudara.” Ujar Ling Xiao yang dianggukki oleh Ling Huo. Kedua pemuda itu pun langsung menghilang dari sana berkumpul dengan yang lainnya.
>>>>>>______
Sementara Itu di Markas Utama Ras Iblis
Braaaakkkk...?!
“Apa kau bilang?! Tempat persembunyian kita yang berada di Kekasairan Shu di serang?!” Teriak marah sosok mengerikan tersebut kepada bawahannya yang menyampaikan informasi tersebut.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.