Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Kota Anyi


"Kalau melesat dengan kecepatan seperti ini, kita akan sampai dikota terdekat tersebut kita akan sampai pas matahari tenggelam." Ucap Ling Feng melesat diikuti oleh Long Tian dibelakangnya.


"Feng'er ingat jangan lupa dengan perjanjiannya." Long Tian mengingatkan Ling Feng tentang arak yang telah ia janjikan. Mendengar hal itu Ling Feng menghela nafas panjang lalu berkata, "Iya paman tenang saja aku tidak akan ingkar janji ku, Lagipula kau sudah mengatakan hal itu sebanyak sepuluh kali tenang saja aku tidak akan lupa." Ucap Ling Feng sedikit jengkel dengan Long Tian. Mendengar hal itu Long Tian hanya terkekeh lalu berkata tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Ya mungkin saja kau akan melupakan janji itu, kedepannya siapa yang tau, kan." Ucap Long Tian dengan wajah tanpa dosa. Ling Feng yang mendengar itu berdecak kesal melihat tingkah Long Tian yang terkadang sangat menjengkelkan.


"Oh iya Feng'er kau bilang akan melatih Hao Xiang. Metode pelatihan apa yang akan kau lakukan nanti ?" Tanya Long Tian mengalihkan topik pembicaraan. Mendapatkan pertanyaan seperti itu Ling Feng hanya menjawab seadanya saja.


"Sama dengan pelatihan yang aku jalani di hutan kematian." Ucap Ling Feng apa adanya. Mendengar hal itu, Long Tian sedikit terkejut mendengar jawaban Ling Feng.


"Kau ingin anak yang belum genap sepuluh tahun untuk hidup di daerah terlarang ?" Kata Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu menoleh kebelakang sembari berkata, "Betul paman, memangnya kenapa?" Ucap Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu menggelengkan kepalanya lalu mengatakan alasannya.


"Dia bahkan belum genap sepuluh tahun apakah ini tidak berlebihan untuk dirinya ?" Ucap Long Tian mengutarakan pendapatnya. Ling Feng yang mendengar itu menatap lurus ke depan lagi sembari berkata, "Tidak berlebihan menurut ku, untuk menjadi seorang yang kuat dirinya harus berani mengambil resiko bahkan jika resiko antara hidup dan mati. Jika ia tidak pernah mengalami situasi antara hidup dan mati dia tidak akan pernah bisa maju." Ucap Ling Feng.


Long Tian yang mendengar itu mengetahui hal tersebut, ia mengetahui fakta tersebut. Tetapi, faktanya Hao Xiang masih kecil. Walaupun tingkatan kultivasi sudah lumayan untuk anak seusianya, tetap saja tidak bisa mengabaikan fakta bahwa ia masih kecil. Ling Feng mengetahui bahwa Long Tian cemas dengan keadaan Hao Xiang nanti.


"Tenang saja Paman, aku tidak berkata bahwa Hao Xiang akan pergi sendiri. Hao Xiang akan pergi ke daerah terlarang Kekaisaran Wei ini ditemani oleh Ling Laohu." Ucap Ling Feng. Long Tian yang mendengar hal itu merasa lebih tenang dengan Hao Xiang yang tidak pergi sendirian saja.


"Aku tidak sekejam itu paman membiarkan Hao Xiang pergi sendiri. Akan tetapi, Ling Laohu hanya akan menemani dan menolong Hao Xiang disaat-saat tertentu saja." Ucap Ling Feng. Long Tian yang mendengar hal itu mengkerutkan keningnya tidak mengerti dengan perkataan Ling Feng.


"Jadi maksudmu?" Tanya Long Tian yang tidak mengerti dengan maksud yang dikatakan oleh Ling Feng. Mendengar nada tidak mengerti Long Tian menjelaskan maksud dari perkataannya.


"Momen-momen penting saat sedang mencari pengalaman hidup dan mati adalah saat dimana kita hampir mengalami kematian itu sendiri. Pada saat itu seluruh potensi yang tidak pernah maksimal akan secara paksa dikeluarkan, karena insting makhluk hidup yang ingin bertahan hidup. Hal yang paling penting dari mencari pengalaman hidup dan mati adalah hal ini." Jelas Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu sedikit takjub dengan Ling Feng yang mampu menjelaskan semua yang ingin diketahuinya.


"Tidak kusangka kau sangat mementingkan murid mu Feng'er. Bahkan kau berpikir sampai sejauh ini aku sedikit takjub dengan pemikiran mu." Ucap Long Tian sungguh-sungguh. Ling Feng yang mendengar itu langsung membantah perkataan Long Tian, "Aku bukan gurunya, aku hanya melakukan apa yang menurutku harus dilakukan." Ucap Ling Feng membantah perkataan Long Tian. Long Tian yang mendengar itu mengerutkan keningnya bergumam.


"Bukankah itu sama saja dengan dirinya menjadi seorang guru bagi Hao Xiang." Gumam Long Tian berpikir, namun sedetik kemudian membuang pikiran tersebut. Setelah puas bertanya kepada Ling Feng akhirnya Long Tian pun diam tidak berkata apa-apa lagi sampai dekat dengan kota yang mereka tuju.


"Paman jangan gunakan plakat dari kekaisaran Han. Bilang saja kau kehilangan identitas mu saat sedang dalam perjalanan misi." Ling Feng memberikan transmisi suara kepada Long Tian. Mendengar hal itu Long Tian langsung mengalihkan pandangannya ke Ling Feng menganggukkan kepalanya berkata bahwa ia mengerti.


Antrian untuk masuk kedalam kota Anyi tidak terlalu panjang, hal ini karena juga matahari yang sudah tenggelam dan akhirnya sampai juga pada giliran Ling Feng. Prajurit kota awalnya sedikit curiga kepada Ling Feng yang berpakaian serba hitam. Walaupun seperti itu, prajurit tersebut tidak ambil pusing dan langsung berkata, "Kartu identitas mu" Ucap Prajurit kota tersebut. Ling Feng yang mendengar itu menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Kartu identitas ku hilang, pada saat aku menjalankan misi." Ucap Ling Feng beralasan. Mendengar hal itu prajurit kota tersebut hanya memutar bola matanya malas lalu memandang tajam Ling Feng.


"Jika tidak punya, biaya masuk menjadi dua kali lipat harga masuk menjadi sepuluh koin emas." Kata prajurit kota tersebut memandang remeh Ling Feng. Ling Feng sendiri yang mendengar itu hanya menatap acuh tak acuh tidak meladeni dan langsung memberikan biaya masuk sesuai apa yang dikatakan oleh prajurit kota tersebut lalu berniat masuk.


Namun, ketika Ling Feng ingin masuk. Prajurit kota tersebut menghadang Ling Feng kembali. Ling Feng yang ingin masuk tertahan lalu mengalihkan pandangannya ke prajurit kota yang menghalanginya dirinya yang ingin masuk.


"Tunggu dulu, harganya menjadi lima kali lipat berarti kau harus membayar lima puluh Koin emas jika memang ingin masuk." Ucap Prajurit kota tersebut tersenyum sinis. Untungnya pada saat itu hanya tinggal dirinya dan Long Tian yang sedang mengantri masuk. Ling Feng yang mendengar itu menatap acuh tak acuh prajurit kota tersebut lalu berkata, "Aku sudah membayar jangan menghalangi jalan, lalu jadi manusia jangan terlalu serakah atau kau akan mendapatkan akibatnya." Ucap Ling Feng acuh tak acuh. Mendengar hal itu prajurit kota tersebut langsung berkata.


"Kau berani membantah diriku, kalau begitu jangan harap bisa untuk masuk kedalam kota ini." Kata prajurit kota tersebut sembari melancarkan tinju kepada Ling Feng. Ling Feng sendiri hanya diam saja membiarkan tinju tersebut datang kepadanya dan....


Bangggggggg


Swusssshhhh


Brakkkkkkkk


Prajurit kota yang awalnya meninju Ling Feng, malah terbalik dirinya yang terkena Serangan dari tinjunya sendri. Ling Feng sendiri hanya diam saja tidak bergerak sama sekali, dirinya langsung mendekati prajurit kota Menatapnya acuh tak acuh dan berkata, "Sudah kubilang jangan terlalu serakah jika kau tidak bisa menanggung akibatnya." Ucap Ling Feng.


>>>>> Bersambung


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )


( Blizzardauthor)