
“Sudahlah kalian berdua, kita akan kembali ke topik pembicaraan nya sekarang. Jadi fokuslah.” Ucap Ling Feng yang membuat keduanya memalingkan wajahnya masing-masing. “Baiklah Xiang’er. Aku ingin mendengar informasi yang telah kamu dapatkan mengenai kota ini.” Kata Ling Feng menatapnya dengan serius.
>>>>>>______
Hao Xiang menganggukkan kepalanya lalu mulai menjelaskan informasi yang ia dapatkan dari kota beberapa hari terakhir. Menurut informasi yang ia peroleh dari para warga kota Teratai Hitam, beberapa minggu terakhir ini sering terjadi penculikan. Bukan sekali dua kali saja kejadian tersebut terjadi, bahkan beberapa kali membuat para warga menjadi cemas akan insiden penculikan tersebut.
Sudah sering di lakukannya penyelidikan, namun sampai saat ini masih belum menemukan titik terang ataupun sebuah bukti mengenai penculik tersebut, membuat para warga yang sudah cemas, semakin cemas mengingat penculikan tersebut tidak mengenal waktu.
Ling Feng yang mendengar itu awalnya merasa bingung dan tidak mengerti, pasalnya ia masih belum mengetahui bagian mananya, yang membuat informasi tersebut penting. Sampai Hao Xiang pun mulai mengatakan hal yang janggal tentang informasi nya yaitu, orang-orang yang di culik itu kebanyakan wanita yang sedang hamil dan anak-anak yang umurnya tidak lebih dari sepuluh tahun.
“Begitulah guru. Jika melihat dari kasus ini, pastinya guru sudah dapat menebak, kan dalang dari insiden penculikan ini siapa?”Ucap Hao Xiang yang langsung di anggukki oleh Ling Feng. “Ulah ras iblis, kah.” Timpal Ling Feng.
“Ya begitulah guru. Itulah yang menjadi masalahnya, karena saat ini aku benar-benar tidak merasakan sedikit pun aura iblis dari kota ini. Benar-benar sangat merepotkan.” Keluh Hao Xiang seraya menghela nafas pendek. Tepat seperti yang di katakan nya, Hao sudah berkeliling untuk mencari dalang dari penculikan tersebut, namun hasilnya nihil, karena ia benar-benar tidak merasakan sedikit pun tanda-tanda adanya iblis di kota ini.
“Dalang utamanya sudah pasti iblis, namun yang menjadi masalahnya kita tidak tahu bagaimana cara iblis ini bergerak untuk menculik para wanita dan anak-anak di kota ini.” Ucap Hao Xiang lagi.
“Jika memang begitu, maka hanya ada satu kemungkinan. Iblis ini bukanlah pelaku utama dari kasus penculikan ini, melainkan ia telah bekerja sama dengan manusia guna menggantikan dirinya melakukan penculikan tersebut.” Ling Feng menyampaikan sebuah hipotesis.
Hao Xiang yang mendengar itu pun terkejut dan mengerti maksud dari perkataan Hao Xiang. “Jadi maksud guru, pelaku utamanya adalah salah satu dari bangsawan di kota ini?” Kata Hao Xiang seraya melirik ke arah Ling Feng, dan dianggukki oleh ayahnya tersebut.
“Itu baru hipotesis guru saja, guru butuh bukti sedikit lagi untuk membuktikan hipotesis guru ini benar adanya.” Ucap Ling Feng, dan sosok kucing kecil yang tidak lain adalah Ling Laohu, tiba-tiba bangkit dan berkata, “Kalau begitu, biar aku saja yang pergi untuk mengumpulkan informasi yang bersangkutan itu tuan muda.” Ucap Ling Laohu menawarkan dirinya.
Ling Feng tidak menolaknya, ia menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Ling Laohu. “Kalau begitu aku minta tolong kepada mu Laohu. Terima kasih.” Ucap Ling Feng yang dianggukki oleh kucing kecil tersebut lalu keluar dari kedai tersebut dan mulai mencari informasi.
“Kerja bagus Xiang’er. Kamu sudah bekerja sangat keras ya beberapa hari terakhir ini, terlebih lagi pil yang aku berikan kepadamu sepertinya sangat berguna.” Ucap Ling Feng yang tentunya menyadari perubahan aura Hao Xiang, karena merasakan kultivasinya juga meningkat.
“Sama-sama guru, aku juga ingin meminta maaf, karena tidak bisa mendapatkan informasi yang lebih detail. Seperti yang guru lihat, berkat pil buatan guru, kini aku berhasil naik tingkat lusa kemarin.” Ujar Hao Xiang yang kini ranahnya sudah berada di ranah langit bintang empat.
“Baguslah jika memang begitu, tapi kamu ini bicara apa bocah nakal? Jika bukan, karena informasi yang kamu sampaikan tadi, kita mungkin tidak akan mendapatkan petunjuk sedikit pun tentang iblis di kota ini. Jadi jangan bilang seperti itu bocah nakal.” Ucap Ling Feng seraya menyentil dahi muridnya itu.
“Oh ayolah guru. Sentilan mu itu sangat sakit tahu.” Ucap Hao Xiang seraya mengelus-elus dahinya yang berubah merah, karena di sentil cukup kuat oleh Ling Feng. Hao Xiang yang awalnya murung pun kembali ceria lagi, dan kini sudah mulai memesan berbagai macam makanan dari kedai tersebut.
“Semoga saja guru, semoga kita masih sempat dan bisa mencegah mereka untuk mendapatkan artefak untuk kebangkitan raja iblis.” Ucap Hao Xiang dengan nada serius. Ling Feng yang mendengar nada serius keluar dari mulut muridnya itu terkekeh pelan.
>>>>>>______
Hutan di Luar Kota Teratai Hitam
Boooommmm... Boooommmm... Dhuaaaarrrr...!!
“Hehhhh... Tidak buruk, gerakan mu lebih baik dari yang waktu itu.” Ucap Ling Feng tersenyum tipis menatap ke arah Hao Xiang. Setelah Hao Xiang menghabiskan seluruh makanan yang ia pesan, keduanya memutuskan untuk berlatih, seraya menunggu Ling Laohu kembali. Lebih tepatnya, Hao Xiang yang mengajak Ling Feng untuk berlatih dengannya.
“Hehehe... Mana mungkin aku masih sama dengan yang kemarin guru. Jangan remehkan murid jenius mu ini.” Ujar Hao Xiang seraya melesatkan sebuah anak panah api dari busur apinya. Anak panah api itu pun terpencah menjadi enam bagian, dan mulai berpencar, namun saling menarik dengan tujuan ke arah Ling Feng.
Ling Feng yang melihat itu pun bergerak dengan sangat gesit. Hao Xiang yang melihat dari kejauhan pun mengangkat tangannya seraya berkata, “Tidak semudah itu guru.” Ujarnya seraya tersenyum lebar, mengendalikan enam buah anak panah ke arah Ling Feng.
“Hohhhh mengendalikan anak panah, tapi itu masih belum cukup.” Ucap Ling Feng seraya melancarkan tebasan yang sangat kuat, dan tebasan itu menghancurkan dua anak panah api Hao Xiang sekaligus.
Shringggg... Booommmm...! Booommmm...!
Empat anak panah api itu masih terus mengejar Ling Feng. Hao Xiang tidak goyah sedikit pun, walaupun Ling Feng telah menghacurkan dua anak panahnya itu. Ia masih terus mengendalikan empat anah panah apinya mengincar Ling Feng.
Namun tetap saja empat anak panah api itu dengan mudah di hancurkan oleh Ling Feng. “Jika hanya ini saja, maka masih belum cukup untuk melukai...” Ucapan Ling Feng terhenti, karena empat anak panah api yang baru saja ia hancurkan kembali ke muncul.
“Hehehe... Aku kan sudah sudah bilang tidak semudah itu guru, Ledakan!” Teriak Hao Xiang dan meledakkan empat anak panah api itu sekaligus.
Boooommmmm...?!
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.