
Mereka semua yang mendengar itu terdiam tidak ada yang bisa membalas perkataan Ling Feng, karena apa yang baru saja ia katakan adalah sebuah fakta yang memang benar ada nya.
>>>>>>______
“Hohhhh... Mereka menerimanya, tanpa berniat untuk membantahnya. Tidak buruk, tidak buruk.” Batin Ling Feng tersenyum tipis.
“Itulah mengapa, aku menempa tubuh senior dengan latihan bak siksaan ini supaya senior semua bisa menggunakan teknik pedang tersebut. Untuk gerakan pertama ini, setidaknya ada beberapa kondisi khusus yang harus di penuhi selain pencerahan, mengingat gerakan pertama teknik pedang naga langit adalah gerakan yang menggabungkan antara elemen kecepatan, kelincahan, dan kekuatan yang kuat. Itulah kondisi khusus yang harus di penuhi jika ingin melihat wujud sebenarnya dari gerakan pertama teknik pedang naga langit.” Jelas Ling Feng yang dianggukki oleh semua orang di sana tanda paham dengan apa yang ia katakan.
“Nah semua kondisi khusus itu tidak bisa di penuhi jika senior sekalian tidak mempunyai fondasi tubuh yang cukup. Itulah mengapa latihan fisik di perlukan, supaya tubuh senior semua mampu menahan beban dari gerakan pertama tersebut.” Ucap Ling Feng lagi seraya tersenyum membuat semua orang yang ada di sana pun mulai mengerti, bahwa semua pelatihan mereka itu tidak sia-sia.
“Beberapa senior mungkin kebanyakan tidak sadar, bahwa saat ini tulang di dalam tubuh kalian semua telah meningkat setidak nya di tingkat Tulang Berlian Tahap Awal.” Ucap Ling Feng lagi yang membuat semua nya terkejut dan refleks memeriksa kondisi tubuh mereka, dan benar saja bahwa apa yang dikatakan oleh Ling Feng memang benar adanya.
“Dalam awalan, atau bisa di bilang kuda-kuda berpedang gerakan pertama. Pedang dipegang dengan erat, dan siap untuk dilepaskan dengan kekuatan yang besar. Tubuh dalam posisi kuda-kuda yang kokoh, dengan kaki yang rapat untuk mendukung stabilitas. Setelah itu, dilanjutkan dengan loncatan yang tiba-tiba dan cepat, dan selama dalam loncatan itu, pedang di ayunkan dengan dengan kekuatan penuh. Kemudian, dilanjutkan dengan gerakan spiral yang lincah dan gesit. Pedang berputar cepat di sekeliling tubuh, semakin cepat semakin baik dan dari itu menghasilkan suara deru yang kuat, membuatnya mirip dengan raungan seekor naga dan mewujudkan sosok naga itu sendiri.” Jelas Ling Feng lagi panjang lebar, membuat semua orang yang di sana tercengang dengan apa yang ia katakan.
“Itu semua bisa terpenuhi jika mempunyai fisik yang kuat dan fondasi tubuh yang kokoh. Jika tidak mempunyai kedua itu, jangan pernah berharap sosok naga keluar dari ayunan pedang yang kalian keluarkan.” Katanya lagi mengakhiri penjelasan panjangnya. Membuat semua orang yang ada di sana termenung membisu. Sampai kemudian, Ling Feng memecah keheningan dengan menepuk kedua tangannya seraya berkata, “Baiklah, karena aku sudah menjelaskan panjang lebar jadi apa yang akan kalian lakukan selanjutnya para senior sekalian?” Ujar Ling Feng memecah keheningan.
“Apakah senior sekalian masih mempunyai tekad untuk terus menjalani pelatihan ini, atau menyerah sekarang juga. Aku tahu diantara kalian semua sudah ada yang muak dengan pelatihan yang kuberikan, dan tidak ingin melanjutkan pelatihan ini. Bahkan ada beberapa yang sudah berniat untuk izin beberapa hari tidak berlatih, kan.” Ucap Ling Feng yang membuat semua orang disana saling pandang, karena apa yang ia katakan tepat sasaran.
Beberapa detik itu sangat hening bahkan jika ada jarum jatuh saja suaranya bisa terdengaar jelas oleh semua orang yang ada di sana, sampai salah satu murid pun maju memecah keheningan, murid tersebut tidak lain adalah seorang murid inti. Semua pasang mata fokus kepada murid inti tersebut.
“Kalau saudara kecil berkata seperti itu, apakah pelatihan yang akan kita jalani ini akan menjadi lebih berat dari yang sebelum-sebelumnya?” Ujar murid inti tersebut kepada Ling Feng. Ling Feng tersenyum tipis dan berkata, “Ya begitulah, pelatihan nya akan menjadi lebih berat dan lebih keras daripada yang sebelum-sebelumnya.” Jawab Ling Feng dengan tenang.
“Kalau begitu, apakah saudara kecil menjaminnya, jika kami menjalankan pelatihan itu kami semua akan menjadi lebih kuat?” Ucap murid inti itu lagi menatap Ling Feng dengan tatapan penuh tekad, walaupun keringat dingin sudah mulai mengalir di dahinya entah karena apa. Ling Feng tersenyum lebar ketika mendengar itu dan berkata, “Tentu saja kalian semua akan menjadi kuat. Tergantung sebagaimana kalian berusaha, maka itulah yang kalian peroleh. Aku yang akan bertanggung jawab akan hal itu, karena aku yang mengusulkannya. Senior sekalian bisa membunuhku, jika pelatihan yang kalian jalani ini tidak membuahkan hasil.” Ucap Ling Feng dengan sebuah senyuman lebar tercetak di wajahnya.
Semua orang di sana termasuk murid inti yang berada di hadapan Ling Feng tercengang dengan apa yang ia katakan, terlebih lagi mereka terkejut dengan sorot mata yang ditunjukan oleh Ling Feng, sorot mata keyakinan tanpa sedikitpun ada keraguan di dalamnya. “Kalau saudara kecil bisa melakukan itu, maka kami semua akan melakukan yang kamu perintahkan.” Ujar murid inti itu dengan tegas dan sorot mata yang tajam tentunya. Tidak hanya murid inti itu saja, yang lainnya pun menunjukkan sorot mata yang sama.
Ling Feng sedikit menundukkan kepalanya, membuat semua orang yang ada di sana tidak bisa melihat raut wajah yang ia tunjukkan, namun beberapa saat kemudian ia mulai mendongakkan kepalanya, membuat semua orang yang ada di sana bergidik ngeri ketika melihatnya.
Sampai-sampai semua orang yang ada di sana berpikir kembali dengan pilihan yang mereka ambil saat ini. “Apakah ini benar-benar pilihan yang tepat untuk kita semua.” Batin semua orang di dalam benak hati mereka, seraya menelan salivanya kasar.
>>>>>>______
Sore Menjelang Malam Harinya
“Baiklah senior-senior sekalian untuk sesi latihannya telah selesai. Selamat beristirahat dan jangan lupa kumpul kembali jam tiga pagi nanti. Siapapun yang terlambat, maka latihannya akan menjadi tiga kali lipat.” Ujar Ling Feng dengan senyum cerah di wajahnya. Sementara itu semua murid yang lainnya sudah terkapar dengan beberapa diantaranya sudah pingsan tidak sadarkan diri.
Tepat seperti yang dikatakan oleh Ling Feng, latihannya menjadi lebih berat dari yang sebelumnya, walaupun tidak banyak berubah. Mereka masih berlari-lari mengelilingi sekte dan naik turun gunung, namun perbedaan nya kali ini mereka harus membawa batu yang berukuran besar, sebesar tubuh mereka.
Ling Feng menghampiri satu persatu murid sekte dan memberikan masing-masing mereka pil pemulih setelah pelatihan, pil tersebut memang mempercepat pemulihan stamina mereka, namun tidak mengurangi nyeri, kelelahan tubuh dan mental mereka. Setelah dari semua murid sudah mendapatkan kembali kesadaran nya, mereka semua pun kembali ke asramanya masing-masing.
“Oh ya senior semua. Jika sampai ada yang berniat untuk mundur, kabur atau semacamnya, maka aku sendiri yang akan menghampiri kalian dan pada saat itu jangan pernah berharap untuk aku bersikap lembut ya.” Ucap Ling Feng dengan seringai lebar tercetak di wajahnya dan sorot mata tajam yang menandakan, bahwa ia bersungguh-sungguh dengan apa yang baru saja ia katakan.
“K-kami semua mengerti saudara kecil. Kami semua mengerti.” Ujar salah satu dari mereka dan langsung bergegas kembali ke asrama masing-masing untuk beristirahat lebih awal. Dalam sekejap, tempat pelatihan pun sudah sepi menyisakan Ling Feng sendiri saja.
“Hahaha benar-benar metode pelatihan yang sangat luar biasa bak neraka dunia. Aku tidak menyangka, di balik wajah tenang dan acuh tak acuh mu itu, kamu bisa membuat ekspresi menakutkan seperti itu ya.” Ucap suara yang berasal dari belakang Ling Feng.
“Salam tetua ketujuh. Jika tidak seperti ini, maka mereka semua tidak akan pernah mencoba untuk menebus batasan diri mereka masing-masing.” Timpal Ling Feng menoleh ke belakang seraya memberi hormat kepada sosok wanita, membawa pedang besar di punggungnya, yang tidak lain adalah tetua ketujuh.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.