
"Ohhho, Sepertinya ada semut lainnya yang ingin di bantai" Seringai Ling Feng. Penutup wajahnya mulai rusak jadi terlihat senyuman devilnya.
"Hebat !! Sangat Hebat !! Aku tidak menyangka ada Kultivator putih sekuat ini dan lagi dilihat dari usia tulang mu, kau masih muda" Orang Jubah dengan warna coklat di bagian kepalanya.
"Entahlah Siapa yang tahu dan juga kau hanyalah seorang sampah tidak memiliki hak untuk berkata seperti itu" Kata Ling Feng niat memprovokasi dan sukses.
"Ba*gs*t kau !!! akan kurobek mulut busuk mu itu agar lebih sopan kepada yang kuat !!" Teriak Coklat marah sangat marah.
"Ohhooo, sampah itu tidak perlu banyak omong, cepat atau lambat kau akan mati nantinya. Tetapi, nasib mu sudah di tentukan jika sudah bertemu dengan ku" Kata Ling Feng santai tetapi, mengandung nada menghina yang membuat Coklat tidak bisa menahannya lagi.
"Baj*ngan !!!! Kau akan mati karena, telah membuat ku marah bocah tengik !!!" Teriak kemarahan Coklat Langsung menerjang kearah Ling Feng dengan menggunakan dua sabit kecil. Ling Feng yang menyadari bahwa musuhnya maju menerjang sudah siap dengan kuda-kuda berpedangnya.
Tringgg
Duarrrrrrr
"Hanya segini ? kau sama saja dengan anak buah mu itu, sama-sama LEMAH" Ling Feng menekankan kata bagian terakhir membuat Jubah Coklat tidak bisa menahannya lagi.
"BANG*AT !!!!!!!!!!!! akan ku kubunuh kau !!!! mayat mu tidak akan utuh, salahkan dirimu yang terlalu omong besar bocah tengikkk !!!!!!" Teriak Jubah coklat sudah mulai menyerang membabi-buta.
Ling Feng yang melihat itu hanya terkekeh dan kembali tersenyum sinis.
"Teknik Pedang Sabit Kembar Gerakan Pertama : Membelah Segalanya" Teriak Coklat mengeluarkan teknik pedang sabit tersebut. Teknik sabit ini bisa menebas apapun dalam jangkauan 10 meter.
"Hehhhh, teknik tingkat bumi tidak mempan terhadapku" Kata Ling Feng menerima langsung serangan lawan nya dengan tubuhnya dan....
Boommmmmm
"Hahahahaha, mati juga kau akhirnya bocah tengik !!! Sayang sekali aku tidak bisa merobek langsung mulut mu tetapi, membunuh langsung juga tidak terlalu buruk" Tertawa Keras Coklat.
"Hehhhh, Kau kira teknik sampah mu itu bisa membunuh ku" Kata Ling Feng yang telah bertelanjang dada tetapi, tidak ada sedikit pun luka pada tubuhnya. Bahkan Penutup wajahnya sudah tidak ada memperlihatkan wajah pemuda berambut panjang yang sangat tampan.
"T-Tidak Mungkin, Tidak Mungkin !!!!! Kau bisa selamat dari "teknik Sabit kembar" ku !!!!" Marah, kesal, takut bercampur satu dalam diri coklat.
"Di Dunia ini tidak ada yang tidak mungkin" Kata Ling Feng santai yang membuat Coklat semakin marah. "Kau sudah menyerang ku sekarang giliran ku untuk maju menyerang mu" Ling Feng langsung memasang kuda-kuda berpedangnya membuat coklat ketakutan bukan main.
"Hikkkk, tidak jangan bunuh aku !!!!" Coklat berlari sangat cepat berusaha kabur dari Ling Feng.
"Hehhhhh, kultivator hitam juga takut kematian ternyata" Ling Feng terkekeh. "Tetapi, maaf saja aku punya dendam pribadi dengan salah satu dari kalian" Ling Feng mengalir kan sejumlah qi kedalam pedang Yin Black Sword dan Yang White Sword.
"Teknik pedang Yin-Yang Gerakan Keempat : Tebasan Membunuh Roh" qi yang telah dialirkan kedalam kedua pedang tersebut langsung melesat kearah Coklat yang sudah berada 20 meter jauhnya.
"Tidak !!!! Tidak !!!! Aku tidak mau mati !!!! Tidakkkk !!!" Teriak Coklat sangat ketakutan.
Shingggg
1 Detik, 2 Detik, 3 Detik
"Hahaha aku masih hidup, aku hidup !!!" Teriak Coklat sampai....
Brukk
Tubuhnya terbelah dua dengan sangat rapih bahkan darah pun telat bereaksi karena, saking cepat nya tebasan Ling Feng. Bukan hanya tubuh Fisiknya saja yang terbelah menjadi dua, Rohnya pun juga mengalami hal serupa. Sehingga orang yang terkena teknik tersebut tidak akan pernah bisa bereinkarnasi kembali.
Sementara itu di Tempat turnamen
"Para warga Kota Cheng du tidak perlu takut, tempat arena ini telah dilapisi oleh formasi yang sangat kuat jadi kalian semua akan aman semua di sini" Kata Bing Xian Menenangkan warganya. Setelah warga yang di turnamen sudah tenang Walikota Bing langsung mengatakan apa yang telah dikatakan oleh Ling Feng kepadanya.
"Jadi begitu, Walaupun formasi ini cukup kuat tetapi formasi ini hanya bisa bertahan selama kurang dari 6 jam. Jadi kita harus membersihkan semua kekacauan ini dalam waktu kurang dari 6 jam" Tetua Han mengatakan kepada Tetua Ling, Qin Mei dan Bing Jiao.
"Dan lagi formasi ini di buat oleh pemuda yang menghilang tadi" Kata Tetua Han dan dibalas oleh Walikota Bing.
"Lebih tepatnya teman dari pemuda yang tadi" Kata Walikota Bing.
"Baiklah aku dan tetua Ling akan membantu sebisa mungkin untuk menyelesaikan kekacauan ini" Kata Tetua Han yang di angguki oleh tetua Ling.
"Paviliun Qiancheng kami juga akan membantu sebisa mungkin untuk membantu kota Cheng Du" Qin Mei menambahkan.
"Terima kasih atas bantuan para tetua dan pihak Paviliun Qiancheng aku walikota Bing Xian sangat berterima kasih jasa ini akan ku kenang selalu" Kata Walikota Bing membungkuk kan sedikit kepalanya memberi hormat.
"Tolong angkat kepala mu Walikota Bing. Seorang pemimpin tidak boleh terlalu mudah menundukkan kepalanya. Lagipula hubungan kita bukan sekedar antara sekte dan Kota saja, Benarkan Saudara ku. Jadi tidak perlu sungkan" Kata Tetua Han tersenyum dan membuat Walikota Bing merasa sangat terharu.
"Sudah lama juga aku tidak menggerakkan tulang tua ku sekali-kali berolahraga juga tidak akan membuat ku sakit punggung" Kata Tetua Han dan Tetua Ling hanya geleng-geleng kepala.
"Jadi bagaimana cara kita keluar dari formasi ini ?" tanya Tetua Ling.
"Cara kerja formasi ini orang yang didalam bisa keluar akan tetapi, setelah keluar tidak bisa masuk kembali" Jelas Walikota Bing mengatakan apa yang dikatakan oleh Ling Feng.
"Kalau begitu tunggu apa lagi langsung serbu saja. Lebih cepat lebih baik" Kata Tetua Han yang langsung melesat keluar diikuti tetua Ling dan Qin Mei. Saat walikota ingin keluar ada suara yang memanggil nya.
"Tunggu ayah aku ingin Membantu juga" Kata Bing Jiao.
"Tidak boleh ! Lebih baik kau disini jangan pergi kemana-mana !" Perintah tegas sang ayah yang membuat Bing Jiao menggertakkan giginya.
"Tidak peduli bagaimana ayah menahan ku, aku tetap akan ikut bertarung" Jawab Bing Jiao keras kepala.
"Tidak boleh ya tidak boleh !!! kau bisa saja terluka parah Jiao'er !!" Nada bicara Walikota Bing menjadi tinggi.
"Ayah seorang kultivator harus siap dan harus bisa melewati batasan nya sendiri. Kalau dirinya tidak bisa melewati batasan itu sendiri maka dirinya tidak akan pernah maju" Kata Bing Jiao dengan sorot mata yang tajam dan tekad yang membara membuat Bing Xian menjadi kaget karena, melihat bayangan ibu Bing Jiao dalam diri anaknya.
"S-Sayangku" Batinnya melihat bayangan sang istri.
"Baiklah, kau boleh membantu tetapi, jika situasi nya sulit kau harus pergi melarikan diri" Walikota Bing melunak dan Bing Jiao menganggukkan kepalanya senang.
Pasangan Ayah dan anak itu langsung melesat keluar dari formasi dan ikut bertarung juga.
"Tidak akan ku ampuni orang yang telah membuat rumahku dan keluarga ku menjadi menderita" Batin Walikota Bing yang marah melihat suasana kota nya sudah rusak parah.
>>>>> Bersambung
( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara serasku )
( Blizzardauthor)