Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Pergi Dari Kota Cheng Du


“Apakah hanya itu saja?” Wali Kota Bing balik bertanya memastikan kembali bahwa indera pendengaran nya tidak salah mendengar. “Yap hanya itu saja.” Ucap Ling Feng menegaskan kembali permintaannya. “Anda bersungguh-sungguh tidak meminta hal yang lain?” Tanya Wali Kota Bing sekali lagi. “Aku bersungguh-sungguh Wali Kota Bing.” Ucap Ling Feng kali ini dengan nada serius tidak bisa di bantah.


“J-jika permintaan an... Maksud ku, mu begitu, maka aku akan mengiyakannya.” Ucap Wali Kota Bing mengiyakan apa yang di minta oleh Ling Feng. “Syukurlah jika begitu.” Ucap Ling Feng tanpa beban. “Baiklah kali ini aku ingin menanyakan sesuatu kepada mu Wali Kota Bing.” Ling Feng kembali membuka suara, dan kali ini gaya bicaranya terdengar sangat serius di dengar.


“Tanyakan saja Tuan Muda Feng. Aku akan akan menjawab sebisa mungkin pertanyaan yang kau ajukan itu.” Ucap Wali Kota Bing yang bersedia. “Baiklah kalau begitu...” Ling Feng menganggukan kepalanya dan mulai menanyakan hal apa yang terjadi, sampai-sampai dirinya mengalami luka yang sangat parah seperti itu. Bukan hanya itu saja, Ling Feng juga menanyakan sesuatu yang mengganjal pikirannya sampai saat ini kepada Wali Kota Bing.


>>>>>____


“Kalau begitu... Aku pergi dulu Wali Kota Bing, semuanya. Sampai berjumpa lagi.” Ucap Ling Feng dan yang lainnya kini sudah berada di halaman mansion bersiap-siap untuk meninggalkan kediaman Wali Kota Bing.


“Tidak ingin sekedar beristirahat lebih lama lagi di sini tuan muda? Aku dengar dari jendral kota, kondisi tubuh mu masih belum pulih sepenuhnya, kan.” Kata Wali Kota Bing menawarkan Ling Feng dan yang lainnya untuk beristirahat sedikit lebih lama lagi di kota Cheng Du sampai benar-benar pulih sepenuhnya, akan tetapi Ling Feng pun menggelengkan kepalanya dan berkata, “Terima kasih atas tawaran yang kau berikan Wali Kota Bing, akan tetapi mohon maaf aku harus menolak tawaran mu.


“Begitu, kah... Ya jika memang tuan muda berkata seperti itu, maka aku akan menghormati keputusan mu tuan muda, akan tetapi sebelum dirimu pergi, tolong terima ini.” Ucap Wali Kota Bing seraya memberi isyarat dan sang ajudannya pun maju kehadapan Ling Feng seraya memberikan sebuah cincin ruang kepada Ling Feng.


“Apa ini?” Tanya Ling Feng seraya menerima cincin ruang tersebut dari sang ajudan. Ling Feng juga langsung memeriksanya dengan cara memasukan sedikit kesadarannya ke dalam cincin ruang tersebut. Ketika melihat isinya yang berupa gunungan mata uang berupa koin emas dan perak, Ling Feng terkejut dan memasang wajah yang sulit untuk di tebak.


“Wali Kota Bing. Aku rasa tidak perlu sampai seperti ini juga, kan.” Ucap Ling Feng dengan raut wajah yang terlihat sungkan menerimanya. “Jika berkenan aku ingin tuan muda untuk menerima itu.” Ucap Wali Kota Bing yang membuat Ling Feng menghela nafas kasar kerika mendengarnya, alhasil walaupun ia sedikit enggan untuk menerimanya, dirinya lebih merasa tidak enak, jika menolak niat baik Wali Kota Bing yang tulus kepada nya.


“Kalau begitu... Aku akan menerimanya. Lalu terima kasih juga, sampai-sampai harus mengantarkan kepergian ku. Padahal seharusnya, Anda harus lebih banyak beristirahat.” Ucap Ling Feng. “Tidak, tidak apa-apa. Jangkauannya masih di sekitar mansion, jadi tidak perlu khawatir akan hal tersebut.” Ucap Wali Kota Bing.


“Begitu, kah... Ya kalau begitu... Aku pergi sekarang.” Ucap Ling Feng berpamitan kepada Wali Kota Bing dan yang lainnya. “Hati-hati di jalan tuan muda... Oh iya, aku juga titip salam untuk anak ku juga ya tuan muda, ketika kamu sudah sampai di Kota Kekaisaran.” Ucap Wali Kota sedikit berteriak seraya melambai-lambaikan tangannya. “Ah iya... Aku akan menyapaikanya kepada Jiao’er jika aku bertemu dengannya nanti.” Jawab Ling Feng.


Setelah berpamitan dengan Wali Kota Bing, Ling Feng dan pengikutnya pun dengan cepat meninggalkan Kota Cheng Du. Ling Feng naik ke atas tembok raksasa yang mengelilingi Kota Cheng Du. Sebelum pergi, Ling Feng memandang Kota Cheng Du dari ketinggian tembok yang mengelilingi kota. Lalu lompat dari sana, pergi menuju Kota Kekaisaran, lebih tepatnya tempat Long Tiang berada saat ini.


Perjalanan dari kota Cheng Du menuju kota kekaisaran cukup memakan banyak waktu. Oleh karena itu, Ling Feng dan yang lainnya memilih untuk bergegas supaya bisa lebih cepat sampai. Dalam perjalanan, Ling Feng masih memikiran cerita dari yang dikatakan oleh Wali Kota Bing kepadanya. “Tuan muda, apakah ada sesuatu yang Anda pikirkan?” Tanya Pang Lang yang menyadari perubahan raut wajah Ling Feng.


“Aku tidak apa-apa... Hanya saja aku masih memikirkan cerita yang dikatakan oleh Wali Kota tadi.” Jawab Ling Feng. “Ya, aku juga sudah sedikit menduga mengenai hal ini, namun hipotesis ku masih belum jelas kebenarannya, akan tetapi ketika mendengar cerita yang di sampaikan oleh Wali Kota tadi, aku jadi semakin yakin dengan hipotesis ku mengenai tujuan dari jendral-jdenral iblis itu.” Kata Ling Feng lagi.


“Kebangkitan raja iblis, kah... Aku Sungguh tidak menduganya sama sekali. Bahwa, dongeng yang aku dengar dari orang tua ku, ternyata bukan cerita rakyat belaka.” Ucap Pang Lang yang sama sekali tidak menyangka bahwa dongeng mengenai raja iblis benar adanya.


“Jadi mulai sekarang tuan muda bertujuan ingin mengumpulkan artefak-artefak itu?” Tanya Ren Hu yang ikut masuk dalam pembicaraan Ling Feng dan Pang Lang.


“Kalau kau bertanya seperti itu, tentunya akan kujawab iya, namun yang menjadi masalahnya, kita tidak mengetahui ada berapa artefak yang tersisa yang belum di temukan oleh para ras iblis. Terlebih lagi, kita tidak mengetahui tempat diletakkan nya artefak kebangkitan raja iblis itu berada.” Jelas Ling Feng.


“Aku akan memilih rute tercepat untuk mecapai kota kekaisaran, akan tetapi perjalanannya mungkin tidak semulus yang sebelum-sebelumnya. Bagaimana pendapat kalian?” Ucap Ling Feng kepada Pang Lang dan Ren Hu. “Ya jika itu memang tercepat sesuai yang dikatakan tuan muda, maka beast yang akan menghalangi bukanlah menjadi masalah bagiku.” Ucap Ren Hu dengan percaya diri.


“Aku pun tidak ada masalah jika itu keputusan tuan muda.” Ucap Pang Lang yang juga menyetujui saran yang diberikan oleh Ling Feng. “Baiklah kalau begitu sudah di putuskan. Ikuti aku.” Ucap Ling Feng dan langsung melesat cepat ke luar dari jalur yang biasanya di lalui ketika hendak pergi ke kota kekaisaran, dengan terus menerjang lurus masuk ke dalam area hutan.


Benar saja... Tepat baru beberapa saat mereka masuk ke dalam area hutan terssebut, kedatangan mereka langsung di sambut oleh beberapa beast tipe yang bisa terbang. “Langsung disambut ya... Para beast ini benar-benar sangat bersemangat ya.” Ucap Ling Feng terkekeh pelan, karena baru beberapa saat ia memasuki area hutan yang merupakan jalan pintas menuju kota kekaisaran sekaligus rute berbahaya juga.


“Tuan muda... Serahkan mengenai masalah ini kepada ku saja.” Ucap Pang Lang yang menawarkan dirinya dan langsung bergerak cepat menyerang ke arah beast yang mempunyai rupa kepala elang, namun mempunyai empat kaki.


“Oi kau curang... Jangan main bunuh seenaknya saja.” Ucap Ren Hu yang tidak mau kalah dan ikut juga melesat ke arah beast yang lainnya.


Kiiiieekkk


Kiiiiieekkk


“Kau berisik...! Jangan berdesir seperti itu. Telinga ku jadi sakit ketika mendengarnya.” Ucap Ren Hu yang melesat cepat ke arah beast tersebut seraya melayangkan sebuah pukulan tepat di bagian dada beast itu.


Bughhhhkk


Kiiiiieekkk


Boooommm


“Jangan langsung selesai dulu... Aku masih belum selesai soalnya.” Ucap Ren Hu langsung terjun bebas dengan cepat ke bawah, dimana ia menghempaskan beast tersebut ke tanah.


Boooommm


>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.