Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Penguasa Wilayah Utara


Ling Feng pergi kembali ke arah mata angin lainnya. Perjalanan nya cukup memakan waktu, karena hutan daripada Jurang Keabadian tentu saja tidaklah sekecil yang ia bayangkan. Bahkan Ling Feng sempat pernah berpikir tentang alasan apa yang membuat seseorang sampai melakukan hal ini.


Dari selatan, kini ia telah sampai di daerah timur. Penguasa Wilayah timur itu sendiri adalah seekor beast jenis kuda dengan api berwarna ungu disekitar tubuhnya. Api tersebut sangat mirip dengan yang di miliki oleh Tua Tao.


Melihat itu Ling Feng menyimpulkan bahwa penguasa beast ini sudah terluka oleh gurunya. Tanpa pikir panjang, ia pun langsung turun dan maju menerjang dengan teknik terkuat nya, dan benar saja Kuda penguasa itu tidak lama tumbang.


Beast tersebut tewas, dikarenakan api yang menjadi sumber utama kekuatan nya kemungkinan besar telah di rebut oleh Tua Tao ditambah ia telah mengalami luka dalam yang cukup parah. Walaupun sedang tidak dalam kondisi maksimal nya, Kuda penguasa itu tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah dan terus menerus melawan


Bahkan Ling Feng sesekali di pukul mundur, dikarenakan gigihnya tekad bertarung nya dan berakhir setelah hampir enam jam bertarung lamanya. "Matilah dengan tenang…Kuharap jika kita bertemu kembali, mari bertarung dengan kondisi terbaik masing-masing." Kata Ling Feng sebelum menebas kepala Kuda penguasa tersebut.


Kuda tersebut meringkik menimpali perkataan Ling Feng. Raut wajahnya pun tidak ada sama sekali penyesalan. Ling Feng membalas itu dengan senyuman dan menebasnya kepala nya serta mengambil kristal beast kuda penguasa itu.


Shirngggg


Ling Feng lalu masuk ke dalam gua beberapa menit kemudian keluar kembali. "Sudah tiga…Sekarang tersisa satu lagi." Gumam Ling Feng pergi ke Utara tempat dimana Penguasa Wilayah yang terakhir. Ling Feng berniat untuk menyelesaikan nya tanpa usaha keras, namun ketika ia sampai d area Utara.


Aura kuat langsung memancar ketika ia masuk kedalam area tersebut. Ling Feng tanpa sadar tersenyum. "Sepertinya yang terakhir tidak akan berjalan mulus." Gumam Ling Feng melesat cepat ke arah sumber aura kuat yang ia duga adalah milik penguasaan wilayah tersebut.


Pada saat dirinya baru sampai, terlihat sosok tinggi besar sudah berdiri tegak di mulut gua. Seakan-akan sudah menduga akan kedatangan Ling Feng ke sana. Melihat itu tentu Ling Feng langsung menunjukkan dirinya.


"Sepertinya kau sadar akan kematian para penguasa yang lainnya dan menduga aku akan datang kemari ya." Kata Ling Feng tersenyum. Beast tersebut hanya menatap tajam Ling Feng sembari memperlihatkan gigi-gigi nya yang tajam.


Beast Harimau dengan kulit tubuh berwarna hitam pekat dan sepasang sayap yang sama dengan kulit tubuhnya. Beast harimau itu menatap tajam Ling Feng sembari menggertakkan giginya kuat-kuat, bahkan Ling Feng dapat mendengar suaranya.


Ling Feng membalas tatapan tersebut dengan serta senyuman tercetak diwajahnya. Hening selama beberapa saat. Hanya hembusan angin yang melesat masuk kedalam gua sehingga menimbulkan suara.


Lalu seperkian detik kemudian Beast Harimau itu langsung mengambil langkah pertama menyerang Ling Feng. Beast itu melesat terbang dan dalam sekejap langsung muncul di hadapan Ling Feng dengan kaki depannya sudah mengangkat tinggi melancarkan cakarnya.


Roaaarrr


Booooommmm


Ling Feng dengan gesit langsung menghilang dan muncul kembali di atas kepala Beast Harimau itu. Harimau itu menggeram lalu melompat mengepakkan sayapnya menyerang Ling Feng.


Claaannnggg


Claaannnggg


Swusssshhhh


Aura benturan antara keduanya, langsung menciptakan angin kuat yang menghempaskan sekitarnya. Keduanya saling mendorong-dorong. Ling Feng menyeringai merasakan hal itu. "Bagus sekali kucing besar, mari lanjut lagi." Kata Ling Feng menyeringai lebar lalu menghempaskan serangan Beast Harimau itu.


Claaannnggg


Roaaarrr


"Teknik Pedang Yin Yang: Tebasan Hening." Gumam Ling Feng maju melesat sembari memutar tubuhnya menebas secara horizontal.


Shirngggg


Claaannnggg


Ling Feng sedikit terkejut ketika Harimau tersebut menahan teknik pedang nya menggunakan gigi-giginya. "Teknik Pedang ku di tahan?!" Batin Ling Feng langsung melesat menjaga jarak mengapung di udara.


Harimau besar itu terus-menerus menatap tajam Ling Feng. Ling Feng menggunakan kekuatan Jiwa nya seketika Api berwarna hitam merembes keluar dari tubuhnya membentuk sepasang sayap di punggungnya.


Beast Harimau itu sempat terkejut dengan Api Hitam itu. Lalu kemudian tatapan benci yang ia layangkan semakin intens. Lalu menyerang Ling Feng, bahkan kali ini lebih ganas daripada yang tadi.


Roaaarrr


Roaaarrr


"Haaaaaaaaaa."


Booooommmm


Sekali lagi bentrokan kuat dari kedua nya langsung membuat ledakan besar. Kepulan asap langsung menutup daerah tersebut. Akan tetapi, dari kepulan asap tersebut sekelebat dua sosok terbang sangat cepat.


Claaannnggg


Claaannnggg


Claaannnggg


Kedua sosok tersebut adalah Ling Feng dan Harimau yang memutuskan untuk jual beli serangan di udara. Kecepatan keduanya benar-benar di level berbeda saking tidak bisa di perhatikan nya.


Bahkan untuk sekedar bayangan saja tidak bisa dilihat oleh sekumpulan beast yang bersembunyi diam-diam memperhatikan.


"Teknik Halilintar Langit: Menebas Kilat Petir." Tebasan Pedang dengan aura pedang yang sangat intensif melesat cepat ke arah Beast Harimau. Beast Harimau itu mengaum keras menghindar tebasan pedang itu sembari menembakkan bola energi dari mulutnya.


Bammmmmm


Bammmmmm


Bammmmmm


Ling Feng diam tidak berniat menghindari. Ia mengapung diam di udara menunggu bola energi tersebut. "Boleh juga…Tapi, masih belum." Gumam Ling Feng tersenyum simpul mengalirkan Qi nya ke pedang hitam dan putihnya dan melancarkan tebasan silang memotong bola energi tersebut.


Beast Harimau itu sontak terkejut melihat itu. Pada saat ia memasang ekspresi terkejut, Indra pendengaran nya menangkap suara." Masih terlalu cepat untuk terkejut kucing besar." Ucap Ling Feng yang dalam sekejap tepat di sampingnya.


"Haaaaaaaaaa."


Shringgggggg


Beast Harimau itu berusaha sebisa mungkin menghindari tebasan Ling Feng, akan tetapi…


Crassssshhh


Roaaarrr


Secepat apapun ia, dalam jangka jarak kurang dari dua meter tentu saja pastinya tidak bisa menghindari tebasan Ling Feng sepenuhnya. Beast Harimau itu langsung mengaum sangat kencang. Bahkan Auman nya sampai-sampai membuat getaran yang mengguncang tanah.


"Yo kucing besar kau terlihat lebih keren sekarang." Kata Ling Feng sesaat setelah Beast Harimau itu berteriak. Tebasan yang Ling Feng lancarkan melukai salah satu mata Harimau tersebut.


Niat Membunuh yang dilancarkan kepada Ling Feng semakin intens. Harimau itu menggertakkan giginya kuat-kuat menahan rasa sakit di matanya yang terluka oleh Ling Feng.


"Bergeraklah kucing besar atau mati loh…" Ucap Ling Feng lagi kali ini tepat di arah sebrang nya.


Shirngggg


>>>>>>>> Bersambung