Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Kediaman He (2)


Booommmm


Pancaran kuat akibat dua kekuatan saling berbenturan membuat para tetua Keluarga He membuat pelindung dari Qi lalu melapisi seluruh tubuh mereka. Long Tian langsung mengibaskan lengannya dan seketika debu yang menghalangi pemandangan menghilang seketika.


Terlihat seorang pemuda yang tidak lain adalah Ling Feng menahan serangan He Yuon dengan menyilangkan Yin Black Sword dan Yang White Sword nya. Jika dilihat sekilas terlihat tidak ada yang kalah, namun jika dilihat lebih teliti pijakan dari He Yuon Retak menjuruk kedalam. Berbeda dengan Ling Feng yang tidak retak sedikit pun pijakannya. Ling Feng pun langsung berkata yang membuat He Yuon kembali murka mendengar perkataan itu dari Ling Feng.


"Sepertinya pemimpin keluarga He sebelum anda adalah orang pengecut, tidak disangka masih ada orang yang akan menyerang tiba-tiba lawannya tanpa membiarkan persiapan terlebih dahulu." Ucap Ling Feng dengan nada sinis. He Yuon yang mendengar itu sudah tidak bisa menahannya lagi dan berteriak kencang merasa marah.


"KEP*RAT!!!! BOCAH JANGAN HARAP KAU MATI DENGAN TUBUH YANG MASIH UTUH SETELAH MENGHINA KELUARGA HE KU!!!" Teriak marah He Yuon. Ling Feng yang mendengar itu membalasnya dengan sinis.


"Heh, coba saja kau buktikan jika memang mampu melakukan hal itu orang tua. " Balas Ling Feng sinis lalu mendorong kedua pedangnya kedepan membuat He Yuon terbang melesat bagaikan roket menembus rumah-rumah yang berada dikediaman He.


Melihat itu Tetua pertama ingin berkata memberikan aba-aba kepada semuanya untuk langsung maju menyerang Ling Feng, akan tetapi Long Tian langsung muncul dan menyerang secara tiba-tiba. Membuat Tetua Pertama reflek mengambil pedangnya dan menahan serangan tinju Long Tian.


Bammmm


Sontak para tetua Keluarga He langsung meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap Long Tian. Mereka tidak sadar dengan kecepatan bergerak Long Tian yang sangat tinggi. Long Tian sendiri hanya memandang para tetua Keluarga He satu persatu dari atas hingga kebawah.


"Berhubung kepala keluarga kalian sudah melawan Feng'er, makan kalian harus menjadi lawan ku." Ucap Long Tian. Tetua Pertama menggertakkan giginya membatin dalam hatinya.


"Aku tidak bisa melihat tingkat kultivasinya, jangan bilang ia setingkat atau lebih kuat dari pemuda yang dilawan oleh Kepala Keluarga." Batin Tetua pertama sembari menahan rasa gatal ditangan kanannya akibat menahan tinju Long Tian.


Para tetua He yang lainnya langsung mendekati tetua Pertama, tetua kedua langsung menanyakan keadaan tetua pertama.


"Tetua Pertama apakah kau baik-baik saja?" Tanya tetua kedua sembari memapah tetua Pertama untuk berdiri lagi. Tetua Pertama yang mendengar itu menganggukkan kepalanya lalu berkata, "Aku tidak apa-apa hanya saja orang ini bukan orang biasa tingkat Kultivasinya tidak bisa kulihat. Bisa jadi ia sekuat atau lebih kuat dari pemuda yang sedang dilawan oleh Kepala Keluarga." Kata Tetua Pertama.


Para tetua lainnya yang mendengar itu langsung mewaspadai Long Tian. Lalu salah satu dari para tetua berkata kembali, "Jadi apa yang harus kita lakukan saat ini, jika memang benar ia setingkat dengan pemuda itu maka kita tidak akan bisa melawannya." Ucap salah satu tetua. Mendengar hal itu tetua pertama langsung berkata.


"Kita serang bersama-sama, walaupun ia kuat tetap saja ia akan mencapai batasnya jika bertarung terus-menerus. Aku yakin hal itu juga berlaku padanya. Lalu jika diantara para tetua ada yang mempunyai racun atau semacam pelumpuh gunakan. Lebih cepat lebih baik buat ia tidak berdaya supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan." Ucap Tetua pertama. Para tetua yang mendengar itu menganggukkan kepalanya lalu mulai bergerak mengelilingi Long Tian yang menatap mereka tidak minat.


Melihat musuhnya sudah mulai mengelilinginya Long Tian berkata, "Apakah kalian sudah selesai diskusi nya aku sampai bosan dan merasa aneh melihat para serangga-serangga berkumpul seperti itu." Ucap Long Tian terkekeh sembari memandang enam tetua yang mengelilinginya termasuk tetua pertama dan kedua.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Long Tian, salah satu tetua yang tidak bisa menahan amarahnya ketika dihina langsung maju tanpa pikir panjang sembari berteriak keras, "Kep*rat!!! hanya bocah seperti mu berani-beraninya menghina Keluarga He kami! mati saja kau!" Teriak salah satu tetua tersebut langsung maju menyerang Long Tian.


Tetua pertama yang mendengar itu sontak terkejut dan ingin mencegah tetua tersebut, akan tetapi terlambat.


"Tetua jangan terpancing oleh perkataannya ia sengaja mengatakan hal itu!" Teriak tetua pertama, akan tetapi terlambat. tetua tersebut sudah bergerak maju menyerang Long Tian. Long Tian yang mendengar itu menyeringai tipis lalu pada saat beberapa senti lagi serangan akan mengenai tubuhnya, ia sempat menunjukkan seringainya kepada tetua yang menyerang tersebut. Tetua yang melihat seringai Long Tian langsung membelalakkan matanya.


"Selamat tinggal, lain kali gunakan otak mu baik-baik jangan terpancing hanya dengan sebuah sedikit caci makian." Bisik Long Tian sembari bergerak memutar berpindah disisi tetua tersebut lalu meletakkan telapak tangan di punggung tetua tersebut sembari menjentikkan jarinya.


Tikkkk


Wushhhh


Seketika api sangat panas keluar dari telapak tangan Long Tian membakar seluruh tubuh tetua tersebut.


"Akhhhhh!!! Tolong aku!!! Panas!! Panas!!" Teriak tetua tersebut yang dibakar hidup-hidup oleh Long Tian. Long Tian sendiri langsung mundur beberapa langkah sembari melihat tetua tersebut berguling-guling di tanah sembari berusaha memadamkan api tersebut. Para tetua yang melihat itu menelan salivanya dengan kasar. Lalu tetua kedua langsung maju mengeluarkan elemen airnya untuk memadamkan api yang membakar tubuh tetua tersebut. Akan tetapi, tubuh tetua tersebut langsung berubah menjadi debu setelah dibakar oleh Long Tian dengan waktu yang sesingkat itu.


"I-Ini bukankah terlalu cepat?" Ucap tetua kedua sembari melihat tubuh tetua yang dibakar oleh Long Tian sudah tidak bernyawa lagi, bahkan sudah menjadi debu.


"Baiklah siapa lagi yang maju ingin per orang atau kelompok pilih saja mumpung waktu ku senggang kali ini." Ucap Long Tian sembari terkekeh kecil, namun terdengar mengerikan di telinga para tetua.


Kembali ke Ling Feng


Setelah membuat He Yuon terpental jauh, Ling Feng tidak memberikan nafas sama sekali. Ia merasakan benda berbahaya yang berada dibalik jubah He Yuon. Oleh karena itu, ia tidak akan membuat He Yuon menggunakan benda tersebut.


He Yuon sendiri baru berhenti terbang setelah menembus rumah yang ke sepuluh. Setelah berhenti ia langsung bangkit berdiri kembali sembari meludah darah kesamping dan mengusapnya.


"Walaupun aku sudah mencapai ranah kaisar bintang 8 pemuda itu bisa membuat ku terpental sedemikian jauh. Sepertinya memang harus menggunakan benda itu." Batin He Yuon ingin menggunakan suatu benda akan tetapi, Ling Feng langsung muncul didepan wajahnya dengan pedang terhunus ke arah lehernya.


Sontak He Yuon reflek mundur kebelakang secepat yang ia bisa untuk menghindari tebasan pedang yang mengarah lehernya tersebut. Ling Feng yang melihat tebasannya melesat berdecak, "Cihhh sial, dia bisa menghindarinya." Ling Feng berdecak kesal.


"Hehhhhh, bocah ini kemampuan ternyata tidak buruk juga." Ucap He Yuon masih sangat angkuh. Ling Feng yang mendengar itu hanya memandang He Yuon saja tidak berniat menimpali perkataannya.


"Langkah kilat" Ling Feng sekali lagi melangkah dan kali ini muncul di titik buta He Yuon sembari menghilangkan keberadaannya dan niat membunuhnya lalu sekali lagi menghunuskan pedangnya, akan tetapi kejadian tak terduga tersebut membuat dirinya terkejut.


"Teknik Sembilan Matahari: Pedang Api Abadi." Gumam Ling Feng menghunuskan pedangnya ke arah leher He Yuon, akan tetapi sebuah pedang menghalangi tebasan pedang miliknya. Bukan hanya itu saja, pedang tersebut juga menyerap teknik sembilan matahari miliknya Membuat ia terkejut melihatnya.


Sontak Ling Feng langsung menjaga jarak lalu menatap He Yuon serius. "Apa itu tadi? Teknik Sembilan Matahari ku diserapnya?" Batin Ling Feng menatap serius He Yuon.


>>>>> Bersambung


Nb: Sorry beberapa hari ini author kurang enak badan dikarenakan cuaca yang tidak mendukung. Namun, author akan berusaha untuk tetap up sebisa mungkin 🙏🏼