
“Jadi informasi apa saja yang paman dapatkan dari tempat ini?” Tanya Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu menganggukkan kepala nya dan mulai bercerita panjang lebar mengenai informasi yang ia dapatkan selama hampir lima bulan terakhir ini.
>>>>>>______
Long Tian mulai bercerita tentang tempat keberadaan mereka saat ini. Bahwasanya, tempat mereka berada saat ini adalah Pulau Ujung Benua. Setelah Ling Feng yang langsung tidak sadarkan diri karena menahan guntur di Retakan Dimensi, Long Tian mengambil wujud naga cukup besar dan langsung membawa Ling Feng yang tidak sadarkan diri untuk terus maju dan pada akhrinya mereka berhasil masuk menembus secercah cahaya tersebut berkat Ling Feng.
Namun sebagai ganti nya, Ling Feng berakhir tidak sadarkan diri hampir tiga bulan lebih dengan luka yang sangat parah, Long Tian tanpa pikir panjang langsung mencari sebuah gua yang kebetulan ada di sekitar mereka yang jatuh dari langit, dan langsung membawanya masuk ke dalam gua tersebut.
“Terima kasih paman. Berkat dirimu, aku bisa selamat.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum hangat kepada Ling Feng. Melihat itu, Long Tian hanya menghela nafas kasar lalu berkata kembali, “Lain kali kamu harus berhati-hati nak. Jujur saja, kamu benar-benar terlalu ceroboh.” Ucap Long Tian seraya menyudul dahi kepala Ling Feng cukup kencang membuat pria tersebut tersentak kaget dan terjengkang ke belakang.
“Hei paman itu sakit tahu!” Ujar Ling Feng seraya mengelus-elus dahinya yang memerah karena di sundul oleh Long Tian, namun sosok naga kecil tersebut nampak tidak peduli dan membuang wajahnya seraya berkata, “Jika segitu saja kamu tidak akan mati.” Ucap Long Tian.
“Walaupun begitu, kamu tidak boleh melakukan itu kak. Feng’er saat ini sedang terluka parah. Kalau tambah parah bagaimana jadinya?!” Ucap suara yang tiba-tiba muncul seraya mencengkeram tubuh naga kecil Long Tian cukup kencang seraya mengguncang-guncangkannya cukup kencang.
“Oh ayolah, Feng’er tidak selemah itu saudara. Aku hanya menyundulnya sedikit lebih keras saja tidak lebih tidak kurang. Kamu terlalu khawatiran tahu.” Timpal Long Tian dengan kedua pupil matanya yang juga ikut di buat terguncang juga oleh To Mu. Membuatnya mulai merasa pusing, karena semuanya bergoyang-goyang kini.
Ling Feng yang melihat itu hanya terkekeh pelan seraya menggeleng-gelengkan kepalanya ketika melihat tingkah keduanya yang terlihat sangat lucu, jika sedang saling berargumen.
“Cihhhhh dasar.” Umpat pelan To Mu lalu menghentikan aksi yang ia lakukan lalu meletakkan tubuh Long Tian kembali di tempat semula. Lalu melirik kepada Ling Feng dimana ia sudah mengubah raut wajahnya menjadi lebih hangat.
“Bagaimana perasaanmu mu nak?” Tanya To Mu.
Ling Feng tersenyum tipis lalu menjawab nya, “Berkat Paman Mu dan Paman Tian yang membantu menjaga pemulihan ku, sekarang tubuhku sudah lebih baik. Walaupun luka dalamnya masih belum banyak yang sembuh dan membutuhkan waktu sekiranya satu bulan lagi untukku pulih sepenuhnya.” Jelas Ling Feng.
To Mu menganggukkan kepalanya tanda mengerti, ia pun lantas berkata, “Baguslah jika memang begitu. Tidak perlu khawatir tentang apapun dan fokus saja pada pemulihan mu. Aku akan menjaga mu nak tenang saja.” Ucap To Mu dengan bangganya, namun membuat Long Tian mengangkat sebelah alisnya, karena To Mu tidak menyebut namanya dalam kalimat yang ia ucapkan.
“Hei... Aku juga ikut membantu loh di sini. Bagaimana kamu bisa melupakan ku begitu saja.” Ujar Long Tian seraya memasang raut wajah tidak terima. Namun langsung mendapatkan tatapan tajam dari To Mu seraya dirinya pun berkata, “Menjaga? Aku rasa kamu lebih banyak bermain-main dan mabuk-mabukan saja selama ini saudara.” Ucap To Mu yang membuat Long Tian pun refleks mengalihkan pandangannya seraya memasang wajah masam.
Melihat Long Tian yang tidak menjawab perkataan To Mu, Ling Feng hanya tersenyum tipis seraya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Long Tian. Setelah itu, Ling Feng pun kembali berkata untuk memulai pelatihan tertutup nya, ia juga berniat untuk memurnikan seluruh inti kristal beast yang di dapatkan oleh Long Tian di tambah dengan To Mu yang juga telah mengumpulkan banyak inti kristal beast juga.
“Kalau begitu paman, aku mohon bantuannya sekali lagi.” Ucap Ling Feng yang ditanggapi senyuman serta anggukkan kepala oleh keduanya. “Tidak perlu khawatir. Kami akan menjagamu nak.” Ucap Long Tian dengan bangganya, membuat To Mu memandang nya dengan pandangan yang aneh karena Long Tian berkata seperti itu.
Tepat Ling Feng hendak memulai ritualnya, Long Tian kembali berkata, “Oh ya nak. Apakah aku bisa meminjam cincin ruangmu?” Ujar Long Tian membuat Ling Feng mengangkat sebelah alisnya.
Seraya memberikan cincinnya Ling Feng bertanya balik, “Memangnya paman hendak melakukan apa dengan cincin ruangku?” Ling Feng bertanya balik kepada naga kecil tersebut. Long Tian pun menjelaskan, bahwa cincin ruang miliknya sudah penuh ia berniat untuk kembali menelusuri Pulau Ujung Benua mencari informasi tentang tempat keberadaan benda yang Ling Feng cari, dan tidak menutup kemungkinan untuk menemukan beberapa harta nantinya.
“Kalau begitu, aku akan memberikan cincin ruang yang baru untuk mu paman.” Ujar Ling Feng namun Long Tian menolaknya seraya berkata, “Tidak perlu. Toh pada akhirnya akan kembali ke dirimu juga. Jadi menurut ku sekalian saja meminjam cincin ruangmu biar tidak perlu repot-repot lagi.” Jelas Long Tian.
“Baiklah, aku mengerti.” Ujar Ling Feng yang pada akhirnya tetap memberikan cincin ruang kepada Long Tian. Walaupun ia sempat merasa ada hal yang janggal, namun ia tepis perasaan itu jauh-jauh.
“Baiklah kalau begitu. Aku akan mulai melakukan pemurnian. Paman Mu, Paman Tian, mohon bantuannya untuk menjaga ku.” Ucap Ling Feng yang dianggukki oleh keduanya. Setelah itu mereka berdua pun keluar gua tersebut meninggalkan Ling Feng di dalamnya. Tepat kepergian keduanya, Ling Feng menggambar sebuah lingkaran formasi. Ia menyuntikan kekuatan jiwanya ke dalam lingkaran formasi tersebut, walaupun merasakan nyeri seperti di tusuk jarum ketika menyuntikan kekuatan jiwanya ke dalam lingkaran formasi tersebut.
“Fyuhhhh... Selesai juga.” Gumam Ling Feng seraya menghela nafas lega, karena sebelumnya ia merasakan dahinya seperti di tusuk-tusuk oleh sebuah jarum. Ling Feng mengatur nafasnya yang berantakan dan setelah kembali stabil, ia pun mengambil sikap lotus.
“Baiklah semua persiapan nya sudah selesai. Sekarang, mari kita lihat seberapa banyak aku bisa menembus nantinya dengan semua inti kristal ini.” Ucap Ling Feng lalu memejamkan matanya ia pun membentuk segel tangan seraya berkata lagi.
“Segel aktif!” Ucap Ling Feng dan lingkaran formasi yang ia buat sebelumnya pun langsung bersinar. Ling Feng memejamkan matanya mulai menyerap inti-inti kristal beast dan mulai memurnikan nya.
>>>>>>______
Sementara Itu di Luar Gua
“Kak sebenarnya apa rencana mu meminjam cincin ruang Feng’er?” Tanya To Mu dengan raut wajah serius.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.