Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Sudah Cukup, matilah...


“Keparat...!! Terima serangan ku ini orang sombong!” Teriak pemimpin kelompok maju menerjang ke arah Ren Hu.


“Teknik Pedang Api. Gerakkan pertama: Tebasan Api Membara! Tenang saja, aku tidak akan langsung membunuh mu. Oleh karena itu, berterima kasihlah kepada tuan ku.” Teriak pemimpin kelompok seraya berlari cepat dengan pedang yang telah di selimuti oleh api.


Namun ketika melihat Ren Hu yang tidak melakukan apapun. Membuat pemimpin kelompok itu sangat marah, karena secara langsung ia meremehkan dirinya. “Kepa*at! Bajing*n Sombong! Berani-beraninya kau meremehkan ku!” Teriak pemimpin kelompok itu sangat marah mencari Ren Hu.


Tepat serangan pemimpin kelompok itu hendak mengenai dirinya, dimana jarak pedang pemimpin kelompok dengan Ren Hu hanya beberapa centimeter saja, Ren Hu menutup kedua matanya, melangkahkan satu kakinya ke belakang, memutar tubuhnya ke kiri. Membuat serangan pemimpin kelompok itu hanya mengenai angin lalu saja.


“Ehhhh... Kenapa bisa?!” Batin pemimpin kelompok itu terkejut bukan main ketika Ren Hu menghindari serangannya hanya dalam jarak beberapa centimeter saja. Dirinya refleks menoleh ke belakang menatap terkejut dengan mulut terbuka ke arah Ren Hu “B-bagaimana mungkin?!” Batinnya terkejut bukan main. Bukan hanya dirinya saja, anak buahnya pun tidak ada yang menyangka bahwa pemimpin mereka meleset dalam melancarkan serangannya.


“D-dihindari... Ia berhasil menghindari serangan cepat yang dilancarkan oleh ketua?!” Ucap salah satu anak buah dari orang yang dipanggil ketua tersebut. Seluruh anak buahnya tidak ada yang tidak terkejut, bahkan bangsawan yang awalnya sudah menyeringai lebar, raut wajahnya mendadak berubah seratus delapan puluh derajat menjadi suram.


Ren Hu membuka kedua matanya, membalas tatapan dari pemimpin kelompok tersebut. “Apakah ini serangan terkuat mu? Jika iya, maka sungguh mengecewakan.” Kata Ren Hu dengan nada dingin acuh tak acuh. Pemimpin kelompok menggertakkan giginya, lalu melirik anak buahnya yang hanya terdiam.


“Apa yang kalian lakukan di sana! Cepat kemari dan bantu aku! Jangan hanya terpaku diam saja di pinggiran sana!” Teriak pemimpin kelompok tersebut menyeru anak buahnya yang sontak kaget ketika mendengar teriakan dari pemimpin mereka.


Dua anak buah dari pemimpin kelompok itu maju menyerang Ren Hu dari titik butanya. Keduanya menyerang secara bersamaan seraya berteriak tentunya.


“Terima ini Haaaa!”


“Teknik elemen angin: Tombak angin!”


Shringgggg


Swusssshhh


Keduanya menyerang dari titik buta Ren Hu yaitu, dari belakang, namun sekali lagi Ren Hu menghindari serangan tersebut dalam titik butanya.


“Tidak mungkin?!”


“Ia bahkan bisa menghindari serangan dari titik butanya?!”


Ling Feng yang menyaksikan jalannya pertarungan menatap dengan bosan. Lebih tepatnya, ia menatap heran orang-orang yang merundungnya. “Sebenarnya apa yang terjadi di sini? Mereka ini berniat untuk menghajarku dan Ren Hu, atau hanya sekedar main-main saja sih?” Batin Ling Feng yang tidak habis pikir dengan tingkah orang yang merundung mereka.


“Menghindar dari titik butanya? Ya jelas Ren Hu bisa menghindari nya, kalian menyerang dari belakang seraya meneriaki teknik bela diri kalian. Hanya orang bodoh saja yang tidak menyadari hal itu.” Batin Ling Feng melihat orang-orang di hadapan mereka. Pada saat itu tiba-tiba pemimpin kelompok datang ke arah Ling Feng seraya menghunuskan pedangnya.


Pemimpin kelompok itu menyeringai lebar ke arah Ling Feng, “Kekeke... Teman mu mungkin kuat, namun sayang kau sangat lemah sampai-sampai sedikit pun aura tidak terpancar sama sekali dari tubuh mu.” Kata pemimpin kelompok itu melesat menghunuskan pedangnya ke arah Ling Feng.


“Hohhh... Sebagai pemimpin, ternyata kau sangat pandai menilai situasi ya.” Ujar Ling Feng terkekeh pelan.


“Bahkan kalau kau terus-terusan memuji ku, aku tetap tidak akan berhenti melancarkan serangan ku. Teman mu sudah membuat ku kesal. Jadi, terima dengan tenang kekesalan ku ini!” Kata pemimpin mengayunkan pedangnya.


Shringgggg


Ling Feng hanya tersenyum tipis dan senyuman itu disadari oleh pemimpin kelompok tersebut. “I-ia tersenyum?!” Batin pemimpin kelompok tersebut membelalakan matanya.


“Apakah kau yakin pedang mu itu bisa sampai kepada ku? Bukankah kau terlalu meremehkan teman ku dengan mempercayakan anak buah mu untuk menahannya.” Ucap Ling Feng tanpa beban. Tepat sebelum pemimpin kelompok itu sadar, pedang yang ia hunuskan ke arah Ling Feng tiba-tiba terpental, karena beradu dengan sesuatu yang keras.


Ctaanggggg


“Sial... Hanya dalam beberapa detik saja ia sudah berada di sini?! Apa-apaan itu?! Apakah ia masih manusia?!” Batin pemimpin kelompok menatap sosok Ren Hu yang sudah berada di hadapan nya dalam sekejap menahan tebasan pedangnya menggunakan pelindung tangan yang ia kenakan.


Bangsawan yang melihat orang-orangnya telah kalah dalam sekejap, ia pun berteriak marah. “Apa-apaan ini?! Ketua kelompok! Apa maksudnya ini?! Orang-orang mu kalah hanya dalam sekejap?! Kalah dari satu orang lagi, yang benar saja ini?! Kalian di rawat oleh keluarga ku, guna berguna melawan musuh-musuh keluarga ku. Bagaimana mengurus dua orang saja masih tidak becus.” Kata bangsawan itu berteriak melampiaskan kemarahan kepada pemimpin kelompok yang masih berdiri tentunya.


Mendengar hal itu tentunya sang pemimpin kelompok marah bukan main, “Si ban*sat yang taunya terima beres saja, berani-beraninya berkata seperti itu kepada ku?! Jika saja ia bukan putra pertama keluarga, sudah kuhabisi saat ini juga. Dan lagi musuh keluarga? Berani-beraninya ia berkata seperti itu, setelah keributan yang dilakukan sendiri olehnya.” Batin pemimpin kelompok tersebut menatap dalam-dalam menahan amarahnya.


“Sepertinya... Tuan mu benar-benar orang yang tidak tahu diri ya. Jika aku adalah dirimu, sudah kubungkam mulutnya dengan tinjuku sampai ia tidak bisa berbicara lagi.” Ling Feng tiba-tiba berkata, membuat pemimpin kelompok tersebut itu menatap sengit ke arahnya. Ling Feng tentu membalas tatapan tajam dari pemimpin kelompok dengan tatapan santai dan senyum tipis di wajahnya. Tudung kepalanya sedikit ia angkat memperlihatkan sepasang matanya yang hampir tertutup dengan rambut depannya.


Ia melirik ke arah Ling Feng dan Ren Hu secara bergantian. Walaupun hanya samae-samar, kali ini ia benar-benar dapat merasakan tekanan mental yang sangat besar keluar dari Ling Feng dan Ren Hu. Bak gunung besar yang kokoh tidak akan goyah sedikit pun. Walaupun begitu, ia tetap nekat untuk mengacungkan senjatanya ke arah keduanya.


“Padahal tuan muda sudah bermurah hati untuk memberitahu perbedaan besar antara kita, namun kau malah mengabaikan hal itu. Mulai dari sini jangan harap kau bisa kembali hidup-hidup, karena telah menghina tuan muda ku.” Ujar Ren Hu Melepaskan aura dari tubuhnya. Langsung menerjang ke arah pemimpin kelompok tersebut dengan tinju yang sudah berada di hadapan nya.


“Matilah...”


Baammmmm


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.