
Pang Lang yang mendengar itu menganggukan kepalanya mengiyakan perkataan Ling Feng. Ling Feng yang melihat itu tersenyum lalu bangkit dari tempat duduk pergi menuju pelayan disana untuk membayar. Ketika pelayan tersebut melihat paras Ling Feng seketika ia terdiam menatap wajah Ling Feng.
"Maaf nona berapa semua keseluruhan pembayarannya?" Ucap Ling Feng sembari melambai-lambai tangannya tepat di depan wajah pelayan tersebut. Sontak pelayan tersebut kembali sadar dan kaget ketika melihat Ling Feng melakukan itu.
"M-maafkan saya atas ketidaksopanannya tuan muda, total semuanya menjadi dua koin emas." Kata pelayan tersebut. Ling Feng yang mendengar itu menganggukan kepalanya lalu mengeluarkan tiga koin emas dan memberikan kepada pelayan tersebut seraya berkata. "Sisanya ambil saja untuk anda nona." Ucap Ling Feng pergi sembari menggunakan kupluk wajah dan Pang Lang yang mengekor dibelakangnya.
Pelayan restoran tersebut terdiam sangat lama menatap punggung Ling Feng hingga pemuda tersebut benar-benar keluar. "Tampan lagi dermawan. Benar-benar dewa yang jatuh dari langit." Gumam Pelayan tersebut yang masih terpesona oleh wajah Ling Feng.
Kembali ke Ling Feng
"Baiklah, sebaiknya sekarang kita kemana ya…" Ucap Ling Feng sembari menyapu pandangannya mencari hal-hal yang membuatnya tertarik. Ling Feng saat ini sedang berada di pusat kota, tempat dimana beragam jajanan tersedia disana.
Sampai-sampai sepasang matanya menangkap sekelompok orang sedang berkumpul disana. Ling Feng yang melihat itu menjadi penasaran tentang hal itu. "Paman Lang ayo kita lihat ke sana." Kata Ling Feng pergi menuju sekelompok orang berkumpul disana. Pang Lang yang mendengar itu menganggukan kepalanya dan menyusul Ling Feng.
"Ckckck Kasihan sekali bocah itu ia malah berurusan dengan seorang bangsawan yang tidak harusnya ia singgung." Kata salah satu orang yang melihat kejadian itu.
"Benar sekali padahal ia hanya tinggal memberikannya saja dan semua urusannya selesai, tapi ia malah repot-repot melakukan hal tersebut dan membuat masalah sungguh bocah yang malang."
"Padahal itu hanya seekor kucing saja, namun bocah itu sangat bersikeras dan bahkan mengejek orang bangsawan itu. Apakah ia sungguh tidak sayang nyawa kah."
Ling Feng yang mendengar itu bergumam, "Bocah?" Gumam Ling Feng. "Seekor Kucing?" Gumam Ling Feng lagi, pikirannya hanya tertuju pada satu orang saja ketika mendengar hal itu. Pang Lang yang mendengar itu lalu membisikkan kata-kata kepada Ling Feng. "Tuan muda sepertinya kita kenal dengan bocah yang dimaksud dengan sekelompok orang itu." Bisik Pang Lang.
"Ya paman tidak salah lagi ini pasti Hao'er yang berada disana." Ling Feng langsung berusaha untuk menembus segerombolan orang tersebut untuk melihat apa yang terjadi disana. Ketika ia sampai terlihatlah seorang anak kecil sedang memangku kucing ditangannya. Bocah kecil itu adalah Hao Xiang yang terlihat sedang berdebat dengan salah satu pengawal dari bangsawan tersebut.
"Hei bocah aku peringatkan lagi. Lebih kau serahkan kucing itu kepada kami, karena nona muda kami sangat menyukai itu." Ucap seorang pria yang diduga pengawal dari bangsawan tersebut.
Bangsawan tersebut adalah seorang wanita, ia menggunakan pakaian mewah yang mencolok dengan empat pengawal berada disampingnya. Ketika Ling Feng Melihat wajah bangsawan itu ia tidak pernah melihatnya jadi alhasil ia tidak peduli.
"Aku sarankan sekali lagi untuk jangan menyentuh kucing ini, kalau tuan mu itu tidak ingin menderita. Kucing ini selain diriku dan kakak tidak ingin dipangku oleh orang lain kecuali jika ia ingin." Kata Hao Xiang.
"Bocah kau terlalu banyak menghayal, mana mungkin hal seperti itu akan terjadi nantinya. Lebih baik kau cepat serahkan kucing tersebut kalau kau tak ingin mati disini." Ancam pengawal tersebut sembari menghunuskan pedangnya kearah Hao Xiang.
Ketika pengawal tersebut menghunuskan pedangnya kearah Hao Xiang, entah mengapa ia merasakan sekujur tubuhnya merinding. Pengawal tersebut langsung menyapu pandangannya ke sekelilingnya untuk mencari sumber orang yang membuat merasakan hawa menyeramkan itu, namun nihil ia tidak menemukan orang yang memancarkan aura tersebut.
Deggghhh
Akan tetapi sedetik kemudian Hao Xiang tersenyum lalu memberikan Kucing yang ia pangku kepada pengawal tersebut seraya berkata, "Tidak perlu mengancam bocah sampai ingin membunuhnya paman, lagipula aku tidak bilang tidak ingin memberikannya. Aku cuman memperingatkan paman dan majikan paman untuk hati-hati." Ucap Hao Xiang tersenyum memberikan kucing tersebut.
Mungkin tidak ada yang sadar akan hal itu, namun Ling Feng dan Pang Lang sangat mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Hao Xiang. "Tidak kusangka Hao Xiang sekecil itu bisa melakukan niat membunuh yang terfokus." Gumam Pang Lang yang masih dapat didengar oleh Ling Feng. "Aku pun tidak tau bahwa ia sudah mahir melakukan hal itu." Balas Ling Feng terkekeh ketika melihat pengawal tersebut yang sudah bergetar seluruh tubuhnya walaupun sudah berusaha ditutup-tutupi.
"Ini paman ambil saja kucingnya jika terjadi sesuatu jangan salahkan aku nantinya ya." Ucap Hao Xiang seraya memberikan Ling Laohu, Ling Laohu masih memejamkan matanya dan masih tidak sadar akan hal yang terjadi. Pengawal tersebut lalu menerima kucing tersebut dengan tangan yang bergetar dan segera membawanya kepada nona mudanya.
Ketika melihat itu Nona bangsawan itu seketika langsung mengomelinya. "Pengawal bodoh! kenapa kau lama sekali. Padahal hanya mengambil seekor kucing dari bocah kecil itu kerjamu sungguh lama sekali." Teriak Mengomel Nona bangsawan itu kepada pengawalnya.
Pengawal tersebut tidak berani mengangkat kepalanya, ia masih menatap ke bawah lebih tepatnya ke kucing tersebut. Ketika ia melihat kucing tersebut, ia merasa sangat terkejut, "Ehh bukankah kucing ini awalnya memejamkan matanya, kenapa sekarang malah membuka matanya." Batin pengawal tersebut terkejut setengah mati ketika melihat Kucing tersebut membuka matanya.
Pengawal tersebut tidak sadar bahwa kucing yang ia bawa adalah kesialan bagi dirinya, sesaat ingin memberikan kucing tersebut kepada nona mudanya kucing tersebut langsung melepaskan diri loncat dari genggaman pengawal tersebut.
Sontak Pengawal tersebut dan nona mudanya kaget melihat aksi kucing tersebut. Sekali lagi nona bangsawan itu mencaci maki pengawalnya. "Bodoh! tidak berguna! Memegangi kucing saja masih tidak becus! Cepat tangkap kucing itu sebelum turun!" Teriak Nona bangsawan itu kepada seluruh pengawalnya.
Hao Xiang yang melihat itu hanya tersenyum saja, sedangkan Ling Feng berusaha untuk menutup mulutnya agar tawanya tidak pecah, sementara Pang Lang hanya menggelengkan kepalanya merasa kasihan kepada nasib para pengawal itu.
Ling Laohu yang masih di udara melihat ke bawah ada empat orang yang menunggu untuk menangkapnya. Semua orang tertuju kepada Ling Laohu yang terbang diatas kepada mereka. Lalu pada saat kucing itu turun, sebuah kejadian mengejutkan terjadi tepat didepan mata mereka.
Pada saat Ling Laohu mulai turun dan tepat di depan wajah empat orang yang ingin menangkapnya, ia melambaikan salah satu kaki yang membuat empat orang yang ingin menangkapnya langsung terhempaskan keempat arah yang berbeda saat itu juga. Sontak kejadian hal itu membuat seluruh pasang mata yang melihatnya terkejut semua.
Booommmm
Booommmm
Booommmm
Booommmm
Seekor kucing kecil dapat menghempaskan empat orang bersamaan ke empat arah yang berbeda. Jika dipikir-pikir lagi hal itu bukanlah hal yang normal
>>>>>> Bersambung