Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Berhasil Menerobos Saint Bintang Empat


Ling Feng menganggukkan kepalanya, lalu beranjak ke tempat tidur dan mengambil sikap lotus. Ia mulai mengatur pernafasannya, beberapa detik kemudian ia pun langsung menelan kedua pil kualitas tinggi itu sekaligus dan langsung memejamkan kedua matanya fokus menyerap khasiatnya untuk membantu penerobosannya.


>>>>>>______


Ia langsung menggunakan teknik budaya kultivasinya, Energi yang sangat melimpah mulai mengelilingi sekitar tubuh Ling Feng. Di tambah dengan energi dari pil buatannya, ruangan Ling Feng benar-benar penuh akan energi alam yang sangat besar lagi padat. Energi yang sangat padat itu pun serentak masuk ke dalam tubuh Ling Feng, membuat Ling Feng sempat tersentak dan hampir kehilangan konsentrasi nya.


Swossssshhhh... Swossssshhhh...!


Badai energi pun mulai bergejolak di dalam tubuh Ling Feng, Ling Feng kembali membentuk segel tangan berusaha untuk meredakan badai energi di dalam tubuhnya. Keringat dingin mulai terlihat jelas di dahi Ling Feng, dan sedikit darah keluar dari mulut Ling Feng, karena sengaja mengigit bibir bagian bawah nya, supaya tidak kehilangan konsentrasi nya.


Badai energi yang bergejolak dalam tubuh Ling Feng, perlahan-lahan mulai kembali tenang setelah hampir dua jam lamanya bergejolak. Ling Feng pun langsung mengatur pernafasan nya yang sempat kacau, karena badai energi di dalam tubuhnya tadi.


Setelah berhasil mengendalikan energi yang sangat besar di dalam tubuhnya, Ling Feng pun mulai mengalirkan energi tersebut keseluruh tubuhnya, mulai dari ujung kepalanya sampai ujung kaki tidak luput sedikit pun.


Kraaakkkk...!


Setelah tubuhnya di aliri oleh energi tersebut, ia lalu mengarahkan energi besar itu ke pusat dantiannya. Setelah energi yang awalnya menyebar ke seluruh tubuh Ling Feng berkumpul di pusat dantiannya. Ling Feng pun masuk ke alam bawah sadarnya.


Kesadaran Ling Feng masuk ke dalam tubuhnya, dan kini ia berada di tengah-tengah dantian miliknya. Apa yang ada di hadapannya ini adalah sebuah tembok kaca yang merupakan perumpamaan dari penghalang Ling Feng untuk menebus tingkat selanjut nya.


Awalnya penghalang tersebut begitu kokoh, namun kali ini terlihat ada beberapa retakan di penghalang tersebut. Sementara itu di belakang Ling Feng, ada sebuah lautan yang sangat ganas, tidak lain adalah perwujudan dari energi besar yang memasuki tubuhnya. Kesadaran Ling Feng pun terbang sedikit lebih tinggi berdiri tepat di belakang lautan energi tersebut.


“Sekarang juga, atau tidak sama sekali!” Teriak kesadaran Ling Feng lalu menggerakkan segel tangannya, dan lautan energi yang awalnya tenang di belakang Ling Feng, kini mulai kembali ganas dan menerjang ke arah penghalang ke tingkat selanjutnya.


Kraaakkkk...!


Tembok kaca penghalang itu pun di hantam oleh badai lautan energi yang sangat kuat, dan perlahan-lahan retakan yang berada di penghalang itu semakin banyak dan besar. Lalu selang beberapa menit, penghalang itu pun hancur sepenuhnya. Eenrgi yang sangat melimpah pun terpancar, sesaat Ling Feng menembus tingkat selanjut nya.


Setelah berhasil menembus tingkat selanjutnya, badai energi itu pun mulai mereda. Aura yang sangat kuat mulai memasuki kesadaran tubuh Ling Feng, Ling Feng yang merasakan energi melimpah dan aura kuat itu pun memejamkan mata nya, menarik kembali kesadaran.


Tiga jam pun berlalu, saat energi dan aura yang sangat kuat masuk ke dalam tubuh Ling Feng. Setelah beberapa saat kemudian, pria itu pun membuka kembali kedua matanya, karena telah berhasil menstabilkan energi dan aura yang masuk ke dalam tubuhnya.


“Bagaimana tuan muda?” Ujar Ling Laohu yang ternyata sudah kembali lagi ke ruangan Ling Feng, dan langsung bertanya kepada pria itu sesaat ia membuka kedua mata nya. Ling Feng tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Ling Laohu.


“ Ya aku berhasil menerobos. Aku sekarang sudah berada di Ranah Saint bintang empat... Eh apa yang terjadi di sini saat aku sedang menerobos?” Kata Ling Feng yang terkejut, karena melihat daerah sekitar nya sudah berantakan.


Ling Laohu pun mulai menjelaskan, bahwa apa yang terjadi itu adalah akibat dari badai energi yang sangat kuat mengitari tubuh Ling Feng. Tepat setelah Ling Feng mulai ritual penerobosan, badai energi itu tiba-tiba keluar dari tubuh nya, bahkan formasi penghalang yang di buat oleh Ling Laohu, hampir saja hancur, jika Ling Laohu tidak tepat waktu. Badai energi itu mungkin akan membuat ruangan tersebut porak poranda.


Tentunya ia terkejut, pasalnya ia merasakan tidak begitu lama ketika ia menembus tingkat selanjutnya. Akan tetapi, fakta yang keluar dari perkataan Ling Laohu membuat dirinya cukup sulit untuk percaya.


“Aku benar-benar tidak menyangka. Jadi sudah selama itu sejak aku melakukan penerobosan.” Ucap Ling Feng menggaruk-garuk bagian belakang kepala nya. Ling Feng sontak melirik ke arah Ling Laohu, karena dirinya juga merasakan aura yang terpancar dari kucing kecil itu berbeda dari yang sebelum nya.


“Ling Laohu kamu... Naik tingkat juga?!” Ujar Ling Feng menatap tidak percaya ke arah kucing putih itu. Setelah ia naik ke bintang empat ranah saint, inderanya menjadi lebih sensitif. Oleh karena itulah, ia bisa merasakan perbedaan aura yang terpancar dari dirinya yang sekarang dengan yang sebelumnya.


“Ya begitulah tuan muda. Jika aku tidak naik tingkat, maka aku tidak akan bisa menahan badai energi yang bergejolak di sini. Jujur saja, itupun aku masih kesulitan setelah naik tingkat.” Jelas Ling Laohu.


“Begitu, kah... Kerja bagus Laohu. Jika dirimu tidak di sini, pastinya akan terjadi keributan.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum masam, memikirkan apa yang terjadi jika penerobosan nya menarik perhatian orang-orang, maka dapat di pastikan identitas diri nya akan terungkap. Mengingat dirinya yang pasti sudah masih menjadi topik hangat sejak insiden di Kekaisaran Shu. Walaupun sudah berlalu cukup lama.


“Meongggg... Tidak masalah tuan muda. Aku senang bisa sedikit membantu Anda.” Ucap Ling Laohu lalu mengambil posisi yang nyaman dan memejamkan kedua matanya kembali.


Ling Feng pun beranjak dari posisi lotus nya pergi ke arah kamar mandi untuk merapihkan penampilan nya yang terlihat sangat acak-acakkan. Waktu kala itu sudah menunjukkan hampir tengah hari, setelah selesai bersiap-siap. Ling Feng keluar dengan menggunakan pakaian hitam dibalut jubah putih nya, tentu saja dengan topeng untuk menutupi wajah nya.


Ia turun ke lantai pertama untuk memakan sesuatu, karena sudah hampir tiga hari berlalu dan ia cukup merasa lapar saat ini. “Oh ya Laohu. Tiga hari kebelakang ini, apa saja yang dilakukan oleh Xiang’er?” Ling Feng mengirimkan transmisi suara kepada Ling Laohu.


“Bocah itu dan diriku, sudah mulai mengumpulkan informasi di kota ini. Setidaknya kami mendapatkan sebuah informasi yang menarik, karena mungkin saja ini ada hubungannya dengan artefak yang sedang di cara oleh ras iblis.” Timpal Ling Laohu, ia menjelaskan bahwa yang mendapatkan informasi itu adalah Hao Xiang, yang kala itu kebetulan sedang berjalan-jalan di sekitar kota Teratai Hitam


Ling Feng mengganggukkan kepalanya lalu berkata, “Kalau begitu jelaskan lebih detail nya nanti.” Balas Ling Feng.


“Aku mengerti tuan muda. Aku akan memanggil bocah itu juga untuk segera datang.” Timpal Ling Laohu.


Tepat Ling Feng sampai di lantai pertama, ia langsung mengambil tempat duduk yang berada di sisi jendela. Ia juga tidak lupa memesan beberapa makanan dan sebotol minuman kepada pelayan tersebut. Pelayan dari penginapan yang mengenali Ling Feng dari nada bicara dan pakaiannya, langsung mengingat pesan dari nona muda mereka untuk melayaninya dengan sangat hormat dan ramah.


Saat Ling Feng sedang fokus menatap ke luar jendela, indera pendengaran nya menangkap suara langkah yang mendekati ke arahnya, ia juga merasakan aura familiar yang mendekati nya itu, dan tidak lama di susul dengan suara lembut yang memanggil namanya.


“Ah Tuan Feng. Aku dengar dari murid Anda, anda sedang berada dalam pelatihan beberapa akhir ini.” Ucapnya lembut yang keluar dari mulut seorang wanita yang tidak lain adalah Zhi Yan.


“Ya begitulah Nona Zhi. Aku juga tidak menyangka akan memakan waktu tiga hari lamanya.” Timpal Ling Feng dengan tenang, sembari dalam hatinya bertanya-tanya, mengenai alasan mengapa wanita tersebut masih ada di kota ini.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.