
“Jangan hanya terpaku saja. Lakukan yang terbaik dan jangan sisakan satu iblis pun untuk hidup!” Teriak To Mu yang bergema di tempat tersebut membuat semangat para kultivator manusia menggebu-gebu.
“Iya!” Teriak serempak para kultivator manusia menjawab perkataan To Mu.
>>>>>>______
Hanya dalam sekejap saja, medan perang yang awalnya sudah kacau bertambah lebih kacau. Kawah kecil tercipta dimana saja, ledakan demi ledakan, teriakan demi teriakan menghiasi medan perang tersebut. Para kultivator manusia langsung maju dengan kekuatan penuh menyerang ras iblis, mengingat perilaku kejam para ras iblis dan ambisi mereka yang ingin memperbudak semua makhuk di benua biru, membuat semangat bertahan hidup mereka menggebu-gebu. Bahkan tidak sedikit yang menguatkan tekad mereka, yang mana lebih baik mati dalam pertempuran daripada harus mengalami perbudakan makhluk keji dan menjijikan seperti ras iblis.
“Bertarung dan bunuh semua musuh benua biru! Bertarung dan bunuh semua musuh benua biru!” Teriak para kultivator manusia menggebu-gebu, melawan pasukan ras iblis.
Booommm...! Booommm...!
“Bunuh semua musuh benua biru!” Teriak salah satu kultivator di kubu manusia.
“Hancurkan musuh! Bunuh semua para penjajah benua biru!” Timpal yang lainnya dengan teriakan penuh semangat dan tekad terbakar panas.
Sementara para tetua dari empat sekte besar, melawan petinggi daripada pemberontak. Mereka pun terlihat tidak mau kalah dengan para kultivator yang sedang berperang di bawah, benturan demi benturan serangan di udara tidak terelakkan.
Terlihat di antara kerumunan para kultivator iblis, dua orang pemuda berpakaian hitam dengan sangat lihat melesat cepat ke arah kubu pasukan iblis.
“Kakak Xiao... Sampai kapan lagi kita terus maju?” Tanya pemuda berpakaian hitam dengan memegang sabit di kedua tangannya, yang tidak lain adalah Lie Huo
“Sebentar lagi, kita harus maju sedikit lagi untuk menghabisi inti dari pasukan iblis ini.” Kata Xiao bergerak cepat seraya membunuh sekejap iblis yang muncul di hadapan nya.
Keduanya sedang menuju ke tengah-tengah pasukan iblis, dengan niat menghancurkan konsentrasi lawan memecahkan fokusnya.
“Adik kita sudah sampai di titik pusatnya, dan kerahkan semuanya tanpa harus menahan diri.” Kata Xiao yang mendadak langsung berhenti berlari, setelah sampai di target tempat yang ingin mereka tuju.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao, Lie Hou menyeringai di balik penutup wajahnya. “Akhirnya sampai juga. Tenang saja kak... Melawan makhluk menjijikan seperti ini, aku tidak pernah sekalipun berbelas kasih.” Kata Lie Hou mengeratkan genggaman pada kedua sabitnya, mengambil sikap berkuda-kuda.
Pasukan iblis yang terkejut melihat keberadaan dua manusia yang tiba-tiba muncul di kubu mereka pun langsung bergerak untuk membunuh keduanya.
“Kekekeke... Dasar manusia bodoh. Kalian berdua sungguh patut di puji, karena berani untuk datang ke tengah-tengah. Berbangga dirilah, karena kalian berdua akan menjadi nutrisi ku.” Kata salah satu iblis menerjang ke arah Xiao dan Lie Huo.
“Menjadi nutrisi makhluk menjijikan seperti kalian? Lebih baik aku mati tercabik-cabik daripada harus di makan oleh iblis sampah seperti kalian!” Teriak Lie Huo mengeratkan kuda-kudanya.
“Teknik Sabit Kembar Gerakan Kedua: Sabit Membelah Awan!” Teriak Lie Huo mengayunkan keduanya sabitnya yang telah di aliri Qi nya, lalu melompat cukup tinggi seraya memutar tubuhnya searah jarum jam.
Pasukan iblis yang awalnya maju hendak mengeroyok Xiao dan Lie Huo, seketika langsung berubah menjadi daging cincang terkena tebasan kembar dari sabit Lie Huo, yang diiringi dengan ledakan yang mengejutkan dua kubu yang saling berbentrokan di kubu depan.
Lie Huo tidak menahan diri sama sekali, ia melancarkan tebasan sabit kembarnya dalam sekali gerak menghabisi lusinan pasukan iblis dalam sekejap. Tidak berhenti di sana saja, Lie Huo yang mengudara pun kembali bergerak, dengan mengandalkan sabitnya sebagai pijakan kakinya, ia melesat cepat ke arah pasukan iblis dan membunuh semuanya tanpa pandang bulu.
Shringggg...! Shringggg...! Shringggg...!
Craashhhh... Craashhhh... Craashhhh...
Berbeda dengan Lie Huo yang mengeluarkan serangan yang menonjol, Xiao mengandalkan elemen kegelapan nya dengan cara menyelinap dan menghabisi iblis-iblis dengan sekali serang.
“Siapa itu! Siapa itu! Akhhhh...! Tidak! Tidak!”
Hanya dengan kedua pemuda itu, pasukan iblis berhasil di basmi setidaknya hampir seperempat yang ada, dan itu masih terus di lakukan oleh kedua pemuda itu, tanpa ada tanda-tanda kelelahan sama sekali. Rencana keduanya benar-benar berhasil, fokus para pasukan iblis pun terpecah, karena mereka di serang dari depan juga dari belakang.
Para kultivator di kubu manusia menyadari kontribusi besar dari Xiao dan Lie Huo, bahkan mereka sangat takjub berdecak kagum dengan kekuatan mereka yang begitu dahsyat dan berani maju ke tengah-tengah kelompok iblis hanya dengan dua orang saja. Mereka pun semakin bersemangat untuk menghabisi para ras iblis yang tersisa.
“Serang terus! Jangan menyerah! Jangan beri ampun kepada para penjajah!” Teriak salah satu kultivator memberikan semangat kepada yang lainnya. Keadaan pun berbalik hanya, karena kontribusi dari dua orang pemuda. Para petinggi yang melihat kubu mereka mulai terdesak, hanya karena perbuatan dua orang pemuda, memasang wajah jelek, mereka tidak menyangka bahwa ada generasi pemuda sekuat itu muncul, tapi tidak pernah di dengar namanya.
“Bagaimana? Aku sarankan sih, untuk menyerah sekarang, karena anak buah iblis mu itu tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi menghadapi kedua pemuda itu.” Kata To Mu dengan tenang, kepada pemimpin bangsawan wang, yang ia pilih menjadi lawannya.
“Jangan bercanda! Kami belum kalah.” Kata pemimpin bangsawan wang yang terlihat tenang, walaupun kubunya jelas-jelas akan kalah tidak lama lagi. To Mu yang melihat sikap tenang itu, mulai curiga bahwa pria itu menyembunyikan sesuatu.
>>>>>>______
Dalam Tanah Rahasia
Pertarungan Ling Feng dan tuan iblis itu masih berlangsung. Tanah rahasia pun telah berubah menjadi kacau balau. Kawah-kawah baik yang berukuran kecil atau pun yang besar, dan bahkan yang sedang pun telah tercipta di sana.
Keadaan keduanya pun tidak jauh berbeda, hanya saja tuan iblis itu sedikit lebih berantakan daripada Ling Feng. Topeng yang menghiasi wajahnya telah hancur sepenuhnya memperlihatkan wajah tampannya, pakaian atasnya, lebih tepatnya bagian lengan kanan dan kirinya telah rusak sepenuhnya memperlihatkan lengah seputih susunya, namun terlihat berisi dan tidak terlalu kekar.
“Kekekeke... Nak kau memang hebat. Aku tarik kembali kata-kataku tadi, diriku yang sekarang tidak bisa membunuhmu.” Kata tuan iblis itu dengan wajah serius.
“Oh kalau begitu... Kenapa tidak menyerah saja, dan biarkan aku membunuhmu. Jujur saja aku sudah banyak berkeringat dan segera ingin membersihkan tubuhku.” Kata Ling Feng dengan wajah tenang dan senyum tipis di wajahnya.
Tuan iblis yang mendengar itu tidak menjawabnya, namun mengubah raut wajahnya, yang awalnya serius lalu kembali menyeringai dan itu membuat Ling Feng mengangkat sebelah alisnya, karena ia merasa tuan iblis itu menyembunyikan sesuatu dari nya.
“Kau memang hebat, sangat hebat, akan tetapi sayang kau juga tidak bisa membunuhmu, dan terima kasih telah menemani ku selama ini untuk melemaskan tubuhku, dengan ini aku bisa menyerap tanpa harus memurnikannya.” Kata Tuan iblis seraya menyeringai lebar.
“Apa maksu...” Ucapan Ling Feng mendadak berhenti, karena ia telah menyadari sesuatu. “Tunggu?! sudah berapa lama aku bertarung dengan dirinya di tanah rahasia ini?!” Pikir Ling Feng. Dirinya pun sontak menatap serius ke arah tuan iblis yang seakan-akan tahu apa yang sedang ia pikirkan.
“Ckkkk... Sial.” Ucap Ling Feng tanpa pikir panjang langsung meledakan auranya mengumpulkan Qi nya ke dalam pedang elementalisnya. Pedang Elementalis meresponnya, pedang tersebut bersinar seraya mengeluarkan lima macam warna yang silih berganti.
“Teknik Elemen: Serangan Lima Elemen Menjadi Satu!” Teriak Ling Feng melancarkan serangan kepada tuan iblis yang menyeringai ke arahnya.
“Terlambat Bocah... Mari kita bertemu lagi di luar. Ronde kedua ini akan kupastikan bahwa akan menjadi lebih menarik lagi.” Kata tuan iblis itu sesaat sebelum terkena serangan Ling Feng, dalam sekejap menghilang, serangan Ling Feng hanya mengenai angin kosong, melewati begitu saja.
Boooommmmm...!
Melihat serangan nya tidak berhasil mengenai tuan iblis, Ling Feng pun buru-buru mengeluarkan token masuknya dan langsung menghancurkannya. Dirinya pun dalam sekejap menghilang juga sama dengan tuan iblis keluar dari tanah rahasia.
>>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.