
Dunia Luar, di sebuah bar
Terlihat sebuah bar tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil berdiri disana. Bar tersebut sebenarnya, bukan bar pada umumnya yang hanya menyediakan arak dan makanan saja. Sebenarnya bar tersebut hanya kedok untuk menutup markas sebuah geng yang berkuasa didesa perbatasan tersebut.
Didepan bar tersebut berdiri seorang dengan menggunakan jubah lengkap dengan tudung menutupi seluruh tubuhnya orang itu tidak lain adalah Long Tian.
Kring Kring
Ketika masuk bar tersebut terdengar hiruk pikuk orang tertawa keras dengan suasana yang terlihat ramai. Bahkan bar tersebut ada sebuah panggung untuk menari menghibur para pengunjung bar tersebut. Long Tian yang melihat suasana ramai tersebut memilih duduk di meja yang sedikit jauh. Ia memilih untuk mengamati situasi dulu dan mencari informasi lebih lanjut. Ketika sedang fokus mengamati, seorang pelayan wanita dengan pakaian sedikit terbuka datang menghampirinya.
"Permisi tuan, ingin memesan apa ?" ucap pelayan tersebut. Long Tian yang mendengar itu langsung mengatakan pesanannya.
"satu kendi arak terbaik yang kalian punya." ucap Long Tian mengatakan pesanannya. Pelayan tersebut menganggukkan kepalanya, mencatat pesanan Long Tian lalu izin pamit. Setelah pelayan tersebut sudah pergi, Long Tian langsung memasang pendengarannya baik-baik.
"Bar yang sangat ramai, sepertinya agak sulit untuk membedakan antara pengunjung biasa dan anggota geng naga tengik ini. Cihhhhh, sok sok an menggunakan naga hitam aku ingin tau apakah anggota geng nya sekuat dengan namanya." gumam Long Tian terkekeh menikmati suasana hiruk pikuk bar tersebut.
Kembali ke Ling Feng
"Apakah kalian berdua sudah mengerti perkataan ku ?" ucap Ling Feng. Hao Xiang yang mendengar itu menganggukan kepalanya berkata.
"Iya kak aku mengerti." kata Hao Xiang. Ling Laohu yang mendengar itu masih enggan untuk menjawab. Ia masih tidak menerima keputusan Ling Feng yang harus menemani Hao Xiang mencari pengalamannya nanti.
"Ling Laohu apakah kau mengerti perkataan ku ?" ucap Ling Feng mengulang perkataannya lagi dan kali ini dengan penekanan disetiap katanya. Harimau kecil yang mendengar itu sedikit merinding dan menganggukkan kepalanya cepat.
"Iya iya aku mengerti tuan." ucap Ling Laohu dengan suara seperti anak kecil. Mendengar itu Ling Feng tersenyum simpul menganggukkan kepalanya. Melihat Ling Feng tersenyum, tiba-tiba mulut Ling Laohu keceplosan berkata.
"Tuan ini jika murah senyum pasti bakal banyak yang suka. Sayang saja anda terlalu pelit untuk memberikan sebuah senyuman." ucap Ling Laohu asal berkata. Ling Feng yang mendengar itu langsung menatap Ling Laohu diam, namun menusuk. Ling Laohu yang ditatap seperti itu menggaruk bagian belakang kepalanya.
"Anggap saja aku tidak mengatakan apa-apa tuan, anggap saja perkataan ku itu hanya angin lalu saja hehehehe" kata Ling Laohu merasa canggung. Ling Feng yang mendengar itu hanya mendengus saja berjalan pergi masuk kedalam gua.
"Aku ingin berkultivasi sebentar jangan ganggu jika itu bukan hal yang penting" ucap Ling Feng berjalan menuju gua. Hao Xiang dan Ling Laohu mendengar itu menganggukkan kepalanya.
Ling Feng langsung mengambil sikap lotus dan mulai berkultivasi. Sebelum berkultivasi ia sudah memeriksa kepadatan ruang jiwanya ini. Setelah ia rasakan auranya, ini sama seperti yang dimiliki dengannya. Pada akhirnya Ling Feng menyimpulkan bahwa artefak ruang jiwanya ini mungkin sebuah harta yang bisa berkembang mengikuti pertumbuhan pemiliknya. Namun sesuatu terjadi ketika Ling Feng sedang berkultivasi
Alam bawah sadar Ling Feng
"Haihhhhh kenapa ya, ketika aku baru saja berkultivasi selalu saja seperti ini."kata Ling Feng yang mengeluh. Ia padahal selalu ingin berkultivasi dengan tenang dan tenteram, namun ada saja yang menariknya kedalam alam bawah sadarnya dan kejadian ini sudah berulang kali terjadi. Ketika ia sedang mengeluh, tiba-tiba dari dalam lautan kesadarannya muncul sebuah tulisan yang membuat Ling Feng tersentak kaget dengan kemunculannya. Namun, daripada kaget Ling Feng lebih fokus terhadap makna dari tulisan tersebut.
"Seniman beladiri menekan dan mencoba untuk mengendalikan. Akan tetapi, bagi mereka yang mengikuti tentang jalan Dao, pasti membiarkan hal tersebut untuk mengalir ? Apa maksudnya ini ?" gumam Ling Feng membaca tulisan itu dan mencoba memahami makna dari tulisan tersebut.
"Menekan ? lalu mengendalikan ? kemudian membiarkannya mengalir ?" Ling Feng mulai mencoba memahami setiap kata yang dimaksud dari hal tersebut. Ketika memikirkan tentang menekan akhirnya Ling Feng sedikit paham dan langsung mengambil sikap lotus untuk memahami mendalami dari perkataan yang tiba-tiba muncul itu.
Dunia Luar, Sebuah Bar
"Ini pesanannya tuan sekendi arak terbaik yang kami punya." ucap pelayan tersebut. Long Tian yang melihat itu menganggukkan kepalanya berkata.
"Terima kasih nona" ucap Long Tian pelayan tersebut sedikit menundukkan kepalanya pergi dari sana. Setelah pelayan tersebut pergi, Long Tian langsung mengambil arak tersebut, namun ketika ia ingin meminumnya. Long Tian merasakan bau yang keluar dari arak tersebut.
"Hehhhhh, sepertinya mereka mencoba meracuniku. Tidak kusangka aku yang sudah menggunakan jubah tertutup sekalipun masih bisa dikenali. Sepertinya geng naga tengik ini mempunyai pendukung dibelakangnya." gumam Long Tian terkekeh, namun tetap meminum arak tersebut ingin mengikuti rencana yang dibuat oleh sekelompok orang tersebut.
Long Tian sendiri sudah merasakan ada yang mengintainya, namun ia tidak Bersikap seolah-olah dia tidak merasakan bahwa sebenarnya dirinya sedang diawasi. Ia ingin tau hal apa yang akan dilakukan oleh sekelompok rumput liar itu.
"Kita lihat apakah kalian layak untuk menghiburku." gumam Long Tian memainkan kendi arak tersebut lalu membuka tudung kepalanya. Long Tian tidak ingin repot-repot menutupi identitasnya lagi, toh juga sudah ketahuan. Apa boleh buat menurutnya.
"Huhhhhh sepertinya, aku tidak bisa menepati janji Feng'er." gumam Long Tian meminum arak tersebut beberapa tegukkan.
Disalah satu Ruangan bar
"Apakah dia sudah meminum arak itu ?" tanya orang tersebut. Bawahannya yang mendengar itu mengangguk kepalanya dan berkata.
"Aku sudah memberikan racun pelumpuh otot dan kultivasi kedalam kendi arak tersebut ketua." ucap bawahannya. Orang yang dipanggil ketua tersebut menganggukkan kepalanya tersenyum puas dengan kinerja mata-matanya yang ahli.
"Orang yang sudah berani menodai reputasi Geng Naga Hitam, hanya kematian lah yang akan didapatkan. Berani menyinggung Geng Naga Hitam tidak akan kubiarkan hidupnya tenang bahkan setelah Kematian pun." kata orang yang tidak lain adalah Ketua dari Geng Naga Hitam.
>>>>> Bersambung
( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )
( Blizzardauthor)