
"Inilah harta yang membuat aura di gua ini berubah." ucap kepala desa sembari menatap tanaman tersebut. Tanaman ini mirip seperti bunga mawar namun memiliki dua tangkai yang satunya berwarna putih dan satunya berwarna hitam.
"Jika ada tanaman seperti ini kenapa tidak menggunakannya untuk para warga berkultivasi." kata Ling Feng yang heran. Kepala desa yang mendengar itu menghela nafas dan berkata.
"Dahulu aku juga punya niat untuk melakukan hal seperti itu, namun yang kubaca dari catatan kepala desa sebelum diriku. Ada pernyataan bahwa tidak boleh ada yang menggunakan aura yang keluar dari tanaman suci itu untuk berkultivasi." kata Kepala desa memberitahu catatan yang ia baca dari generasi kepala desa sebelumnya. Ling Feng yang mendengar itu merasa tertarik.
"Hehhhhh, sepertinya desa kalian sungguh mempunyai kisah menarik dibalik alasan kenapa tanaman aneh ini bisa berada didesa ini." kata Ling Feng.
"Konon berdasarkan catatan yang kubaca dari pendahulu, desa kami kedatangan pernah kedatangan Pendekar yang sedang terluka. Selama beberapa Minggu Pendekar itu menetap didesa kami. Beberapa Minggu tersebut Pendekar itu sangat berkonstribusi melindungi desa kami dari para penjahat dan perampok desa. Namun, sang pendekar tidak mempunyai waktu yang lama untuk hidup. Sebelum kematian mendatanginya pendekar tersebut meminta tolong kepada kepala desa untuk melakukan sesuatu. Kelanjutan ceritanya seperti yang terlihat saat ini." kepala desa mengakhiri ceritanya. Ling Feng yang mendengar itu menjadi paham.
"Pesan dari Pendekar itu bahwa harta ini tidak bisa digunakan manusia biasa, hanya orang yang mempunyai situasi tertentu yang bisa menggunakannya dan akan ada orang yang akan mengambilnya suatu saat nanti." kata kepala desa mengatakan pesan yang ia baca dari pendahulu kepala desa.
"Jadi semua keanehan yang ada pada goa ini adalah hal yang dilakukan oleh pendekar itu." kata Ling Feng dan kepala desa menganggukkan kepalanya.
Ling Feng kembali menatap tumbuhan Suci Kegelapan yang terus menerus mengeluarkan aura yang sangat kuat.
"Tumbuhan itu adalah harta langit dan bumi sangat langka Feng'er. Tumbuhan itu mengandung elemen yin dan yang. Elemen cahaya yang sangat kuat dan elemen kegelapan yang sangat pekat. Dua elemen itu adalah yang terkandung pada tanaman itu" kata Long Tian menjelaskan tentang Tumbuhan suci kegelapan. Namun sejauh yang kuketahui Tumbuhan suci tidak ada yang bisa menyerapnya kecuali satu orang saja." lanjut Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu menebak apa yang akan dikatakan Long Tian.
"Kaisar Dewa Elemen." batin Ling Feng dan diangguki oleh Long Tian. "Hanya orang itu yang bisa menyerap khasiat dari tumbuhan Suci Kegelapan." kata Long Tian lagi.
"Hehhhhh menarik, aku akan menjadi yang kedua bisa menyerap tumbuhan Suci Kegelapan ini." batin Ling Feng dan menyeringai lebar sampai terdengar perkataan Long Tian membuat Ling Feng mengutuknya.
"Hal itu mustahil untukmu sekarang." kata Long Tian dengan nada ketus membuat Ling Feng mengkerutkan keningnya.
Kepala desa tidak berkata apa-apa, ia hanya melihat perubahan ekspresi Ling Feng yang berubah-ubah dan tidak berani menegurnya, karena perubahan ekspresi yang terlihat bahwa pendekar muda didepannya ini sedang tidak dalam situasi hati yang baik.
"Kenapa mustahil, paman bilang aku mempunyai dantian elemen seperti kaisar dewa Elemen. Jika dirinya bisa aku juga bisa pastinya." kata Ling Feng mengirimkan transmisi suara sembari mengkerutkan keningnya.
Long Tian yang mendengar itu hanya menepuk dahinya. To Mu yang mendengar itu berinisiatif menjawab.
"Untuk bisa menyerap khasiat dari tumbuhan Suci Kegelapan setidaknya Feng'er harus mempunyai Kultivasi yang tinggi. untuk saat ini kultivasimu masih jauh berada pada saat dewa elemen bisa menyerap khasiat dari tumbuhan Suci Kegelapan itu." jelas To Mu Ling Feng yang mendengar itu paham juga dan memutuskan sesuatu.
"Jika tidak bisa digunakan sekarang tinggal disimpan saja." gumam Ling Feng menyeringai dibalik penutup wajahnya lalu mengalihkan pandangannya ke kepala desa yang ikut juga menatapnya.
"Eh tidak Pendekar muda, aku hanya memperhatikan eksepsimu yang berubah-ubah setiap saat saja." kata pria tua tersebut sembari tertawa canggung dan menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.
Ling Feng yang mendengar itu semakin mengangkat sebelah alisnya namun tidak membahasnya lagi.
"Kepala desa syarat apa yang harus diperlukan untuk memiliki tumbuhan aneh itu ?" kata Ling Feng menunjuk tumbuhan Suci Kegelapan.
Kepala desa yang mendengar itu hanya tersenyum saja dan berkata dengan nada santai tanpa beban.
"Jika Pendekar muda menginginkannya silahkan saja lagipula aku mempunyai firasat bahwa orang yang dimaksud Pendekar itu adalah pendekar muda." kata Kepala desa mengatakan tanpa beban disertai senyuman yang tercetak diwajahnya.
"Anda yakin kepala desa ? memangnya anda tidak takut bahwa saya adalah orang yang menyamar dari salah satu kultivator hitam yang beberapa hari yang lalu menyerang desa ini." kata Ling Feng. Kepala desa yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya masih tersenyum.
"Jika orang sekuat dirimu adalah sekelompok Kultivator yang datang menyerang desaku, maka kau tidak perlu repot-repot untuk membantai habis mereka. Lagi penghalang yang dibuat oleh Pendekar itu akan bereaksi jika yang mengambilnya punya niat buruk." kata Kepala desa lalu balik badan berjalan menuju pintu keluar goa. Ling Feng yang mendengar itu hanya melirik kebelakang melihat punggung kepala desa yang mulai tidak terlihat.
"Orang tua ini terlalu mengandalkan firasat." gumam Ling Feng menggelengkan kepalanya lalu mengalihkan pandangannya berjalan mendekati tumbuhan Suci Kegelapan. Jika dilihat dari dekat tumbuhan tersebut memang mengeluarkan aura yang saling berlawanan dan lagi aura tersebut sangat kuat.
"Jika dilihat dari aura yang keluar, tumbuhan aneh ini berumur setidaknya hampir sepuluh ribu tahun lamanya." kata Ling Feng memperhatikan aura yang keluar dari tumbuhan didepannya itu. Lalu ketika ingin memetik tumbuhan tersebut langsung dicegah oleh Long Tian.
"Tunggu dulu, kau jangan memetiknya dengan sembarangan." kata Long Tian mencegah Ling Feng memetiknya. Ling Feng yang mendengar itu memutar bola matanya dan menghela nafas.
"Lalu bagaimana aku memetiknya paman Tian." balas Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu berkata kembali.
"Keluarkan aku terlebih dahulu, biar aku saja yang mengurusnya." kata Long Tian kepada Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu mengangguk kepalanya langsung mengeluarkan Long Tian dari dunia jiwanya.
"Jadi Paman, bagaimana caranya aku harus memindahkan tanaman aneh ini ?" kata Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu langsung melakukan gerakan simbol tangan yang rumit. Ling Feng yang melihat itu tentu saja tidak mengerti sama sekali apa yang dilakukan oleh Long Tian.
"Aktifkan." kata Long Tian dan aura disekitar tanaman tersebut berputar membentuk sebuah kubus yang transparan yang mana tumbuhan tersebut didalam kubus tersebut lalu kubus tersebut berpindah tangan ke Long Tian.
>>>>> Bersambung