Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Pergi Menuju Penguasa Wilayah Yang Terakhir


"Pil Bumi Tingkat Tinggi…Selain Itu tidak kusangka kemurnian nya mencapai seratus persen hahahaha. Keberuntungan karakter utama memang tidak diragukan." Tertawa Ling Feng dengan bangga kembali melihat Pil yang berwarna biru langit dan dengan Pernak-pernik terlihat terukir didalamnya. Mau dilihat bagaimana pun pil tersebut seperti sebuah seni yang terbentuk secara alami.


Ling Feng lalu memasukkan pil tersebut kedalam botol khusus pil terlebih dahulu. Lalu ia melangkah ke kolam yang berada di dunia jiwanya dan melihat pantulan dirinya. Seketika ia tertawa melihat penampilan dirinya sendiri. Wajah hitam legam dan rambut yang acak-acakan membuat dirinya yang melihat itu tertawa sendiri.


Ling Feng pun langsung menceburkan dirinya ke dalam kolam tersebut tanggung membersihkan tubuhnya yang kotor akibat dari ledakan pil tadi. Setelah selesai dengan ritual membersihkan tubuhnya. Ia pun keluar dari kolam tersebut dan menggunakan pakaian yang sepenuhnya didominasi oleh warna hitam dan sedikit corak dengan warna merah gelap.


Setelah selesai bersiap-siap ia pun membuka portal dan keluar dari dunia jiwanya. Ia kembali muncul di gua tempat ia membuka portal tadi. Ling Feng berjalan menuju ke tempat para serigala yang lainnya.


Ketika ia sudah sampai terlihat sembilan serigala sudah tertidur pulas tidak beraturan dengan tulang daging berserakan dimana-mana. Ling Feng yang melihat itu hanya menghela nafas menggeleng-gelengkan kepalanya saja.


Ia lantas mengalihkan pandangannya ke Lang Hei yang ternyata masih dalam posisi yang sama. "Pemulihannya cukup lambat sepertinya…Aku tidak menyangka akan selama ini." Gumam Ling Feng. Tepat setelah ia berkata seperti itu, tiba-tiba tubuh Lang Hei mengeluarkan aura yang sangat kuat.


"Ehhhh…" Ling Feng tidak menyangka tepat setelah ia berkata seperti itu aura kuat langsung keluar dari tubuh Lang Hei. Serigala-serigala yang lainnya juga langsung bangun ketika merasakan aura tersebut. Seketika mereka pun melolong di kegelapan malam kala itu. Aura disekitar Lang Hei pun semakin kuat dan…


Booooommmm


Pada saat ledakan kepulan asap pun mulai menutup Lang Hei. Ling Feng sendiri sudah melindungi dirinya dengan menggunakan Qi, ia tersenyum melihat ke arah kepulan asap tersebut. Perlahan-lahan asap pun mulai menghilang samar-samar mulai terlihat sosok dari kepulan asap tersebut.


Terlihat sosok serigala dengan tinggi hampir mencapai dua meter lebih dari seukuran serigala pada umumnya. Bukan hanya itu saja penampilannya pun menunjukkan aura yang berbeda. Anak buahnya menatap kagum sang pemimpin, Ling Feng sendiri tersenyum melihat itu.


Bukan hanya sembuh dari luka-lukanya, Lang Hei juga berhasil naik tingkat menjadi Beast Bumi Tingkat Rendah. Lang Hei pun berjalan ke arah Ling Feng lalu menundukkan kepalanya kepada Ling Feng. Ling Feng yang melihat tindakan dari Lang Hei hanya melambai-lambai tangannya.


"Sudahlah tidak perlu dipikirkan. Aku bukan manusia yang tidak tau terima kasih. Anggap saja sebagai rasa terima kasih ku, karena sudah mau berkorban untukku." Kata Ling Feng tersenyum. Lang Hei pun melolong panjang. Serigala yang lainnya pun ikut melolong juga.


Ling Feng yang mengetahui arti lolongan tersebut hanya membalasnya dengan senyuman saja. Beberapa saat kemudian gua tersebut pun menjadi tenang kembali. Ling Feng kembali berkultivasi sembari menunggu pagi datang.


Lang Hei berjaga disebelah Ling Feng sedangkan yang lainnya kembali tidur terlelap sampai pagi datang kembali.


Sekali lagi pun telah datang menjemput tugasnya. Ling Feng membuka kedua matanya. Ketika ia membuka kedua matanya dirinya cukup terkejut dengan Lang Hei dan anak buahnya yang sudah bersiap-siap.


Awwwhhhuuu


Lang Hei melolong kepada Ling Feng. Mendengar lolongan itu Ling Feng berpikir sejenak lalu menghela nafas pendek. "Sebenarnya ada yang ingin aku beritahu kepada kalian." Kata Ling Feng. Lang Hei dan kawanannya sontak menoleh kepada Ling Feng.


"Kedatangan ku kemari sebenarnya untuk pergi ke jurang yang tempatnya berada setelah melewati tempat penguasa wilayah yang terakhir." Kata Ling Feng. Sontak para serigala termasuk Lang Hei terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Ling Feng.


Tentunya mereka tau jurang yang dimaksud oleh Ling Feng. Jurang yang bahkan para penguasa saja enggan untuk mendekat ke sana. Sembilan serigala itu melolong pelan. Bahkan Lang Hei pun menggelengkan kepalanya mengisyaratkan bahwa tempat tersebut sangatlah berbahaya.


"Hehhhhh…Sepertinya kalian meremehkan ku ya…" Kata Ling Feng. Seketika tubuh sepuluh serigala tersebut langsung menegang dan reflek menggelengkan kepala masing-masing. Melihat reaksi cepat serigala-serigala tersebut Ling Feng terkekeh.


"Kalau begitu jangan banyak bicara lagi kita pergi ke tempat penguasa wilayah yang terakhir dan antar aku ke tempat jurang tersebut." Kata Ling Feng. Para serigala itu sempat saling pandang, namun mereka tetap mengiyakan perkataan Ling Feng.


Ling Feng naik ke atas punggung Lang Hei. Mereka pun berangkat menuju tempat penguasa wilayah yang terkuat. "Tentang penguasa wilayah terakhir apa pendapat mu kawan." Kata Ling Feng kepada Lang Hei. Lang Hei menggelengkan kepalanya menandakan bahwa ia sendiri tidak tau.


Melihat itu Ling Feng semakin penasaran dengan penguasa wilayah yang terakhir ini. Karena, Lang Hei saja tidak tau yang mana ia adalah penghuni dari area hutan ini. "Ya apapun itu akan ku hadapi jika penguasa ini menghalangi tujuan ku." Kata Ling Feng tersenyum simpul.


Di sisi lain area hutan tersebut


"Manusia itu sudah bergerak. Awalnya kukira ia akan membutuhkan beberapa hari untuk menyembuhkan lukanya. Tidak kusangka ia pulih secepat itu setelah membunuh tiga penguasa wilayah ini. Benar-benar manusia yang menarik. Aku jadi tidak sabar melihat sosok manusia ini." Gumam sosok tersebut tidak lama kemudian ia menutup matanya kembali.


>>>>>>> Bersambung