
“Naik ke punggung ku. Kita harus segera bergegas ke sana.” Ujar Ling Laohu yang entah sejak kapan sudah berubah menjadi wujud harimau putih, tanpa berkata sepatah kata pun Hao Xiang naik ke atas punggung Ling Laohu, dan harimau putih itu pun langsung terbang sangat cepat ke arah sumber ledakan.
>>>>>>______
Hao Xiang dan Ling Laohu yang sudah sampai di tempat pun tidak bisa untuk berkata-kata ketika melihat hasil dari ledakan yang sangat besar itu. Pasalnya tepat di hadapan mereka, kawah besar seluas lima puluh meter dengan kedalaman hampir mencapai sepuluh meter telah tercipta. Kawah tersebut adalah hasil dari ledakan yang dahsyat itu.
“Kenapa.” Batin Hao Xiang dalam benak hatinya.
Hao Xiang menatap kosong ke arah pusat kawah besar, dan langsung kehilangan kekuatan untuk menompang tubuhnya, jatuh bertekuk lutut tanpa mengalihkan pandangan nya dari pusat kawah besar. Ling Laohu juga tidak jauh berbeda, ia langsung menundukkan kepalanya dan memejamkan kedua matanya.
“Kenapa?” Batin Hao Xiang lagi.
Pandangan kosongnya pun perlahan turun menatap kosong tanah di depannya. Tanpa ia sadari setetes air mata keluar dari sudut matanya, Hao Xiang pun menyentuh mata yang mengeluarkan air mata itu dan tidak lama kemudian langsung berteriak sangat histeris di susul air mata yang tidak berhenti-henti.
“Akkhhhhh......!! Kenapa! Kenapa malah jadi seperti ini!” Hao Xiang langsung berteriak histeris dan meninju tanah di hadapan nya sangat kuat melampiaskan emosinya. Tidak hanya sekali saja, Hao Xiang beberapa kali meninju tanah sampai-sampai membuat tanah tersebut retak membentuk jaring laba-laba dengan dirinya sebagai pusatnya.
Hao Xiang merasa sangat marah pada dirinya saat itu. Ia sangat menyadari, bahwa Ling Feng bisa menghindar dengan mudah dari ledakan besar itu, namun karena ada dirinya di sana, Ling Feng tidak langsung pergi, sebaliknya ia mengambil pilihan untuk menjauhkan dirinya terlebih dahulu dari ledakan tersebut, mengabaikan dirinya sendiri.
“Semua ini terjadi, karena aku lemah. Jika saja aku lebih kuat, jika saja aku lebih kuat, guru pasti tidak perlu sampai repot-repot menjauhkan diriku.” Batin Hao Xiang seraya mengepal erat kedua tangan nya lalu berteriak lagi sekencang-kencang nya. Tubuh Hao Xiang tidak berhenti-hentinya bergetar. Air mata sudah tidak terbendung mengalir deras membasahi seluruh wajah nya.
Ling Laohu sendiri juga tidak jauh berbeda. Kini ia sudah kembali ke wujud kecilnya, ia bahkan sudah meneteskan air matanya menundukkan kepala nya, merasa sangat bersalah juga, karena tidak bisa berbuat apa-apa padahal diri nya adalah salah satu dari empat beast legendaris. Cukup lama keduanya terdiam dalam posisi yang sama, Sampai kemudian, Ling Laohu yang tidak sengaja mendongakkan kepala nya, samar-samar melihat sebuah portal familiar di tengah-tengah kawah. Ia pun menyipitkan kedua matanya guna memperjelas penglihatan nya.
Tidak hanya sebuah portal di sana, melainkan ia juga melihat seseorang keluar dari nya tertatih-tatih dengan penampilannya sudah acak-acakan. Melihat sosok orang yang keluar dari portal itu Ling Laohu pun melebarkan kedua matanya lalu melompat ke atas puncak kepala Hao Xiang dan memukul-mukulnya pelan seraya memanggilnya.
“Oi bocah maniak sadarlah!” Teriak Ling Laohu seraya memukul puncak kepala Hao Xiang beberapa kali, Hao Xiang yang sedang bersedih pun mulai jengkel, karena tingkah Ling Laohu. Ia pun mengangkat kedua tangannya membawa Ling Laohu yang berada di atas kepala, “Ada apa kau terus memukul kepalaku, dasar kucing jadi-jadian. Tidak bisakah menunggu beberapa waktu lagi, hahhhh...?!” Kata Hao Xiang dengan kedua matanya yang sudah memerah, karena terus-terusan menangis.
Ling Laohu tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Hao Xiang dan langsung memukulnya tepat di bagian pipinya. Hao Xiang yang di pukul pun tentunya merasa tidak senang, dengan tindakan Ling Laohu. Tepat Hao Xiang hendak protes, Ling Laohu langsung memotong perkataan nya.
“Berisik bocah teng*k. Jangan banyak bicara dan coba lihat ke arah sana dengan cermat.” Ujar Ling Laohu memotong perkataan Hao Xiang seraya menunjuk ke arah pusat kawah berada. Walaupun merasa sangat kesal dan jengkel, karena telah membuatnya risih, Hao Xiang tetap mendongkakkan kepalanya menatap ke arah yang di tunjukkan oleh Ling Laohu. Untuk Hao Xiang, dirinya tidak melihat adanya sebuah portal di sana, namun dirinya dapat melihat jelas ada seseorang yang sedang terbaring di pusat kawah tersebut.
Hao Xiang sangat mengenali postur tubuh dari sosok yang kini sedang terbaring di sana tentunya terkejut bukan main. Melihat respon Hao Xiang sesuai dengan apa yang ia bayangkan, Ling Laohu pun melompat ke atas puncak kepala Hao Xiang dan duduk dengan tenang di sana. Tanpa berkata apa-apa lagi, Hao Xiang langsung melesat cepat ke arah pusat kawah tersebut.
Wajah yang awalnya pucat pasi, kini menjadi lebih hangat dengan senyum lega tercetak jelas di wajahnya. Walaupun terlihat bahagia, air mata Hao Xiang masih tidak berhenti-henti mengalir, meskipun kali ini dengan alasan berbeda mengapa air mata itu bisa mengalir. Ketika jarak Hao Xiang tidak jauh dari sosok yang terbaring itu, secara tiba-tiba sosok yang terbaring itu menoleh ke arah Hao Xiang seraya tersenyum lembut.
Melihat sosok yang kini sedang terbaring itu melempar senyum kepadanya, Hao Xiang tidak bisa untuk merasa sangat senang dan lega dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di hadapan sosok pria yang terbaring dengan pakaian yang sudah acak-acakan, dimana pakaian atas dari pria tersebut sudah hilang sepenuhnya menyisakan pakaian bawahnya, yang itu pun sudah terkoyak sana sini.
Sosok pria yang sedang terbaring itu menatap ke arah Hao Xiang lalu berkata kepadanya, “Bocah nakal ini. Kenapa kau malah menangis seperti itu hahhh...? Aku tidak pernah ingat mengajarkan mu untuk menangisi ku.” Kata sosok pria yang terbaring itu dengan suara serak.
Mendengar apa yang dikatakan oleh sosok pria tersebut itu, Hao Xiang buru-buru menyeka air matanya dan berkata, “Ah maaf guru. Aku menangis seperti ini, karena sangat bahagia melihat guru kembali dengan selamat.” Kata Hao Xiang menyeka air matanya lalu terkekeh pelan.
Mendengar apa yang di ucapkan Hao Xiang, sosok pria yang tidak lain adalah Ling Feng itu pun tersenyum tipis lalu berkata kembali, “Cihhh guru mu tidak selemah itu. Jangan kira, ledakan seperti itu dapat menghabisi guru mu yang tampan ini.”Kata Ling Feng sembari tersenyum.
“Ya memang benar. Seperti yang di harapkan dari guru.” Timpal Hao Xiang terkekeh pelan
“Ya walaupun begitu tidak mengubah fakta, bahwa guru sangat kelelahan kali ini. Jadi biarkan guru istirahat sebentar, sampai guru bangun kembali. Aku percayakan tubuhku kepadamu, murid ku.” Kata Ling Feng yang kesadaran nya mulai hilang.
“Tenang saja guru. Beristirahatlah dengan nyaman, Murid ini bersumpah akan menjaga tubuh guru, sampai guru bangun kembali.” Kata Hao Xiang dengan tegas seraya mengangkat satu tangannya di depan dadanya. Mendengar apa yang dikatakan oleh muridnya, Ling Feng terkekeh sejenak, sampai kemudian ia pun tidak kuasa menahan matanya dan mulai memejamkan matanya, tertidur.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.