Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Ling Feng Vs Bie Xibo


“Ras manusia jangan mau kalah! Bangkit atau tidak sama sekali!” Teriak Ling Feng dengan nada yang lantang, membuat para kultivator yang awalnya hendak menyerah, tiba-tiba kembali bersemangat ketika mendengar teriakan lantang Ling Feng.


“Serang...!” Teriak Ling Feng dan tuan iblis itu secara bersamaan. Perang pun kembali pecah dan kali ini jauh lebih panas ketimbang yang terjadi beberapa saat yang lalu.


>>>>>>______


“Kekekeke... Bocah manusia, kali ini akan berbeda dengan yang sebelumnya. Akan kupastikan kau mati di sini.” Kata Bie Xibo dengan seringai menyeramkan.


“Seharusnya itu yang menjadi kalimat ku. Ranah mu masih belum pulih, jadi tidak mustahil untuk membunuhmu.” Kata Ling Feng dengan senyum tipis, nada mengejek. Bie Xibo yang mendengar itu tentunya langsung tertawa keras lalu lanjut berkata, “Hahahaha... Tidak kusangka bocah yang hidupnya tidak lebih lama dariku, sungguh berani berkata seperti itu. Ya tidak apa-apa, justru akan lebih nikmat melihat wajah putus asa mu nantinya.” Kata Bie Xibo seraya tertawa keras menatap minat ke arah Ling Feng.


“Coba saja, kali ini akan kubalikan perkataan mu di tanah rahasia sebelumnya. Kita lihat siapa yang akan putus asa di akhirnya.” Kata Ling Feng yang langsung maju terlebih dahulu untuk menyerang.


“Teknik Halilintar Langit Gerakan kedua: Tebasan Kilat Petir.” Kata Ling Feng menghunuskan pedangnya dengan cepat, tepat mengincar bagian leher Bie Xibo.


“Teknik Petir Iblis Gerakan Pertama: Petir Hitam.” Kata Bie Xibo yang juga mengeluarkan teknik berpedangnya, untuk menahan tebasan cepat Ling Feng.


Shringggg... Ctangggg...! Jderrrr...!


Serangan keduanya seimbang, namun Ling Feng tidak berhenti sampai di sana. Ia memutar tubuhnya dengan cepat seraya merunduk mengambil ancang-ancang berpedangnya, lalu dengan sigap mengayunkan pedangnya secara vertikal dari bawah ke atas sangat cepat.


Shringggg


Refleks Bie Xibo juga cepat, ia langsung mengantisipasi serangan tebasan cepat Ling Feng, namun dirinya tidak menduga bahwa Ling Feng mengalirkan Qi lebih banyak ke dalam pedangnya, membuat dirinya terhempas terbang ke langit. Seketika Bie Xibo sadar akan rencana Ling Feng.


“Bocah ini... Ia berniat untuk menghadapi ku di langit-langit.” Batin Bie Xibo menyadari rencana Ling Feng. Ling Feng sendiri mengabaikan tatapan iblis itu lalu ikut melesat terbang juga ke langit-langit seraya menggenggam erat gagang pedang dari pedang elementalisnya.


Seketika pedang elementalis pun mengeluarkan cahaya biru dan kuning secara bergantian, yang mana warna tersebut adalah perwakilan dari elemen yang akan dirinya gunakan selanjutnya. “Teknik Pedang Elemen: Naga Air dan Petir menyatu.” Kata Ling Feng mengayunkan pedangnya dan dua ekor naga berbeda warna keluar dari pedang Ling Feng meraung keras ke arah Bie Xibo.


“Teknik Iblis: Perisai Darah Iblis.” Kata Bie Xibo mengeluarkan seni beladiri pertahanan nya.


Roaaarrr... Roaaarrr... Baaammmm...!


Raungan kedua naga tersebut menggetarkan langit-langit, membuat semua orang yang berada di sana tidak bisa fokus, baik itu pasukan iblis ataupun kultivator manusia, mereka semua berdecak kagum dengan pertarungan kedua sosok di langit tersebut.


“Seperti yang di harapkan dari kakak... Kekuatan nya berbeda sangat jauh dengan kita.” Kata Lie Huo yang juga melirik ke atas langit kagum dengan pertarungan Ling Feng dan jendral iblis tersebut.


“Jangan melamun. Kita juga harus melakukan apa yang seharusnya kita lakukan adik.” Kata Xiao sebelum bergerak maju lagi membunuh para iblis dengan kedua belatinya.


“Aku mengerti, aku mengerti.” Ujar Lie Huo seraya terkekeh pelan ia lalu berteriak sangat kencang menyadarkan para kultivator manusia.


“Apa yang kalian lamunkan! Jangan teralihkan dan lakukan apa yang seharusnya kalian lakukan!” Teriak Lie Huo meniru sebagian kata-kata Xiao yang dikatakan kepadanya. Para kultivator manusia yang mendengar teriakan itu pun tersentak lalu kembali bertarung sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Lie Huo.


>>>>>>______


Kembali Kepada Ling Feng


Pertarungan masih terlihat sengit antara Ling Feng dan Bie Xibo. Baik dari kedua kubu masih tidak ada yang menunjukkan luka-luka yang berarti, hanya penampilan Ling Feng yang mulai acak-acakan, karena terkena pakaian atasnya habis terbakar ketika terkena api dari Bie Xibo.


Bie Xibo menatap Ling Feng dengan pandangan serius kali ini, dirinya memang tidak menyadarinya pasca di tanah rahasia, namun saat ini ia mulai merasakan perasaan tidak nyaman, pada saat dirinya sadar, bahwa tidak bisa melihat sudah berada di ranah apa Ling Feng sebenarnya.


Selain dari tidak bisa melihat ranah dari Ling Feng, Bie Xibo juga semakin merasa ada yang janggal ketika melihat Ling Feng yang begitu tenang, pasalnya keduanya telah bertarung begitu lama dan Ling Feng tidak terlihat tanda-tanda bahwa dirinya kelelahan. Walaupun penampilan nya acak-acakan saat ini, itu hanya bagian luarnya saja.


“Nafasnya sangat teratur, tatapannya begitu tenang, bocah ini akan menjadi eksistensi yang berbahaya bagi ras ku... Ia tidak boleh di biarkan hidup-hidup.” Batin Bie Xibo seraya memancarkan niat membunuh yang jauh lebih intens kepada Ling Feng.


Ling Feng yang menyadari perubahan niat membunuh Bie Xibo, hanya terkekeh pelan saja menimpalinya. “Majulah... Soalnya aku juga sudah bosan dengan serangan-serangan lemah mu itu.” Ling Feng mengatakannya tanpa beban.


Ledakan aura dari sosok saint pun terpancar kuat dari Bie Xibo terlebih lagi itu beresonasi dengan aura iblisnya. Membuat semua orang yang ada di sana merinding tentunya ketika merasakan aura tersebut.


“Kalian para budak-budakku... Jadilah sumber dari kekuatanku!” Teriak Bie Xibo dan seketika para pasukan iblis yang sedang bertarung, tiba-tiba mendadak meronta-ronta seperti orang gila yang sebentar lagi mati.


“Akhhh Tidak! Tidak! Sangat sakit tolong aku!”


Suara teriakan para iblis tersebut membuat semua orang yang berada di sana merinding. Terlebih lagi ketika mereka melihat sesuatu yang sangat menjijikan keluar dari para iblis dan sesuatu yang menjijikan itu pergi ke arah Bie Xibo. Hal itu terjadi hanya dalam beberapa detik saja, sampai para iblis maupun para pengkhianat yang bersekongkol kepada iblis berubah menjadi mayat yang tersisa tulang belulang saja.


Sontak tempat yang awalnya sangat ramai akan teriakan-teriakan dan ledakan, kini mendadak sunyi begitu saja. Bahkan mereka mendadak linglung, pasalnya baru beberapa saat yang lalu mereka menjalani pertempuran darah, yang mana nyawa mereka sebagai taruhannya, akan tetapi saat ini semua musuh mereka telah mati begitu saja oleh tindakan dari petinggi mereka sendiri.


“Bocah... Kau tidak boleh di biarkan hidup-hidup.” Kata Bie Xibo yang nada bicaranya mendadak berubah menjadi lebih dingin. Dirinya saat ini telah diselimuti oleh aura merah darah yang sangat kuat, bukan hanya itu saja ranahnya pun juga ikut meningkat tiga kali lipat, yang awalnya berada di ranah saint bintang satu kini menjadi ranah saint bintang empat.


“Paman Mu ini...” Ujar Qing Xian yang datang bersama dengan Bing Jiao yang sedang menggendong Ren Hu.


“Ya Jiao’er... Iblis itu mengorbankan seluruh anak buahnya. Kini dirinya telah berada di ranah saint bintang empat.” Kata To Mu memandang Bie Xibo yang telah di selimuti oleh aura merah darah. Apa yang dikatakan olehnya itu, membuat seluruh tetua yang berada di sana terkejut bukan main.


“Kakak...” Gumam pelan Bing Jiao menatap kedua sosok yang saling berhadapan.


>>>>>>______


“Ranahnya meningkat tiga kali lipat. Perbedaan ranahnya menjadi tiga bintang.”Batin Ling Feng yang dapat merasakan aura dari Bie Xibo yang naik menjadi ranah saint bintang empat.


Bie Xibo tanpa berkata apa-apa langsung maju dengan sangat cepat ke arah Ling Feng. Ling Feng langsung merentangkan pedang elementalis di depan dadanya, dan kedua logam pun saling beradu yang membuat aura hempasan yang sangat luar biasa.


Swussshhhh


Ling Feng berhasil menahan serangan Bie Xibo, namun dirinya terpental dua meter ke belakang sebagai akibatnya. Tidak berhenti di sana saja, Bie Xibo juga tidak memberikan jeda kepada Ling Feng, serangan demi serangan mengarah kepada Ling Feng, membuat pemuda itu dalam posisi yang tidak menguntungkan.


“Matilah...” Kata Bie Xibo dengan acuh melancarkan tebasan yang penuh akan Qi yang berwarna merah darah kepada Ling Feng.


Tebasan Bie Xibo beradu dengan pedang elementalis Ling Feng dan sekali lagi berhasil di tahan oleh Ling Feng, namun dirinya jatuh dengan sangat cepat bak meteor menabrak sebuah gunung yang berada tidak jauh dari sana.


“Feng.” Teriak Bing Jiao dan Qing Xian bersamaan dan refleks hendak pergi ke sana, namun di tahan oleh To Mu dan Ren Hu, yang kini telah siuman.


“Paman Mu tolong lepaskan aku.” Kata Qing Xian yang meronta-ronta.


“Kalian jangan ke sana. Jika terjadi sesuatu kepada kalian berdua, itu hanya membuat fokus pemuda itu pecah. Lalu jangan khawatir, ia tidak selemah itu.” Jelas To Mu.


Boommmm


Tepat setelah To Mu berkata seperti itu, sosok pemuda keluar dari reruntuhan batu pegunungan. Semua orang yang ada di sana memasang ekspresi yang bermacam-macam, dari yang kagum dengan kekuatan Ling Feng, sampai terpesona dengan aura agung yang terpancar darinya.


Bie Xibo tentunya menunjukkan reaksi terkejut, pasalnya ia tidak menyangka bahwa Ling Feng bisa sekuat itu.


Ling Feng terbang kembali perlahan, terlihat darah yang keluar dari sudut bibirnya, langsung ia seka lalu ekspresi wajahnya pun berubah.


“Sudah sejak lama aku terkena luka dalam. Terakhir kali rasanya, pasca aku sedang berlatih dengan guru di lembah kematian.” Gumam Ling Feng dengan ekspresi yang sulit digambarkan.


“Selain itu... Bukan hanya kau saja yang memeliki kartu as.” Kata Ling Feng seraya meledakan aura yang sangat kuat luar biasa diiringi dengan pedang elementalisnya bersinar lebih terang daripada yang sebelum-sebelumnya dengan tujuh warna yang silih berganti.


“Teknik Pedang Elemen: Gabungan Tujuh Elemen Penguasaan Penuh.” Teriak Ling Feng.


Bie Xibo yang melihat itu, membelalakkan kedua matanya. Tanpa pikir panjang, dirinya langsung mengeluarkan seluruh Qi merah darahnya.


“Terlambat iblis tengik. Matilah.” Kata Ling Feng.


Shringgg...! Swussshhhh....! Booommmm...! Jderrrrr...!


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.