
Membuat satu pengawal lagi, langsung terbang ke udara dan mendarat di tanah setelah membuat kawah kecil dengan dirinya sebagai pusat kawah tersebut.
>>>>>>______
Tiga orang pengawal pria besar itu, pun langsung memasang kuda-kuda waspada menatap Ling Feng dengan keringat dingin yang sudah mulai mengalir di masing-masing dahi mereka. Bahkan pria besar yang hendak melakukan balas dendam kepada Ling Feng terdiam dengan rahang mulutnya yang terbuka lebar, benar-benar tidak menyangka bahwa hal tersebut akan terjadi.
Ketiganya pun langsung mengambil inisiatif menyerang Ling Feng, berbeda dengan kedua pengawal yang tadi, tiga pengawal yang ia hadapi saat ini berada di ranah bumi, namun di bintang yang berbeda, yaitu bintang pertama berada di sisi kiri, bintang dua di sisi kanan, dan yang terkuat bintang ketiga berada di tengah. Walaupun sudah berada di ranah bumi, hal itu masih belum menjadi masalah bagi Ling Feng yang sudah berada di ranah saint bintang dua.
Mungkin jika semua orang yang ada di sana, mengetahui ranah Ling Feng sebenarnya, dapat di pastikan tidak ada yang berani menyinggungnya, bahkan jika itu pihak kekaisaran sekalipun, mengingat ranahnya yang telah ia capai, dapat di hitung dengan jari yang sudah menggapainya.
Ketiga pengawal tersebut menggunakan senjata yang sama yaitu, berupa sebilah pedang. Untuk Ling Feng sendiri tidak menggunakan senjata, hanya bermodalkan tangan kosong saja untuk menghadapi ketiga pengawal tersebut.
Ketiganya melakukan serangan kombinasi yang rumit, dan bagi semua orang yang berada di sana kagum dengan gerakan ketiga pengawal itu yang sangat beresonansi.
“Hehhhh menarik, kalian mempunyai teknik kombinasi yang cukup menarik juga rupanya.” Gumam Ling Feng mundur satu langkah ke belakang menghindari teknik kombinasi ketiganya itu. Tidak berhenti di sana saja, bahkan serangan beruntun di lancarkan oleh ketiga pengawal tersebut. Para warga yang sedang menonton hal itu, benar-benar di buat takjub dengan teknik kombinasi ketiga pengawal tersebut yang benar-benar terlihat sangat rumit, namun mereka lebih takjub lagi kepada Ling Feng yang bergerak begitu lincah menghindari tebasan demi tebasan pedang yang di hunuskan ke arahnya.
Pengawal yang kekuatan paling rendah pun, mencoba lagi untuk menghunuskan pedangnya ke arah Ling Feng. Dengan menggunakan teknik peringanan tubuh, ia melesat cepat ke arahnya dengan kecepatan yang, bahkan sangat sulit di lihat oleh mata telanjang, namun sekali lagi mereka di kejutkan dengan gerakan gesit Ling Feng yang bisa menghindari serangan secepat itu.
Shringggg...?!
“Apa?! Bagaimana mungkin kau bisa bergerak secepat itu?!” Kata pengawal tersebut terkejut, melihat serangan cepatnya dengan sangat mudahnya di hindari oleh Ling Feng.
Taaaappppp...
“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini bodoh.” Kata Ling Feng seraya meraih lengan pengawal tersebut yang sedang memegang pedang dan langsung mematahkan nya sampai-sampai suara tulang yang saling beradu pun terdengar sangat jelas di telinga semua orang yang menonton hal itu.
Kraakkkkkk...!!!
“Akhhhh... Lenganku! Lenganku!” Teriak pengawal tersebut terdengar sangat mengenaskan sekaligus menyedihkan. Orang yang menonton itu pun merasakan linu, dan refleks memegang bagian lengan mereka masing-masing, karena suara tulang yang terdengar benar-benar sangat jelas.
“Jangan berisik tau.” Kata Ling Feng menendang pelan kaki pengawal tersebut sehingga dirinya kehilangan keseimbangan tubuhnya, dan Ling Feng pun langsung menginjak punggungnya hingga, tubuh pengawal tersebut, masuk lebih dalam ke tanah.
Kedua pengawal yang tersisa muncul secara tiba-tiba di belakang Ling Feng, dan pedang yang masing-masing telah penuh di aliri Qi, menyerang Ling Feng dari titik buta nya, namun pemikiran itu salah besar, karena tepat beberapa inci pedang mereka hendak sampai di leher Ling Feng, secara mengejutkan pedang mereka terpental begitu saja tanpa diketahui alasan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Ctanggggg......!!
“Serangan kami di pantulkan...?!” Batin keduanya yang terkejut bukan main, ketika melihat hal mustahil itu tepat terjadi di hadapan mereka saat ini.
Kraaakkkk...! Kraaakkkk...!
“Akhhhhhhh......!!” Teriak kedua pengawal itu terdengar sangat menggema, lalu jatuh bertekuk lutut memegangi lengan mereka yang baru saja di remukan oleh Ling Feng. Tanpa basa basi, Ling Feng langsung melancarkan tendangan telak di bagian pipi kedua pengawal tersebut, dan membuatnya terpental ke belakang dan baru berhenti setelah bagian depan sebuah bangunan.
Hening setelah itu, semua pasang mata yang melihat itu terdiam sepenuhnya, saking terkejutnya melihat Ling Feng yang begitu mudah menghabisi lima pengawal sekaligus hanya dengan waktu yang sangat singkat seperti itu. Bahkan hanya tinggal menunggu waktu saja, bagi kelima pengawal itu untuk menemui ajalnya, jika tidak segera langsung di beri perawatan.
Ling Feng menghela nafas pendek sebagai pemecah keheningan itu, lalu melirik ke arah pria besar yang menyinggung nya itu dan berkata, “Apakah ini sudah semua orang-orang mu? Jika masih belum, keluarkan lagi dan akan kubuat mereka lumpuh seumur hidupnya.” Kata Ling Feng memecah kesunyian melirik ke arah pria besar yang sudah menatapnya dengan tubuh bergetar, karena ketakutan padanya. Sepatah katapun tidak keluar dari mulut pria besar itu.
“Tidak ada? Kalau begitu, hanya tinggal dirimu saja sekarang.” Kata Ling Feng lalu melangkah ke arah pria besar itu, melihat Ling Feng menuju ke arahnya, pria besar itu pun bergegas hendak lari dari sana, namun baru saja ia melakukan ancang-ancang, suara bisikan seketika membuat degup jantungnya berdetak lebih cepat.
“Kau ingin pergi kemana? Setelah berniat untuk membunuhku, kau tidak pernah berpikir untuk tidak di bunuh, kan.” Bisik Ling Feng tepat di telinga pria besar itu. Tanpa pikir panjang, Ling Feng mencengkeram rambut bagian belakang pria besar itu dan sekali lagi menghantamkannya ke tanah, sampai-sampai suara retakan terdengar sangat jelas keluar dari wajah pria besar itu.
Boooommmmm...?! Kraaaaakkkk...!!
“Akhhhhh...! L-lepaskan aku tuan. A-aku salah! Aku salah! Tolong ampuni hamba, karena telah menyinggung Anda dan tidak menyadari keberadaan Anda yang agung.” Kata pria besar itu langsung meminta pengampunan kepada Ling Feng, namun perkataannya itu tidak terdengar jelas. Pasalnya ia tidak bisa bergerak sama sekali, karena tubuhnya sudah di tahan oleh Ling Feng, bahkan untuk sekedar mendongkakkan kepalanya, sama sekali tidak bisa.
“Hahhhh...? Kau bilang apa itu? Tidak terdengar sama sekali b*bi bodoh.” Kata Ling Feng menekan wajah pria besar itu kembali ke dalam tanah dan suara retakan pun kembali terdengar, membuat orang-orang yang menonton itu, sudah banyak yang berkeringat dingin.
“Akhhhhh... Ampuni aku tuan! Ampuni aku! Aku salah tolong ampuni b*bi bodoh ini! Akhhhh......!!” Teriak pria besar itu, merasakan tekanan yang sangat amat menyakitkan, terutama di bagian kepala nya, karena di cengkeram kuat oleh Ling Feng.
“Meminta pengampunan? Setelah kau berniat untuk membunuh ku kau ingin meminta pengampunan?” Kata Ling Feng menambah kekuatan pada cengkeraman tangannya, dan membuat pria besar itu semakin meronta-ronta, layaknya orang gila.
“Akhhhhh.........!!! Sakit! Sakit! Sakit! Tolong ampuni aku! Itu sangat menyakitkan! Akhhhh...!” Teriak pria besar itu seraya meronta-ronta meminta pengampunan, namun sayang Ling Feng tidak memperdulikan itu.
Kraaakkk...! Kraaakkk...! Booommmm...?!
Semua orang yang menonton itu menahan nafasnya masing-masing, bahkan ada beberapa yang mengeluarkan isi perut nya, ketika melihat Ling Feng menghancurkan kepala pria besar tersebut dengan cengkeraman tangan nya.
“Aku sudah memberikan pengampunan untuk nyawamu di awalnya, namun kau malah kembali datang menyinggung ku. Jadi terima konsekuensi itu.” Kata Ling Feng bangkit seraya menatap dingin jasad tanpa kepala pria besar itu.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.