
"Kakak sepertinya kita memang harus serius dari awal." Kata sang adik memberikan pendapatnya. Sang kakak yang mendengar perkataan sang adik pun menganggukkan kepalanya. "Benar pemuda ini sangat kuat, dan lagi kecepatan yang ia miliki sangat luar biasa, kita harus cepat-cepat membunuhnya sebelum dirinya panas." Kata Sang Kakak.
Kedua pengawal tersebut adalah pasangan bersaudara. Keduanya adalah salah satu dari pengawal yang telah dibesarkan oleh Keluarga Guan. Sang kakak lalu mengeluarkan Sabit yang cukup panjang dari cincin ruangnya. Sedangkan sang adik mengeluarkan dua pisau kecil di kedua tangannya.
Ling Feng juga tidak tinggal diam, ia mengeluarkan pedang hitam dan pedang putih miliknya. Untuk menghadapi keduanya. Dirinya tidak meremehkan lawannya kali ini, karena keduanya merupakan lawan yang tangguh terlihat dari penggunaan senjatanya saja yang unik.
Hening beberapa detik, kedua kubu masih dalam ancang-ancang tidak ada yang berniat mengawali sampai dua pengawal bersaudara itu pertama kali mengambil momentum. Ling Feng masih tetap dengan kuda-kuda berpedangnya menunggu lawan mendekatinya.
Sang Kakak Menerjang cepat kearah Ling Feng sembari mengayunkan sabit panjangnya. Ling Feng yang melihat itu maju selangkah menahan tebasan sabit tersebut menggunakan kedua pedangnya.
Thinggg
Tidak berhenti di situ saja, sang adik sebagai spesialis pengguna belati, langsung memanfaatkan itu menyerang Ling Feng dari titik butanya langsung mengincar leher Ling Feng. Namun sayang, gerakan tersebut sudah diantisipasi oleh Ling Feng. Ia langsung menarik lengan kanannya, dan membawanya ke belakang tubuhnya.
Thinggg
Sekali lagi kedua logam berbenturan. Pengawal bersaudara tersebut dengan aksi permainan pedang Ling Feng yang sangat di luar nalar manusia. "Begini yang kalian bilang serius? Jangan bercanda." Kata Ling Feng sinis. Ia langsung menghempaskan keduanya membuat Pengawal bersaudara itu terpental.
Setelah melakukan itu, Ling Feng tidak diam saja. Dirinya langsung mengejar sang adik terlebih dahulu, karena menurutnya memang sang adik yang harus dikalahkan terlebih dahulu. Ling Feng dengan cepat menerjang sang adik dengan dua pedang yang sudah siap menebasnya.
Sang adik yang melihat kecepatan Ling tidak bisa menghindarinya lalu berniat untuk menahan serangan Ling Feng. "Teknik Halilintar Langit: Tebasan Kilat Petir." Ling Feng dengan sangat cepat menebaskan kedua pedangnya, bahkan siluet petir samar-samar terlihat keluar dari teknik yang Ling Feng keluarkan.
Sang adik yang menahan teknik berpedang itu, tidak bisa menahan sepenuhnya dan pada akhirnya melesat sangat cepat kebelakang menembus dua pohon dan baru berhenti setelah pohon yang ketiga. "Adik!" Teriak Sang kakak maju menerjang Ling Feng.
"Teknik sabit kematian: Sekali tebasan." Kata Sang kakak menyebutkan nama teknik sabitnya dan mengayunkan cepat menerjang ke arah Ling Feng. Ling Feng yang melihat itu, langsung membentuk huruf silang menggunakan pedangnya sembari mengalirkan qi ke pedang hitam dan putihnya.
Sang kakak mengeluarkan seluruh kemampuannya pada ayunan tersebut dan mengayunkan cepat ke Ling Feng. Ling Feng memperkokoh lagi pijakannya dan kedua logam pun saling beradu.
Thinggg
Dentingan keras antara dua logam, Ling Feng langsung terpental melesat cepat kebelakang. Sang kakak juga tidak berbeda jauh, namun ia bisa mengurangi kecepatan terpental nya lalu pergi menuju sang adik.
"Jika kita masih terus melakukan ini, kemungkinan besar malah kita yang akan mati. Sebelum diri kita sendiri sadar." Lanjutnya menjelaskan. Sang kakak yang mendengar pendapat dari adiknya, menganggukan kepalanya setuju. Karena ia juga baru saja merasakannya tadi.
"Kau benar adik. Kita lakukan seperti biasanya." Kata Sang kakak bangkit. Sang adik ikut bangkit juga dan berkata, "Benar kak. Kita lakukan seperti biasanya." Kata sang adik. "Sepertinya kali ini kalian sudah benar-benar berniat untuk bertarung serius dengan ku." Kata Ling Feng berjalan santai tidak terluka sama sekali hanya saja pakaiannya kotor saat ini.
"Pemuda aku akui bahwa kau memang orang kuat, jadi kami berdua tidak akan segan kembali. Kau telah membuat kesalahan, karena membiarkan aku dan adikku menggunakan kekuatan penuh kami berdua." Kata Sang kakak. Ling Feng tertawa renyah mendengar itu, Pasangan bersaudara itu menatap tajam Ling Feng.
"Hahahaha kalian dua bersaudara memang menarik. Tapi jangan salah paham, sebenarnya melawan musuh yang lemah itu membosankan, jadi aku sengaja melakukan hal seperti itu untuk membuat kalian berpikir untuk bertarung serius dengan ku." Kata Ling Feng mengatakan alasannya. Lalu ia melesat kembali dan berkata.
"Sudahi pembicaraannya kita lanjutkan ke Ronde kedua." Kata Ling Feng muncul tiba-tiba didepan keduanya dan langsung melakukan tebasan berputar Membuat kedua bersaudara tersebut langsung mengambil jarak.
Setelah mundur beberapa langkah menghindari tebasan Ling Feng, kedua bersaudara itu maju menyerang kembali saat ini. Sang adik langsung menghilang dari pandangan. Sang kakak maju menerjang Ling Feng dengan sabit panjangnya.
Ling Feng yang melihat itu tidak tinggal diam juga, ia juga berlari cepat menuju Sang kakak berniat mengadu senjata kembali. Ling Feng menghunuskan pedangnya dan sang kakak mengayunkan sabit panjangnya.
Thingggg
Suara nyaring logam beradu kembali terdengar. Tidak hanya sampai disitu saja, Ling Feng kembali menyerang cepat sang kakak dari kari menggunakan pedang putihnya. Sang kakak dengan lihainya mementalkan pedang hitam yang beradu dengan sabitnya lalu menahan pedang putih menggunakan gagang dari sabit tersebut.
Ling Feng tidak kehabisan akan ia lantas menarik kembali lengan kanannya lalu melompat kecil sembari memutar tubuhnya berniat untuk melakukan tendangan langsung tepat ke wajah Sang kakak.
Akan tetapi dengan cepat sang adik dengan dengan pisau belatinya menahan tendangan tersebut, atau lebih tepatnya mengubah arah tendangan Ling Feng menjadi melesat. Ling Feng yang melihat itu sedikit tidak menyangka dengan kemunculan sang adik yang tiba-tiba menahan serangan langsungnya.
Sang kakak tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia langsung memainkan sabit panjangnya dan mengayunkan cepat ke arah Ling Feng. Ling Feng yang melihat sabit mengarah kepadanya dengan refleks luar biasa yang ia punya memutar tubuhnya menghindari ayunan sabit tersebut. Alhasil sabit tersebut hanya mengenai angin saja dan tembus ke bawah tanah.
Namun dirinya lengah sesaat, karena sang adik masih berada disana. Sang adik langsung menendang telak dada Ling Feng, membuat sang empu melesat cepat kembali ke belakang akibat dari tendangan langsung dari sang adik.
"Kombinasi yang benar-benar merepotkan." Gumam Ling Feng terkekeh sembari menyeringai.
>>>>>> Bersambung