
“P-pemenangnya adalah sang penantang!” Teriak sang wasit dan teriakan kesengsaraan para penonton pun bergema di seluruh penjuru arena pertandingan.
>>>>>>______
“Bocah nakal itu... Benar-benar tidak menahan dirinya sama sekali. Ia bahkan tidak segan membuat lawannya sampai seperti itu.” Gumam Ling Feng terkekeh menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak lama kemudian, pihak pengurus arena pun mendatangi dirinya seraya memberikan sekantung koin emas kepadanya. Mengingat hanya dirinya yang bertaruh kepada Hao Xiang, Ling Feng benar-benar untung besar.
Sampai kemudian secara tidak sengaja, Ling Feng tertarik mendengar perbincangan dari tiga orang penonton yang duduk cukup jauh darinya.
“Akhhhhh...! Sial! Dang Gak benar-benar kalah dari bocah itu! Padahal aku sudah bertaruh banyak kepadanya. Ckkkkk, Sial!” Umpat salah satu dari ketiga orang yang bertaruh kepada Dang Gak.
“Ya mau bagaimana lagi, bocah itu sepertinya memang bukan bocah biasa. Walaupun ranahnya berada di tingkat Kaisar, tapi ia mempunyai seni beladiri yang sangat kuat, terlebih lagi teknik peringanan tubuhnya yang benar-benar di luar nalar tadi. Aku bahkan tidak sadar ia sudah berada di hadapan Dang Gak, seakan-akan dirinya berteleportasi ke hadapannya.” Timpal temannya yang berada di tengah.
“Kalau kau bilang begitu, sepertinya iya juga. Bukan hanya itu saja sih menurutku, kau lihat tadi cara ia melancarkan serangan kepada Dang Gak. Padahal ranah Dang Gak jelas-jelas lebih tinggi dari bocah itu, tapi untuk berusaha menahan serangan darinya saja ia sampai harus terpental hampir keluar dari arena.” Saut orang yang duduk di kiri.
“Akhhhh... Entah apapun itu, persetan dengan Dang Gak dan bocah itu! Karenanya aku menjadi rugi besar sial!” Ujar dari orang yang duduk di kanan, merasa sangat frustasi.
“Ya mau bagaimana lagi, bukan hanya kau saja yang kehilangan banyak uang.” Timpal orang yang di kirinya menghela nafas, merasa sangat lelah.
“Melihat bocah itu, aku jadi tertarik membayangkan jika dirinya bertarung dengan Ye Gun. Melihat seni beladiri bocah itu yang luar biasa di tambah dengan teknik peringanan tubuhnya itu, aku jadi penasaran bagaimana jadi jika bertarung dengan Ye Jiho.” Ujar yang di tengah tiba-tiba berbicara.
“Ye Jiho? Apakah maksud mu Ye Jiho Ahli yang tak terkalahkan di Sambung Pendekar. Jangan bercanda, bocah itu sudah pasti akan kalah. Kekuatannya memang tidak terduga, tapi di hadapan Ahli yang tak terkalahkan, tetap saja tidak apa-apanya.” Kata orang yang di kanan berpendapat.
“Siapa yang tahu, Dang Gak saja kalah melawan bocah itu. Tidak menutup kemungkinan bocah itu masih belum mengerahkan seluruh kekuatan nya, dan masih menyembunyikannya sampai saat ini.” Kata orang yang di tengah seraya mengedikan kedua bahunya.
“Memang hal itu tidak bisa di pungkiri, tapi kau coba ingat kembali Ye Jiho ketika melakukan Sambung Pendekar. Ia juga terlihat seperti bocah itu, Ye Jiho juga masih belum mengeluarkan kekuatan sepenuhnya. Oleh karena belum mengerahkan seluruh kekuatannya itulah, banyak penantang yang sudah tidak ingin bertarung dengannya.” Ujar orang yang kiri menyampaikan pendapatnya
“Tidak, tidak, bukan hanya itu saja alasan para penantang tidak ada yang berani menantangnya duel kembali.” Ucap yang tengah tiba-tiba mulai memelankan suaranya, Ling Feng yang menguping dari kejauhan pun memejamkan matanya, guna mempertajam indera pendengarannya menguping percakapan ketiga orang tersebut.
“Ada sebuah rumor yang mengatakan, seluruh penantang yang kalah melawan Ye Jiho, secara tiba-tiba menghilang dengan cara yang misterius dan tiba-tiba. Bukan hanya satu dua orang saja melainkan seluruh penantang tersebut benar-benar hilang tanpa jejak sama sekali.” Kata orang yang di tengah sembari berbisik-bisik mengatakannya.
“Ah rumor itu. Iya, iya. Aku juga mendengarnya, bahkan sampai sekarang orang-orang tersebut masih belum di temukan sampai sekarang.” Timpal yang di kanan dengan suara yang pelan, mengingat apa yang mereka bicarakan saat ini adalah topik yang benar-benar sangat sensitif.
“Oh ayolah, itu hanya sebuah rumor belaka, bukankah tidak aneh, jika seorang penantang yang kalah pastinya akan pergi dari kota ini untuk berlatih atau meningkatkan kekuatan semacamnya. Bisa jadi para penantang itu tidak menghilang, melainkan sedang berlatih di luar kota.” Sanggah yang di kanan, tidak percaya akan rumor yang beredar tersebut.
“Ya mengenai hal itu, tidak salah juga, tapi bukankah masih cukup aneh. Jika di pikir-pikir kembali. Apa mungkin, para penantang yang menghilang secara misterius itu, sudah di bunuh oleh dirinya.” Kata orang yang di tengah mengatakan asumsinya, masih terlihat ragu-ragu.
“Tidak, tidak mungkin. Untuk apa Ye Jiho melakukan hal seperti itu, toh ini hanyalah sebuah perjudian. Yang menang mengambil uang yang kalah. Tidak lebih dan tidak kurang, bukan.” Kata orang yang kanan, menyanggah asumsi dari orang yang di tengah tersebut.
“Ahli yang Tak terkalahkan Ye Jiho, kah... Aku jadi penasaran tentang dirinya.” Gumam Ling Feng, lalu tiba-tiba sebuah ide muncul di kepalanya.
>>>>>>______
Sisi Hao Xiang
“Apakah kau masih ingin ikut Sambung Pendekar nak?” Tanya sang wasit kepada Hao Xiang, dan tanpa pikir panjang menganggukkan kepalanya.
“Baiklah, karena remaja pria ini yang memenangkan duelnya, apakah ada yang ingin naik ke atas untuk menantangnya?” Ujar sang wasit seraya berteriak cukup kencang, yang mana suaranya itu hampir terdengar ke seluruh penjuru arena, namun respon yang di terima wasit tersebut benar-benar hening, bahkan para penantang sendiri seluruh nya diam membisu tidak ada yang berani membuka suara nya.
Karena tidak ada yang ingin maju, sang wasit pun menghela nafas panjang, lalu berbalik kepada Hao Xiang lalu berkata, “Aku minta maaf nak, ta-“ Ucapan sang wasit pun tiba-tiba berhenti, karena Hao Xiang tiba-tiba melangkah kedepan berdiri di depan sang wasit.
“Aku akan menaikkan taruhan nya menjadi empat kali lipat.” Kata Hao Xiang singkat padat, namun membuat para penantang pun seketiak tergiur akan tawaran tersebut, namun beberapa saat kemudian, mereka pun tersadarkan, walaupun jumlahnya di tingkatkan menjadi empat kali lipat taruhannya, tetap saja mereka tidak akan pernah bisa menang darinya.
“Kalau saja...” Batin semua para penantang yang tiba-tiba berhenti teralihkan, karena Hao Xiang tiba-tiba berkata lagi.
“Kalian semua bisa maju menyerang ku langsung, tidak peduli berapa jumlahnya, selama kalian bisa mengalahkan ku, maka semua orang akan mendapatkan bagian. Tentu saja, bagi yang berani naik ke atas arena menantang diriku.” Kata Hao Xiang.
Degghhhh... Degghhhh...
Semua pasang mata menatap remaja pria yang bahkan umurnya belum genap dua puluh tahun, dengan tatapan terkejut sekaligus tidak habis pikir kepadanya, namun melihat tatapan tajam dari remaja pria, semuanya sangat yakin bahwa, apa yang ia katakan bukanlah omong kosong belaka.
“Apakah kau yakin dengan apa yang kau katakan itu?” Ujar salah satu penantang kepada Hao Xiang. Mendengar hal itu, dalam hatinya, ia menyeringai lebar dan membatin, “Umpannya dimakan juga.” Batin Hao Xiang menyeringai lebar di dalam benak pikirannya.
Hao Xiang mengeluarkan sebuah kantung tepat di hadapan para penantang, dan terlihat apa yang di dalam kantung tersebut adalah setumpuk penuh koin emas. “Majulah, jika kalian semua menginginkan koin emas itu.” Kata Hao Xiang dengan seringai tipis tercetak di wajah nya.
Ling Laohu yang tidur di atas kepala Ling Feng, membuka sebelah mata nya melihat ke arah arena pertandingan, “Uah... Wajahnya itu sudah sangat menggambarkan, bahwa ia akan mengamuk sebentar lagi. Apakah kita tidak perlu menghentikannya tuan muda? Aku yakin sebentar lagi, bakal ada pertumpahan darah sepihak di sini.” Kata Ling Laohu.
“Biarkan saja, dia sendiri yang bilang akan menahan diri. Jadi kurasa akan baik-baik saja. Ya walaupun pada akhinya akan tetap menarik perhatian, akan tetapi ini sudah cukup, dengan ini mungkin Ye Jiho siapalah itu, mungkin akan tertarik dengan Xiang’er, tanpa perlu repot-repot memancing nya lagi.” Kata Ling Feng manggut-manggut.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.