Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Tidak Sekalipun Aku Meragukan Kakak


“Saudara akan kulakukan.” Ucap Han Shen dengan tegas yang diangguki oleh Ling Feng dan berkata menyemangati nya.” Semoga beruntung.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum tipis. Han Shen pun sekali lagi tersenyum, lalu memasukkan pil itu ke dalam mulutnya, mulai menyerap khasiat pil tersebut.


>>>>>>>______


Ketiganya hanya memperhatikan saja dari samping, sampai Han Ying pun bertanya kepada Ling Feng. “Jika pada ujungnya ia hanya harus mengkonsumsi pil itu, lantas mengapa ia harus melakukan latihan kuda-kuda setiap waktunya?” Tanya Han Ying.


“Latihan yang selama ini ia lakukan adalah bertujuan untuk memperkuat tubuhnya. Jika tubuhnya yang dulu mengkonsumsi pil tersebut, maka aku sangat yakin tubuhnya akan meledak, karena tidak mampu untuk menyerap seluruh khasiat pil tersebut.” Jelas Ling Feng dengan singkat, lalu berkata kembali, “Pil itu memang bisa meningkatkan kekuatannya dengan instan, namun ada dua syarat yang harus terpenuhi. Pertama, Tubuhmu harus mampu untuk menyerapnya. Jika tidak mampu, maka kematian sudah dapat dipastikan.” Katanya lagi.


“Lalu untuk yang kedua?” Tanya Han Ying penasaran dengan persyaratan yang kedua. “Ia harus menahan rasa sakit yang luar biasa pasca menyerap pil tersebut, setidaknya selama satu jam ia merasakan hal itu, akan tetapi diwaktu satu jam itu, Han Shen benar-benar akan merasakan seakan-akan kematian lebih baik daripada merasakan rasa sakit tersebut.” Ucap Ling Feng membuat Han Ying dan Bing Jiao menelan salivanya tidak bisa membayangkannya sama sekali, jika dalam posisi itu. Walaupun dapat menaikkan tingkat dengan instan, namun harus ada bayaran untuk hal tersebut.


Terlihat raut wajah Han Shen yang sudah menunjukkan perubahan. Wajahnya mulai pucat dan keringat deras mengalir di dahinya, bahkan hampir seluruh tubuhnya. Han Ying yang melihatnya tentu merasa khawatir, walaupun ia terkadang bersikap memberontak dan tidak akur dengan Han Shen, darah lebih kental dari air. Wajar saja baginya untuk khawatir.


Ling Feng tentunya menyadari hal itu sontak tersenyum tipis, lalu berkata, “Tenang saja, jika itu Saudaran Shen yang sekarang, ia pasti bisa melewatinya.” Ucap Ling Feng. Han Ying yang mendengar itu mengepalkan tangannya, lalu ia pun mengangguk. “Jika Saudara Feng berkata seperti itu, maka percaya hanyalah satu-satunya pilihan ku.” Ucap Han Ying dengan tegas.


>>>>>>______


Satu jam pun berlalu, dan Han Shen benar-benar berhasil melakukannya. Bahkan Ling Feng cukup terkejut, mengetahui Han Shen naik tingkat dua kali, alhasil dirinya yang saat ini sudah berada di ranah bumi bintang dua. Tepat ia berhasil, Han Shen yang berada dalam posisi lotus pun, langsung ambruk, namun Han Ying dengan sigap langsung menangkap tubuh saudaranya itu.


Nafasnya berat dan tidak beraturan sama sekali. Walaupun begitu Han Shen memasang raut wajah senang seraya melirik ke arah Ling Feng. “Bagaimana saudara... Aku berhasil melakukannya bukan.” Ucap Han Shen dengan suara yang parau di barengi dengan hembusan yang tidak beraturan. Ling Feng tersenyum tipis menanggapi hal itu.


“Ya Saudara Shen kau berhasil.” Ucap Ling Feng menepuk pundaknya. Han Shen tersenyum puas mendengar hal itu dari Ling Feng.


“Dasar kau ini kak... Seperti biasa selalu nekat. Jika kau mati, kan aku yang repot untuk menjelaskan kepada ayahanda nantinya.” Ucap Han Ying pura-pura kesal, yang sebenarnya menghela nafas lega dalam hatinya, mengetahui Han Shen berhasil melaluinya. Han Shen ingin menyanggahnya, namun ia tidak mempunyai kekuatan lagi, karena terlalu lelah, baik itu mental maupun fisiknya.


“Ya walaupun begitu, aku bersyukur bahwa kau berhasil melewatinya. Kau melakukan nya dengan baik kak.” Ucap Han Ying pelan, sangat pelan, Han Shen yang mendengar itu sedikit menunjukkan reaksi tidak biasa, karena memang Han Ying yang ia kenal, jarang-jarang bertingkah seperti itu.


“Kalau begitu, kakak akan tidur sekarang, tenaga kakak su...” Ucap Han Shen yang terhenti, karena keburu kehilangan kesadaran, terlelap tidur. “Tidurlah kak... Kau sudah bekerja sangat keras.” Ucap Han Ying lalu membawa saudara laki-lakinya itu ke dalam penginapan, menuju kamarnya.


“Kakak bagaimana menurutmu tentang Saudara Shen?” Tanya Bing Jiao. “Pekerja keras, walaupun di awal ia sering mengeluh, namun tetap ia selesaikan sampai tuntas, bahkan sampai melewati batasan dirinya. Diri nya yang saat ini, mampu untuk bersanding dengan jenius-jenius muda di benua ini.” Jawab Ling Feng lalu melirik ke arah Bing Jiao. “Baiklah kesampingkan tentang hal itu, bagaimana dengan Teknik pedang seribu versi sempurnanya?” Tanya Ling Feng.


“Kurasa aku bisa membuat sembilan ratus pedang untuk saat ini. ” Ucap Bing Jiao. Setidak nya tinggal sepuluh persen lagi bagi nya untuk bisa berhasil mengeluarkan seribu pedang sekaligus. Ling Feng yang mendengar itu manggut-manggut, ia sudah menduga nya bahwa Bing Jiao tidak akan bisa melewati angka dari sembilan ratus, hal itu di karenakan, ranah nya saat ini. Ling Feng juga sangat yakin, bahwa Bing Jiao menyadari jika ingin berhasil membuat seribu pedang, dirinya harus berada di ranah langit.


“Jiao’er. Ambillah sikap lotus.” Ujar Ling Feng. Bing Jiao menganggukkan kepala dan langsung mengambil sikap seperti halnya ia bermeditasi. Ling Feng sontak menyejajarkan tingginya dengan Bing Jiao dengan wajah serius berkata, “Jiao’er, apakah kau percaya kepada kakak?” Ling Feng yang bertanya dengan raut wajah serius kepada Bing Jiao.


“Tidak sekalipun aku meragukan kakak.” Jawab Bing Jiao dengan tegas. “Kalau begitu... Maka kakak tidak akan sungkan.” Ucap Ling Feng lalu mengumpulkan Qi di lengan kanan nya dan meninju perut Bing Jiao.


Baaammmm


>>>>>>_____


Han Ying yang telah sampai di kamar kakak nya, langsung membaringkan tubuh Han Shen dengan hati-hati di tempat tidur. Terlihat jelas wajah sang kakak yang awalnya terlihat pucat, kini mulai cerah kembali. Han Ying merasa sangat bersyukur sekaligus senang. Ia juga menjadi merasa tertantang untuk mengejar sang kakak. Dirinya saat ini sudah berada di ranah Kaisar bintang delapan, namun pada saat Ling Feng mulai melatihnya, dirinya saat ini mungkin bisa menembus ranah bintang sembilan malam ini.


“Baiklah saatnya berlatih kembali.” Ucap Han Ying lalu pergi dari ruangan Han Shen kembali menuju halaman belakang penginapan. Pada saat ia sampai, dirinya melihat Bing Jiao yang berada dalam sikap lotus dan Ling Feng yang menyejajarkan tingginya. Awalnya ia sedikit penasaran sampai Ling Feng secara tiba-tiba melancarkan sebuah tinju kepada Bing Jiao, membuat Han Ying yang melihat itu terkejut bukan main, dan berteriak kepada Ling Feng.


“Saudara Feng! Mengapa kau malah menyerang Saudari?!” Teriak Han Ying seraya berlari ke arah Bing Jiao.


>>>>>>______


Ling Feng meninju perut Bing Jiao cukup kencang, sampai membuat Bing Jiao terbatuk-batuk bercampur dengan darah juga. Bing Jiao yang dalam posisi lotus kehilangan keseimbangan tubuhnya, dan bersiap-siap akan ambruk, Ling Feng hendak menangkap tubuhnya, namun teriakan Han Ying yang tiba-tiba ditambah dengannya wanita itu yang sudah melesat cepat, membuat Ling Feng mengurungkan niatnya.


“Apa-apaan ini Saudara Feng?! Kenapa kau malah menyerang saudari?!” Teriak Han Ying yang sudah termakan oleh amarahnya. “Tenanglah dulu. Aku melakukannya, untuk kebaikan Jiao’er.” Ucap Ling Feng yang ingin menjelaskan, namun keburu di potong oleh Han Ying.


“Persetan dengan perkataan mu! Jika memang untuk kebaikan saudari, mengapa kau malah menyerangnya?! Terlebih lagi kau menyerangnya menggunakan Qi.” Ujar Han Ying membuat Ling Feng bungkam, yang awalnya hendak menjelaskan. “Awalnya kukira kau adalah orang yang dapat dipercaya, tetapi tidak kusangka sama sekali kau malah menyerang saudari. Aku salah sudah percaya kepadamu.” Ucap Han Ying menatap Ling Feng dengan pandangan campur aduk.


Ling Feng hanya bisa tersenyum masam, karena tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskannya, karena setiap ia hendak berkata, Han Ying akan memotong terlebih dahulu perkataannya. Han Ying menatap tajam ke arah Ling Feng seraya menggertakkan giginya, lalu berkata, “Kau... Tidak akan pernah kumaafkan.” Ucap Han Ying menatap tajam ke arah Ling Feng.


Ling Feng tidak tahu harus dengan cara apa memberitahunya. Ia menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal. “Haihhh... Bisakah kau dengarkan dulu penjelasan ku? Aku melakukan sungguh-sungguh unt-“ Perkataan Ling Feng yang kembali di potong oleh Han Ying.


“Aku tidak perlu penjelasan mu. Aku sudah melihatnya dengan jelas tepat dihadapan kedua mataku. Jadi tidak perlu lagi kau mencoba untuk beralasan.” Ujar Han Ying dengan nada sarkas. Membuat Ling Feng benar-benar merasa frustasi, karena lagi-lagi perkataanya di potong.


Sampai Bing Jiao yang berbaring di pelukan Han Ying pun tiba-tiba mengangkat tangannya, membuat fokus Han Ying teralihkan kepadanya. “Eh saudari? Bagaimana keadaan mu? Apakah sangat sakit? Tenang saja saudari. Aku pasti akan membalaskan dendammu saudari.” Kata Han Ying dengan tegas lalu menggenggam tangan Bing Jiao. Bing Jiao samar-samar menggelengkan kepalanya, membuat Han Ying bingung tidak mengerti.


“Dengarkan dulu... Penjelasan... Kakak...” Ucap Bing Jiao dengan suara parau, namun masih dapat di dengar oleh Han Ying. “Apa maksud mu saudari?” Tanya Han Ying yang tidak mengerti, dirinya saat ini sudah lebih tenang, ketika mendengar perkataan Bing Jiao.


“Makanya dengarkan dulu penjelasan orang lain. Aku melakukan itu, untuk merangsang titik meridian yang ada di dalam tubuh Bing Jiao. Tidak berniat sama sekali untuk menyakitinya.” Ling Feng menjelaskan seraya mendekat.


“Merangsang titik meridian? Apa maksud mu?” Han Ying balik bertanya tidak mengerti. Ling Feng memutar kedua bola matanya malas seraya menghela nafas pendek, dan mulai menjelaskan nya. Mendengar penjelasan Ling Feng, Rona merah di wajahnya pun terlihat jelas. Tentu saja ia merasa sangat malu, karena sudah salah paham kepada Ling Feng yang ia kira berniat untuk menyakiti Bing Jiao.


>>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.