
“Hahahaha... Itu tadi Pertarungan yang sangat menyenangkan, tapi aku harus cepat, karena guruku tidak ingin aku berlama-lama.” Ucap Hao Xiang dan...
Swossssshhhhhh... Booooommmmmm...!!!!
>>>>>>______
“Akhhhh...! Kepar*t! Terkutuk kau boc......!” Teriak iblis itu penuh akan kemarahan, lalu sisanya di telan oleh ledakan akibat dari serangan Hao Xiang. Teknik bertahannya tidak bisa menahan serangan terkuat Hao Xiang, perisai berwarna merah gelap itu hancur berkeping-keping dan belum selesai di sana serangan Hao Xiang mengenai iblis tersebut.
Ledakan itu benar-benar menggucang Kediaman Wali Kota, membuat orang-orang yang berada di luar terkejut dan langsung berlarian untuk melihat langsung apa yang terjadi di kediaman sang Wali Kota, akan tetapi ketika mereka sudah sampai di depan kediaman Wali Kota. Mereka tidak masuk ke dalam, karena ada semacam penghalang yang mengelilingi kediaman tersebut.
Bahkan ada beberapa orang sepuh yang berusaha untuk menghancurkan formasi penghalang itu, namun hasilnya nihil tidak bisa.
Booommmm... Booommmm... Booommmm...
“Ckkk bahkan setelah menggunakan kekuatan penuh ku, formasi penghalang ini benar-benar tidak mengalami kerusakan sedikit pun.” Gumam seorang pria sepuh yang tidak lain adalah Zhi Fu. Dirinya tidak sendiri, terlihat ada pria sepuh lain nya yang juga mencoba untuk menghancurkan formasi penghalang itu, namun hasilnya masih tetap sama saja.
Booommmm... Booommmm...
“Bagaimana Saudara? Apakah berhasil?’ Tanya Zhi Fu kepada pria sepuh di sisinya itu. Pria sepuh itu menghela nafas gusar, menggeleng-gelengkan kepalanya. “Penghalang ini benar-benar sangat kokoh. Aku tidak bisa menghancurkan nya dengan ranah ku sekarang.” Kata pria sepuh tersebut. Sebenar nya tidak hanya mereka berdua saja yang ingin menghancurkan penghalang tersebut, namun ada juga beberapa orang tua juga yang datang ke sana dengan tujuan yang sama dengan mereka.
Kedantangan mereka adalah untuk mengecek kondisi yang terjadi di Kediaman wali kota saat ini, mengingat di sana sedang di adakan Jamuan dan pertemuan antara generasi muda Kekaisaran Wu.
“Aku harap tidak terjadi sesuatu yang buruk dengan Putri Nuan dan para generasi muda lainnya di balik penghalang ini. ” Gumam pria sepuh itu seraya menghela nafas panjang, dan perkataannya pun di anggukki oleh Zhi Fu.
“Kita juga tidak boleh diam saja Saudara Tu. Kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk menghancurkan penghalang ini.” Ucap Zhi Fu memanggil pria sepuh itu Saudara Tu atau yang akrab di panggil dengan Jendral Tu. Alasan mengapa Zhi Fu tidak memanggil pria sepuh itu jendral, karena dirinya sudah bersaudara lama sebelum Jendral Tu menjadi Jendral. Pria sepuh itu menganggukkan kepalanya dengan tegas lalu berdiri kembali dan berseru lantang.
“Salam saudara semua. Aku tahu kalian semua berada di sini, karena mengkhawatirkan para pemuda yang ikut jamuan hari ini. Oleh karena itu, aku ingin meminta bantuan kalian semua untuk menghancurkan penghalang ini.” Ucap Jendral Tu.
“Tapi bagaimana jendral? Kita sudah mengerahkan seluruh kekuatan kita, berusaha untuk menghancurkan formasi penghalang ini, tapi hasilnya sama saja.” Ucap salah satu orang yang di sana, dianggukkan oleh yang lainnya.
“Kita coba menyerangnya secara bersamaan. Jika kita menggabungkan kekuatan kita, mungkin masih ada kemungkinan untuk menghancurkan penghalang ini.” Zhi Yan kali ini yang berpendapat. Semua orang yang ada di sana diam sejenak ketika mendengar usulan dari Zhi Yan dan saling pandang.
Sampai beberapa menit kemudian mereka pun menganggukkan kepalanya. “Baiklah Saudara Fu. Mari kita coba usulan mu itu.” Ucap salah satu orang tersebut setuju dan dianggukki oleh yang lain nya.
“Terima kasih Para saudara, karena sudah mau mendengarkan saranku.” Ucap Zhi Fu menyatukan tinjunya, mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang ada di sana. “Tidak perlu sungkan Saudara Fu. Kita juga sedang berada di perahu yang sama dan mempunyai tujuan yang sama, jadi bekerja sama adalah satu-satunya jalan yang terbaik daripada berusaha sendiri.” Timpal orang tersebut yang dianggukki oleh yang lainnya.
“Baiklah semuanya aku akan mengambil alih komando di sini. Kita akan mengeluarkan serangan bersamaan saat hitungan ketiga.” Ucap lantang Jendral Tu yang dianggukki serempak oleh semuanya.
“Baiklah satu... Dua... Ti-“ Ucapan Jendral Tu terhenti di saat dirinya hendak mengantakan aba-aba yang terakhir, karena secara tiba-tiba penghalang itu berdengung dan sebuah jalan tercipta di sana. Akan tetapi, bukan itu yang menghentikan Jendral Tu berhenti berkata, melainkan suara yang tiba-tiba muncul bersamaan dengan berdengungnya penghalang tersebut.
“Hentikan serangannya sekarang juga!” Teriak lantang sosok wanita cantik nan anggun keluar dari penghalang tersebut bersama dengan satu wanita lainnya dan seekor harimau putih berukuran cukup besar.
“Tuan Putri?!” Ucap serempak semua orang yang ada di sana terkejut dengan kemunculan nya yang tiba-tiba. Jendral Tu pun langsung mendekat ke arah wanita tersebut dan memberi hormat kepadanya. “Salam Tuan Putri.” Ucap Jendral Tu.
“Salam Tuan Putri.” Ucap serempak yang lainnya juga, langsung bertekuk lutut memberikan hormat kepada wanita tersebut yang tidak lain adalah Wu Nuan yang datang bersama dengan Zhi Yan dan Ling Laohu. Wu Nuan menganggukkan kepalanya, memerintahkan semua orang untuk mengangkat kepalanya kembali.
Mereka semua tentunya penasaran dengan apa yang terjadi di balik penghalang tersebut, namun mereka menahan diri untuk tidak bertanya saat ini. Sampai Wu Nuan yang mengatakan nya sendiri. Mereka pun fokus ke sosok Harimau putih cukup besar yang berada di belakang Wu Nuan, dimana semua orang membelalakkan kedua matanya terkejut ketika melihat apa yang berada di mulut harimau putih tersebut.
Sesaat mereka berpikir untuk menyerang harimau putih tersebut, namun langsung di hentikan oleh Wu Nuan.
“Jangan menyerang Harimau putih itu.” Kata Wu Nuan membuat orang-orang yang awalnya berniat untuk menyerang, kini mengurungkan niatnya.
“T-tapi Tuan Putri, di mulut harimau putih itu-“ Ucapan salah satu orang yang ada di sana langsung di potong dengan dingin oleh Wu Nuan. “Harimau itu tidaklah jahat, sebaliknya ia membantuku sampai kemari.” Potong Wu Nuan, membuat orang tersebut yang tadi hendak berkata, kembali diam.
Ling Laohu yang melihat itu tidak terlalu peduli, ia pun sedikit menurun kepalanya, mengeluarkan para pemuda yang tidak sadarkan diri dari mulutnya. Melihat itu, mereka pun percaya dengan apa yang dikatakan oleh Wu Nuan, mereka pun langsung menghampiri para generasi muda mereka untuk mengecek keadaan mereka.
Tanpa berkata apa-apa lagi, Ling Laohu langsung berbalik lagi kembali masuk ke dalam penghalang, Wu Nuan yang menyadari itu hendak mencegahnya, namun ia terlambat. Penghalang itu pun kembali tertutup seperti semula.
“Tuan Putri sebenarnya apa yang terjadi di kediaman Wali Kota? Bagaimana bisa ada penghalang sekuat ini? Siapa yang telah melakukan hal ini?” Tanya Jendral Tu. Wu Nuan yang mendengar itu, sempat menoleh ke arah pria sepuh itu sampai kemudian ia pun berkata kepadanya. “Kita akan bicarakan itu nanti, untuk sementara kita tunggu saja di sini. Lalu paman, aku punya permintaan kepada mu.” Ucap Wu Nuan menatap lurus kembali ke arah penghalang.
Jendral Tu yang mendengar itu semakin di buat penasaran tentunya, namun ia tidak bertanya lebih lanjut dan menganggukkan kepalanya. “Selama masih dalam kuasa pria tua ini, aku akan melaksanakan tuan putri.” Ucap Jendral Tu yang dianggukki oleh Wu Nuan seraya tersenyum tipis kepadanya, mengucapkan terima kasih kepada Pria sepuh itu.
Tepat setelah berkata seperti itu, ledakan yang sangat kuat pun langsung mengguncang tanah di sana. Merasakan itu pun, semua orang semakin di buat penasaran dengan apa yang terjadi di balik penghalang itu, namun mereka hanya bisa menunggu saat ini sampai penghalang tersebut hilang atau hancur sendirinya.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.