
Sampai beberapa saat kemudian Cai Lan pun menjelaskan tentang alasan mengapa ia menegur Ling Feng. Tetua dan keduanya saudarinya pun menyimak apa yang dikatakan oleh Cai Lan dengan seksama.
>>>>>>______
Ling Feng sendiri langsung ke kamarnya mengabaikan semua pandangan yang menatap ke arahnya. Jika ia terus berdiam diri di sana, akan ada banyak orang yang menghampirinya dan ia tidak terlalu suka menarik perhatian.
Ketika ia masuk ke dalam kamarnya sudah ada sosok naga kecil yang tengah berbaring santai di atas kamar. Sosok naga kecil tersebut dengan santainya berkata dengan wajah berseri-seri, “Yo nak, ada apa dengan ekspresi gelap itu? Tidak mungkin, kan sekelompok sampah itu membuatmu kesulitan.” Ujar Long Tian yang tidak lain adalah sosok dari naga kecil tersebut. Ling Feng yang mendengar apa yang dikatakan oleh Long Tian hanya berdecak kesal seraya melepaskan topeng di wajahnya.
“Tentu saja itu tidak mungkin. Seorang pengkhianat dan sekelompok sampah tidak mungkin bisa menyulitkanku. Aku hanya sedang kesal saja dengan seseorang sekarang.” Ujar Ling Feng seraya menghela nafas kasar lalu duduk di sebelah Long Tian, melirik kesal ke arah naga kecil tersebut.
Long Tian yang mendengar itu disebelah Ling Feng pun terkekeh pelan seraya berkata, “Oh ayolah nak, tidak perlu semarah itu. Jika kamu tidak turun tangan, aku akan sulit mencuri semua harta benda yang ada di kapal bandit laut itu.” Timpal Long Tian seraya terkekeh pelan.
Sebuah portal tiba-tiba muncul disertai suara yang terdengar dari dalamnya. “Bukankah kamu terlalu serakah saudara? Jika mereka menyadari tidak ada satu pun harta benda di sana. Tentu mereka pasti akan merasa curiga kepada Ling Feng, bukan.” Ucap To Mu seraya keluar dari portal tersebut.
“Tenang saja, mereka tidak punya waktu untuk mencurigai Ling Feng. Terlebih lagi kenapa juga harus curiga kepada Ling Feng, yang jelas-jelas telah menyelamatkan nyawa mereka semua. Kalaupun iya, mereka juga tidak akan berani mengingat bagaimana Ling Feng memperlihatkan kekuatannya tadi. Bagaimana, aku pintar bukan.” Jawab Long Tian masuk akal disertai rasa bangga. Long Tian pun mengeluarkan dua buah cincin ruang dari cincin ruang yang melingkar di tubuhnya.
Ling Feng mengambil salah satu cincin ruang tersebut dan hendak memeriksa isinya, namun dirinya langsung mengurungkan niatnya, karena ia merasakan ada hawa keberadaan yang mendekat ke arah ruangan nya.
Tookkk... Tookkk... Tookkk...
“Salam tuan muda, apakah saya bisa masuk ke dalam?” Ujar suara di balik pintu ruangan tersebut. Ling Feng yang berada di dalam ruangan tersebut merasa ragu untuk membiarkan nya masuk ke dalam atau tidak, karena dirinya mengetahui sosok di balik pintu tersebut adalah komandan kota.
Ia ragu untuk membiarkan nya masuk ke dalam, karena tidak menutup kemungkinan ia dicurigai seperti yang di katakan oleh To Mu sebelumnya. Akan tetapi, semua pemikiran itu ia tepis, karena tidak ada bukti untuk mencurigainya.
“Silahkan masuk.” Timpal Ling Feng yang kini sudah mengenakan penutup wajahnya kembali.
Pintu pun terbuka memperlihatkan dua sosok pria yang tidak lain adalah komandan kota dan satunya lagi adalah seorang prajurit yang menemaninya. Ling Feng tersenyum tipis lalu mempersilahkan komandan kota untuk duduk di sebuah kursi di sana.
“Jadi, ada perlu apa komandan kota menemuiku?” Tanya Ling Feng langsung pada intinya. Walaupun saat ini dirinya sudah menerka-nerka tentang apa tujuan dari komandan kota menemuinya. Sampai sebuah transmisi suara masuk ke dalam kepalanya.
“Tidak perlu khawatir nak. Aku jamin seratus persen, mereka tidak akan menemukan jejak siapa yang mencurinya. Kedatangan mereka menemui mu pastinya karena hal lain.” Ucap Long Tian di kepala Ling Feng. Naga kecil itu sudah bersembunyi di balik pakaian Ling Feng, dan To Mu langsung kembali lagi ke dunia jiwa Ling Feng tepat ketika pintu ruangan Ling Feng diketuk.
“Tidak perlu berterima kasih, aku melakukan itu karena mereka tertawa terlalu berisik. Juga mereka sudah menghambat perjalanan ku, jadi aku melakukan nya untuk diriku sendiri. Jadi, tidak perlu berterima kasih kepadaku.” Ucap Ling Feng dengan tenang yang di dalam hatinya sudah senang, karena tidak membahas harta benda di kapal bandit laut.
“Tapi tetap saja, jika saja Anda yang tuan muda inginkan sebagai kompensasinya, aku akan mengusahakan ketika Anda kembali ke Kota Binhai. Anda sudah menyelamatkan nyawa semua orang yang ada di sini, jadi tidak perlu sungkan tuan muda.” Ujar komandan kota yang bersikeras untuk membalas budi Ling Feng.
“Tidak perlu. Aku tidak membutuhkannya.” Timpal Ling Feng dengan tenang, namun perkataan itu langsung di balas oleh Long Tian. “Tentu saja tidak membutuhkan nya, kamu sudah memperoleh banyak harta dari kapal bandit laut.” Transmisi suara Long Tian yang tiba-tiba masuk di kepalanya.
“Diam paman. Aku sedang tidak berbicara denganmu sekarang.” Ling Feng yang menimpali transmisi suara Long Tian juga. Long Tian yang bersembunyi di balik pakaian Ling Feng hanya memutar kedua bola mata malas tidak berkata apa-apa lagi.
Terlihat jelas komandan kota merasa kagum kepada Ling Feng. Melihat dari sorot mata yang bersinar, mungkin saja ia sudah memuji-muji Ling Feng di dalam benak hatinya. Ling Feng sendiri hanya acuh tak peduli akan hal tersebut. Sampai dirinya pun berkata kembali, “Jika tidak ada yang ingin di bicarakan lagi, aku rasa kita sudahi saja pertemuan ini.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum tipis menyadarkan komandan kota.
“Ah iya, aku minta maaf karena sudah mengganggu waktu istirahat Anda tuan muda. Kalau begitu aku pamit terlebih dahulu dan selamat beristirahat tuan muda.” Ujar komandan kota seraya bangkit dari tempat duduk nya.
“Ah ya, komandan bisakah aku menitip sebuah kalimat kepada Anda untuk orang yang berada di luar?” Ucap Ling Feng lagi membuat komandan kota yang mendengar nya merasa heran, namun ia tetap menganggukkan kepala nya.
Ling Feng tersenyum tipis lalu berkata, “Sudah larut malam waktunya istirahat.” Kata Ling Feng yang membuat komandan kota semakin di buat bingung dengan apa yang dikatan oleh Ling Feng. Akan tetapi, ia tidak banyak berkata dan langsung keluar bersama dengan seorang prajurit nya.
Dirinya yang bingung dengan apa yang dikatakan oleh Ling Feng, sampai ia disadarkan oleh seorang wanita yang menegurnya.
“Komandan kota.” Tegur Tetua sekte gadis suci menyadarkan komandan kota. Dirinya yang tersadarkan pun langsung menyapa balik kepada sang tetua dan ketiga murid di belakang nya.
“Apakah kamu baru berbicara dengan tuan muda tersebut?” Tanya Tetua sekte gadis suci yang dianggukki olehnya. “Begitu, kah... Kebetulan aku juga hendak berterima kasih langsung kepadanya.” Ujar Tetua Sekte gadis suci dan pada saat itulah komandan kota tiba-tiba mengerti dengan perkataan Ling Feng sebelumnya. Kalimat yang ia titipkan kepadanya di tunjukkan kepada Tetua sekte gadis suci dan murid-muridnya.
“Ah mohon maaf tetua. Sebenarnya tuan muda tersebut menitipkan sebuah kalimat sebelum aku keluar.” Ujar komandan kota membuat tetua sekte gadis suci pun merasa bingung, namun ia tetap menganggukkan kepalanya.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.
Nb: Minta sarannya, nambah satu lagi atau jangan nih🤭