
“Aku melakukan hal apapun yang ingin ku lakukan.” Kata Pang Lang lagi. “Kau... Kep*rat...!” Teriak Lu Sii yang melesat cepat dan melakukan hal yang sama seperti kepada jendral kota yaitu, muncul tepat di sisi Pang Lang dalam sekali gerak. “Kekeke... Mati kau manusia sombong!” Teriak Lu Sii seraya mengayunkan pedangnya secara horizontal kepada Pang Lang.
Shringggg
“Mati? Sudah kukatakan... Kau tidak berhak menentukan kehidupan diriku.” Ucap Pang Lang yang secara mengejutkan tiba-tiba berada di belakang Lu Sii. “Tidak mungkin?!” Ucap refleks Lu Sii seraya menoleh ke arah Pang Lang, dan pada saat ia menolehkan kepalanya, sebuah pukulan melesat tepat ke pipi kirinya dan membuatnya terpental ke belakang.
>>>>>_____
“T-tidak mungkin?! S-sejak kapan ia berada di sana?!” Batin Lu Sii yang terkejut dengan Pang Lang yang secara tiba-tiba berada di belakang dirinya. Dirinya menatap Pang Lang dengan tatapan tidak percaya, Pang Lang sendiri hanya menatap Lu Sii dengan pandangan acuh tak acuh, namun dari tatapan yang dilayangkan oleh Pang Lang itu, membuat insting Lu Sii merasakan aura yang sangat berbahaya dari Pang Lang.
Keringat dingin nampak jelas di wajah Lu Sii. Orang yang berada di hadapan nya saat ini, bukanlah orang yang bisa ia lawan. Walaupun instingnya sudah memperingatkan Pang Lang adalah eksistensi yang berbahaya, namun Lu Sii menolak itu dan kembali maju menyerang Pang Lang.
“Sia*an! Sia*an! Sia*an!” Teriak Lu Sii yang telah kehilangan ketenangan nya dan menyerang Pang Lang secara membabi buta. Tebasan pedang yang abstrak, dengan mudah di hindari oleh Pang Lang. Pang Lang bahkan menghela nafas panjang menanggapi serangan abstrak Lu Sii membuat Lu Sii semakin gencar menyerang kepada Pang Lang.
“Mati, mati, mati! Matilah! Kepa*a-“ Teriakan kencang Lu Sii terpotong, karena Pang Lang melayangkan sebuah tendangan mengenai telak wajahnya. Membuatnya terbanting ke tanah cukup keras.
Bughhhkkk
“Kughkkk...?!” Suara yang keluar dari mulut Lu Sii disertai darah hitam yang keluar dan membentuk kawah kecil di tanah.
Boooommm
“Tidak bisakah kau menyerang dengan mulut tertutup tanpa harus berteriak iblis.” Ucap Pang Lang dengan nada yang dingin dan mengangkat kakinya tinggi-tinggi dan langsung menginjak wajah Lu Sii, sampai-sampai terdengar suara retakan timbul dari pijakannya.
Kraaaakkk
“Akhhhhhh...!” Teriak Lu Sii membuat para prajurit kota dan pasukan iblis langsung teralihkan dan refleks melirik ke sumber teriakan. “Manusia sia*an! Singkirkan kaki busuk mu itu dari wajah ku!” Ucap angkuh Lu Sii kepada Pang Lang. Walaupun saat ini dirinya sedang dalam keadaan tertekan, sikap angkuh dan sombong Lu Sii masih terlihat jelas dari cara bicaranya.
“Sepertinya kau tidak bisa menyadari posisi mu saat ini walaupun sudah dalam keadaan yang tidak menguntungkan ya.” Ucap Pang Lang seraya menguatkan kekuatan pijakan kakinya, membuat suara retakan yang lebih keras ketimbang yang pertama kali.
Kraaakkk
Kraaakkk
“Akhhhh... ! Sakit! Sakit! Sangat sakit! Akhhhh...!” Teriak pilu Lu Sii di bawah pijakan Pang Lang. Kedua tangannya pun berusaha untuk menyingkirkan kaki Pang Lang, namun sayang. Bak menyatu dengan wajahnya, tidak bisa di angkat dan digerakan bahkan untuk seinci pun. Seluruh pasang mata baik di kubu pasukan iblis maupun di kubu prajurit kota, semuanya menatap ngeri Lu Sii yang di bawah pijakan Pang Lang. Perasaan menyakitkan dan retakan yang terdengar jelas di telinga masing-masing membuat mereka semua lupa dengan situasi di sana.
Pang Lang sontak mengangkat kakinya setelah lima menit meletakkan di wajah Lu Sii, belum selesai menginjak wajah Lu Sii, Tepat ketika ia mengangkat kakinya dari wajah Lu Sii, Pang Lang langsung menendangnya bagian perut Lu Sii cukup kencang sampai-sampai membuat iblis tersebut melesat cepat terpental ke belakang.
Booommm
Kraaaakk
Baik iblis maupun manusia yang berada di sana, tidak ada yang tidak menahan nafasnya melihat aksi brutal Pang Lang yang tidak kenal ampun, mental mereka benar-benar di uji ketika melihat penyiksaan sepihak tersebut. Terutama di kubu pasukan iblis, melihat pemimpin mereka di perlakukan layaknya samsak tinju, mental berperang mereka benar-benar menghilang saat ini.
Lu Sii baru berhenti setelah menumbangkan beberapa iblis dan prajurit di belakangnya. Ketika ia berhenti, Pang Lang sudah berada di hadapan nya, ia menyadari itu dan berusaha untuk bergerak, namun sayang tubuhnya tidak mau merespon keinginan nya. Pang Lang dengan wajah acuh tak acuhnya mencengkram erat leher iblis tersebut.
“Kughkkk... Uhukkk... Uhukkk... L-lepaskan aku. K-kumohon.” Ucap Lu Sii patah-patah, karena nafasnya yang mendadak sesak, karena Pang Lang mencengkram lehernya. Walaupun Lu Sii mengucapkan kata-kata tersebut sangat pelan, namun Pang Lang masih dapat mendengarnya dengan jelas. “Kumohon? Jangan bercanda dengan diri ku. Kemana perginya sikap sombong dan angkuh mu tadi?” Kata Pang Lang mengeratkan cengkraman tangannya.
Tidak ada yang berani mendekat. Jendral kota yang telah selesai memulihkan dirinya saja, tidak berani mendekati Pang Lang untuk menghentikannya. Aura yang dipancarkan dirinya saat ini, menandakan bahwa ia tidak bisa di ganggu sama sekali.
Sepeluh menit, dua puluh menit, setengah jam. Terlihat tubuh Lu Sii mulai melemas dan kehabisan tenaga setelah setengah jam berlalu. Pang Lang pun tidak berniat untuk memberikan kelonggaran bagi Lu Sii. Iblis tersebut nampaknya sudah pasrah, akan kematian yang sebentar lagi akan mendatanginya, akan tetapi dalam seperkian detik itu tiba-tiba formasi teleportasi bersinar terang yang diiringi dengan suara teriakan yang cukup lantang.
“HENTIKAN ITU......!!!!” Teriak sesosok iblis yang keluar dari formasi teleportasi melesat secepat yang ia bisa mendekati Pang Lang dan Lu Sii. Pang Lang sontak melirik tanpa menolehkan kepalanya, sementara itu Lu Sii dengan tenaganya yang tersisa mengangkat salah satu tangannya merentangkanya ke arah iblis yang baru datang tersebut.
“TIDAK, TIDAK, TIDAK! HENTIKAN ITU SIA*AN...!” Teriak sosok iblis tersebut dengan suara yang terdengar sangat putus asa, sampai dimana sebuah retakan yang sangat kencang membuat iblis tersebut langsung menunjukkan raut wajah kosong.
Kraaaakkkk
Pang Lang mengeratkan genggaman tangannya, sampai-sampai leher dari Lu Sii pun remuk dan kepalanya terpisah dari tubuhnya. “LU SII...!!!!” Teriak iblis tersebut langsung bertekuk lutut memegang kepala Lu Sii dengan tangan yang bergetar.
Shringggg
Swosshhh
“AKHHHHH....” Teriak iblis tersebut menandahkan kepalanya meraung keras ke langit disertai aura yang sangat kuat meledak keluar dari iblis tersebut. Ia sontak melirik tajam ke arah Pang Lang langsung melesat ke arahnya.
Shringggg
Ctangggg
“KEPA*AT!... TIDAK AKAN KUMAAFKAN! TIDAK AKAN KUMAAFKAN! AKU LU SEEN BERSUMPAH AKAN MEMBUNUH MU DENGAN TANGAN KU SENDIRI MANUSIA KEPA*AT......!!” Teriak iblis tersebut yang merupakan saudara dari Lu Sii yaitu, Lu Seen.
Tanpa pikir panjang, Lu Seen yang termakan oleh amarahnya langsung menerjang Pang Lang dengan kekuatan penuhnya. Tidak berhenti di situ saja bahkan ia melancarkan serangan kuat disertai aura kemarahannya itu kepada Pang Lang.
“Haaaaa....! Teknik Pedang Iblis Gerakan Pertama: Tebasan Kematian!” Teriak Lu Seen mengeluarkan seni berpedangnya. Bukan hanya satu tebasan saja, melainkan ia melancarkan beberapa tebasan sekaligus dengan satu gerakan nya saja.
Shringggg
Shringggg
Shringggg
Pang Lang dengan gerakan gesitnya pun tidak bisa menghindari sepenuhnya tebasan tersebut, pipi bagian kirinya mengeluarkan darah, terkena tebasan pedang Lu Seen.
Crasssshh
“Tidak akan kumaafkan, tidak akan kumaafkan, tidak akan kumaafkan! Bersiaplah manusia. Kematian mu akan menjadi persembahan bagi saudaraku.” Ucap Lu Seen menekankan setiap kata disertai niat membunuh yang besar.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.