Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Sebuah Cerita Dahulu Kala


“Baiklah aku akan menjawab kedua pertanyaan itu. Pertama, namaku Chen Heng, namun orang-orang biasanya memanggilku ‘Kaisar Yin Yang’.” Ujar pria tersebut membuat Ling Feng tersentak kaget tentunya.


Melihat respon dari Ling Feng, pria tersebut tersenyum tipis lalu berkata kembali, “Kedua, bagaimana bisa dirimu di sini itu, karena aku yang menarik kesadaran mu kemari.” Jawab Chen Heng seraya tersenyum lembut menatap ke arah Ling Feng yang sudah terkejut ketika mendengar jawaban pertama Chen Heng.


>>>>>>______


Alih-alih terlihat seperti sebuah senyuman lembut, senyuman bangga lebih terlihat jelas dari pria bernama Chen Heng itu. Akan tetapi, senyuman itu langsung hilang dalam sekejap ketika sebuah perkataan polos keluar dari mulut Ling Feng.


“Kaisar Yin Yang? Penguasa bagian mana itu? Aku tidak pernah mendengar ada kaisar yang di sebut seperti itu?” Ucap Ling Feng dengan polosnya membuat rahang Chen Heng langsung jatuh seketika. Chen Heng awalnya berpikir bahwa Ling Feng sedang mengerjainya, namun ketika melihat kerutan jelas di dahinya, jelas-jelas Ling Feng memang tidak mengenal siapa sebenarnya dirinya.


Awalnya ia berpikir, alasan Ling Feng merespon seperti itu, karena pemuda tersebut mengenal dirinya. Akan tetapi, ia benar-benar tidak habis pikir dengan pemuda di depannya itu. “Nak sebelum berlajut ke topik pembicaraan lainnya, aku ingin bertanya kepadamu. Kenapa kamu merespons terkejut seolah-olah mengatakan sudah mengenal cerita luar biasa tentang ku?” Tanya Chen Heng seraya tersenyum gentir.


“Ah aku tidak mengerti dengan maksud perkataan senior itu apa, tapi yang jelas aku hanya terkejut dengan nama julukan senior mempunyai nama yang sama dengan kedua pedang ku.” Jawab Ling Feng dengan polosnya. Chen Heng yang mendengar itu pun tidak bisa menyalahkan Ling Feng, ia yang salah karena sudah berekspektasi tinggi bahwa Ling Feng mengenal dirinya.


“Begitu, kah... Aku mengerti, terima kasih sudah mengatakan nya dengan jujur.” Ucap Chen Heng dengan perubahan raut wajahnya sudah berubah drastis mendadak lesu yang awalnya terlihat sangat bersemangat. Ling Feng yang melihat itu pun sekali lagi mengangkat sebelah alisnya, karena tidak mengerti mengapa pria tersebut berubah drastis menjadi lesu. Melihat sikapnya itu, Ling Feng pun membantin dalam dirinya.


“Sebenarnya ada apa dengan senior ini? Benar-benar orang yang aneh.” Fikir Ling Feng seraya menatap Chen Heng dengan pandangan heran. Ling Feng pun menggeleng-gelengkan kepalanya lalu berkata kembali kepada pria tersebut, “Tadi senior bilang, seniorlah yang membawa kesadaran ku kemari. Juga, dari maksud perkataan senior sebelumnya, senior tengah menungguku. Sebenarnya apa yang senior butuhkan dariku?” Tanya Ling Feng bertanya dengan nada serius.


Mendengar hal itu, Chen Heng pun menoleh ke arah Ling Feng, dimana ia melihat pemuda tersebut tengah menatapnya dengan pandangan serius. Melihat pandangan itu, Chen Heng pun kembali tersenyum, ia pun tidak menggubris apa yang ia katakan sebelumnya. Pemuda di hadapan nya ini tengah kebingungan, karena mendengar apa yang ia katakan sebelumnya.


“Baiklah, tapi sebelum itu apakah kamu mau mendengarkan cerita?” Ucap Chen Heng dengan senyuman tenang di wajahnya membuat Ling Feng mengangkat sebelah alisnya kembali lalu mengulang kata yang Chen Heng sebutkan, “Cerita?” Ulang Ling Feng yang dianggukki oleh pria tersebut.


“Cerita ini sangat menarik, dan mungkin saja populer di zamanku.” Ucap Chen Heng lagi masih dengan senyuman lembut di wajahnya serta tatapan teduhnya. Ling Feng yang melihat tatapan teduh itu awalnya ia tidak habis pikir, karena pria tersebut tiba-tiba ingin bercerita. Akan tetapi, ketika melihat tatapan teduh yang ia tunjukan, entah mengapa Ling Feng merasa tidak enak jika menolaknya.


“Hahahaha... Kamu benar-benar anak baik ya. Aku sepertinya memang tidak salah ketika memilihmu.” Ujar Chen Heng mengatakan sebuah kalimat yang terdengar ambigu di telinga Ling Feng. Walaupun begitu ia tidak bertanya lebih lanjut kali ini dan menunggu pria tersebut yang hendak bercerita.


“Heummm... Baiklah, darimana aku harus mulai bercerita ya...” Gumam Chen Heng seraya meletakkan satu tangannya di bawah dagu layaknya orang yang sedang memikirkan sesuatu yang rumit.


“Ceritakan saja apa yang senior hendak ceritakan kepadaku. Aku akan mendengarkan nya dengan seksama.” Jawab Ling Feng seraya tersenyum tipis membuat Chen Heng menoleh ke arahnya dengan tatapan yang sulit di artikan, lalu dirinya pun tertawa lagi.


“Hahahaha... Kamu benar juga. Kalau begitu aku akan memulainya.” Ucap Chen Heng berbalik menatap ke arah danau lalu mulai menceritakan dari awal kepada Ling Feng. Ling Feng yang berada di sisi Chen Heng pun mendengarkannya dengan seksama apa yang diceritakan oleh pria tersebut.


“Dahulu kala, tepatnya di suatu tempat. Ada sosok pria yang memiliki kekuatan yang sangat besar dan menakjubkan. Bahkan saking besar nya kekuatan yang ia miliki, membuatnya jadi tidak terkalahkan dan yang terkuat diantara semua orang yang ada di tempat tersebut. Alhasil dirinya pun berhasil berdiri di puncak dan menjadi penguasa di tempat tersebut.” Ucap Chen Heng seraya menutup kedua matanya lalu senyuman tipis tercetak di wajah nya.


Beberapa saat kemudian ia pun membuka kedua matanya seraya memasang wajah bangga, membuat Ling Feng yang melihat wajah tersebut entah mengapa merasa kesal. Chen Heng pun kembali melanjutkan ceritanya, “Tidak hanya mempunyai kekuatan yang luar biasa. Pria itu juga mempunyai wajah yang sangat tampan, berwibawa, dan juga ia sangat bijaksana. Alhasil banyak wanita yang terpikat oleh pria tersebut.” Ucap Chen Heng dengan wajah bangganya membuat Ling Feng yang mendengar itu refleks mengangkat sebelah alis nya.


Melihat wajah Ling Feng yang menatap aneh ke arahnya, Chen Heng sedikit tersentak lalu berdeham dan mulai lanjut bercerita lagi. “Pria tersebut tidak hanya menjadi penguasa di tempat tersebut, melainkan ia juga menjadi penguasa di dua tempat sekaligus. Kehidupannya benar-benar sangat damai dan tentram, walaupun banyak tugas yang tidak berhenti-hentinya datang kepada nya.” Ucap Chen Heng melirik sekilas ke arah Ling Feng yang kini sudah kembali menyimak dengan seksama cerita nya, membuat pria tersebut diam-diam bernafas lega.


“Kehidupan pria tersebut benar-benar sangat damai, konon katanya itu berlalu sampai ratusan tahun. Pria itu bahkan sangat senang dan bahagia menjalani kehidupannya itu dan ia bahkan berharap akan hidup seperti itu sampai akhir hayatnya. Akan tetapi...” Ucap Chen Heng yang mendadak berhenti diikuti perubahan suasana yang mendadak menjadi tegang dan kepedihan mendalam terdengar jelas dari nada bicara nya.


Ling Feng yang mendengar itu pun refleks tersentak kaget menyadari perubahan suasana yang mendadak menjadi kelam. Walaupun begitu, Ling Feng tetap bersikap biasa saja, dan terus menyimak dengan seksama pria yang bernama Chen Heng itu.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.