
“Ehhhh?! Dimana ini?!” Ucap Ling Feng yang refleks ketika menyadari dirinya sudah berpindah tempat sekarang, tidak lagi berada di depan gerbang besar.
>>>>>>______
Ling Feng menyapu pandangannya dimana saat ini dirinya sudah berada di sebuah hamparan rumput yang sangat luas sejauh mata memandang. Ia mendongkakkan kepalanya melihat langit biru cerah serta ada beberapa awan yang terlihat menghiasi nya. Ling Feng merasa takjub sekaligus bingung, karena pemandangan luar biasa disekitarnya. Ia juga merasa aneh dengan alasan mengapa dirinya tiba-tiba berada di tempat tersebut.
Sembari memikirkan hal tersebut, dirinya terus melangkah ke depan. Puluhan menit pun berlalu begitu saja, awalnya Ling Feng merasa bahwa dirinya tidak pergi kemana-mana dan hanya berputar-putar saja, namun semua spekulasi itu langsung di patahkan ketika ia melihat sebuah gubuk kecil serta sebuah pohon besar yang ada di sisinya.
Tentu saja dirinya merasa aneh dan refleks berpikir, “Bagaimana bisa ada sebuah gubuk kecil dan pohon besar di tengah-tengah padang rumput ini?” Fikir Ling Feng yang tidak habis pikir, walaupun begitu ia tidak memikirkannya lebih lanjut lagi. Melihat gubuk tersebut, Ling Feng pun mendekat ke arahnya. Ling Feng berpikir bahwa mungkin saja ada orang di dalam gubuk tersebut, sontak dirinya pun mengetuk-ngetuk pintu gubuk tersebut.
Tokkkk... Tokkkk... Tokkkk...
“Permisi apakah ada orang di dalam.” Ucap Ling Feng setelah mengetuk-mengetuk pintu. Ia mengetuknya sekali lagi, akan tetapi hasilnya nihil. Tidak ada sedikit pun respon ataupun suara dari dalam gubuk tersebut. Ling Feng juga tidak merasakan sedikit pun aura dari dalam gubuk tersebut yang membuatnya berpikir gubuk tersebut hanyalah gubuk kosong tanpa orang di dalamnya.
Ling Feng menoleh ke sisi gubuk tersebut, namun dirinya tidak mendapati apapun dari sana selain padang rumput sejauh mata memandang. Ia menyapu pandangannya nya sekali lagi ke sekitarnya, namun hasilnya sama saja. Hanya ada sebuah gubuk kecil di pohon besar di sisinya.
“Sebenarnya apa yang terjadi padaku? Kenapa aku bisa tiba-tiba berada di sini sih?!” Gumam Ling Feng tidak habis pikir seraya menghela nafas kasar. Ia pun kembali berspekulasi bahwa saat ini dirinya tengah terjebak dalam formasi ilusi, namun pikiran itu langsung di tepis karena ia apa yang ia rasakan saat ini bukanlah sebuah ilusi.
Terlebih lagi Ling Feng merasakan aura yang familiar dari tempat dirinya berada saat ini. Aura familiar yang ia rasakan dari tempat ini sama persis dengan aura yang ia rasakan ketika berada di dunia jiwa miliknya. Ling Feng yang sudah frustasi karena kejadian yang ia alami, sontak menghela nafas kesar.
Untuk pertama kalinya ia merasakan perasaan bingung berkepanjangan seperti ini. Pada saat ia sedang memikirkan hal apa yang akan ia lakukan sekarang, secara tiba-tiba ia mendengar sebuah suara dari arah belakang.
“Nampaknya kau terlihat kebingungan nak. Bagaimana kalau orang tua ini membantu mu.” Ucap suara yang terdengar dari arah belakang membuat Ling Feng membelalakkan kedua matanya terkejut bukan main ketika mendengar suara tersebut.
Ia pun dengan cepat menoleh ke belakang, dan sekali lagi ia di buat terkejut karena pemandangan yang awalnya hanya ada sebuah gubuk kecil dan sebuah pohon besar di sisinya, kini secara tiba-tiba sudah ada sebuah danau yang tidak terlalu besar. Namun yang menjadi perhatiannya adalah sosok pria yang tengah memunggunginya.
“Aku tidak bisa merasakan keberadaannya sama sekali?! Lalu apa-apaan ini?! Bagaimana bisa ada sebuah danau di sana?! Jelas-jelas hanya ada sebuah rumah dan pohon besar saja tadi?!” Batin Ling Feng terkejut melihat apa yang terjadi di hadapannya. Mau dilihat dari sudut pandang bagaimana pun, tidak mungkin itu bisa terjadi kecuali itu di lakukan oleh pria yang tengah memunggunginya.
“Trik yang kusiapkan? apa jangan-jangan pria ini sudah menungguku? Tapi, kenapa ia menungguku?” Fikir Ling Feng yang bingung tentunya dengan maksud dari perkataan pria yang tengah membelakangi dirinya saat ini.
“Sudah, sudah, tidak perlu sebingung itu. Bagaimana dengan menemani orang tua ini memancing sekarang?” Ujar pria tersebut seraya menolehkan kepalanya dan Ling Feng pun bisa melihat wajah dari pria tersebut tengah tersenyum hangat ke arahnya.
Ling Feng awalnya tidak menyadari nya, karena pria itu tengah duduk. Namun jika di lihat lebih jelas lagi, pria tersebut mempunyai perawakan yang tinggi serta mempunyai postur tubuh bagus membuat siapapun saja akan mengaguminya. Bukan hanya itu saja, ia juga mempunyai aura yang sangat berwibawa, namun di satu sisi memberikan perasaan yang hangat serta nyaman di sekitarnya.
Rambut hitam pekat dengan panjang sepundak serta tatapan teduhnya yang ia tunjukan, benar-benar kombinasi yang terlalu sempurna untuk di panggil ‘orang tua’. Itulah yang Ling Feng pikirkan tentang pria tersebut. Akan tetapi, dirinya merasakan perasaan aneh ketika melihat pria tersebut. Sebuah perasaan akrab yang samar-samar terpancar darinya itulah yang Ling Feng rasakan darinya.
Selain itu juga, ia bisa merasakan nya dengan sangat jelas. Walaupun ia terlihat seperti manusia biasa saja, ada sesuatu yang sangat besar terpancar darinya. Dibalik parasnya yang menarik itu ada sesuatu yang sangat mendalam. Saking dalamnya, Ling Feng bahkan tidak bisa melihat dasarnya sama sekali.
Walaupun ia terlihat waspada, namun yang sebenar nya ia tidak merasa curiga sama sekali ketika melihat pria tersebut. Pria tersebut yang melihat Ling Feng masih diam saja, sontak menghela nafas pendek lalu tersenyum kembali seraya berkata, “Kemarilah nak, aku akan menjawab semua perasaan abu-abu yang kamu rasakan itu.” Ajak pria tersebut seraya menepuk-nepuk tempat di sisinya.
Mendengar hal itu, Ling Feng hanya diam saja namun dirinya mematuhi ajakan dari pria tersebut untuk duduk di sisinya. Ling Feng duduk tenang di sisinya. Ling Feng pun kembali melirik ke arah pria tersebut dan pada saat itulah ia melihat sepasang mata yang teduh.
“Sebelumnya mohon maaf. Kalau boleh tahu, siapa sebenarnya senior ini? Lalu bagaimana bisa aku berakhir di sini?” Tanya Ling Feng dengan nada sopan. Mendengar pertanyaan itu, pria tersebut terlihat terkekeh pelan membuat Ling Feng mengangkat sebelah alisnya bingung.
“Bagian mananya dari pertanyaanku yang terdengar lucu?” Fikir Ling Feng ketika melihat pria tersebut tiba-tiba tertawa kecil ketika mendengar pertanyaannya.
“Ah maaf, maaf nak. Aku tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja aku tidak mengira kamu akan bertanya dengan nada sopan seperti itu.” Ujar pria tersebut yang membuat Ling Feng semakin tidak mengerti dengan apa yang dikatakan olehnya.
“Baiklah aku akan menjawab kedua pertanyaan itu. Pertama, namaku Chen Heng, namun orang-orang biasanya memanggilku ‘Kaisar Yin Yang’.” Ujar pria tersebut membuat Ling Feng tersentak kaget tentunya. Melihat respon dari Ling Feng, pria tersebut tersenyum tipis lalu berkata kembali, “Kedua, bagaimana bisa dirimu di sini itu, karena aku yang menarik kesadaran mu kemari.” Jawab Chen Heng seraya tersenyum lembut menatap ke arah Ling Feng yang sudah terkejut ketika mendengar jawaban pertama Chen Heng.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.