
Ling Feng tenggelam dalam posisi lotusnya selama hampir satu batang dupa lamanya. Ketika ia merasa sudah cukup terisi kembali tenaganya, ia pun mengakhiri pemulihannya dan kemudian membuka kedua matanya.
Diliriknya para serigala tersebut sudah selesai mengumpulkan seluruh harta dari Banteng Raksasa yang berada didalam gua sana. Kantung yang dibawa oleh sembilan serigala tersebut sudah terisi penuh semuanya. "Apakah didalam sudah tidak tersisa lagi?" Tanya Ling Feng.
Sembilan serigala itu terdiam sembari saling melirik. Lalu salah satu serigala mengisyaratkan Ling Feng dengan gerakan-gerakan, bahwa ada beberapa harta yang tidak bisa mereka ambil. Ling Feng yang paham akan isyarat itu mengangguk mengerti.
"Baiklah aku mengerti." Kata Ling Feng yang paham dengan isyarat yang disampaikan oleh serigala itu. Ling Feng lantas mengalihkan pandangannya ke Lang Hei yang masih tidak bisa bergerak akibat serangan dari Banteng Raksasa tadi. Seluruh tulang kakinya hampir remuk kala menahan tendangan dari Banteng Raksasa tadi.
"Luka mu cukup parah Kawan." Kata Ling Feng yang membuat para serigala disana langsung menundukkan kepalanya lesu. "Tapi bukan berarti aku tidak bisa menyembuhkannya." Lanjutnya lagi membuat Sembilan Serigala itu langsung tegak kembali senang mendengarnya.
Melihat respon para serigala yang sangat menyayangi pimpinan mereka Ling Feng tersenyum dan berkata lagi. "Kalian kembalilah dulu dan bawa Lang Hei juga. Aku akan menyusul setelah mengambil harta yang belum bisa kalian ambil." Perintah Ling Feng yang diangguki oleh sekelompok serigala itu lalu lekas kembali ke gua sebelum ada yang datang ke tempat tersebut.
Lang Hei awalnya ingin menolak dan berniat untuk menunggu disana, namun Ling Feng memerintahkan sekali lagi dengan tegas membuat ia mau tidak mau menuruti apa yang Ling Feng katakan. Pada akhirnya ia pun ikut pergi dari sana melesat cepat kembali ke gua tempat tinggal mereka.
Setelah sekelompok Serigala itu pergi, Ling Feng mengalihkan pandangannya ke mayat dari Banteng Raksasa itu. Ling Feng lantas kembali naik ke bangkai tersebut dan mencari kristal beast nya. Dirinya pun mulai memotong demi potongan mencari tempat dimana kristal beast itu berada.
Setelah sudah memotong mayat dari Banteng Raksasa itu menjadi beberapa bagian, Ling Feng pun menemukan kristal beast yang terletak dengan punggung bagian bawah dekat dengan leher disana. Tanpa basa-basi Ling Feng mulai memisahkan kristal tersebut dari tubuh Banteng Raksasa itu dan memasukkannya kedalam Cincin ruangnya.
Dirinya juga mengambil beberapa bagian tubuh dari Banteng Raksasa itu yang tadi sudah ia potong sebelumnya. Setelah dirasa cukup ia pun masuk kedalam gua tempat tinggal Banteng Raksasa itu tinggal.
Ia cukup takjub dan juga tidak percaya bahwa gua tersebut terbentuk secara alami dengan lebar dan seluas tersebut. Selain sangat luas disana juga sangat gelap nan sunyi benar-benar berbeda dengan gua yang ditempati oleh Serigala-serigala.
Ketika ia semakin masuk kedalam suhu yang ia rasakan semakin rendah. Ling Feng yang merasakan keanehan itu tetap masuk kedalam melihat apa yang ada didalam sana. Ia pun mencoba masuk lebih dalam lagi, saat itu juga suhu disekitarnya semakin menurun. Bukan hanya itu saja Gua tersebut juga semakin mengecil, langit-langit yang awalnya sangat jauh dengan kepalanya, kini jaraknya hanya tinggal beberapa jengkal saja.
Ling Feng pun mengeluarkan elemen apinya untuk menetralisir hawa dingin yang sangat menusuk kulitnya itu. Ia tidak berniat berhenti di tengah jalan dan tetap fokus untuk maju kedepan melihat ujung dari gua tersebut. Instingnya mengatakan bahwa ia akan rugi besar jika tidak datang ke ujung gua tersebut.
Diujung gua tersebut ada sebuah tempat yang seperti altar dan disamping altar tersebut ada sebuah pedang yang dibekukan. Tempat yang awalnya gelap, kini berubah terang karena kedatangan Ling Feng ke sana.
Ling Feng ingin mendekati altar tersebut, namun tiba-tiba ia terpental kembali. Ling Feng yang merasakan itu lalu meraba-raba kedepan dan pemikirannya benar. "Jadi tempat ini sudah dilindungi formasi ya…" Gumam Ling Feng lalu ia mulai menyelidiki formasi tersebut.
Walaupun saat ini ia masih belum bisa membuat sebuah formasi, akan tetapi ia masih tau tentang tingkatan-tingkatan dari formasi itu dan keadaan dari formasi tersebut. "Formasi ini sudah termakan oleh waktu ditambah tidak ada sumber untuk mempertahankannya yang membuatnya semakin melemah dari waktu ke waktu." Kata Ling Feng selesai menganalisis formasi tersebut.
Setelah Ling Feng pun mengalirkan Qi nya dan dalam sekali hentakan formasi tersebut pun hancur berkeping-keping layaknya seperti kaca. Setelah selesai dihancurkan seketika efek dingin pun mulai merembes keluar. Ling Feng lalu mendekati altar tersebut.
Ketika ia mendekati altar, sepasang matanya menatap kerangka manusia sedang duduk dalam posisi lotus. Melihat itu ia langsung melangkah mendekati kerangka manusia tersebut terlebih dahulu. Ling Feng lalu terfokus dengan sebuah gulungan yang diberi tempat, tepat di depan kerangka manusia tersebut.
Ling Feng lantas memberi hormat terlebih dahulu kepada kerangka manusia tersebut sebelum membaca isi dari gulungan tersebut. Setelah selesai, Ling Feng pun membaca tulisan dalam gulungan tersebut.
"Jika ada yang menemukan ini berarti aku sudah mati saat itu. Aku hanya ingin memberitahu kepada siapa saja yang menemukan tempat ini, pesan ku hanya satu gunakanlah kedua warisan ku dengan sebaik-baiknya. Jika kau dapat melakukannya dengan baik, Maka pedang itu akan selalu mematuhi perintah mu." Gumam Ling Feng membaca tulisan tersebut.
Ling Feng pun menutup kembali gulungan tersebut lalu menyimpannya dalam cincin ruangnya. Ia lalu mengalihkan pandangannya ke Altar dan pedang yang membeku disisinya.
Ling Feng bangkit dan berjalan menuju altar tersebut yang dimana ada sebuah buku dan kotak disana yang tertutup oleh serpihan-serpihan es. Ketika membersihkan serpihan-serpihan tertulis di buku tersebut. "Metode Pengendalian Elemen Es tingkat tinggi." Gumam Ling Feng. Seketika ia teringat dengan wanita yang saat ini entah bagaimana kabarnya.
Ling Feng menggelengkan kepalanya membuang pikiran buruk tersebut. Ia lantas membuka kotak yang berada disebelah nya. Ketika ia membuka kotak tersebut, Ling Feng tidak bisa menahan keterkejutannya. "I-ini…" Gumam Ling Feng terbata-bata terkejut ketika melihat benda yang didalam kotak tersebut.
>>>>>> Bersambung