Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Rencana Pengumpulan Kristal Beast


Ling Feng terdiam tidak berkata, namun ia tetap menatap antusias Tua Tao. "Kau ingat dengan kristal beast yang kau ambil dari beast penguasa gua tiga tahun yang lalu?" Tanya Tua Tao. Ling Feng menganggukkan kepalanya mengeluarkan kristal tersebut. "Ada apa dengan kristal ini memangnya?" Tanya balik Ling Feng.


"Kumpulkan daripada sisanya…Maka aku akan memberitahu caranya." Kata Tua Tao lagi. "Mengumpulkan nya…Berarti, guru ingin aku membunuh tiga beast yang tersisa begitu?" Kata Ling Feng. Tua Tao tidak menjawab, tapi tersenyum kepada Ling Feng.


"Baiklah aku akan pergi untuk mengumpulkan nya jika itu memang benar-benar hal yang diperlukan." Kata Ling Feng bangkit ingin hendak pergi. Baru saja ingin pergi, Tua Tao berkata lagi. "Jangan terburu-buru…Kau baru saja selesai melewati hari yang panjang. Istirahatlah terlebih dahulu dan membuat beberapa persiapan." Kata Tua Tao.


Mendengar hal itu Ling Feng membenarkan. Tubuhnya saat ini benar-benar sangat lelah secara fisik maupun mental. Walaupun luka-lukanya sudah sembuh, tidak dengan rasa lelahnya.


"Kalau begitu aku ingin berkultivasi untuk mengecek bagian dalam tubuh ku." Kata Ling Feng. Tua Tao menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Ling Feng.


Beberapa Jam Kemudian


"Fyuhhhh…Tubuh ku sudah pulih sepenuhnya. Dengan ini aku bisa mengeluarkan kekuatan ku dengan maksimal." Gumam Ling Feng langsung merenggangkan tubuhnya sesaat setelah berkultivasi. Ia lalu merebahkan tubuhnya menatap langit-langit Jurang Keabadian. "Empat tahun sudah berlalu begitu saja…Bagaimana kabar-kabar semua orang ya? Aku harap mereka semua baik-baik saja." Gumam Ling Feng tersenyum.


Ia kembali mengingat tentang tingkah-tingkah tidak jelas orang yang dekat dengan ya. Bahkan Ling Feng sampai terkekeh sendiri mengingat-ingat hal tersebut. Pada saat ia sedang melamun menghadap langit sebuah suara di sampingnya mengejutkan dirinya.


"Bocah tengil…Kau tidak gila kan sekarang sampai-sampai tertawa sendiri?" Ucap suara di sebelahnya. Membuat Ling Feng langsung terdiam dan melirik ke samping dan terkejut dengan wajah Tua Tao tepat di samping nya. "Tidak bisakah guru muncul dengan cara yang normal?." Kata Ling Feng langsung bangkit, karena kesal.


"Bagiku ini sudah normal." Balas Tua Tao yang masih berbaring. Ling Feng mencibir kesal mendengar hal itu. "Hanya orang aneh yang mengatakan hal tersebut adalah normal." Sindir Ling Feng. "Jadi kau bilang guru mu ini aneh hahhhh…?" Kata Tua Tao menatap tajam Ling Feng.


Sang empu yang di tatap hanya mengedikan bahunya. "Entahlah jika memang guru menganggap nya seperti itu, aku bisa apa." Kata Ling Feng tanpa beban. Tua Tao mendelik tajam, namun seketika langsung tersenyum dan berkata. "Maka kau lebih aneh, karena telah berguru kepada orang aneh." Jawab Tua Tao menyeringai membuat Ling Feng terdiam memasang wajah kesal tidak bisa membalas perkataan Tua Tao.


"Cihhhhh." Decak kesal Ling Feng. Tua Tao hanya menggelengkan kepalanya saja lalu bertanya kepada Ling Feng. "Bagaimana dengan persiapan mu?" Tanya Tua Tao. Ling Feng lantas menjawab nya, "Sudah selesai semuanya." Jawab Ling Feng. Tua Tao menganggukkan kepalanya. "Baguslah jika sudah selesai." Katanya.


"Guru aku ingin bertanya." Kata Ling Feng. Tua Tao langsung menimpalinya. "Katakan." Kata Tua Tao. "Mengenai tentang jalan keluar yang guru maksud apakah itu berkaitan dengan kunci dari formasi penghalang ini?" Tanya Ling Feng.


"Hohhhhh apakah kau sudah mengetahui tempat nya?" Tanya Tua Tao balik kepada Ling Feng. Ling Feng menggelengkan kepalanya. "Aku hanya menebak saja." Jawab Ling Feng. "Walaupun menebak, aku masih tidak menyangka kau akan sampai pada kesimpulan itu. Sepertinya yang di duga dari murid ku…Jenius seperti gurunya." Kata Tua Tao dengan nada sombong.


Ling Feng terdiam menatap aneh sang guru. Tua Tao lantas melirik Ling Feng dan berkata, "Hei bocah tengil…Seharusnya itu, kau ikut menyanjung ku juga. Bukan hanya diam saja." Kata Tua Tao kesal.


"Sudahlah guru…Kita kembali ke topik pembicaraan kita tadi." Kata Ling Feng dengan nada serius ingin tau alasan dari sang guru. "Dasar bocah…Kau berkata seperti ini, karena elemen ruang, kan." Kata Tua Tao. "Inti dari pertanyaan mu ini, mengapa tidak menggunakan elemen ruang jika ingin keluar dari sini kan." Kata nya lagi. Ling Feng terdiam yang berarti benar apa yang dikatakan.


"Sesaat sebelum kau menerima Kesengsaraan petir, aku waktu itu berkata bahwa orang yang membuat ini mempunyai pemahaman yang tinggi akan prinsip ruang." Kata Tua Tao. Ling Feng menganggukkan kepalanya mengiyakan.


"Belajar elemen ruang tidak semudah yang kau pikirkan. Hal itu memerlukan waktu yang bertahun-tahun atau bahkan berpuluh-puluh tahun lamanya untuk memahami prinsip dasarnya saja dan pembuatan penghalang ini, kemungkinan besar pemahaman elemen ruang nya sudah sangat tinggi. Jadi tidak semudah itu menggunakan elemen ruang untuk keluar dari sini." Jelas Tua Tao.


Tua Tao lalu berbicara juga mengenai kunci daripada formasi penghalang Jurang Keabadian dan memberitahu tentang kegunaan kristal beast yang digunakan sebagai kuncinya.


>>>>>>>> Bersambung