Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Menyerah


Shringggg... Crasshhhh...?!


“Roaarrrrr...! Akan kubunuh siapapun, yang hendak menyetuh tuan muda.” Ujar Ling Laohu seraya meraung keras.


>>>>>>______


Melihat seekor harimau yang bisa berbicara di hadapan Ling Feng, membuat para bandit yang hendak mendekati Ling Feng refleks mundur seluruhnya. Ling Laohu menatap tajam para bandit tersebut, membuat para bandit tersebut bergidik ngeri, karena mereka menyadari bahwa Ling Laohu bukan harimau biasa, mengingat warna bulunya yang putih bersih.


Tidak berhenti di sana saja, Ling Laohu langsung maju menerjang para bandit tersebut seraya mengayunkan cakarnya dengan sangat cepat, para bandit yang hendak menyerang Ling Feng, langsung mundur ketakutan.


“Tidak! Menjauh dariku! Aku tidak berniat menyentuh tuan muda mu, jadi jangan bunuh aku!” Teriak salah satu bandit yang terjatuh tepat di hadapan Ling Laohu. Ling Laohu selangkah demi selangkah mendekati bandit yang jatuh itu dan menatap wajahnya yang berjarak hanya beberapa senti saja. Terlihat bandit tersebut sudah ketakutan setengah mati, keringat dingin pun terlihat mengalir deras di dahinya.


“T-tolong... Ampuni aku. J-jangan bunuh aku.” Ucap bandit tersebut memelas minta pengampunan kepada Ling Laohu, namun Ling Laohu dengan santainya mengayunkan cakarnya dan membuat tubuh bandit tersebut terbelah menjadi dua, “Meminta pengampunan? Setelah mempunyai aura kematian sepekat itu, kau mengharapkan pengampunan dariku? Roaarrrrr...! Dasar manusia rendahan.” Hina Ling Laohu yang membuat para bandit langsung berlarian tunggang langgang.


Bahkan tidak sedikit yang hendak melarikan dari kapal, namun mereka tidak bisa, karena tepat mereka hendak melompat dari kapal, mereka seperti terbentur oleh sebuah dinding besi tak kasat mata yang begitu keras.


Bos bandit yang melihat itu, kini mulai berubah panik, hal itu sangat terlihat jelas dari wajahnya, ketika melihat kemunculan Ling Laohu yang tiba-tiba dan langsung membantai beberapa anak buahnya sekaligus. “G-gawat. Bocah bren*sek itu sepertinya memang benar-benar seorang ahli, terlebih lagi kita sudah terkepung di sini dan tidak bisa keluar. Hanya menunggu waktu saja, sampai kami mati di bakar oleh bocah itu dan mati di belah dua oleh harimau putih itu." Batin bos bandit. Dirinya hendak kabur dari sana, namun ada sebuah penghalang di sekitar kapal yang mencegah sesuatu di dalam untuk keluar dan begitu juga sebaliknya.


“Kau cukup tenang juga, untuk seukuran bos bandit, yang biasanya memprioritaskan dirinya sendiri, daripada anak buahnya.” Kata Ling Feng yang secara tiba-tiba muncul di belakang bos bandit tersebut, membuat bos bandit membelalakkan kedua matanya, lalu berbalik ke belakang, dan tetapi hasilnya nihil, karena tepat ia berbalik tidak melihat siapapun di sana.


“Aku berpikir, bahwa kau akan langsung kabur tadinya. Oleh karena itulah, aku langsung membuat penghalang di sekitar kapal, supaya kau dan anak buahmu tidak bisa kabur dari kapal ini.” Ucap Ling Feng kembali, tepat di sisi bagian kanan telinga bos bandit tersebut. Sekali lagi, bos bandit tersebut menoleh ke arah kanan, namun lagi-lagi ia tidak mendapati siapapun, kecuali pemandangan para anak buahnya di bantai habis-habisan oleh Hao Xiang dan Ling Laohu.


Lalu pada saat itulah ia berpikir, mengapa keduanya tidak langsung menyerang dirinya sekarang. Padahal jelas-jelas, mereka bisa dengan mudah mengalahkan dirinya, tapi alasan apa yang membuat Hao Xiang dan Ling Laohu tidak langsung membunuhnya, pada saat ia berpikir seperti itu, sebuah suara lagi-lagi terdengar di telinganya.


Deggghhhh... Deggghhhh...


“Kau berpikir berlebihan. Alasan murid ku dan harimau ku tidak menyerang dirimu, karena itu perintah dari ku. Soalnya kau mempunyai sesuatu yang menarik perhatian ku.” Ucap Ling Feng dan langsunglah bos bandit tersebut menoleh, mendapati Ling Feng yang sedang tersenyum kepadanya.


“K-kau bagaimana bisa manusia biasa tanpa aura melakukan hal seperti itu?!” Ujar bos bandit tersebut dengan wajah jelek, seraya menunjuk-nunjuk dengan tangan bergetar ke arah Ling Feng. Bos bandit tersebut benar-benar di buat terkejut oleh Ling Feng, yang padahal ia sama sekali tidak merasakan aura dari tubuhnya, akan tetapi ia benar-benar masih bingung dan tidak mengerti bagaimana Ling Feng bisa bergerak lebih cepat darinya, yang jelas-jelas seorang kultivator.


“Oh ayolah tenang dulu, aku hanya ingin bertanya satu ha-“ Perkataan Ling Feng langsung di di potong oleh bos bandit yang secara tiba-tiba langsung bergerak menyerang ke arah nya. “Gada Pembelah bumi!” Teriak bos bandit seraya mengayunkan gada besinya yang besar itu kepada Ling Feng.


Booommmm......!!


Ling Feng tentunya tidak diam saja, tepat seperkian detik serangan tersebut hampir mengenai dirinya, ia bergerak ke samping setelah langkah, menghindari serangan gada besi bos bandit tersebut. Alhasil serangan gada besi bos bandit tersebut hanya mengenai angin saja.


Bos bandit yang melihat Ling Feng bisa menghindari serangan penuhnya itu, tidak bisa untuk berkata-kata, tanpa pikir panjang, ia kembali mengayunkan gadanya lagi, memberikan serangan selanjutnya kepada Ling Feng, namun sekali lagi ia buat terkejut sekaligus merinding, pasalnya senjata miliknya itu di tahan sangat mudah, hanya dengan satu tangan saja. Terlebih lagi, pemuda tersebut terlihat tidak kesulitan menahan serangannya. “Bagaimana mungkin seorang manusia biasa tanpa aura, bisa menahan senjata tingkat bumi hanya dengan tangan telanjang saja?!” Batin bos bandit tersebut.


“Percuma saja. Bahkan jika itu senjata tingkat langit sekalipun, aku bisa dengan mudah menahannya.” Kata Ling Feng yang membuat bos bandit tersebut langsung mundur tanpa membawa senjata nya kembali. Hal itu bisa terjadi, karena memang Tulang Ling Feng saat ini sudah berada di ranah Tulang Harimau tingkat menengah, alhasil senjata tingkat bumi tidak akan bisa menggores tubuhnya sekarang.


“Ini senjata mu, aku tidak membutuhkannya jadi ambil kembali saja.” Kata Ling Feng dengan mudahnya, melempar gada besi yang ukurannya dua kali lipat dari tubuhnya. “Lebih baik kau menyerah sekarang, dan jawab pertanyaan ku, maka dengan itu aku akan mengampuni mu. Lagipula anak buah mu sudah mati seluruhnya oleh muridku dan harimau ku.” Kata Ling Feng seraya menunjukkan ke arah sisi lain, dimana pertarungan di sana sudah selesai, dengan menyisakan seekor remaja pria yang terlihat bersimbah darah hampir di sekejur tubuhnya dan seekor harimau yang mulut dan tangannya sudah berubah merah darah.


Mendengar hal itu, bos bandit tersebut pun tersentak kaget, ia lantas diam sejenak seraya melirik ke arah Ling Feng sesekali. “A-apakah kau benar-benar akan melepaskan diriku, jika aku menjawab pertanyaan-pertanyaan mu?” Tanya bos bandit tersebut.


“Tentu saja, aku akan melepaskan mu. Namun, jika kau tidak ingin menjawab pertanyaan ku, ya mati adalah satu-satunya pilihan mu.” Kata Ling Feng tersenyum tipis, yang membuat bos bandit tersebut terdiam membisu ketika mendengarnya.


“Baiklah aku menyerah.” Kata bandit tersebut yang memelih untuk menyerah dan pasrah, karena kehidupannya lebih penting daripada harus mati sia-sia di sini.


“Baguslah... Kau cukup pintar juga ya. Kukira seluruh bos bandit itu bodoh semua orangnya, karena tetap memilih untuk mati, walaupun sudah mengetahui perbedaan kekuatan di antara kita.” Kata Ling Feng seraya terkekeh pelan.


“Baiklah, karena kau sudah menyerah, jadi aku punya pertanyaan kepadamu.” Kata Ling Feng senyum tipisnya berubah menjadi seringai kecil tercetak di wajahnya.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.