Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Informasi dari Long Tian


“Lama tidak berjumpa Paman Mu, Paman Lang.” Sapa Ling Feng yang dianggukki oleh kedua orang tersebut.


>>>>>>______


“Sudah hampir tiga bulan sejak kita terakhir bertemu ya Feng’er. Nampaknya kamu benar-benar sibuk sekarang.” Ucap To Mu.


“Ya begitulah paman, aku tidak bisa diam saja sekarang. Mengingat banyak hal yang harus kulakukan saat ini. Terlebih lagi, kita tidak tahu kapan ras iblis akan menyerang, jadi aku rasa lebih baik untuk fokus meningkatkan daya tempur diri terlebih dahulu.” Timpal Ling Feng mengedikan kedua bahunya.


“Ya kamu benar, situasi tenang saat ini benar-benar sangat tidak nyaman.” Kata Pang Lang ikut dalam pembicaraan. Sudah tiga bulan berlalu, dan pergerakan ras iblis benar-benar sangat pasif. Keberadaannya hilang sepenuhnya, bak di telan bumi tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Benar-benar sangat tenang dan sekaligus menimbulkan perasaan yang tidak nyaman.


Mendengar situasi yang seperti itu, Ling Feng juga merasakan perasaan gelisah yang tidak nyaman. Apa yang terjadi saat ini, benar-benar terlihat seperti akan ada badai besar yang datang setelah ketenangan ini berlalu. Sampai kemudian dirinya pun memutuskan untuk menarik kembali tim penyelidik dan mengatakan kepada yang lainnya untuk fokus menjadi lebih kuat, bersiap-siap menghadapi badai yang besar itu.


“Oleh karena itu, kita harus menjadi kuat. Menjadi lebih kuat dari para baji*gan ras iblis itu, Hieekkkk.” Ucap Long Tian yang tiba-tiba ikut ke dalam pembicaraan, membuat ketiganya langsung menoleh ke arahnya.


“Hohhh apakah kamu sudah puas paman? Aku kira kamu masih membutuhkan waktu untuk berurusan dengan botol-botol arak itu.” Ucap Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu terkekeh pelan lalu berkata lagi, “Sebenarnya aku masih ingin minum lagi, Hiekkk. Akan tetapi, itu bisa dilanjutkan nanti, Hiekkk.” Ucap Long Tian yang setengah linglung, menandakan bahwa dirinya sudah setengah mabuk.


“Haihhh... Saudara pertama kau ini benar-benar ya. Padahal kamu sendiri yang bilang merasa tidak sehat, tapi bagaimana bisa kamu masih terus meminum nya.” Ujar Pang Lang seraya menuangkan secangkir teh, lalu menyodorkannya kepada Long Tian.


“Ya mau bagaimana lagi, Hiekkk. Arak ini terlalu enak.” Ucap Long Tian mengangkat cangkir teh dengan tangannya yang sudah bergetar dan langsung meminum seluruhnya tanpa tersisa. Setelah itu, ia pun memejamkan kedua matanya sejenak dan beberapa detik kemudian ia pun bersendawa, seraya mengeluarkan asap putih yang tebal dari mulutnya.


Seketika ruangan tersebut, penuh akan bau alkohol yang sangat menyengat. To Mu yang melihat itu hanya menghela nafas panjang, lalu menjentikkan jarinya dan seketika asap putih yang tebal itu pun menghilang dalam sekejap.


“Ahhhh aku lebih baik sekarang. Terima kasih saudara kedua, saudara keempat.” Ujar Long Tian seraya tertawa puas. Membuat keduanya hanya bisa menghela nafas melihat tingkah darinya itu.


Setelah Long Tian kembali sadar, dirinya pun mengeluarkan sebuah buku tebal yang terlihat sangat lusuh dan sudah termakan oleh waktu. “Coba baca itu, aku menemukannya di perpustakaan kerajaan beberapa hari yang lalu.” Ucap Long Tian seraya melemparkan buku kuno tersebut kepada Ling Feng.


Ling Feng yang mendengar perpustakaan kerajaan, tentunya sedikit bingung. Ia tidak menyangka bahwa Long Tian bahkan sampai menyusup ke perpustakaan kerajaan untuk mencari informasi tersebut. Ling Feng lantas membaca buku kuno tersebut dengan cepat, kedua ekor matanya membaca dengan cepat tulisan demi tulisan yang berada di dalam buku tersebut.


Dalam buku tersebut menjelaskan tentang sejarah kebenaran dari dunia biru yang memang adalah benua biru, karena penggambaran dari dunia biru di dalam buku tersebut adalah benua biru. Walaupun ada beberapa tulisan yang sudah pudar, karena termakan oleh waktu. Ling Feng mendapatkan beberapa informasi penting, namun tidak banyak. Semua informasi yang tertulis di dalam buku tersebut sama persis dengan apa yang dikatakan oleh Bie Xibo waktu mereka sedang bertarung di tanah rahasia.


“Terima kasih paman telah membantuku sampai sejauh ini.” Ucap Ling Feng seraya mengeluarkan sebotol arak kepada Long Tian, dan langsung di sambut dengan wajah sumringah orang tersebut.


“Hohohoho... Tidak perlu sungkan Feng’er. Jangan ragu untuk memberitahu ku jika ada sesuatu yang kamu butuhkan.” Ucap Long Tian, namun kedua matanya terfokus kepada arak yang di berikan oleh Ling Feng dan tanpa pikir panjang, ia pun langsung membuka penutup botolnya dan meminum arak itu beberapa kali tegukan.


“Kahhhh... Benar-benar arak yang nikmat. Inilah surga sesungguhnya hehehehe.” Ujar Long Tian lalu kembali meneguk araknya. To Mu dan Pang Lang hanya bisa tersenyum masam melihat tingkah Long Tian yang tidak bisa jauh dengan arak, lebih tepatnya mereka berdua sudah terbiasa akan hal itu dan memakluminya. Ling Feng sendiri terkekeh pelan lalu ikut duduk diantara ketiganya dan berbincang sejenak sebelum dirinya kembali ke sekte.


>>>>>>______


Setelah menghabiskan tiga jam bersama dengan Long Tian, To Mu, dan Pang Lang. Ling Feng pun pamit kembali ke sekte. Ia pun merobek ruang dan langsung sampai di kamarnya. Setelah sampai ia memikirkan tentang informasi yang baru saja ia dapatkan dari buku tersebut. “Sepertinya aku memang harus menemui leluhur sekte untuk mendapatkan informasi yang lebih detail.” Gumam Ling Feng lalu ia pun pergi keluar kamarnya menuju halaman depan.


Ia memutuskan unuk berlatih pedang, untuk mengeluarkan semua unek-unek pikiran di dalam kepalanya sembari menunggu jam tiga pagi. Ia pun mulai mengayunkan pedangnya, melatih gerakan berpedangnya. Ling Feng mulai tenggelam dalam fokusnya dan mengabaikan sekitarnya, ia hanya fokus terhadap setiap gerakannya dan ayunan pedang yang sangat indah, jika saja ada yang melihat Ling Feng saat ini, mereka akan berdecak kagum, karena keindahan gerakan berpedang yang terlihat samtai itu, di peragakkan ke tingkat berbeda oleh Ling Feng.


Sampai tidak terasa tiga jam pun berlalu begitu saja, Ling Feng juga sudah lebih tenang dengan perasaan yang sudah lebih lega ketimbang sebelumnya. Ia pun menyarungkan pedangnya, lalu terbang cepat ke tempat pelatihan.


Waktu Ling Feng sampai, semua orang sudah berkumpul di sana, ia pun langsung turun di hadapan semua orang. “Selamat pagi senior-senior sekalian, apakah semuanya sudah berkumpul di sini?” Ucap Ling Feng dengan senyum tipis tercetak di wajahnya. Membuat semua orang yang ada di sana bergidik ngeri.


“S-sudah saudara kecil. Semuanya sudah berkumpul di sini tanpa terkecuali.” Ujar salah satu orang di sana mewakili yang lainnya.


“Baguslah jika memang begitu dan berbohong pun percuma, karena aku sudah hafal seluruh wajah yang ada di sini. Jadi jangan pernah coba-coba untuk kabur dan sebagainya. Junior ini juga sebenarnya tidak mau melakukan hal kejam seperti itu, tapi karena senior yang memintanya, maka junior ini tidak mempunyai pilihan lain selain melakukannya sesuai dengan kesepakatan kita sebelumnya.” Ucap Ling Feng membuat semua orang menelan salivanya kasar.


“Kalau begitu mari kita langsung mulai saja. Tekadkan diri kalian mulai saat ini, karena jika setengah-setengah aku tidak bisa menjamin hidup kalian selamat loh.” Ujar Ling Feng yang dianggukki cepat oleh semua orang di sana.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.