Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Undangan Pertemuan


Mendengar apa yang dikatakan oleh Bing Jiao, membuat dirinya kembali memasang wajah senyum masam, lalu kembali menyesap tehnya untuk menenangkan dirinya. Qing Xian dan Bing Jiao terkekeh melihat tingkah Ling Feng yang enggan terlibat dengan hal-hal yang merepotkan, semacam hal itu.


>>>>>>______


Baru saja membicarakan para tetua, Ling Feng merasakan tiga aura yang familiar datang mendekat ke arah ruangannya.


Tokk... Tokk... Tokk...


Bing Jiao yang memang tidak jauh dari pintu masuk, sontak beranjak dari tempatnya seraya memakai cadarnya kembali, pergi untuk membukakan pintu kamar. Pada saat itulah Tiga sosok yang familiar muncul di sana, Bing Jiao dan Qing Xian yang awalnya duduk, langsung memberi hormat kepada tiga orang tersebut.


“Salam Raja Shu, Salam Tetua Han, Salam Paman Mu.” Kata kedua wanita itu dengan serempak menyapa tiga orang tersebut.


To Mu yang berada di tengah diantara ketiganya, menganggukkan kepalanya seraya berkata kepada Bing Jiao dan Qing Xian agar tidak perlu sesopan itu kepada mereka. Bing Jiao pun sedikit membungkuk lalu mempersilahkan ketiganya untuk masuk ke dalam ruangan.


“Bagaimana dengan keadaan mu Nak Feng?” Tanya Raja Shu.


“Aku sudah tidak apa-apa. Lagipula aku terkena luka dalam, karena kehabisan Qi saja, selebihnya tidak perlu dikhawatirkan.” Jawab Ling Feng apa adanya dengan senyum tipis dipaksakan. Raja Shu memanggil Ling Feng dengan panggilan demikian, karena yang ia dengar dari To Mu dan Tetua Han, pemuda itu tidak suka di panggil dengan hormat. Alhasil ia pun memilih untuk memanggilnya dengan panggil tersebut, walaupun masih terkadung nada hormat di dalamnya.


“Jika memang demikian, baguslah. Aku turut senang mendengarnya.” Kata Raja Shu lagi.


“Jadi, ada perlu apa sampai Raja Shu repot-repot datang ke ruangan ku?” Tanya Ling Feng langsung pada intinya.


“Sebenarnya...” Raja Shu pun melirik sekilas ke arah Tetua Han dan To Mu secara silih berganti dan mendapatkan anggukan kepala dari keduanya lalu mulai menjelaskan tentang maksud kedatangannya, yaitu dengan memintanya untuk ikut serta ke dalam pertemuan para tetua dan perwakilan dari tiap-tiap kekaisaran yang akan diadakan sebentar lagi.


“Aku mengerti. Aku akan bersiap-siap terlebih dahulu sebelum ke sana, setelah selesai aku akan langsung pergi ke tempat pertemuan.” Jawab Ling Feng menganggukan kepalanya menyetujui undangan tersebut.


“Baiklah nak, kami mengerti. Terima kasih sudah mau menerima undangan pertemuan ini.” Kata Raja Shu dengan nada sopan, namun hal itu membuat Ling Feng merasa terganggu tentunya.


“Tidak perlu sesopan itu Raja.Kalau bisa perlakukan saja aku seperti rakyat mu.” Kata Ling Feng.


“Ah maaf, hanya saja aku tidak bisa untuk bersikap biasa saja di hadapan pemuda yang sangat hebat seperti mu.” Kata Raja Shu. Ling Feng yang mendengar itu pun hanya bisa menggaruk-garuk bagian belakang kepala nya, tanda ia tidak nyaman dengan suasananya saat ini.


“Baiklah kalau begitu, kami izin pamit.” Kata Raja Shu lalu keluar dari ruangan Ling Feng bersama dengan Tetua Han. Sebelum pergi, To Mu datang mendekat ke arah Ling Feng seraya berkata, “Aku akan langsung pergi sekarang, masalah pertemuan nanti aku tidak akan datang, karena itu merepotkan.” Kata To Mu.


“Tunggu. Jangan bilang, alasan para tetua dan petinggi itu memintaku ikut dalam pertemuan, itu atas dari saran mu.” Kata Ling Feng dengan tatapan menyelidik dan tajam ke arah To Mu.


Ling Feng yang mendengar hanya bisa menghela nafas panjang, pasalnya dirinya memang tidak berbeda jauh dengan Long Tian, jika bukan kebaikan dirinya dan atas permintaan dirinya, ia tidak akan bergerak bahkan jika Kekaisaran Shu porak poranda. “Haihhh... Kau ini paman, setidaknya jangan lempar semuanya kepadaku lah.” Keluh Ling Feng.


“Tenang saja. Aku juga sudah menyelesaikan nya sebagian, sisanya tergantung kepada pendapatmu nanti.” Ucap To Mu.


“Baiklah, baiklah... Aku mengerti.” Kata Ling Feng.


“Kalau begitu aku pergi dulu... Jiao’er, Xian’er sampai bertemu lagi.” Kata To Mu berpamitan kepada dua wanita yang sedari tadi hanya menyimak percakapan antara keduanya.


“Baik paman sampai bertemu lagi.” Kata Bing Jiao memberikan salam kepadanya.


“Hati-hati paman dalam perjalanannya dan terima kasih atas semua yang Paman Mu lakukan untuk keluarga ku. Jika bukan, karena paman Diriku dan keluarga ku tidak mungkin berkembang pesat sampai ke titik ini.” Kata Qing Xian.


“Tidak perlu sungkan, kamu dan keluargamu juga memperlakukan aku sangat ramah. Jadi wajar saja aku memberikan sesuatu sebagai balasannya.” Ucap To Mu. Qing Xian yang mendengar itu tentu nya merasa sangat berterima kasih kepada To Mu.


Pasalnya memang To Mu sangatlah berperan besar di balik layar, jika bukan karena diri nya yang ikut turun tangan mengajar para generasi muda Keluarga nya, Keluarga Qing nya mungkin tidak bisa berkembang mencapai tingkat dimana banyak generasi yang berbakat lahir di Keluarga nya. Sejak pada saat itu, nama Keluarga Qing di Kota Anyi dan rumor tentang hal tersebut mulai tersebar luas, yang mana itu tentunya menarik perhatian sekte kelas dua dan satu, bahkan salah satu sekte dari sekte empat besar, Sekte Lembah Neraka.


Tentu saja tawaran itu sangat menggiurkan bagi kebanyakan orang, bahkan Qing Xian pun termasuk ke dalam nya, namun itu jika dirinya yang dulu belum bertemu dengan Ling Feng dan di ajari olehnya. Tentu saja ia menolak tawaran tersebut dan penolakan Qing Xian tentunya mendapatkan respon terkejut dari para tetua yang datang merekrut nya.


Mohon maaf para tetua yang terhormat. Aku tidak terbiasa terikat dan lebih nyaman untuk berlatih sendiri seperti ini. Jadi sekali lagi aku minta maaf harus menolak tawaran tersebut. Ucap Qing Xian kala itu. Dirinya memang sangat menyadari konsekuensi yang akan terima, karena undangan yang ia tolak saat ini adalah salah satu dari empat sekte besar.


Namun respon yang tidak terduga itu adalah tetua dari sekte lembah neraka itu masih terlihat ramah kepada nya dan bahkan bersikap sopan. Hal itu tentunya membuat Qing Xian terkejut, ia sontak mendongakan kepala nya dan ia pun menyadari sesuatu, wajah dari para tetua sekte lembah neraka dan pada akhirnya ia pun mengetahui bahwa itu adalah To Mu.


Mengingat hal itu, membuat Qing Xian tersenyum hangat di balik cadar nya. “Aku sungguh berterima kasih kepadmu paman. Datanglah sesekali paman, aku akan menjamu paman nantinya.” Kata Qing Xian sekali lagi berterima kasih kepadanya.


“Haihhh kau ini ya dasar. Aku mengerti, lain kali aku akan berkunjung ke Keluaraga Qing lagi. Kalau begitu aku pamit sekarang.” Kata To Mu lalu menghilang dari ruangan Ling Feng pergi dari sana.


Selepas kepergian To Mu, Ling Feng pun langsung bersiap-siap untuk menghadiri pertemuan yang akan diadakan sebentar lagi. Tentunya Ling Feng mengajak kedua wanitanya juga untuk ikut serta, karena menurutnya tidak ada salahnya juga bagi keduanya untuk ikut ke dalam pertemuan nantinya.


Bing Jiao dan Qing Xian awalnya saling pandang, sempat ragu, karena memang keduanya tidak di undang ke dalam pertemuan tersebut, namun atas bujukan dari Ling Feng, mereka pun menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Ling Feng.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.